Menggunakan Loreng baru
[Kostrad]
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad, S.H. meninjau secara langsung Latihan Pertempuran Hutan TA 2021 yang diikuti oleh 100 orang perwakilan prajurit Satjar Divif 2 Kostrad, bertempat di daerah latihan Tlogosari, Bondowoso. Rabu (14/07/2021).
Latihan ini dilaksanakan dalam rangka membekali prajurit dengan kemampuan teknik dan taktik pertempuran di hutan dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman dan tantangan di masa yang akan datang, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan.
Sebelum melaksanakan peninjauan, Pangdivif 2 Kostrad terlebih dahulu menerima penjelasan singkat dari Danlat Letkol Inf Sumardi, S.E., M.Si yang sehari hari menjabat sebagai Danyonif Raider 514 Kostrad di Posko Latihan.
Dalam peninjauannya, Pangdivif 2 Kostrad mengatakan bahwa perkembangan metode perang dari waktu ke waktu selalu berubah sesuai dengan doktrin, sejarah perjuangan bangsa dan perkembangan teknologi dihadapkan dengan situasi global. Demikian juga, taktik bertempur akan mengalami evolusi, seiring dengan tujuan, karakteristik musuh, medan bertempur, sistem persenjataan dan kemampuan satuan sendiri.
“Latihan pertempuran hutan yang diselenggarakan ini merupakan upaya pimpinan TNI AD untuk meningkatkan pengetahuan maupun ketrampilan, serta teknik dan taktik bertempur prajurit Satjar Divif 2 Kostrad di hutan,” ungkapnya.
“Saya yakin dan percaya apabila prajurit menerapkan teknik dan taktik bertempur di hutan sesuai apa yang diajarkan oleh pelatih akan menjadikan kalian prajurit yang profesional dan handal dalam mengemban tugas-tugas kedepan,” ujarnya.
“Tidak setiap Prajurit mempunyai kesempatan latihan pertempuran hutan. Para prajurit terbaik dan terpilihlah yang dapat mengikuti latihan ini. Oleh sebab itu, laksanakan latihan dengan serius, ikuti petunjuk pelatih sehingga latihan berjalan sesuai dengan harapan,” tegas Pangdivif 2 Kostrad. (Penkostrad).
♖ Kostrad
Di Puslatpur Martapura
MBT Leopard 2RI @ Martapura [Yonkav 1] ★
Prajurit Yonkav 1 Kostrad melaksanakan kegiatan Latihan Taktis Tingkat Pleton di daerah Pusat Latihan Tempur Martapura, Sumatera Selatan.
Kegiatan latihan yang dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai pada tanggal 5 s.d 8 Juli 2021 dengan kekuatan 3 Pleton MBT Leopard yakni 12 unit Ranpur MBT Leopard.
Danyonkav 1 Kostrad Letkol Kav I.F. Andi Yusuf Kertanegara mengatakan Yonkav 1 Kostrad merupakan Satuan Tempur yang siap digerakkan kapanpun dalam rangka kontijensi yang terjadi di seluruh wilayah NKRI.
Guna mendukung keberhasilan tugas pokok tersebut maka diperlukan kemampuan yang handal baik perorangan maupun satuan.
Bagi Prajurit petarung Lapis Baja agar melaksanakan latihan dengan serius, penuh semangat dan penuh rasa tanggung jawab sehingga latihan ini dapat mencapai hasil yang maksimal, yang tidak kalah penting adalah bahwa faktor keselamatan merupakan prioritas utama dalam latihan ini dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.
"Kegiatan Latihan Taktis Tingkat Pleton ini bertujuan agar prajurit Yonkav 1 mampu dan memahami macam tehknik dan taktis di dalam medan pertempuran guna melaksanakan penghancuran terhadap satuan lawan, memahami dan mengerti kerjasama antara kecabangan lain", tegas Dantonkav 1.
♞ Yonkav 1
Menggunakan APC J Forces buatan lokal
Menggunakan 8 kendaraan J-Forces [Paskhas]
Yonko 461 Paskhas. Batalyon Komando 461 Paskhas melaksanakan kegiatan latihan Armored Personnel Carrier (APC) Tahun 2021 yang dilaksanakan di Area Mawing I Paskhas Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Rabu (14/07/2021).
Latihan Armored Personnel Carrier (APC) ini adalah Program Kerja Wing I Paskhas TA. 2021 bidang Operasi dan Latihan yang di laksanakan di Seputran Markas Wing I paskhas.
Tujuan di adakan latihan Armored Personnel Carrier (APC) adalah Sebagai pedoman atau pegangan dalam setiap kegiatan yang menggunakan ranpur Armored Personnel Carrier (APC) dan Untuk meningkatkan kemampuan personel khususnya Batalyon Komamdo 461 Paskhas dalam menggunakan ranpur Armored Personnel Carrier (APC).
