Selasa, 14 Januari 2020
Spesifikasi Helikopter Cadangan Presiden Jokowi
Super Cougar
Helikopter Caracal TNI AU [Jeff Prananda] ★
Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk sementara waktu akan menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara untuk kegiatan kepresidenannya. Jokowi meninjau helikopter cadangan untuknya itu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Minggu 12 Januari 2020.
Helikopter berjenis EC-725 AP/Caracal itu akan menggantikan selama Super Puma menjalani perawatan. Tidak dijelaskan kondisi helikopter berkelir biru yang biasa digunakan untuk agenda kepresidenan itu, tapi helikopter itu belum lama, Minggu 5 Januari, memang gagal mendaratkan Jokowi. Saat itu sang presiden hendak meninjau dan memberikan bantuan kepada korban longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami harus mencarikan heli alternatif untuk dukungan VVIP. Sehingga saya display, saya laporkan ke beliau terkait dengan keamanan dan kenyamanan (helikopter)," ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Minggu 12 Januari 2020.
Helikopter EC-725 AP/Caracal biasa disebut juga Super Cougar atau H225M. Helikopter ini masih keluarga Super Puma (H215) karena sama-sama helikopter SAR tempur buatan Airbus Helicopters. Perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah jumlah baling-balik (blade) pada rotor utama. Super Puma masih empat blade, sedang H225M menggunakan lima.
Berikut ini, spesifikasi selengkapnya dari helikopter kepresidenan cadangan ini yang dikutip dari situs airbus dan beberapa sumber lain,
★ Tenaga dan Rotor. Helikopter tempur multi guna ini ditenagai mesin Makila 2A1 yang rotor lima baling-balingnya memiliki tingkat vibrasi rendah. Desain spherilex modular juga menjadikannya tak perlu perawatan biaya tinggi.
★ SAR. Sesuai fungsinya untuk tempur dan SAR, helikopter ini bisa beroperasi baik dari kapal laut maupun darat. Helikopter memiliki perlindungan dari es dan pasir, pelontar flare, tali untuk pengerahan maupun penarikan personel, serta night vision goggle compatibility untuk menembus segala cuaca.
★ Senjata. Persenjataan terdiri dari cannon 20 mm serta machine gun 7,62 mm. Selain itu masih ada heavy store carriers untuk satu rocket pods 68 mm, cannon pod 20 mm, dan cannon pod 12,7 mm. Di sistem persenjataan ini dilengkapi pula dengan radar warning receiver, missile approach warning system, laser warning receiver.
★ Kapasitas dan Kecepatan. Helikopter yang diklaim nyaman oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto ini berkapasitas 31 orang termasuk kru. Dengan bobot take off maksimum 11.200 kilogram dan bentang baling-baling 16,2 meter, capung besi ini mampu melesat hingga 324 kilometer per jam dan daya jelajah dengan bahan bakar normal sejauh 920 kilometer.
Helikopter Caracal TNI AU [Jeff Prananda] ★Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk sementara waktu akan menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara untuk kegiatan kepresidenannya. Jokowi meninjau helikopter cadangan untuknya itu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Minggu 12 Januari 2020.
Helikopter berjenis EC-725 AP/Caracal itu akan menggantikan selama Super Puma menjalani perawatan. Tidak dijelaskan kondisi helikopter berkelir biru yang biasa digunakan untuk agenda kepresidenan itu, tapi helikopter itu belum lama, Minggu 5 Januari, memang gagal mendaratkan Jokowi. Saat itu sang presiden hendak meninjau dan memberikan bantuan kepada korban longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami harus mencarikan heli alternatif untuk dukungan VVIP. Sehingga saya display, saya laporkan ke beliau terkait dengan keamanan dan kenyamanan (helikopter)," ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Minggu 12 Januari 2020.
Helikopter EC-725 AP/Caracal biasa disebut juga Super Cougar atau H225M. Helikopter ini masih keluarga Super Puma (H215) karena sama-sama helikopter SAR tempur buatan Airbus Helicopters. Perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah jumlah baling-balik (blade) pada rotor utama. Super Puma masih empat blade, sedang H225M menggunakan lima.
