Dapatkan PMN Rp 1,28 Trilliun
[IG PAL] ⚓️
Sesuai dengan UU No.9 Tahun 2020, PT PAL Indonesia (Persero) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 1,28 triliun untuk melengkapi fasilitas hanggar Kapal Selam.
PT PAL Indonesia (Persero) akan mengelola dana PMN dengan mewujudkan cita-cita pembangunan kapal selam dari lingkup Joint Section, test and trials (Setting to Work, Hydro Test, Harbour Acceptance Test (HAT), Sea Acceptance Test including Pre-SAT sampai dengan penyusunan working standard hingga menjadi Whole Local Production.
Penyertaan Modal Negara (PMN) pada APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 1,28 triliun digunakan untuk peningkatan kemampuan produksi, SDM, dan fasilitas pendukung lain.
CEO PT PAL Indonesia (Persero) Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng saat menyambut kunjungan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra M.Sc ke PT PAL Indonesia (Persero) pada 12 Agustus 2021, mengatakan “Fasilitas hanggar kapal selam yang dimiliki PT PAL Indonesia (Persero) memiliki kapasitas produksi kapal selam secara bersamaan sebanyak 4 kapal selam jenis scorpene (atau sejenis) dan 2 kapal selam jenis midget berukuran 30 meter”.
Pemberian dana PMN pada PT PAL Indonesia (Persero) akan mendukung perwujudan Whole Local Production, selaras dengan yang dicita-citakan Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.
Sempat terjadi tiga kali kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dengan kelompok bersenjata dalam proses evakuasi
TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi sedang berjaga di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (29/4/2021). ☆
Satuan Tugas Nemangkawi mengevakuasi sebelas pekerja PT Indo Papua yang bertugas membangun jembatan di jalan Trans Papua di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan evakuasi para pekerja dilakukan Senin, setelah sehari sebelumnya dua orang pekerja PT Indo Papua tewas dibunuh.
Polisi menduga pelaku pembunuhan merupakan kelompok bersenjata pimpinan Tenius Gwijangge.
Kamal menuturkan sempat terjadi tiga kali kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dengan kelompok bersenjata dalam proses evakuasi.
“Tim mendapati para karyawan telah menyelamatkan diri ke rumah warga di sekitar Kali Braza kemudian mengevakuasi mereka,” kata Kamal melalui pesan tertulis, Selasa.
Empat orang polisi terluka dalam kontak tembak selama proses evakuasi.
Sementara itu, dua jenazah pekerja Indo Papua yang tewas pada Minggu juga telah dievakuasi ke Timika.
Dua pekerja PT Indo Papua tewas dibunuh
Personel Satgas Nemangkawi berada di Kali Yegi, Distrik Dekai, untuk mencari pekerja PT. Indo Papua yang melarikan diri dari KKB, Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021) (Dok Humas Polda Papua)
Dua orang pekerja PT Indo Papua tewas dibunuh di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Minggu.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kedua pekerja tersebut diduga dibunuh oleh kelompok bersenjata.
Polisi mengklaim keduanya merupakan pekerja sipil yang tengah membangun jembatan di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai.
“Dari keterangan olah TKP, diduga pelaku pembantain tersebut adalah KKB (kelompok kriminal bersenjata) wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge,” ujar Kamal melalui keterangan tertulis, Senin.
Menurut Kamal kedua korban yang meninggal bernama Rionaldo Ratu Roma dan Dedi Imam Pamungkas.
Kedua jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai.
Kamal juga mengatakan Satuan Tugas Nemangkawi masih mengejar pelaku pembunuhan tersebut.
Tiga Kali Kontak Tembak
Kondisi dua rumah yang dibakar oleh KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (17/8/2021) (Dok Humas Polda Papua via Kompas.com)
Satgas Nemangkawi terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (23/8/2021).
Empat personel Satgas Nemangkawi mengalami luka tembak akibat terserempet peluru.
Empat personel tersebut telah mendapatkan perawatan.
Adapun kontak senjata tersebut terjadi saat Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran dan evakuasi barang setelah dua pekerja PT Indo Papua dibunuh KKB di Jembatan Kali Yegi, Kampung Kribun, Minggu (22/8/2021).
Kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dan KKB terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021).
Tiga kali kontak tembak di lokasi berbeda selama penyisiran tersebut, tiga personel satgas terserempet peluru.
Personel Satgas Nemangkawi kala itu menggunakan satu unit mobil Hilux singgah di PT Indo Papua untuk membantu evakuasi barang-barang milik karyawan ke tempat pengungsian.
Evakuasi dilakukan setelah dua pekerja PT Indo Papua dibunuh KKB di Jembatan Kali Yegi, Kampung Kribun, Minggu (22/8/2021).
