Melakukan assessment dalam mengembangkan dan memproduksi avionik.
[Infoglobal]
Infoglobal mendapat kunjungan dari tim Boeing pada 29-30 Agustus 2022. Kunjungan ini disambut langsung oleh Direktur Operasional Infoglobal, Bagoes Soediarto di Workshop Infoglobal Surabaya.
Kunjungan perusahaan asal Amerika Serikat ini dalam rangka melakukan assessment terhadap kemampuan dan fasilitas yang dimiliki Infoglobal dalam mengembangkan dan memproduksi avionik.
Infoglobal telah berhasil mengembangkan avionics, di mana beberapa di antaranya dapat digunakan untuk pesawat angkut militer Boeing 737-200, yaitu EFD-6.0 dan DDSC.
EFD-6.0 merupakan display navigasi pesawat Boeing 737-200. Sedangkan DDSC atau Digital Data to Synchro Converter merupakan avionic yang dapat digunakan untuk mengonversi data digital (ARINC 429 interface) menjadi data analog (synchro) di pesawat Boeing 737-200.
✈ Kini Dikembangkan untuk Awasi Kebakaran Hutan
✈ Drone Elang Hitam [BPPT]
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memutuskan untuk mengalihkan proyek drone kombatan Elang Hitam dari platform militer ke versi sipil.
Dengan pengalihan tersebut, otomatis membuat ambisi Indonesia memiliki drone kombatan jenis medium-altitude long-endurance (MALE) sebagai upaya meningkatkan kemampuan militer sirna.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko membantah bahwa proyek Elang Hitam dihentikan, namun dialihkan ke versi sipil.
“Informasi tersebut tidak benar. Karena program PUNA (pesawat udara nir awak) dilakukan refokusing untuk tujuan sipil (ISR) dan bukan kombatan,” kata Laksana kepada Kompas.com, Senin (19/9/2022) pagi.
Laksana menjelaskan keputusan pengalihan versi ini diambil setelah adanya evaluasi dan audit mendalam pasca-kegagalan Elang Hitam terbang dalam momen uji coba pada Desember 2021.
Selain itu, pengalihan ini juga tak lepas adanya berbagai masalah teknis lain yang berhubungan dengan mitra pemilik “teknologi kunci”.
“Kami sudah melaporkan dan mendiskusikan hal ini dengan Tim Menko Ekonomi sebagai penanggungjawab PSN (proyek strategis nasional),” ujar Laksana.
Dengan pengalihan ke versi sipil, Laksana menilai bahwa Elang Hitam kini diklaim memiliki pangsa yang lebih menjanjikan.
Selain itu, pengalihan ini juga membuat proyek Elang Hitam ke depan tak terkena restriksi atau pembatasan sebagaimana yang terjadi pada versi militer untuk pertahanan dan keamanan.
Laksana mengatakan, Elang Hitam ke depan dikembangkan untuk kebutuhan monitoring seperti kebakaran hutan.
“Versi sipil memiliki pasar yang besar, karena banyak kebutuhan untuk monitoring lahan, pemetaan, cuaca, kebakaran hutan, dan lain-lain,” terang dia.
“Versi sipil pada prinsipnya juga memanfaatkan teknologi kunci yang sama, tetapi spesifikasi dan tuntutannya tidak setinggi versi hankam (pertahanan keamanan),” sambung dia.
Kemampuan Kombatan Dipastikan Sirna
Pengalihan versi ini pun memiliki risiko besar yang otomatis akan memudarkan kemampuan kombatan atau menyerang pada Elang Hitam.
Laksana menyatakan bahwa memulai proyek ini dengan kemampuan kombatan merupakan sebuah kesalahan.
Sebab, ketika proyek ini berjalan, Indonesia belum menguasai tekonologi kunci pada program tersebut.
“Untuk saat ini, iya, (menghilangkan kemampuan kombatan). Strategi memulai dengan kombatan padahal teknologi kunci belum dikuasai merupakan kesalahan,” tegas dia.
“Karena akses kita ke teknologi kunci tersebut menjadi sangat terbatas. Karena semua negara membatasi transfer teknologi kunci terkait hankam (pertahanan keamanan),” imbuh dia.
Sebagai informasi, proyek Elang Hitam merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo pada 2016.
Proyek ini digadang-gadang ini untuk menjaga kedaulatan negara dari ancaman yang semakin kompleks.
Terdapat lintas kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proyek ini, meliputi Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Elang Hitam kali pertama diperkenalkan di PT Dirgantara Indonesia pada 30 Desember 2019.
Dikutip dari Kompas.id, Elang Hitam mempunyai kemampaun terbang pada ketinggian menengah mencapai 15.000-30.000 kaki dan mampu terbang selama 24-30 jam.
Elang hitam mempunyai panjang 8,3 meter dengan rentang sayap 16 meter.
Diposkan densu 29
♔ Youtube
Hizbullah: Itu Pelanggaran Kedaulatan
Ilustrasi satgas Unifil [ist] ●
Pemimpin Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah pada Sabtu (17/9/2022), mengutuk amandemen baru-baru ini yang terdapat dalam mandat pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel.
