Minggu, 17 Juli 2022

Kopaska Gelar Latihan Peperangan Laut

💂 Di Banongan, Situbondo [Bisnis]

Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) bersiaga ketika tiba di bibir pantai saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (17/7/2022).

Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan prajurit Kopaska dalam melaksanakan infiltrasi melalui tabung peluncur torpedo dan coning tower kapal selam.


 💂  Bisnis  

Arhanud TNIAD Latihan Bersama AD Inggris

Tingkatkan kemampuan Taktik Bertempurhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYZO-Hgu7KWBw5XeRVwfzVjDicWQUe0yreyYsHeGTBQ7fdhw2ZhphM779x7nowtx6Di-3aF9jNl8TMQJh3okPGpr-MqCCyb2zVdNzRvAK6jFXwjeS_4Csq-rrKEYMLVVyq6L-rU4B25G2GZQiQ4_qEHMYi9D1zVsuTCxGWOWY0-l5GkDDg7__iw2cF/w400-h266/293694923_5299230436829085_1709469506367107407_n.jpg0TTingkatkan kemampuan Taktik Bertempur Prajurit Arhanud TNI AD, Pussenarhanud Kodiklatad menyelenggarakan kegiatan Collective Training bersama Ground Based Air Defence British Army yang bertempat di Batalyon Arhanud 13/PBY dan PT. Pertamina Hulu Rokan Minas. Rabu (13/7/2022).

Kegiatan yang juga diikuti oleh satuan Arhanud TNI AD jajaran Kodam I/BB yaitu Yonarhanud 11/WBY, Denarhanud 004/WSBY ini berisikan materi Latihan Taktik dari Tim Ground Based Air Defance British Army, PT. CIPTA, PT. THALES dan Maintaining Sistem Senjata dari PT. LEN.

Batalyon Artileri Pertahanan Udara 13/Parigha Bhuana Yudha (disingkat Yon Arhanud 13/Belibis) merupakan satuan bantuan tempur di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan. Batalyon ini juga sering disebut Batalyon Arhanud 13/Belibis karena lambang satuannya adalah burung Belibis. Yon Arhanud 13 bermarkas di Pekanbaru, Riau.

 ♖
Yon Arhanud 13  

Sabtu, 16 Juli 2022

[Teror] 10 Warga Tewas Ditembaki KKB di Nduga Papua

😡Proses evakuasi korban KKB di Nduga, Papua. (Foto: Pool)

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembaki 12 warga Kampung Nogolait, Nduga, Papua. Sebanyak 10 orang warga tewas dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menerangkan penembakan itu terjadi pukul 09.15 WIT. Kala itu para korban disebut sedang berada di sekitar lokasi penembakan, ada yang sedang menumpang truk dan ada pula yang sedang berjualan di warung.

"Kejadian tersebut berawal dari salah satu korban yang merupakan seorang pedagang kelontongan, tujuh orang lainnya yang berada di dalam truk dan empat orang lainnya yang berada di sekitar TKP," ujar Kamal dalam keterangannya, Sabtu (16/7/2022).

Kamal menyebut tujuh orang korban yang sedang menumpang truk tengah menempuh perjalanan dari Kampung Kenyam menuju ke Batas Batu. Tiba-tiba laju truk korban dihadang oleh puluhan anggota KKB sambil menodongkan senjata api.

"Pada saat melintas di Kampung Nogolait, saat itu tiba tiba dihadang di tengah jalan kurang lebih berjarak 50 meter oleh KKB dengan jumlah sekitar 20 (dua puluh) orang dengan tiga orang membawa senjata api panjang dan satu orang terlihat membawa senjata pendek warna silver," ucap Kamal.

Sontak sopir truk langsung berhenti. Puluhan anggota KKB itu lalu melepaskan tembakan ke arah truk.

"Saat mobil berhenti, kemudian langsung ditembak ke arah mobil dengan jarak kurang lebih 50 meter. Sopir berusaha memundurkan mobil dengan jarak kurang lebih 100 meter, kemudian tetap ditembak ke arah mobil yang mengenai sopir," jelas Kamal.

Jenazah korban ditemukan tersebar di empat lokasi berbeda. Ada yang ditemukan di sekitar warung dan di sisi jalan.

Lebih lanjut Kamal menyebut Polres Nduga beserta Satgas Damai Cartenz tengah mengusut insiden penembakan itu. Para anggota KKB itu kini sedang diburu.