Berikut ini, spesifikasi selengkapnya dari helikopter kepresidenan cadangan ini yang dikutip dari situs airbus dan beberapa sumber lain,
★ Tenaga dan Rotor. Helikopter tempur multi guna ini ditenagai mesin Makila 2A1 yang rotor lima baling-balingnya memiliki tingkat vibrasi rendah. Desain spherilex modular juga menjadikannya tak perlu perawatan biaya tinggi.
★ SAR. Sesuai fungsinya untuk tempur dan SAR, helikopter ini bisa beroperasi baik dari kapal laut maupun darat. Helikopter memiliki perlindungan dari es dan pasir, pelontar flare, tali untuk pengerahan maupun penarikan personel, serta night vision goggle compatibility untuk menembus segala cuaca.
★ Senjata. Persenjataan terdiri dari cannon 20 mm serta machine gun 7,62 mm. Selain itu masih ada heavy store carriers untuk satu rocket pods 68 mm, cannon pod 20 mm, dan cannon pod 12,7 mm. Di sistem persenjataan ini dilengkapi pula dengan radar warning receiver, missile approach warning system, laser warning receiver.
★ Kapasitas dan Kecepatan. Helikopter yang diklaim nyaman oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto ini berkapasitas 31 orang termasuk kru. Dengan bobot take off maksimum 11.200 kilogram dan bentang baling-baling 16,2 meter, capung besi ini mampu melesat hingga 324 kilometer per jam dan daya jelajah dengan bahan bakar normal sejauh 920 kilometer.
★ Tempo
Senin, 13 Januari 2020
Prabowo Bahas Upaya Memajukan Industri Pertahanan RI
Temui Menhan Prancis
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Parly sepakat untuk memperkuat kerjasama pertahanan kedua negara dan upaya memajukan industri pertahanan Indonesia. [Foto/KBRI Paris]
Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia, Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly di Paris. Dalam pertemuan itu, kedua Menhan sepakat untuk memperkuat kerjasama pertahanan kedua negara dan upaya memajukan industri pertahanan Indonesia.
"Saya mencatat bahwa sebagai dua mitra strategis, Indonesia-Prancis selama ini memiliki kerja sama pertahanan yang baik," ucap Probowo dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahana Prancis itu.
"Indonesia ingin terus tingkatkan kerja sama pertahanan, khususnya di bidang yang dapat perkuat alutsista TNI dan memajukan industri pertahanan Indonesia," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Paris pada Senin (13/1/2020).
Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Armanantha Nassir menyatakan, peluang meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara masih terbuka lebar. Hal ini mengingat kedua negara memiliki hubungan bilateral yang baik dan kebijakan polugri yang independen.
Dia menjelaskan, bahwa dalam Pertemuan yang berlangsung terbuka dan interaktif, kedua Menhan sepakat penguatan kerja sama pertahanan akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama Bidang Pertahanan atau DCA.
Untuk itu, papar Arrmanantha, kedua Menhan mendorong agar DCA dapat segera diselesaikan pada tahun ini sebagai framework kerja sama pertahanan kedepan. Beberapa isu yang menjadi perhatian untuk DCA, termasuk kerjasama pelatihan dan pendidikan, pengembangan industri pertahanan, kerja sama dalam bidang sains dan teknologi industri pertahanan, kerja sama intelijen pertahanan, kerja sama peacekeeping operations, serta kerja sama misi kemanusiaan saat bencana, dan counter-terorism.
"Prancis, sebagai negara yang memiliki industri pertahanan yang maju, dapat menjadi mitra strategis dalam upaya Indonesia memperkuat alutsista TNI serta mengekselerasi pengembangan industri pertahanan nasional," ungkapnya.
"Langkah ini akan mendukung upaya menjadikan industri pertahanan nasional sebagai bagian dari rantai produksi global. Dalam konteks inilah Menhan RI memberi perhatian khusus pada pengembangan industri pertahanan saat membahas kerja sama pertahanan kedua negara ke depan dengan Menhan Prancis," papar Arrmanantha.