"Personel Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran dan pengamanan terhadap Karyawan PT Indo Papua yang masih berada di Camp Kali Yegi Jalan Trans Papua, Distrik Dekai," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, melalui keterangan tertulis, Senin malam, dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com.
Pada pukul 08.35 WIT, personel gabungan bergeser melanjutkan perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Di tengah perjalanan, personel Satgas Nemangkawi mengadang sebuah mobil yang mencurigakan.
Mobil itu bergerak menuju arah kota.
Satgas Nemangkawi melakukan pemeriksaan dan menemukan tiga ponsel, temuan itu diserahkan ke Polres Yahukimo untuk diselediki.
Kamal mengatakan, kontak senjata pertama kali terjadi saat Satgas Nemangkawi tiba di Jembatan Kali Yegi sekitar pukul 09.10 WIT.
Personel ditembaki dari arah bukit di seberang Kali Yegi. Satgas Nemangkawi pun membalas tembakan itu.
"Saat sudah tidak ada balasan tembakan dari KKB Wilayah Yahukimo personel melanjutkan perjalanan," kata Kamal.
Kontak senjata kedua pecah sekitar pukul 10.24 WIT. Saat itu, personel yang berada di pertigaan Jalan Trans Papua Dekai Yahukimo-Tanah Merah, ditembak dari sebelah kanan.
Personel pun membalas tembakan itu. Setelah tak ada balasan dari KKB, perjalanan dilanjutkan.
"100 meter ke depan terdapat satu pohon yang melintang menutup Jalan dan ada satu unit motor tanpa nomor polisi," kata Kamal.
Satgas Nemangkawi memotong kayu tersebut dengan gergaji mesin untuk membuka jalan. Perjalanan pun dilanjutkan.
Sekitar pukul 11.03 WIT, personel Satgas Nemangkawi tiba di Kampung Kali Bele untuk melakukan pengecekan.
Selanjutnya personel melanjutkan perjalanan ke Camp Kali Yegi.
Pukul 11.48 WIT, personel Satgas Nemangkawi tiba di Kali Yegi dan melakukan pengecekan.
Mereka mencari karyawan PT Indo Papua yang masih berada di lokasi.
"Namun setelah dilakukan pengecekan, penyisiran di sekitar dan membunyikan sirene dengan maksud karyawan keluar dari persembunyian apabila karyawan bersembunyi di hutan, namun di Camp Kali Yegi tidak terdapat adanya karyawan PT Indo Papua," kata Kamal.
Setelah memastikan lokasi itu kosong, Satgas Nemangkawi bergerak kembali ke Kota Dekai pada pukul 12.19 WIT.
Di tengah perjalanan, mereka kembali ditembaki KKB sekitar pukul 13.15 WIT.
Kontak senjata yang berlangsung sekitar 30 menit itu terjadi sekitar 50 meter dari Kali Bele.
"Saat kontak tembak personel berusaha bergerak maju namun terhalang pohon yang ditebang oleh KKB.
Selanjutnya anggota melakukan pembersihan pohon yang menghalangi jalan, pohon yang ditebang sebanyak enam pohon setelah melakukan pembersihan dan kontak tembak berakhir rombongan melanjutkan perjalanan kearah Kota," kata dia.
Namun pada pukul 15.30 WIT, sekitar 500 meter dari camp induk, personel Satgas Nemangkawi mendapati para karyawan PT Indo Papua yang telah menyelamatkan diri di pinggir Kali Braza dan bersembunyi di rumah warga setempat.
"Kemudian tim mengamankan ke atas kendaraan dan dibawa menuju Mapolres Yahukimo," kata Kamal.
Akibat tiga kali kontak senjata, empat personel Satgas Nemangkawi mengalami luka akibat terserempet peluru.
Mereka adalah AKP I Putu Edi Wirawan yang terkena rekoset di leher, Iptu Arif Rahman tertembak di helm, Bripka Irwan terkena rekoset di kaki kanan, dan Bharatu Nimrot mengalami rekoset di tangan kanan.
"Saat ini anggota yang mengalami luka tembak telah mendapatkan perawatan medis," kata Kamal.
Sebelumnya, dua pekerja pembangunan jembatan Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (22/8/2021).
Tak hanya membunuh, kelompok tersebut juga membakar mobil yang digunakan dua pekerja tersebut.
"Diduga setelah dibunuh, kedua korban dibakar bersama mobil yang dikendarainya oleh KKB," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Senin (23/8/2021). (*)
Jembatan Taktis Yon Zeni 1 Marinir
Leguan MLC 70 Marinir [Pelopor Wiratama] ★
Meski dalam situasi pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat juang para prajurit petarung Batalyon Zeni 1 Marinir (Yon Zeni 1 Mar) untuk terus belajar, mengasah kemampuan dan profesionalisme sebagi seorang prajurit.
