Latihan Glagaspur TK III / L-3
Latihan Glagaspur TK III/L-3 Tahun 2020 yang digelar oleh Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II, sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit telah memasuki Tahap Manuver Lapangan pada Kamis (26/11) lalu di Perairan Situbondo.
Pelaksanaan Manuver Lapangan atau Manlap Glagaspur TK III/L-3 adalah puncak dari serangkaian kegiatan sebelumnya, yakni tahap pembekalan klasikal, drill peralatan sampai dengan pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG).
Sedangkan dalam pelaksanaan Manlap dilaksanakan beberapa latihan, diantaranya Mine Field Transit (MFT), Penyebaran Ranjau, Pemburuan dan penyapuan Ranjau, Penggelaran Peralatan Portable, serta netralisasi ranjau menggunakan MDC PAP dan metode Conning Run.
Dalam Latihan Glagaspur TK III / L-3 tahun ini, Satran koarmada II melibatkan tiga unsur kapal perangnya yakni KRI Pulau Rengat-711, KRI Pulau Rupat-712 dan KRI Pulau Rimau-724 dan unsur pendukung dari Satkopaska, Dislambair, Diskes dan Arsenal.
Sementara itu menurut Palaklat Letkol Laut (P) Ferry Kurniawan, Latihan Glagaspur TK III/L-3 bernilai penting bagi Satran.
Sebab Peperangan Ranjau yang menjadi tanggung jawab utama satuannya, merupakan salah satu doktrin peperangan yang sangat penting dalam menunjang kekuatan tempur TNI AL.
Ferry pun menambahkan jika latihan ini juga memberikan pengetahuan baru kepada prajurit untuk menjajal kemampuan dalam hal setting ranjau, penggelaran peralatan portable bawah air guna menunjang kegiatan survey ops dan operasional ROV (Remotely Operated Vehicle).
Disisi lain Letkol Fery menegaskan, bahwa kegiatan ini selaras dengan arahan dari Pangkoarmada II Laksda I N.G. Sudihartawan terkait pembinaan kekuatan, sekaligus wujud implementasi dari program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono di bidang pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi. (Pen2).
Memaksimalkan Teknologi
Penembakan rudal hellfire dari Helikopter Apache [TNI AD]
Boom… boom. Itulah bunyi ledakan dan tembakan yang terdengar dari kendaraan tempur TNI AD dalam latihan antarkecabangan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Kamis (26/11). Latihan tempur itu diikuti 3.300 prajurit Kostrad yang ada di Jawa Timur.
Turut hadir meninjau latihan tempur, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Ia berharap dari pelatihan ini dapat menjadikan prajurit TNI AD menjadi cerdas dalam melakukan tugasnya.
“Kita harus smart (cerdas), jangan sampai rado, rajin tapi bodoh. Saya ingin prajurit kita bertempur atau melakukan tugas apa pun dengan smart,” kata Jenderal Andika, Kamis (26/11).
Dalam latihan yang menggunakan kendaraan tempur canggih itu, Jenderal Andika mengatakan prajurit harus bisa memaksimalkan penggunaan teknologi. Menurutnya, teknologi dapat membuat semuanya lebih mudah, cepat, dan tepat.
“Jadi, yang saya ingin lihat justru bagaimana teknologi ini semakin disempurnakan. Saya ingin melihat mereka lebih bisa menggunakan teknologi sehingga mereka tidak usah harus melakukan aktivitas maupun membidik menembak dengan cara-cara yang tradisional,” ungkap Jenderal Andika.
Peningkatan Jangkauan Roket Astros
MLRS Astros dengan jangkauan 80 km [TNI AD]
Beberapa kendaraan tempur canggih yang diterjunkan dalam latihan tersebut, antara lain meriam Astros dan helikopter Apache. Jenderal Andika menyebut, untuk pertama kalinya, diuji coba meriam Astros berbasis roket buatan Brasil yang ditembakkan lebih jauh dari tahun lalu.
“Untuk pertama kali kita menembak dari jarak 16 km. Kalau tahun lalu sekitar 12 sampai 13 km, karena kita mau aman. Tapi, kondisi meriam yang berbasis roket yang kebetulan mereknya Astros dari Brasil itu kita punya amunisi sampai 80 km. Kita berharap bisa beli yang 300 km,” bangga Andika.
Selain meriam, pada latihan tempur itu turut dilibatkan helikopter Apache. Jenderal Andika menyebut helikopter itu merupakan yang tercanggih yang dimiliki TNI AD. “Kita lihat tadi demo rudal Hellfire dengan akurasi yang dapat diandalkan,” ungkap Andika.
Pusat latihan tempur di atas tanah seluas 43 ribu hektare tersebut sontak menjadi sorotan masyarakat setempat. Masyarakat dari segala umur tertarik untuk menyaksikan kebolehan TNI AD dalam bertempur.
