Senin, 12 September 2022

[Global] Iran Luncurkan Korvet Rudal Katamaran Buatan Dalam Negeri

 Syahid SoleimaniSyahid Soleimani, Nama kapal perang ini diambil dari nama komandan Pasukan Quds IRGC Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani yang dibunuh AS. [Foto/Twitter] 

Militer Iran meluncurkan kapal perang baru yang diberi nama Syahid Soleimani. Nama itu diambil dari sosok jenderal top Teheran yang dibunuh Amerika Serikat (AS) melalui serangan drone di Baghdad awal 2020.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Komodor Alireza Tangsiri mengatakan kapal perang Syahid Soleimani akan membawa pasukan negaranya hadir di perairan internasional.

Upacara peresmian kapal perang baru itu berlangsung di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, pekan lalu.

"Ini adalah kapal perang pertama Republik Islam Iran yang dikembangkan di dalam negeri yang dilengkapi dengan sistem pertahanan udara jarak menengah dan peluncuran vertial jarak pendek," kata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Angkatan Bersenjata Iran.

Tangiri membenarkan bahwa nama kapal perang baru itu diambil dari komandan Pasukan Quds IRGC Mayor Jenderal Qassem Soleimani yang dibunuh AS di bandara Baghdad, Irak, pada awal 2020.

Kapal perang Syahid Soleimani dikembangkan selama periode tiga tahun dan diproduksi secara lokal oleh para pakar Iran terlepas dari sanksi yang dijatuhkan AS terhadap negara itu.

Tangsiri menambahkan bahwa kehadiran pasukan Angkatan Laut IRGC di Teluk Persia telah berkontribusi pada stabilitas dan keamanan maritim yang langgeng di wilayah tersebut.

Menurut perusahaan intelijen open-source, Janes, kapal perang Syahid Soleimani mirip dengan kapal perang kelas catamaran. Menurut Janes, kapal perang baru itu menjadi kapal bersenjata berat terbesar di gudang senjata Iran.

"Desain kapal mengurangi penampang radarnya, memungkinkannya beroperasi dalam kondisi cuaca buruk, dan membuatnya lebih dapat bermanuver daripada kapal berukuran serupa," kata Janes.

"Ia juga dapat beroperasi jauh dari pangkalannya," lanjut Janes, seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (12/9/2022).

Media Iran, PressTV, melaporkan bahwa lambung kapal perang Syahid Soleimani dilengkapi dengan teknologi siluman penghindar radar, yang berarti memiliki tingkat penampang radar yang sangat rendah.

"Kapal, berkat desainnya, dapat melakukan semua jenis operasi di laut lepas, dan mampu berlayar dalam kondisi cuaca buruk," tulis media Iran tersebut.

Kapal perang itu juga dapat membawa helikopter, dan dilengkapi dengan helipad besar yang dimaksudkan untuk digunakan oleh helikopter militer serta kendaraan udara tak berawak yang lepas landas dan mendarat secara vertikal. (min)


  sindonews  

[Global] 2 F-35A RAAF Lumpuhkan 6 F-15SG

 Dalam Latma Pitch Black 2022 Ilustrasi Jet tempur F35A RAAF [Aus DoD]

Kehadiran armada jet siluman F-35A RAAF untuk pertama kalinya dalam latihan multinasional dua tahunan, Exercise Pitch Black, tahun ini di Australia menimbulkan rasa penasaran banyak orang.

Pertanyaan pertama, apakah memang benar F-35 itu canggih dan akan sulit ditaklukkan oleh penempur generasi empat plus?

Exercise Pitch Black 2022 diikuti oleh 17 negara dengan hampir 100 pesawat dan 2.500 personel. Jerman dan Korea Selatan adalah dua negara debutan di antara 17 negara peserta.

Korea mengirimkan KF-16U yang telah dilengkapi dengan radar AESA. Sementara Jerman untuk pertama kalinya mengirimkan armada jet tempur Eurofighter Typhoon.

Jet lain yang juga ikut serta adalah Rafale dari Perancis, Su-30MKI dari India, dan F-16AM/BM serta F-16-52ID dari Indonesia.

Selama misi dalam Latihan Pitch Black minggu lalu, F-35A Angkatan Udara Australia (RAAF) terbang melawan tim lawan yang berdedikasi dari banyak negara.

