Sabtu, 04 Agustus 2018

[Video] PT PAL Luncurkan KRI Semarang 594

⍟ upload by IMI3SSV PT PAL

PT PAL Indonesia (Persero) luncurkan Kapal Landing Platform Dock 124 meter pesanan TNI AL dan diberi nama KRI Semarang.

Peluncuran yang dilakukan Inspektur Operasional Inspektorat Jendral Angkatan Laut (Irops Itjenal) Laksamana Pertama TNI Janter Elias Manik didampingi Kepala Dinas Pengadaan TNI-AL Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha, Kepala Dinas Kelaikan Material TNI-AL Laksamana pertama TNI Sudarmoko dan Kepala Dinas Material TNI-AL Laksamana Pertama TNI Kasih Prihantoro.

Bersama Direktur Utama Budiman Saleh, Direktur Pembangunan Kapal Turitan Indaryo, Direktur Keuangan Irianto dan Direktur SDM & Umum Etty Soewardani digelar di Dok Gali Semarang Divisi Kapal Niaga, Jumat pagi (03/08).



  Youtube  

✬ PT PAL Luncurkan Kapal KRI Semarang 594

⍟ Buatan Anak NegeriSSV PT PAL

Jika dibandingkan dengan industri pertahanan yang lain nampaknya PT PAL yang progressnya lebih baik daripada yang lainnya setelah menyelesaikan pesanan dua unit kapal perang frigate Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 Martadinata Class, kali ini seperti dikutip akun Instagram PT PAL (3/8/2018) BUMN ini menyelesaikan pesanan Kapal Landing Platform Dock (LPD) 124 meter untuk TNI AL.

Kapal terbaru ini layaknya saudara-saudaranya telah diberi nama Kota Besar yang mempunyai tradisi bahari, kali ini yang mendapat kehormatan namanya dipakai sebagai Kapal Perang TNI AL adalah Kota Semarang sehingga kapal ini resmi menyandang nama KRI Semarang 594.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1khK6OzbIBe-oJyWq4I3uP2i1fPras8VLyT_fpFw59YdnvDmxsIynJgtE25evPWwBWrrI1zSUzW6auKI0lu0qmmA4Swf11zy1aaMCmAfsTi4KeZRCSEZ64ib7HGSpdDXZyUgfxU7eibfN/s1600/6ef56a03+SSV+124+Semarang.jpgSebagai informasi rekam jejak PT PAL untuk bisa membuat Landing Platform Dock (LPD) ini berawal dari pesanan dua unit kapal LPD TNI AL yaitu KRI Surabaya dan KRI Makasar kepada galangan DSME Korea Selatan pada tahun 2004, dalam kontrak dua unit Kapal LPD ini PT PAL dipercaya untuk mendapatkan transfer of technology (ToT) sehingga kedepan bisa membuat kapal jenis LPD secara mandiri.

Dan ilmu tersebut ternyata sangat berguna terbukti Kapal LPD buatan PT PAL laris dibeli oleh TNI AL atau Negara sahabat lain. TNI AL sendiri memesan kembali dua unit LPD yang diberi nama KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin, sedangkan Filipina menjadi kustomer luar negeri pertama LPD ini dengan memesan dua kapal yang diberi nama BRP Tarlac dan BRP Davao Del Sur.

Di jajaran TNI AL kapal LPD ini menjadi kapal terbesar yang dioperasikan saat ini, layaknya kapal induk KRI Semarang 594 mampu membawa pasukan, tank, panser pendarat dan 3 unit helikopter. Kepemilikan LPD ini juga membuat TNI AL memiliki kemampuan Green Water Navy.

  UCnews  

Pembelian Sukhoi Su-35 Tunggu Pencabutan Sanksi dari AS

SU35 Rusia [marina]

Menko Polhukam Wiranto mengemukakan rencana membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pembelian masih menunggu pencabutan sanksi dari Amerika Serikat kepada negara-negara yang hendak membeli Sukhoi.

Lah iyah, kalau nekat ada sanksi bagaimana. Kamu menghadapi sanski bagaimana? Dipikirkan enggak akibatnya,” kata Wiranto usai memimpin rapat koordinasi mengenai pengadaaan KF-X di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8).

Rapat dihadiri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Wakil KSAU Marsda Wieko Syofyan dan Irjen TNI Letjen Muhammad Herindra yang mewakili dari Mabes TNI.

Wiranto menjelaskan membeli Alusista tidak semudah seperti membeli barang. Berbagai faktor yang di luar kerangka pembelian juga diperhitungkan.

Jadi semuanya sinkron gitu loh,” tegas Wiranto.

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Rusia memiliki kesepakatan pembelian 11 jet tempur dari Rusia senilai USD1,14 miliar (setara Rp 15,8 triliun). Pengiriman sepasang Su-35 Sukhoi dari total 11 unit yang disepakati akan dilakukan pada 2018 ini.

Namun sejumlah negara di Asia seperti Indonesia, India dan Vietnam terancam dijatuhi sanksi oleh AS karena mengimpor alat utama sistem pertahanan (alutsista) produksi Rusia.

