Selasa, 24 Mei 2022

[Terorl] Kolonel IRGC Iran Ditembak Mati Pengendara Motor di Jalanan Teheran

💥 Diberondong 5 Peluru Kolonel Hassan Sayyad Khodayari, perwira senior IRGC Iran, ditembak mati di sebuah jalan di Teheran oleh pengendera sepeda motor. [Foto/Screenshot Twitter via Times of Israel]

Kolonel Hassan Sayyad Khodayari, seorang perwira senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, ditembak mati saat berada di dalam mobilnya di sebuah jalan di Teheran, Minggu.

Dia diberondong lima peluru dengan senjata peredam oleh dua pengendara sepeda motor.

Media Israel, Walla News, dalam laporannya hari Senin (23/5/2022), menyebut pembunuhan itu merupakan operasi yang terkoordinasi dengan hati-hati.

Khodayari berada di dalam mobilnya yang melaju di dekat rumahnya di Jalan Jalan Mohahedin-e Eslam di Teheran sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Di sana, dua penyerang tak dikenal mengendarai sepeda motor mendekati kendaraannya, dengan cepat menutup jarak antara mereka dan Khodayari.

Dari jarak dekat, dilengkapi dengan senjata berperedam, pelaku melepaskan lima tembakan ke arah Khodayari, membunuhnya seketika.

Para pembunuh tidak terlihat di mana pun dan perburuan saat ini sedang berlangsung.

Kantor berita IRNA menerbitkan gambar-gambar yang menunjukkan seorang pria yang terikat dengan sabuk pengamannya dengan jendela mobil di sisi penumpang terdapat bekas tembakan.

Pria itu tersungkur di kursi dengan darah di sekitar kerah kemeja birunya dan di lengan kanan atas.

Laporan pembunuhan terhadap Khodayari mulai beredar di Iran dan di seluruh dunia, sementara pasukan keamanan di Iran dengan panik mencari para pembunuh.

Sementara itu, kantor berita ISNA melaporkan bahwa IRGC telah mengungkap dan menangkap jaringan agen intelijen Israel.

"Sesuai dengan instruksi dinas intelijen rezim Zionis, jaringan tersebut mencoba mencuri dan menghancurkan peralatan publik dan pribadi, membajak dan mendapatkan pengakuan palsu melalui jaringan preman," kata IRGC.

Khodayari dianggap sebagai perwira senior di IRGC.

Menurut sumber Iran, yang dikutip N12, Khodayari bertanggung jawab atas upaya untuk menculik dan membunuh orang Israel di Siprus, Turki dan Kolombia.

IRGC juga melaporkan bahwa Khodayari terlibat dalam keamanan tempat-tempat suci Syiah di Damaskus dan bahwa dia memiliki hubungan dekat dengan Qassem Soleimani, seorang komandan IRGC yang terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat pada tahun 2020. (min)

 💂 
sindonews 

Senin, 23 Mei 2022

Wapres Zimbabwe Tinjau Alusista Buatan Pindad

Jajaki Kerja Sama Bidang Pertahanan[Dok Pindad]

Wakil Presiden (Wapres) sekaligus Menteri Kesehatan dan Perlindungan Anak Republik Zimbabwe, H.E Constantino Chiwenga mengunjungi kantor pusat PT Pindad Jumat, (20/5).

Rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose beserta jajaran Direksi di Ruang Auditorium Pindad Bandung.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wapres Zimbabwe beserta delegasi. Abraham kemudian memperkenalkan profil singkat mengenai Pindad dan berharap melalui pertemuan bilateral ke PT Pindad mewujudkan Kerjasama secara nyata kedepannya khususnya di bidang hankam dan industrial.

Suatu Kehormatan dan kebanggaan bagi PT Pindad dikunjungi oleh Wakil Presiden Zimbabwe beserta Delegasi. Kami berharap melalui pertemuan ini kedepannya dapat terjalin Kerjasama yang lebih baik lagi antara Republik Indonesia dan Republik Zimbabwe, khususnya di bidang pertahanan & keamanan (hankam) serta produk industrial. PT Pindad memiliki berbagai produk unggulan mulai dari produk pertahanan meliputi senjata, amunisi, Kendaraan Khusus hingga produk industrial atau non militer seperti alat berat ekskavator, Crane kapal laut, pengait rel kereta api hingga alat mesin pertanian tractor, ucap Abraham.

Dalam kesempatan ini, Wakil Presiden Republik Zimbabwe menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penerimaan Pindad dalam kunjungannya kali ini.