Latihan Armored Personnel Carrier (APC) di laksanakan selama 4 hari dan Koordinator latihan Armored Personnel Carrier (APC) oleh Wakil Komandan Batalyon Komando 461 Paskhas Mayor Pas Rizki Ramdhani.
♞ Paskhas
🛩♘♜ Opini by Alman Helvas Ali
CN235 MPA TNI AU [TNI AU] ✈
Janes Defence Weekly baru menerbitkan laporan tentang peluang offset (upaya alih teknologi militer) global selama 2021-2030 berdasarkan analisis data Janes Market Forecast, Janes Offset Advisory dan Janes Defence Budget.
Peluang offset global mencapai US$ 487 miliar dengan US$ 143 miliar berada di kawasan Asia Pasifik dan US$ 18,1 miliar di antaranya berasal dari Indonesia, sedangkan peluang terbesar berada di India sebesar US$ 32,9 miliar dan Korea Selatan senilai US$ 24,1 miliar. Peluang offset terbagi atas sektor pesawat militer, kendaraan militer darat, radar, rudal dan kapal militer.
Peluang offset di Indonesia senilai US$ 18,1 miliar merupakan potensi ekonomi yang besar sekaligus peluang bagi peningkatan penguasaan teknologi maju.
Namun apakah US$ 18,1 miliar dapat menjadi nilai pendapatan ril akan tergantung pada sejumlah hal yang terkait dengan kemampuan Indonesia sendiri.
Apakah nilai US$ 18,1 miliar akan berkontribusi pada peningkatan penguasaan teknologi maju oleh industri pertahanan Indonesia juga akan tergantung pada apakah offset yang diminta berupa teknologi maju ataukah teknologi rendah demi sekedar menunaikan kewajiban offset sesuai aturan undang-undang.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila peluang offset sebesar US$ 18,1 miliar hendak diterjemahkan menjadi wadah peningkatan penguasaan teknologi maju, pendapatan ekonomi dan membuka peluang kerja.
Pertama, prioritas offset. Pada periode 2021-2030, Indonesia diharapkan akan mengimpor pesawat militer, kendaraan militer darat, radar, rudal dan kapal militer.
PT LEN IndustriL merencanakan pengadaan radar GCI untuk pertahanan udara nasional sebagai target pertama. [Arsip PT LEN Industri].
Indonesia harus memberikan prioritas pada program offset untuk pengadaan tersebut daripada berfokus pada kandungan lokal sebab offset lebih membantu penguasaan teknologi maju.
Dari semua klasifikasi senjata, Indonesia hendaknya memberikan prioritas pada sektor tertentu saja yang perlu mendapatkan offset berdasarkan pada tingkat kandungan teknologi maju, nilai ekonomis dan kesiapan penyerapan teknologi.
Indonesia sebaiknya tidak bernafsu untuk mendapatkan offset pada semua klasifikasi senjata itu karena selain industri pertahanan tidak siap, juga akan membuat Indonesia tidak fokus pada teknologi apa sebenarnya yang menjadi prioritas.
Tidak berhasilnya semua tujuh program prioritas industri pertahanan hendaknya menjadi acuan sebab keinginan menguasai semua teknologi tidak didukung dengan kapasitas industri pertahanan yang memadai.
Dengan sumberdaya terbatas, lebih baik berfokus pada teknologi tertentu saja daripada hendak menyerap semua teknologi namun kesiapan sumber daya rendah.
Mempertimbangkan kesiapan sumberdaya manusia dan kapasitas industri pertahanan Indonesia saat ini dan kebutuhan penguasaan teknologi maju ke depan, offset sebaiknya berfokus pada pengadaan pesawat militer, kapal militer dan radar. Dalam program pesawat militer dan kapal militer, terkandung pula teknologi elektronika pertahanan, sehingga penguasaan teknologi tersebut bagaikan sekali mendayung tiga pulau terlampaui.
Perakitan medium tank Harimau [Barbaros Toprakoğlu]
Kedua, perencanaan offset. Mengutip data Janes Intelligence Briefing, salah satu halangan dalam upaya negara-negara kawasan Asia Pasifik dalam mendorong kemandirian industri pertahanan adalah perencanaan offset yang buruk.