Berdasarkan pantauan Koran Jakarta, masyarakat terlihat antusias melihat latihan tempur TNI AD itu meski di bawah cuaca yang terik. Tak jarang, masyarakat mengucapkan kekagumannya saat melihat prajurit TNI AD beraksi melakukan simulasi tempur. Dentuman akibat tembakan kendaraan tempur yang canggih juga diiringi tepuk tangan dari masyarakat.
Siaga Laut China Selatan
Komandan Lanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Dedy I. S. Salam bersama Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Natuna meninjau aset landasan TNI AU peninggalan Jepang yang berada di Pulau Subi, Desa Terayak, Kecamatan Subi Kecil, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (27/11/2020). (Dok. TNI AU)
Komandan Lanud (Danlanud) Raden Sadjad (RSA) Kolonel Pnb Dedy Salam bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Natuna meninjau aset landasan TNI AU peninggalan Jepang yang berada di Pulau Subi, Desa Terayak, Kecamatan Subi Kecil, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (27/11/2020). Turut hadir antara lain Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal.
Selain peninjauan lokasi bandara, Danlanud RSA juga melaksanakan pertemuan dengan masyarakat Subi di gedung pertemuan masyarakat Subi. Dalam sambutannya, Dedy mengungkapkan tujuan kunjungan adalah melihat langsung bandara peninggalan Jepang dan sekaligus memperkenalkan TNI AU kepada adik-adik dari SMA Pulau Subi Besar.
"Saya juga mengajak para adik-adik pelajar bisa menjadi personel TNI AU seperti putra daerah Pulau Subi yang lebih dahulu telah bergabung bersama TNI AU," ujarnya seperti dikutip laman resmi TNI AU, Senin (30/11/2020).
Dedy lantas menyampaikan, bekas landasan Jepang ini proyeksi ke depan akan dijadikan pangkalan udara yang bisa didarati oleh pesawat.
"Oleh karena itu harus ada pengawakan dari lanud tersebut dan nantinya kami buatkan Detasemen Angkatan Udara yang berpusat dari Lanud Raden Sadjad di Natuna," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan kepada masyarakat, Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang Nomor 023/P/KSAP/50 tanggal 25 Mei 1950 bahwa seluruh landasan baik peninggalan Jepang maupun Belanda secara nyata menjadi perawatan Kementerian Pertahanan dan TNI AU dijadikan sebagai pengelola landasan tersebut.
Dalam sambutannya, Abdul Hamid mengatakan, kalau nanti bandara dibangun di Pulau Subi, perlu dilakukan musyawarah secara detail. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dan masyarakat mendapatkan fasilitas untuk menggunakan fasilitas penerbangan.
"Pihak TNI AU juga ingin anak-anak di Pulau Subi ini menjadi anggota TNI AU dan ke depan di sini ada pangkalan udara kecil yang mengawaki anak-anak dari kita, jadi ada prioritas dari anak-anak daerah Pulau Subi untuk menjadi TNI AU apakah menjadi perwira, bintara atau tamtama," ujar Abdul Hamid
"Insya Allah ke depan Pulau Subi ini bisa berkembang dan masyarakat mendapat manfaatnya, pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk pertumbuhan pembagunan daerah ini," lanjutnya.
Pengecekan landasan tersebut merupakan upaya lanjutan program sertifikasi dan pengamanan aset tanah TNI AU yang berada di bawah tanggung jawab Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Ranai, Natuna.
Dasar penguasaan Aset TNI AU tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang Nomor 023/P/KSAP/50 tanggal 25 Mei 1950, Peta Bidang Tanah kantor pertanahan Kabupaten Natuna Nomor 20 tanggal 22 April 2013 dengan tanah seluas 241.673 meter persegi, serta sebagian dari tanah tersebut sudah bersertifikat dengan luasan 144.396 meter persegi.
Rencana TNI AU ini hadir di tengah situasi di kawasan Laut China Selatan yang masih memanas. Sebelumnya, TNI AL telah mengerahkan sembilan kapal perang dan satu pesawat udara dalam Latihan Operasi di Natuna pada Rabu (25/11/2020).
Dilansir dari akun Twitter TNI AL, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid menyatakan bahwa operasi latihan ini dilaksanakan untuk menyokong tugas TNI AL dalam melindungi kedaulatan negara di wilayah maritim.
"Koarmada I merupakan kotama operasional yang mengemban fungsi TNI AL di bidang pertahanan laut memiliki kewajiban dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai implementasi tugas TNI sebagai penangkal dan penindak setiap bentuk ancaman militer serta ancaman bersenjata" ujarnya dikutip CNBC Indonesia, Kamis (26/11/2020).