Constantino Chiwenga mengatakan, dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya yang bermanfaat antra Pindad dan Zimbabwe di bidang pertahanan dan turut mendukung perkembangan negara.

Saya senang bahwa kedua Pemerintah kita telah membentuk kerangka kerja sama dalam sektor pertahanan. Mereka telah sepakat untuk melakukan kunjungan balasan antar pejabat tinggi dan bekerja sama dalam industri pertahanan serta bidang lain yang dapat disepakati bersama. Dengan latar belakang inilah kami memilih untuk mengunjungi PT Pindad dan melihat potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan. Dari apa yang telah Pindad tunjukkan kepada kami hari ini, ada potensi untuk bekerja sama dengan Pindad terutama dalam produksi persenjataan, berbagai perangkat militer, kendaraan lapis baja dan peralatan militer lainnya”, ucap Constantino Chiwenga.

Wakil Presiden Republik Zimbabwe beserta rombongan melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan plant tour ke fasilitas produksi dan meninjau berbagai produk kendaraan khusus buatan Pindad. Rombongan kemudian menyaksikan defile kendaraan khusus, meliputi Anoa berbagai varian, Badak, Komodo, Harimau Medium Tank, Kendaraan Taktis Maung, Water Cannon dan motor listrik terbaru inovasi Pindad, MotoEV.

Selain itu, senjata buatan Pindad yang turut ditampilkan meliputi senapan serbu berbagai varian, SPR berbagai varian, pistol varian G2, pistol Armo berbagai varian, pistol MAG 4, senapan mesin berbagai varian, mortar serta inovasi senjata terbaru seperti SS Amphibious dan SS Blackout V1.

Selain itu, Wapres Zimbabwe meninjau berbagai alat mesin pertanian seperti PTR semua tipe, rota tanam, traktor roda 4 semua tipe dan combine harvester.

Sedangkan melalui produk industrial, Excava 200 produksi Pindad saat ini sudah tersedia berbagai varian sesuai dengan fungsi dan kebutuhan lapangan. Pindad juga telah menghasilkan berbagai alat mesin pertanian, berbagai infrastruktur perhubungan hingga layanan pertambangan. Melalui kemitraannya Pindad juga berhasil memproduksi mesin pembakar sampah ramah lingkungan tanpa asap bernama Stungta x Pindad, yang saat ini diminati untuk mengatasi permasalahan sampah medis yang meningkat ditengah pandemi Covid-19. Dalam mendukung penanganan Covid-19, Pindad juga melalui anak perusahaannya telah berinovasi menciptakan berbagai jenis ventilator. (gin)

 
Indonesia Defense  

KSAU Bahas Pengadaan Jet F-15IDN

Bertemu Panglima Angkatan Udara AS https://akcdn.detik.net.id/visual/2022/02/11/jet-tempur-f-15-buatan-as-yang-mau-dibeli-indonesia-2_169.jpeg?w=650Ilustrasi. Jet tempur F-15 sedang bermanuver di udara. [AFP/OLI SCARFF]

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo bertemu dengan KSAU Amerika Serikat (AS) Jenderal Charles Q Brown Jr beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) TNI, pertemuan itu disebut merupakan salah satu agenda Fadjar selama berada di AS.

Pertemuan kedua pemimpin Angkatan Udara tersebut juga menegaskan kemitraan strategis Indonesia - Amerika Serikat yang kuat dan akan bertahan lama.

"Kedua pemimpin juga membahas inisiatif modernisasi pertahanan Indonesia, termasuk pengadaan pesawat F-15IDN," dikutip dari keterangan tertulis, Senin (23/5).

Dalam kesempatan itu, Charles disebutkan memuji TNI AU yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung otoritas sipil Indonesia dalam menangani virus corona.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Fadjar atas upayanya dalam mendukung latihan bilateral Cope West 2021 antara Indonesia dan AS. Pun, Charles menggarisbawahi pentingnya latihan untuk kesiapan dan interoperabilitas.

Pada kesempatan berbeda, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan sebagai pengguna alutsista, pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Kalau kita bicara pengadaan periode 2020-2024. Karena di Kemenhan sebetulnya lead sector nya. Kami sebagai pengguna kami sudah ajukan usulan sejak 2019," kata Andika.

Ia meyakini, tambahan pesawat tempur yang dibahas oleh KSAU juga merupakan bagian dari kebutuhan TNI AU.

"Saya yakin itu tambahan pesawat jet tempur ini kan juga bagian dari kebutuhan TNI AU," ucapnya.