Dewan Keamanan PBB pada 31 Agustus memperpanjang mandat pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL untuk jangka waktu satu tahun. Namun, dalam mandat itu ada sedikit modifikasi dalam kata-katanya. Pasukan UNIFL kini "diizinkan untuk melakukan operasinya secara independen."
Selama ini, pasukan UNIFIL yang pertama kali dikerahkan lebih dari empat dekade lalu, secara rutin mengoordinasikan patroli dan pergerakannya di wilayah operasinya di selatan dengan tentara Lebanon.
“Ini adalah jebakan yang dibuat Israel untuk Lebanon selama bertahun-tahun,” kata Nasrallah, seperti dikutip dari AFP. Ia menyebut resolusi itu sebagai “pelanggaran kedaulatan Lebanon.”
Nasrallah mengecam pemerintah Lebanon karena membiarkan resolusi itu lolos dan memperingatkan bahwa hal itu dapat menimbulkan "bahaya besar di daerah selatan sungai Litani".
Pada 13 September, UNIFIL bereaksi terhadap kekhawatiran Hizbullah dengan memastikan bahwa pihaknya masih bekerja sama dengan tentara Lebanon, sebuah pernyataan yang disambut baik oleh Nasrallah dalam pidatonya pada hari Sabtu.
UNIFIL didirikan pada tahun 1978 untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah mereka menginvasi Lebanon sebagai pembalasan atas serangan Palestina.
Itu ditingkatkan pada tahun 2006 setelah Israel dan Hizbullah berperang selama 34 hari, dan pasukan berkekuatan 10.500 orang itu ditugaskan untuk memantau gencatan senjata antara kedua belah pihak. Hingga kini, Israel dan Lebanon secara teknis masih berperang. (esn)
Kisah Pendekar Afghanistan
Ahmad Shah Massoud. Wikipedia ☆
2 September 1953, merupakan kelahiran Ahmad Shah Massoud. Dia adalah komandan militer Afghanistan saat melawan Soviet dan dijuluki Singa dari Panshir. Kisah perjuangannya saat bergerilya menentang pendudukan Soviet antara 1979 hingga 1989 dikisahkan dalam buku Afghan Napoleon: The Life of Ahmad Shah Massoud.
Ahmad Shah Massoud merupakan etnis Tajik berlatar belakang Muslim Sunni dari Lembah Panjshir, Afghanistan Utara. Lahir di Afghanistan yang liberal pada 1960-an, Massoud dengan gigih menentang komunisme. Dia menempuh pendidikan di perguruan tinggi di jurusan teknik di Universitas Politeknik Kabul pada 1970-an.
Saat masa kuliah itu, Massoud terlibat dengan gerakan keagamaan anti-komunis pimpinan Burhanuddin Rabbani, seorang Islamis terkemuka. Ia juga pernah berpartisipasi dalam pemberontakan melawan pemerintahan Mohammed Daoud Khan, namun gagal.
Julukan “Singa Panjshir” didapatkan Massoud dari pengikutnya lantaran perannya sebagai pemimpin pemberontak yang kuat dari mujahidin Afghanistan selama Perang Uni Soviet - Afghanistan. Dia berhasil melawan Soviet dan merebut Lembah Panjshir. Penulis Sandy Gall mengikuti Massoud invasi Soviet dan melaporkan perang di Afghanistan. Pengalaman-pengalaman bersama Massoud itu, Gall tuangkan salam buku Afghan Napoleon : The Life of Ahmad Shah Massoud.
Ketika Uni Soviet menginvasi Afghanistan pada Desember 1979, kekuatan perlawanan tak seimbang. Pasukan Soviet lebih lengkap dari segi senjata dan tentara. Parahnya, banyak kelompok pasukan Afganistan terjebak dalam pertempuran satu sama lain dan bersaing untuk mendapatkan senjata Barat. Berbeda dengan pasukan gerilya yang dipimpin Ahmad Shah Massoud. Ahli strategi militer dan operator politik itu berhasil memperkuat perlawanan dan melemahkan pendudukan Soviet. Dia memimpin anggota perlawanan untuk serangkaian kemenangan defensif.
Keberhasilan Massoud dalam membangun perlawanan terhadap Soviet, dan memperluas basis kendalinya, menjadikannya salah satu komandan gerilya yang paling menonjol dan menghasilkan keberhasilannya dalam memimpin penggulingan pemerintah komunis pada 1992. Perjuangan Massoud tak hanya melawan Soviet, pada 1996 dia berjuang melawan melawan Taliban, setelah kelompok itu merebut Kabul. Dia menggambarkan Taliban bukan tuan rakyat Afganistan, tetapi sebuah gerakan yang didukung oleh Pakistan sesuai dengan kepentingannya, dan mendistorsi Islam untuk tujuan mereka.
Ahmad Shah Massoud dibunuh oleh dua anggota al-Qaeda dengan bom bunuh diri pada 9 September 2001. Pembunuhan itu diperintahkan secara pribadi oleh pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Dua hari kemudian, serangan 11 September terjadi di Amerika Serikat, yang akhirnya menyebabkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara menginvasi Afghanistan dan bersekutu dengan pasukan Massoud. Aliansi Utara akhirnya memenangkan perang selama dua bulan pada Desember 2001, menyingkirkan Taliban dari kekuasaan.