"Hingga saat ini anggota Polres Nduga yang di backup Satgas Damai Cartenz dan rekan-rekan TNI masih terus mendalami latar belakang dari perbuatan keji KKB tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelakunya," pungkasnya. (rak/idh)

  😡 detik  

Koopssus TNI

Pasukan Gabungan 3 Matra Senilai Rp 1,5 TriliunKoopssus

Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia atau Koopssus TNI tidak lama lagi akan berulang tahun. Unit komando pasukan elite TNI ini genap berusia 3 tahun pada 30 Juli 2022 mendatang.

Koopssus TNI resmi dibentuk pada 30 Juli 2019 era Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Pembentukan satuan elite gabungan tiga matra ini didasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia yang diteken Presiden Joko Widodo pada 3 Juli 2019.

"Koopssus TNI melengkapi jajaran satuan elite yang telah dimiliki TNI sebagai satuan elite," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat peresmian Koopssus di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur seperti dilansir Antara.

Menurut Perpres Nomor 42 Tahun 2019, Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Kecepatan gerak ini sangat penting guna meningkatkan efektivitas TNI dalam merespons operasi khusus. Karena sebelumnya, Mabes TNI harus terlebih dahulu meminta pasukan kepada masing-masing matra dalam proses pelaksanaan operasi khusus.

Untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai satuan elite TNI tersebut, berikut ini fakta-fakta Koopssus TNI:

  1. Sama dengan Koopssusgab Bentukan Moeldok

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat peresmian Koopssus TNI pada 30 Juli 2019 menyatakan bahwa satuan elite ini dibentuk sebagai bagian peran serta TNI dalam upaya pemberantasan aksi terorisme sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Hadi mengamini bahwa Koopssus TNI sama sepertiKoopssusgab TNI yang diinisiasi oleh Jenderal (Purn) Moeldoko saat menjabat sebagai Panglima TNI.

Untuk diketahui, Koopssusgab diresmikan pada 9 Juni 2015 oleh Moeldoko. Pasukan berjumlah 90 prajurit pilihan ini bisa diturunkan secara cepat ketika terjadi situasi genting menyangkut terorisme. Tugas-tugas yang ditangani Koopssusgab sifatnya extraordinary operation. Namun kemudian status satuan ini dibekukan.

"Saat itu belum ada Undang-Undangnya dan sekarang sudah ada UU-nya Keputusan Presiden dan Peraturan Presiden-nya untuk pembentukan Koopssus TNI," ujar Hadi kepada wartawan pada saat peresmian Koopssus TNI.

  2. Berasal dari Pasukan Elite 3 Matra 

Koopssus TNI beranggotakan 500 prajurit. Terdiri dari satu kompi pasukan penindak (100 personel) dan 400 personel pendukung gabungan dari dari Angkatan Darat (TNI AD), Angkatan Laut (TNI AL), dan Angkatan Udara (AU). Satuan ini sewaktu-waktu dapat digunakan oleh Panglima TNI atas perintah Presiden.

"Perlu saya tegaskan dengan dibentuknya Koopssus TNI, bukan berarti menihilkan peran pasukan khusus matra masing-masing. Namun justru saya ingin mensinergikan pelaksanaan tugas TNI secara gabungan, sebagaimana doktrin Tri Matra Terpadu Tri Dharma Eka Karma," tutur Hadi, Selasa (30/7/2019).

Menurut Hadi dalam siaran persnya, Koopssus TNI membawahi operasi menggunakan tiga matra tapi dalam operasinya sesuai dengan tugas masing-masing matra, termasuk dalam mengatasi aksi terorisme. Pasukan ini bermarkas Gedung Mako Koopssus TNI di Kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

  3. Anggaran Koopssus TNI Rp 1,5 Triliun 

Pada September 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajukan anggaran untuk 2019 sebesar Rp 107 triliun. Sebanyak Rp 1,5 triliun di antaranya dialokasikan untuk pembentukan Koopssus TNI.

"Alokasi anggaran untuk Koopssus TNI mencakup pembangunan sarana dan prasarana, pembelian material khusus, senjata, dan lainnya," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sebagai satuan baru, kata Hadi, Koopssus TNI harus membangun sistem efektif dan modern dengan menggabungkan kekuatan kinetik dan nonkinetik. Dengan begitu, Koopssus dapat menuntaskan setiap tugas yang diberikan dengan cepat, akurat, dan tingkat keberhasilan yang tinggi.

  4. Mengawal Penjemputan WNI dari Wuhan, China 

Sejak awal dibentuk, Koopssus TNI sudah menunjukkan kiprahnya dalam menangani Covid-19. Salah satunya mengawal dan mengamankan penjemputan WNI dari Wuhan, kota yang pertama kali muncul kasus virus corona.