Dalam Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) kali ini, prajurit Yon Zeni 1 Mar terima materi pelajaran dan praktik pengoperasian Jembatan taktis darurat di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (23/08/2021).
Kegiatan LPK ini dipimpin oleh Letda Marinir Dwi Budiyanto selaku Danton Zikon, dan bertindak sebagai Katim materi adalah Serka Mar Heri Sutarmo yang memberikan pelajaran teori dilanjutkan dengan praktek langsung untuk lebih memahami teknis pengoperasian jembatan taktis darurat yang dilatihkan.
Jembatan Taktis Darurat yang diajarkan kali ini adalah jembatan lipat tipe LEGUAN MLC 70, Jembatan buatan Jerman ini memiliki bentang 26 meter dan punya daya tahan dilewati kendaraan hingga bobot 70 ton, berfungsi sebagai jembatan darurat yang dapat dipasang dengan cepat untuk mendukung gerak maju kendaraan militer ketika menghadapi rintangan berupa sungai ataupun medan tanah berceruk dalam yang tidak bisa dilewati.
Dalam kesempatan yang sama, Letkol Marinir Rudi Sutisna, M. Tr. Opsla., selaku Komandan Batalyon Zeni 1 Marinir ( Danyon Zeni 1 Mar ) berpesan “Material ini adalah jawaranya Yon Zeni 1 Marinir, laksanakan LPK dengan sungguh-sungguh agar kemampuan bantuan tempur zeni tetap terbina dan terpelihara.”
Selama mengikuti kegiatan dan Latihan tersebut tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan serta selalu mematuhi Protokol kesehatan Covid-19.
♞ Pelopor Wiratama
✈️🚁🛩
✈️ F-16 eMLU TS 1601 TNI AU [Dispenau]
Manuver Lapangan Latihan antar satuan Koopsau II, Sikatan Daya 2021 mulai digelar di Lanud Iswahjudi. (23/8/21).
Tiga Skadron Tempur Lanud Iswahjudi mulai Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 15 tergabung dalam Satuan pesawat tempur bersama Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 21 dan siap melaksanakan misi operasi udara.
Pada manuver lapangan Sikatan Daya 2021 hari pertama, Latihan diskenariokan melaksanakan misi Operasi Udara Serangan Strategis (OUSS) ke sasaran secara serentak menggunakan Large Force Employment (LFE) dengan target menghancurkan sasaran-sasaran musuh yang bernilai strategis.
LFE ini merupakan pelaksanaan misi pertempuran udara yang melibatkan pesawat dalam jumlah yang besar dengan jenis atau platform pesawat yang berbeda, dengan beberapa role/peran yang dilaksanakan, mulai OCA (Offensive Counter Air), Strike, CAS (Close Air Support), ALI (Air Land Integration) dan CSAR (Combat Search and Rescue).
6 F-16 Fighting Falcon, 4 Sukhoi SU 27/30, 4 T-50i Golden Eagle, 4 EMB 314 Super Tucano, 2 C-130 , 1 B-737, 1 NAS 332 Super Puma, dan 1 KC-130 terlibat dalam Large Force Employment (LFE) gelaran Sikatan daya 2021 kali ini.
Latihan Sikatan Daya 2021 ini merupakan program latihan antar satuan Koopsau II yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut, dengan tujuan untuk menguji kesiapan satuan-satuan dalam jajaran, sekaligus membina tingkat profesionalisme satuan-satuan yang berada di jajaran Koopsau II.
Masuk Grup Elite
Ujicoba KRI Alugoro 405 [submarine.id] ⚓️
Angkatan Laut Korea Selatan pada Jumat 13 Agustus 2021 menerima kapal selam kelas 3.000 ton pertama yang mampu menembakkan rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM).
Ini adalah peningkatan kekuatan yang cukup signifikan bagi negara yang belum juga akur dengan tetangganya, Korea Utara.
Korea Selatan akan bergabung dengan segelintir negara yang memiliki kapal selam dengan kemampuan meluncurkan SLBM. Mereka adalah Rusia, Amerika Serikat, China, Inggris dan Prancis.
Kapal selam yang diberi nama pejuang kemerdekaan terkemuka Korea Selatan Dosan Ahn Chang-ho tersebut berlangsung di Okpo Shipbuilding of Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di pulau Geoje.
Ini adalah yang pertama dari tiga kapal selam Changbogo-III Batch-I kelas 3.000 ton yang direncanakan Korea Selatan untuk dibangun pada tahun 2023 dengan teknologinya sendiri di bawah proyek senilai US$ 2,7 miliar yang diluncurkan pada tahun 2007.
Kapal selam terbaru ini dirancang di dalam negeri dengan 76 persen bagian komponennya buatan lokal.