Detail pertempuran jelas hanya tuan rumah RAAF dan para peserta yang hadir di Pitch Black 2022, khususnya negara-negara yang terlibat langsung dalam sesi pertempuran udara tersebut.

Pilot F-15SG RSAF Mayor Arumugam Sivaraj yang merupakan bagian dari tim lawan mengatakan, melalui latihan ini pihaknya bisa mendapatkan pengalaman nyata.

Diungkapkan kepada pers bahwa salah satu pengalamannya terbang melawan F-35 selama latihan Pitch Black 2022, bahwa F-35A mampu menemukan semua musuhnya di udara.

Dalam satu sesi pertempuran tersebut, RAAF mengerahkan 2 F-35A untuk berhadapan dengan 6 F-15SG RSAF.

Komandan Detasemen RSAF Kolonel Mark Tan menerangkan, F-35A RAAF mampu menemukan semua musuh-musuhnya di udara dan kemudian membunuh semua musuh sebelum musuh melawan mereka.

  Sulit untuk dibantah, namun begitulah faktanya 
Ilustrasi F15SG [ist]

F-35 merupakan pesawat tempur siluman generasi kelima. Pesawat ini dimaksudkan untuk menggantikan armada F-16 RSAF setelah tahun 2030, walaupun wacana kemudian berkembang di mana F-16 masih akan terus ditingkatkan dan digunakan hingga tahun 2050.

Bagi RSAF sendiri, kehadiran F-35B demikian dinantikan. Dijadwalkan, empat pesawat akan dikirim ke RSAF sekitar tahun 2026 untuk pelatihan dan evaluasi.

RSAF mengakui, melalui pelatihan bersama di Pitch Black yang telah berlangsung kesekian kalinya ini, RSAF dapat memahami bagaimana pesawat tempur siluman bisa bekerja sendiri, beroperasi dengan aset lain, dan bagaimana ia dapat menjadi pengganda kekuatan dalam latihan kekuatan utama, kata Mayor Zhang Jian Wei, Kepala Unit Office of Next Generation Hunting Projects.

Mayor Zhang mengatakan F-35 adalah pesawat siluman yang sangat sulit dideteksi, dilacak, atau ditargetkan oleh musuh mana pun.

Dia membawa senjata canggih dan dilengkapi dengan sensor canggih.

Pesawat itu juga memiliki kemampuan untuk menggabungkan informasi dari sensor canggih ini untuk memberikan gambaran holistik kepada pilot.

Sekali lagi, faktanya memang membuktikan F-35A RAAF berhasil melumpuhkan F-15SG RSAF.

Kita tunggu hasil-hasil pertempuran udara lainnya, kalau ada yang mau membeberkan. -Poetra-

 
Airspace Review  

Minggu, 11 September 2022

F-16 TNI AU Jalani Misi Serangan Malam

✈️ LFE Hari Terakhir Pitch Black ’22✈️  F-16 TNI AU [Dispenau]

Memasuki hari terakhir latihan Pitch Black ’22, kontingen TNI AU menjalankan misi serangan malam dalam _Large Force Employment (LFE)._ Misi yang dijalankan berupa _Offensive Counter Air / Strike Dynamic Target_ (OCA / STK DT), di RAAF Base, Darwin Australia, Rabu malam (7/9/2022).

Pada skenario OCA / STK DT, peserta kembali dibagi dalam dua tim yaitu _Blue Force_ dan _Red force._ _Blue Force_ bertugas melakukan serangan, dengan sasaran menghancurkan objek vital (Obvit) yang meliputi _Air Defense System_ (IADS), pasukan darat dan pesawat udara musuh.

Sedangkan _Red Force_ bertugas mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh, dengan melindungi sistem pertahanan udara dan infrastruktur strategis.

_Blue Force_ dipimpin oleh Jerman (GAF), berkekuatan 45 pesawat, diantaranya melibatkan 4 F-16 TNI AU. Dalam misi ini, F-16 TNI AU bersinergi dengan 4 SU-30 India (IAF), 6 F-15 dan 6 F-16 Singapura (RSAF).

Sementara _Red Force_ dengan kekuatan 26 pesawat dibawah pimpinan US PACAF sebagai _Mission Commander_, diantaranya melibatkan 2 F-16 TNI AU, yang bertugas mempertahankan wilayahnya.