Menurut Hadi, TNI memantau pergerakan pesawat Batik Air tipe Airbus A330-300 yang dipakai menjemput 250 WNI pada 1 Februari 2020. Setelah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, WNI dari Wuhan langsung masuk ke pesawat milik TNI AU untuk dievakuasi ke Pulau Natuna sebagai pusat karantina waktu itu.

  5. Dipimpin oleh Pati Bintang 2 

Berdasarkan Perpres 42 Tahun 2019, Koopssus TNI dipimpin oleh Komandan Koopssus TNI. Dankoopssus TNI berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kasum TNI. Dalam menjalankan tugasnya, Dankoopssus TNI dibantu oleh Wakil Komandan Koopssus TNI atau Wadankoopssus TNI.

Dalam lampiran Perpres disebutkan bahwa Dankoopssus TNI dijabat oleh perwira tinggi bintang 2, sementara Wadankoopssus TNI dijabat oleh perwira tinggi bintang 1.

Saat ini Dankoopssus dijabat oleh Mayjen Joko Purwo Putranto, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1990 yang berpengalaman dalam Infanteri Baret Merah (Kopassus). (abd)

  💂 sindonews  

[Global] Pejabat Rusia Kunjungi Iran untuk Melihat Drone Tempur

 Gedung Putih mengatakan mereka yakin Rusia beralih ke Iran untuk menyediakan "ratusan" drone tempur dan pengebom, untuk digunakan dalam perang yang sedang berlangsung di Ukraina ✈ Dua jenderal Iran di markas tempur bawah tanah berisi drone. [Arab News]

Gedung Putih mengatakan para pejabat Rusia telah mengunjungi sebuah lapangan terbang di Iran tengah setidaknya dua kali dalam beberapa pekan terakhir. Itu dilakukan untuk melihat drone berkemampuan senjata yang ingin diperolehnya untuk digunakan dalam perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

"Iran memamerkan drone untuk pejabat Rusia di Kashan Airfield pada 8 Juni dan 15 Juli," menurut Gedung Putih seperti dikutip dari The Associated Press, Sabtu (16/7/2022).

Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga merilis citra satelit dari drone Shahed-191 dan Shahed-129 yang ditampilkan dan dalam penerbangan di lapangan terbang, sementara sebuah pesawat angkut delegasi Rusia berada di darat.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan mengatakan pemerintah AS memiliki informasi bahwa pemerintah Iran sedang bersiap untuk memberi Rusia beberapa ratus drone.

Kami menilai delegasi resmi Rusia baru-baru ini menerima pameran UAV berkemampuan serangan Iran. Kami merilis gambar-gambar yang diambil pada bulan Juni yang menunjukkan UAV Iran yang dilihat oleh delegasi pemerintah Rusia hari itu,” tambah Sullivan dalam sebuah pernyataan.

Ini menunjukkan minat Rusia yang berkelanjutan untuk memperoleh UAV berkemampuan tempur Iran,” ia menambahkan.

Sullivan mengatakan para pejabat AS percaya bahwa kunjungan pada bulan Juni adalah pertama kalinya delegasi Rusia mengunjungi lapangan terbang ini untuk pertunjukan semacam itu.

Pemerintah AS merilis data intelijen saat Presiden Joe Biden akan bertemu dengan para pemimpin enam negara Teluk Arab, ditambah Mesir, Yordania dan Irak untuk pertemuan puncak regional.

Biden diperkirakan akan memaparkan “pernyataan utamanya” yang menjelaskan visinya untuk Timur Tengah saat ia menutup perjalanan terakhir dari perjalanan empat hari yang dimaksudkan untuk meningkatkan posisi AS dan menyatukan kawasan itu melawan Iran.

Biden juga ingin memperkuat respons terkoordinasi antara sekutu AS di Timur Tengah terhadap invasi Rusia ke Ukraina, dan apa arti konflik yang sedang berlangsung di kawasan itu. Banyak negara Teluk - khususnya Arab Saudi - memiliki keprihatinan serius tentang aktivitas jahat Iran di wilayah tersebut.

Tak satu pun dari negara yang hadir dalam pertemuan itu bergerak sejalan dengan AS untuk memberikan sanksi kepada Rusia, prioritas kebijakan utama luar negeri bagi pemerintahan Biden. Jika ada, Uni Emirat Arab (UEA) telah muncul sebagai semacam surga keuangan bagi miliarder Rusia dan kapal pesiar jutaan dolar mereka. Sedangkan Mesir tetap terbuka untuk turis Rusia. (ian)

  sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...