Selain bertemu Parly, Prabowo juga melakukan serangkaian pertemuan dengan perusahaan industri pertahanan di bidang pesawat tempur, kapal, radar dan sistem avionic, serta amunisi. Dalam pertemuan tersebut, kalangan industri pertahanan Prancis diharapkan dapat bekerja sama dalam mengekselerasi kemajuan industri pertahanan Indonesia serta penguatan sistem alutsista TNI melalui transfer teknologi, peningkatan penggunaan kandungan lokal dan peningkatan kapasitas SDM.
Prabowo menegaskan Indonesia siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan perusahaan industri Prancis agar dapat menjadikan industri pertahanan Indonesia menjadi bagian dari rantai produksi global produk alutsista. (esn)
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Parly sepakat untuk memperkuat kerjasama pertahanan kedua negara dan upaya memajukan industri pertahanan Indonesia. [Foto/KBRI Paris] Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia, Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly di Paris. Dalam pertemuan itu, kedua Menhan sepakat untuk memperkuat kerjasama pertahanan kedua negara dan upaya memajukan industri pertahanan Indonesia.
"Saya mencatat bahwa sebagai dua mitra strategis, Indonesia-Prancis selama ini memiliki kerja sama pertahanan yang baik," ucap Probowo dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahana Prancis itu.
"Indonesia ingin terus tingkatkan kerja sama pertahanan, khususnya di bidang yang dapat perkuat alutsista TNI dan memajukan industri pertahanan Indonesia," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Paris pada Senin (13/1/2020).
Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Armanantha Nassir menyatakan, peluang meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara masih terbuka lebar. Hal ini mengingat kedua negara memiliki hubungan bilateral yang baik dan kebijakan polugri yang independen.
Dia menjelaskan, bahwa dalam Pertemuan yang berlangsung terbuka dan interaktif, kedua Menhan sepakat penguatan kerja sama pertahanan akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama Bidang Pertahanan atau DCA.
Untuk itu, papar Arrmanantha, kedua Menhan mendorong agar DCA dapat segera diselesaikan pada tahun ini sebagai framework kerja sama pertahanan kedepan. Beberapa isu yang menjadi perhatian untuk DCA, termasuk kerjasama pelatihan dan pendidikan, pengembangan industri pertahanan, kerja sama dalam bidang sains dan teknologi industri pertahanan, kerja sama intelijen pertahanan, kerja sama peacekeeping operations, serta kerja sama misi kemanusiaan saat bencana, dan counter-terorism.
"Prancis, sebagai negara yang memiliki industri pertahanan yang maju, dapat menjadi mitra strategis dalam upaya Indonesia memperkuat alutsista TNI serta mengekselerasi pengembangan industri pertahanan nasional," ungkapnya.
"Langkah ini akan mendukung upaya menjadikan industri pertahanan nasional sebagai bagian dari rantai produksi global. Dalam konteks inilah Menhan RI memberi perhatian khusus pada pengembangan industri pertahanan saat membahas kerja sama pertahanan kedua negara ke depan dengan Menhan Prancis," papar Arrmanantha.
Selain bertemu Parly, Prabowo juga melakukan serangkaian pertemuan dengan perusahaan industri pertahanan di bidang pesawat tempur, kapal, radar dan sistem avionic, serta amunisi. Dalam pertemuan tersebut, kalangan industri pertahanan Prancis diharapkan dapat bekerja sama dalam mengekselerasi kemajuan industri pertahanan Indonesia serta penguatan sistem alutsista TNI melalui transfer teknologi, peningkatan penggunaan kandungan lokal dan peningkatan kapasitas SDM.
Prabowo menegaskan Indonesia siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan perusahaan industri Prancis agar dapat menjadikan industri pertahanan Indonesia menjadi bagian dari rantai produksi global produk alutsista. (esn)
Indonesia Bakal Bangun Pangkalan Militer di Natuna
Salah satu pangkalan militer di Nauna [def.pk] Pemerintah Indonesia berencana membangun Pangkalan Militer TNI di beberapa wilayah. Salah satunya di kawasan Natuna, Riau, yang diketahui kini sedang bersengketa dengan Tiongkok. Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menyatakan rencana itu masih dalam tahap pematangan untuk pembangunannya.
“Saat ini, Pak Menhan sedang melakukan proses pematangan,” kata Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta.