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi selaku komandan kontingen TNI AU, Letkol Pnb G. M.Yoga Ambara mengatakan, misi terbang malam pada OCA bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan penerbang TNI AU dalam melaksanakan berbagai misi penerbangan malam hari.

Selain menambah pengalaman dalam terbang malam, misi ini juga meningkatkan _safety concern_ yang tinggi, sehingga penerbangan dapat dilaksanakan dengan aman,” ujar Danwing 3 Lanud Iswahjudi.

Dalam pelaksanaan OCA/STK DT malam hari, pesawat F-16 TNI AU dilengkapi dengan _Night Vision Google_ (NVG) dan _Targetting POD_ yang akan mempermudah pelaksanaan misi terbang malam, meskipun keadaan minim pencahayaan.

Secara keseluruhan, LFE malam hari, melibatkan 71 pesawat terbang dari seluruh peserta yang ikut dalam latihan Pitch Black ’22.

  ✈️
Metro  

Bjorka 'Obok-obok' Data sampai ke Istana Presiden

BSSN Gandeng Polri Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan telah berkoordinasi dengan penyelenggara atau penyedia sistem elektronik (PSE) di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara guna menindaklanjuti dugaan kebocoran data dengan nama Bjorka di baliknya. Arsip surat menyurat Presiden Joko Widodo, termasuk yang berasal dari Badan Intelejen Negara atau BIN, adalah yang terkini dari sejumlah kasus data pribadi di Tanah Air yang berhasil 'diobok-obok' Bjorka.

BSSN, kata juru bicaranya Ariandi Putra, telah menelusuri terhadap beberapa dugaan insiden kebocoran data yang terjadi dan memvalidasi data-data yang dipublikasikan. "BSSN telah berkoordinasi dengan setiap PSE yang diduga mengalami insiden kebocoran data, termasuk dengan PSE di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara," bunyi keterangan pers atas nama Juru Bicara BSSN Ariandi Putra yang diterima di Jakarta, Sabtu 10 September 2022.

BSSN mengaku telah dan sedang melakukan upaya-upaya mitigasi cepat bersama PSE terkait, guna memperkuat sistem keamanan siber demi mencegah risiko lebih besar terhadap beberapa PSE tersebut. Selain itu, BSSN juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum.

Lebih jauh, BSSN mengingatkan keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, mereka menyatakan dukungan teknis sembari meminta seluruh PSE memastikan keamanan sistem elektronik di lingkungan masing-masing.

Tangkapan layar jual beli data 1,3 miliar kartu SIM telepon Indonesia. (FOTO/Twitter)

Hal itu juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. "Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya," bunyi isi PP selaras dengan yang diingatkan BSSN.

Sebelumnya, peretas yang mengaku sebagai Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden Joko Widodo, termasuk surat dari BIN. Klaim Bjorka itu disebarluaskan oleh sebuah akun Twitter "DarkTracer: DarkWeb Criminal Intelligence".

Unggahan tersebut mengklaim bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk sejumlah surat yang dikirimkan BIN berlabel rahasia, telah bocor. Jumlahnya 40 MB yang sudah dikompres. "The next leak will come from the president of Indonesia," kata Bjorka sebelumnya di Telegram.

Nama Bjorka sudah sentral sebelumnya, antara lain, dalam kasus bocornya data registrasi 1,3 miliar Kartu SIM telepon Indonesia (SIM Card), dan pelanggan Indihome. Akun DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence di Twitter memprofilkannya sebagai 'Bad Actor' yang telah bolak balik membocorkan basisdata di Indonesia sejak 2020.

Terhadap serangannya yang terbaru, Kepala Sekretariat Presiden Budi Heru Hartono menegaskan tidak ada surat dan dokumen untuk Presiden Joko Widodo yang bocor di jagat maya. "Nanti, pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan," kata Heru saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

  ♔
Tempo  

DAHANA Kembali Ekspor Bahan Peledak ke Australia

 Sebanyak 250 Ton 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHD_IlmviZ_oJ4_jyfqnNaIOEw7WDtxFqYeeP4mnOrNqWou_LRMcMhlpk9L2TGO50SWITVYJ9qoRnY9q1l-KyWcEajibvCQ3joWlVUYfGRpg-OaPBjcRxfHrQzn5luwp6UxP3j8GD37ZHjfbG1kH_iJOQgZIlh2UwK1sxqGBnjv3oHGdm8Q3DRFP7V/w400-h266/image_6483441.jpg.webpEkspor 250 ton bahan peledak ke Australia (Antara)