Sanksi tersebut dikenakan berdasarkan undang-undang (UU) yang disahkan Presiden Donald Trump pada Agustus 2017. UU tersebut dimaksudkan untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas aneksasi Semenanjung Crimea terhadap Ukraina yang dilakukan pada 2014, keterlibatan dalam perang di Suriah, serta intervensi dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS 2016.

Sanksi tersebut juga berlaku bagi sekutu-sekutu AS yang membeli senjata serta peralatan dari Rusia. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengimpor alutsista dari Rusia berupa jet tempur Su-35 Sukhoi.

Hingga saat ini, Indonesia sedang bernegosiasi agar sanksi tersebut dicabut. Peluang pencabutan cukup terbuka karena Indonesia mengirimkan banyak komoditas untuk AS. Indonesia dan Vietnam diperkirakan akan mendapat keringanan dari sanksi tersebut. Namun kapan kebijakan itu diambil AS belum diketahui.

  ★ Berita Satu  

Jumat, 03 Agustus 2018

Latihan Glagaspur III 2018

Pantai Tanjung Todak Kepri "Dikuasai" Marinir Kembali dalam 30 Menit Latihan Glagaspur III 2018 di Kepri [channel indonesia]

Setelah 24 tahun senyap, Kamis (2/8/2018) sekitar pukul 06.00 WIB, pantai Tanjung Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil dikuasai dan diduduki marinir.

Bahkan lebih kurang 1.210 personel TNI AL yang tergabung dalam beberapa kesatuan ini dengan cepat melumpuhkan dan mengusir lawan yang sejak lama menduduki pulau tersebut.

Setelah berhasil mengamankan area pantai Tanjung Todak, operasi tempur yang dikomandoi Komando Armada (Koarmada) I melanjutkan operasi tahap gerakan menuju sasaran (GMS), tahap serbuan, dan tahap pengakhiran.

Operasi ini merupakan operasi pertama setelah 24 tahun vakum menggelar latihan di salah satu pulau terluar yang ada di Kepri.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono kepada Kompas.com mengatakan, latihan pendaratan amfibi yang berhasil menguasai pantai Tanjung Todak Dabo Singkep ini merupakan puncak latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) tingkat III yang sudah sejak, Senin (30/7/2018) berjalan.

"Latihan ini dimulai dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Periok, perairan Bangka Belitung dan terakhir di oentau Tanjung Todak, Dabo Singkep Kabupaten Lingga," kata Yudo.

Dalam latihan ini Koarmada I melibatkan 17 KRI dan dua kompi marinir dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alutsista Koarmada I serta mengukur kemampuan Satuan Tugas Koarmada I dalam mendukung tugas TNI AL meminimalisasi ancaman dari laut.

Selain itu, Latihan Glagaspur III ini juga berupaya melatih kemampuan penyiapan Operasi Amfibi guna menghadapi dan menggagalkan penguasaan wilayah NKRI oleh pihak musuh serta melatih kemampuan Komando, Kendali dan Komunikasi dengan seluruh unsur maupun satuan terkait Operasi Amfibi.

"Selain 17 KRI, kami juga menerjunkan pasukan Marinir yang terdiri dari 1 KRI jenis Multi Role Light Freegat (MLRF), 2 KRI jenis Perusak Kawal (PK) Parchim Class dan 4 KRI Jenis Angkut Tank Frosch (ATF)," jelas Yudo.

"Kemudian 2 KRI Jenis Kapal Cepat Rudal (KCR 40), 4 KRI Jenis Kapal Patroli (PC), 1 KRI Jenis Bantu Tunda Samudera (BTD), 2 KRI jenis Penyapu Ranjau (PR), 2 unsur pesawat udara yang terdiri dari 1 Pesud Cassa-6205 dan 1 pesawat Helly BO-105," katanya menambahkan.

Sementara Pasukan Marinir (Pasmar 1) lanjut Yudo menggelar kekuatan 2 SSK Pasukan Pendarat (Pasrat), 3 Tank BMP-3F serta 7 Pansam BTR-50M.

"Kami berharap dari latihan ini para prajurit dapat meningkatkan profesionalisme sesuai bidang tugasnya. Ini masih dalam lingkup yang kecil dan kedepan evaluasi dari latihan ini akan dilakukan lebih besar lagi," ujarnya.

Latihan yang melibatkan 1.210 personel ini ditutup dengan penandatangan prasasti latihan pendaratan amfibi yang dilakukan Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono berserta sejumlah pejabat di jajarannya.

"Latihan ini juga merupakan peresmian dibukanya kembali Pantai Tanjung Todak sebagai lokasi latihan yang terakhir kali dilakukan di tahun 1994 silam," kata Yudo.

"Dan, ke depan, latihan tempur seperti ini akan rutin dilakukan dan bertempat di Pantai Tanjung Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga ini," ungkapnya.

  ★ Kompas  

[Video] Taruna Angkatan Laut Mengikuti Latihan Kartika Jala Krida

Mengunjungi Sejumlah Negara Liputan NETtv


  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...