Menurut Dahnil, proses pematangan dalam membangun pangkalan-pangkalan seperti menghadirkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang layak dan modern untuk berada di sana. “Termasuk penguatan bakal pangkalan-pangkalan tersebut melalui alutsista yang layak dan modern,” ujarnya.
Namun, dia belum bisa merinci secara detail terkait wilayah mana saja yang akan dibangun pangkalan militer. Dahnil hanya mengamini jika salah satu pangkalan militer berada di Natuna. “Salah satunya seperti yang disebutkan Pak Menhan (Prabowo),” paparnya.
Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mendukung wacana pemerintah yang bakal membangun pangkalan militer di wilayah Natuna, Kepulauan Riau. Apalagi, wilayah tersebut rentan konflik dengan negara lainnya. “Semua wilayah perbatasan yang di mana berpotensi konflik, kehadiran pangkalan militer wajib ada,” kata Dave.
Menurut dia, sejatinya pembangunan pangkalan militer di wilayah yang rentan konflik harus dibangun sejak dahulu. Sehingga dapat mencegah konflik yang tak diinginkan seperti saat ini. “Itu sudah harus dilakukan sejak dulu,” ujarnya.
Selain itu, Dave mendorong agar pangkalan-pangkalan militer yang ada di wilayah-wilayah tersebut dapat digunakan untuk tempat latihan perang. “Bahkan, latihan perang sebaiknya dibuat di wilayah-wilayah tersebut,” tandasnya.
Anggota Komisi I DPR Christina Aryani menyebut bahwa rencana tersebut menyelipkan pesan bagi negara asing, kalau Indonesia serius menjaga wilayahnya. “Akan memberikan pesan yang positif ke negara-negara asing bahwa Indonesia serius menjaga wilayahnya,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan pangkalan militer bisa memperkuat sektor keamanan Tanah Air. Sebab, bakal menghadirkan pengawasan fisik yang selama ini belum terlihat. “Kita perlu meningkatkan pengawasan dan kehadiran fisik untuk menunjukkan adanya penguasaan yang efektif,” tandasnya. (tyk)
Indonesia Butuh 33 Drone Elang Hitam
Tiga unit per pangkalan
PUNA MALE Elang Hitam buatan Indonesia ditargetkan dapat mengudara pada 2023 [Katadata]
Indonesia tengah membuat drone atau pesawat udara nirawak (PUNA) bernama Elang Hitam. Pesawat ini diproduksi oleh konsorsium Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rencananya, seluruh uji kelaikan dan proses sertifikasi akan selesai pada 2023.
Elang Hitam menggunakan mesin Rotax dari Austria, memiliki flight control system (FCS) asal Spanyol, dan dilengkapi persenjataan rudal.
Selain itu, pesawat ini memiliki radius line of sight (LOS) sejauh 250 km, mampu terbang hingga 23 ribu kaki dan selama 30 jam, juga kecepatan maksimal 235 km per jam.
Indonesia membutuhkan drone untuk menjaga kedaulatan negara melalui pantauan negara.
Oleh karena itu, berdasarkan kajian awal BPPT, sebanyak 33 unit drone akan ditempatkan di 11 pangkalan, atau tiga unit per pangkalan.
PUNA MALE Elang Hitam buatan Indonesia ditargetkan dapat mengudara pada 2023 [Katadata] Indonesia tengah membuat drone atau pesawat udara nirawak (PUNA) bernama Elang Hitam. Pesawat ini diproduksi oleh konsorsium Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rencananya, seluruh uji kelaikan dan proses sertifikasi akan selesai pada 2023.
Elang Hitam menggunakan mesin Rotax dari Austria, memiliki flight control system (FCS) asal Spanyol, dan dilengkapi persenjataan rudal.
Selain itu, pesawat ini memiliki radius line of sight (LOS) sejauh 250 km, mampu terbang hingga 23 ribu kaki dan selama 30 jam, juga kecepatan maksimal 235 km per jam.
Indonesia membutuhkan drone untuk menjaga kedaulatan negara melalui pantauan negara.
Oleh karena itu, berdasarkan kajian awal BPPT, sebanyak 33 unit drone akan ditempatkan di 11 pangkalan, atau tiga unit per pangkalan.
Langganan:
Postingan (Atom)