D
i tengah sentilan Presiden Jokowi terhadap ramainya penggunaan produk-produk impor di dalam negeri, PT DAHANA kembali melaksanakan ekspor bahan peledak jenis Cartridge Emulsion ke Australia. Kegiatan ekspor ini merupakan upaya peningkatan peran DAHANA sebagai bagian dari rantai pasok global. Pelepasan bahan peledak DAHANA ke Australia ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT DAHANA Wildan Widarman, di Fasilitas Kontainer Kargo Ekspor Kawasan Energetic Material Center (EMC) DAHANA. Keberangkatan ekspor ini dilaksanakan pada Rabu, 7 September 2022.

Dalam sambutannya Wildan menyampaikan, Cartridge Emulsion produksi DAHANA ini telah mendapatkan kepercayaan yang luas di industri bahan peledak Australia. Seiring dengan semakin besarnya kebutuhan bahan peledak luar negeri, DAHANA berharap dapat meningkatkan devisa negara, dan membantu proses pemulihan ekonomi nasional.

Kami dari jajaran direksi mengucapkan terima kasih atas kerja keras insan DAHANA, sehingga produk DAHANA kembali dipercaya oleh konsumen Australia,” ujar Wildan. Ekspor bahan peledak ini membuktikan bisnis DAHANA terus berkembang di tengah terpaan pandemi dan ketegangan situasi dunia saat ini. Wildan berharap, ke depannya, tak hanya produk jenis Cartridge Emulsion yang diekspor, namun bahan-bahan peledak unggulan DAHANA lainnya dapat bersaing di pasar global.

Pengiriman kelima ini membuktikan, DAHANA dapat bersaing di pasar bahan peledak global, terutama di kawasan Asia Pasifik, semoga ke depannya produk-produk bahan peledak DAHANA juga dapat bersaing di pasar yang lebih luas lagi,” tutur Wildan.

Sementara itu, menurut Direktur Operasi PT DAHANA, Bambang Agung, sebanyak 250 ton bahan peledak Cartridge Emulsion DAHANA akan dikirimkan ke Australia melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok. Setelah itu, bahan peledak DAHANA akan didistribusikan ke gudang-gudang bahan peledak milik mitra DAHANA, Johnex Explosive. Di Australia, bahan peledak buatan DAHANA ini akan digunakan di sektor pertambangan mineral bawah tanah.

Pengiriman bahan peledak ke Australia ini telah melalui standar quality control yang ketat oleh QC dari Johnex Explosive. Proses packaging, stacking, palleting, wrapping dan storing juga dilakukan dengan sangat teliti termasuk proses pembersihan dan pencucian kontainer serta fumigasi pada akhir tahapan persiapannya sesuai standar Australia. Dengan demikian, mutu dan kualitas telah sesuai dengan kebutuhan dan regulasi yang ada di pengguna akhir (end user) di Australia.

Menurut Bambang Agung, keunggulan bahan peledak berbasis Cartridge Emulsion DAHANA adalah standar kualitas yang sangat tinggi, di mana produk ini diproduksi dengan menggunakan bahan baku terbaik, proses produksi yang sangat presisi dan kontrol kualitas yang tinggi.

Sehingga bahan peledak DAHANA mampu dan terbukti dapat bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasar Australia, khususnya Bahan Peledak Cartridge Emulsion, baik konsistensi kualitas maupun harga keekonomiannya masuk di pasar Australia,” ungkap Bambang Agung.

Sebagaimana diketahui, PT DAHANA merupakan anggota Holding DEFEND ID yang bergerak di bidang industri bahan peledak komersial dan pertahanan. Di sektor komersial, DAHANA melayani produk dan jasa peledakan di pertambangan umum, kuari dan konstruksi serta minyak dan gas. Lini bisnis DAHANA sendiri mencakup produksi bahan peledak (Explosives Manufacturing), jasa pengeboran dan peledakan (Drilling & Blasting Services), jasa terkait bahan peledak (Related Services) serta bahan peledak untuk pertahanan (Defence Related).

  ★ antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...