Perencanaan offset harus selaras dengan perencanaan pengadaan senjata yang tercantum dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri (DRPLN) yang diterbitkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Hal ini sebenarnya mudah dilaksanakan karena penyusunan DRPLN mengacu pada daftar Rencana Kebutuhan yang diusulkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sehingga Kemenhan sejak awal memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan perencanaan offset secara matang apabila DRPLN mengecurut menjadi Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri (DRPPLN) dan selanjutnya mendapatkan Penetapan Sumber Pembiayaan (PSP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Perencanaan offset terkait pula dengan penyiapan kapasitas industri pertahanan yang diharapkan akan menjadi penerima offset. Industri itu harus mempersiapkan secara detail tentang bagaimana rencana offset dalam rencana kerja perusahaan, termasuk aspek-aspek teknis seperti desain, material management organization dan project management.
Misalnya, perlu disiapkan kapasitas dan sumberdaya manusia untuk menyerap know how tentang design philosophy, concept design dan basic design apabila desain termasuk dalam program offset pengadaan kapal perang.
Ketiga, investasi berkelanjutan. Guna mendukung offset, tidak jarang industri pertahanan penerima offset harus berinvestasi agar dapat menyerap teknologi yang telah disepakati untuk diberikan. Investasi itu termasuk dalam penyiapan fasilitas produksi seperti permesinan computer numerical control dengan teknologi terbaru, fasilitas material komposit dan lain sebagainya.
Pengujian rudal RN-01-SS [Pustekbang Lapan]
Isu investasi masih menjadi tantangan bagi industri pertahanan Indonesia, baik BUMN maupun swasta karena membutuhkan modal yang besar. Bagi industri pertahanan swasta, salah satu kalkulasi mereka adalah return of investment (ROI) yang memerlukan waktu sangat lama apabila hanya mengandalkan pada pesanan pasar dalam negeri saja.
Terdapat kecenderungan kuat bahwa Kementerian BUMN setidaknya hingga 2024 tidak akan mengusulkan pemberian Penanaman Modal Negara (PMN) kepada BUMN industri pertahanan.
Kondisi ini akan memaksa BUMN industri pertahanan untuk mengandalkan pada pinjaman komersial dari perbankan, namun masih ada BUMN yang tidak bankable.
Salah satu solusinya adalah memasukkan kebutuhan investasi yang terkait dengan offset ke dalam kontrak pengadaan senjata yang ditandatangani. Namun hal demikian membutuhkan kesepakatan antara Kemenhan, Kemenkeu, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian BUMN.
Apakah Indonesia dapat meraih US$ 18,1 miliar dari offset hingga 2030? Semua terpulang pada kesiapan para pemangku kepentingan, baik pemerintah, BUMN maupun swasta.
Berdasarkan data Janes, pasar offset terbesar ada di sektor pesawat militer yang di kawasan Asia Pasifik diproyeksikan bernilai US$ 65 miliar.
PT Dirgantara Indonesia memiliki peluang untuk meraih pendapatan terbesar dari potensi US$ 18,1 miliar dibandingkan BUMN industri pertahanan lainnya. Mampukah industri yang dirintis oleh Nurtanio dan BJ Habibie ini meraih pendapatan minimal US$ 5 miliar dari offset hingga 2030? (miq/miq)
Di Amerika Serikat
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa melepas keberangkatan prajurit TNI AD untuk mengikuti latihan bersama Garuda Airborne di Amerika Serikat, Rabu 14 Juli 2021. (dokumentasi TNI AD)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melepas keberangkatan para prajurit TNI AD untuk mengikuti latihan bersama Garuda Airborne, Rabu 14 Juli 2021. Latihan tersebut digelar di Fort Bragg, North Carolina, Amerika Serikat.
"Latihan bersama Garuda Airbone akan dilaksanakan mulai 16 Juli sampai dengan 6 Agustus 2021 mendatang," kata Andika di Gedung E Mabesad, seperti dalam siaran pers yang diterima Kamis (15/7/2021).
Andika meminta kepada para prajurit TNI AD yang akan mengikuti Garuda Airborne, agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena belum tentu semua prajurit mendapatkan kesempatan tersebut.
"Dengan rasa bangga, kami melepas rekan-rekan semua, jaga kehormatan dan kepercayaan ini," tegas Andika kepada para prajurit TNI AD.
Akan berlatih bersama 82nd Airborne Division dan US Army
Andika mengatakan, TNI AD memberangkatkan 100 personel dari Kostrad dan seluruh Kodam yang berkualifikasi lintas udara. Mereka akan berlatih bersama Prajurit dari 82nd Airborne Division dan US Army.
Latihan Bersama "Garuda Airborne" yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini bertujuan menyiapkan Prajurit TNI AD dan Prajurit Divisi 82 Airborne US Army dalam kegiatan penerjunan pada 4 Agustus 2021 di Baturaja, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari Latihan Bersama "Garuda Shield 2021".
♖ Liputan 6