♖ CNBC
Di Lanud Sultan Hasanuddin
Wakasau kunjungi pembangunan fasilitas latihan simulator Sukhoi [TNI AU] ☆
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S mengadakan kunjungan kerja di Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (26/11/2020).
Kedatangan Wakasau dan rombongan tersebut disambut langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, beserta seluruh pejabat, komandan satuan dan segenap perwira jajaran Lanud Lanud Sultan Hasanuddin.
Dalam arahannya pada saat bertatap muka dengan Para Komandan satuan dan segenap perwira Lanud Sultan Hasanuddin di ruang Galaktika, Wakasau menyampaikan bahwa, pelaksanaan kunjungan kerja tersebut bertujuan melihat secara langsung situasi dan kondisi Lanud Sultan Hasanuddin saat ini, terutama yang berkaitan dengan Alutsista pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 dan fasilitas pendukung lainnya.
Wakasau yang didampingi oleh Waaslog Kasau Marsma TNI Rochmadi Saputro Islam, Kadisadaau Marsma TNI Hento Budi Sarjono, S.E.,M.M., dan Kadisaeroau Marsma TNI Wisnu Dewantoko, S.E.,M.M., M.Si.(Han). Wakasau beserta rombongan mengunjungi Faslat Simulator pesawat tempur Sukhoi yang merupakan salah satu fasilitas latihan yang sangat mendukung untuk pembinaan para penerbang tempur Skadron Udara 11, selain itu Wakasau dan rombongan juga mengunjungi, Skatek 044 Lanud Sultan Hasanuddin.
Pada kesempatan yang sama Wakasau juga menyampaikan pembekalan tentang Bintal Fungsi Komando yang memiliki peran sangat strategis dalam membangun mental Prajurit yang tangguh dan memiliki keimanan, ketakwaan, nasionalis, militan dan sehat psikis.
Dengan Kondisi Mental yang tangguh, seberat apapun tantangan tugas yang dihadapi prajurit TNI akan dapat dilaksanakan dengan baik. Mental merupakan motor penggerak dan pengendali segala tingkah laku personel TNI yang pembinaannya menjadi tanggung jawab pimpinan / Komando sebagai wujud Bintal Fungsi Komando.
“Penyelengaraan penyegaran Bintal Fungsi Komando ini bertujuan untuk menyampaikan persepsi dan pemahaman tentang Pembinaan Mental untuk membangkitkan semangat anak buah, karena seorang Komandan memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pembinaan di satuan dan diharapkan dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.
Meninjau kesiapan pesawat CN 212i dan N219
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) meninjau kesiapan pesawat CN 212i dan N219, Senin (30/11), di Hanggar Final Assembly Line PTDI KP II, Bandung.
Sekjen Kemhan dalam pengarahannya mengatakan, bahwa Kemhan akan mengupayakan semaksimal mungkin mendukung PTDI dan berupaya mendukung BUMN, berkembang dan menjadi komitmen ke depan, industri pertahanan dalam negeri.
Pesawat CN 212i telah sepenuhnya dikerjakan oleh PTDI, sebagai salah satu industri pesawat terbang di dunia, yang saat ini memproduksi pesawat CN 212i.
Sementara Direktur Utama PT. DI Elfien Guntoro, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sampai saat ini telah berhasil melakukan pengiriman pesawat dan helikopter, baik dalam dan luar negeri sebanyak 443 unit. Adapun untuk operator dalam negeri yang menggunakan pesawat CN 212i series adalah TNI AU, TNI AD, TNI AL, Kepolisian, BPPT.
Dalam acara tersebut, Sekjen Kemhan didampingi Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Marsma TNI Gita Amperiawan, berkesempatan melakukan kunjungan ke Hanggar Final Assembly Line, Hanggar KFX/IFX, Hanggar Helikopter, Hanggar N219 dan DCI.
Sedangkan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Setjen Kemhan Brigjen TNI I. E. Djoko Purwanto, S.E., M.M., yang juga ikut mendampingi Sekjen Kemhan menjelaskan, bahwa Kemhan akan selalu mendukung pemenuhan kebutuhan Rencana Strategis sebagai landasan dalam membangun kapabilitas PTDI agar optimal dan efisien dalam mendukung kemajuan industri pertahanan.
Turut mendampingi Sekjen Kemhan pada kesempatan tersebut, Kapus Alpalhan Baranahan Kemhan Marsma TNI Asfan Jauhari, S.A.P., M.Si., Kapuslaik Kemhan Laksma TNI Teguh Sugiono, S.E., M.M., Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan Laksma TNI Sri Yanto, S.T., dan Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI I. E. Djoko Purwanto, S.E., M.M. (Biro Humas Setjen Kemhan)