Pada Februari lalu, Departemen Luar Negeri AS melaporkan negara itu menyetujui rencana penjualan 36 jet tempur F-15 dan berbagai macam peralatan militer senilai US$ 14 miliar atau Rp 200,8 triliun (kurs Rp14.347 per dolar AS) ke Indonesia.

Persetujuan tak lama diberikan setelah Indonesia melalui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meneken perjanjian pembelian 42 jet tempur Dassault Rafale generasi 4,5 dengan Prancis.

Mengutip AFP Jumat (11/2), Departemen Luar Negeri AS menyatakan, "Keamanan mitra regional penting untuk stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik."


  CNN  

[Foto] KD Lekir 26 Tembakan MM 40 Exocet

Sukses menghancurkan target dalam jarak 36 km https://defencesecurityasia.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220522-WA0013-750x430.jpgKD Lekir TLDM dalam latihan Taming Sari di selat Malaka [TLDM]

Kapal korvet TLDM, KD Lekir 26  dalam latihan bersama Taming Sari 2022 baru - baru ini menembakan rudal MM 40 Exocet. Rudal  menghantam target dalam jarak 36 km.

Latihan bersama tahunan ini dilakukan di perairan Selat Malaka dengan menurunkan Armada laut TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) dan satuan dari TUDM.

Selain itu kapal korvet Malaysia ini di beritakan akan mengikuti latihan bersama RIMPAC 2022 di Hawaii, AS bulan Juni mendatang.

  Beikut penampakan KD Lekir dalam latma Taming Sari : 



  Garuda Militer  

[Global] Thailand Akan Ekspor MRAP First Win ke Filipina

Produksi Bersama DTI dan Chaiseri Thailand MRAP First Win [wikimedia]

D
efense Technology Institute Thailand (DTI) dan perusahaan Thailand Chaiseri Metal & Rubber Co. Ltd. telah mendirikan Thai Defense Industry (TDI) untuk mendukung ekspor produk industri pertahanan lokal Thailand.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Filipina berlangsung pada 12 Mei. Ini adalah kemajuan dalam mendukung penawaran kendaraan lapis baja keluarga Chaiseri First Win 4x4 ke Filipina. Jika berhasil, Filipina akan menjadi negara ketiga di ASEAN yang dipasok kendaraan roda First Win Thailand setelah Malaysia sebagai Deftech AV4 4x4, dan Indonesia sebagai Hanoman 4x4.

Filipina akan menjadi pelanggan ekspor terbaru dengan Bhutan untuk berbagai model termasuk 15 kendaraan untuk misi penjaga perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Kendaraan lapis baja beroda 4x4 First Win telah dibeli dari Angkatan Darat Kerajaan Thailand dan badan keamanan Thailand dalam jumlah besar, lapor Studi Pertahanan, yang berarti Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Korps Marinir Kerajaan Thailand, Angkatan Udara Kerajaan Thailand, Polisi Kerajaan Thailand, Departemen Investigasi Khusus Kementerian Kehakiman, Kantor Badan Pengawas Narkotika, Institut Ilmu Forensik dan Departemen Pemasyarakatan.

Proyek First Win dimulai pada tahun 2007. Pada tahun 2012, kendaraan tersebut memperoleh kualifikasinya pada tahun 2013, melihat Chaiseri memenangkan kontrak pertamanya untuk kebutuhan dalam negeri. Pada tahun 2014, 62 First Win Lv2 dikirimkan ke tentara Thailand.

Bekerja sama dengan perusahaan Malaysia DefTech, sejumlah Lv2 yang dirahasiakan telah dikirim ke tentara Malaysia di mana mereka beroperasi. Chaiseri sedang mengembangkan varian dari Lv2 dasar, yaitu derek dan ambulans, versi terakhir ini akan dikerahkan dengan kontingen Thailand yang ditugaskan untuk misi PBB.

Dengan berat 12,5 ton, First Win Lv2 memiliki muatan maksimum 2 ton. Diperkirakan untuk mengangkut 9 penumpang di atas pengemudi. Mesin diesel menghasilkan 296hp, memungkinkan kendaraan mencapai 110km/jam di jalan beraspal, dengan jangkauan 650 km. Tingkat perlindungan balistik adalah STANAG 4569 dan STANAG 4569 Lv3b/4a untuk perlindungan ranjau. Menggunakan ban run-flat memungkinkan kendaraan tetap bisa melaju sekitar 150 km setelah alami kebocoran.

  Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...