Senin, 10 Oktober 2022

Panasnya Perairan Asia Tenggara

⚓ Dan Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023Kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan yang strategis karena diapit oleh dua samudera besar yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Keberadaan dua samudera utama ini menjadikan kawasan perairan Asia Tenggara sebagai salah satu jalur lalu lintas pelayaran internasional yang utama di dunia. Meskipun demikian, perkembangan geopolitik dan keamanan saat ini menunjukkan realitas baru bahwa kawasan Asia Tenggara sejatinya saat ini diapit oleh dua kekuatan maritim besar yang semakin hari berpotensi menciptakan ketidakstabilan kawasan.

  Kekuatan Maritim Besar 
Ilustrasi Armada kapal China (defense update)

Secara umum ada dua kekuatan maritim besar yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara, yakni PLA STC dan USINDOPACOM. PLA STC (People's Liberation Army-Southern Theatre Command - Komando Terpadu Selatan Militer Tiongkok) adalah gelar pasukan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mencakup wilayah daratan dan perairan di Laut Tiongkok Selatan. PLA STC dibentuk pada 2016 sebagai bagian dari upaya reorganisasi militer Tiongkok besar-besaran di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Selain wilayah selatan, PLA juga mendirikan empat komando terpadu untuk wilayah utara, timur, barat, dan tengah. Setiap komando terpadu terdiri dari kekuatan lima matra yaitu darat, laut, udara, satuan roket, dan satuan dukungan strategis yang dipersiapkan untuk operasi militer gabungan. Berbeda dengan komando terpadu lainnya, PLA STC memiliki dukungan kekuatan angkatan laut yang lebih besar melalui keberadaan armada laut selatan. Kekuatan armada laut selatan disokong oleh 18 unit kapal selam, 11 unit kapal perusak (destroyer) dan 18 unit kapal frigat. Selain itu, kekuatan laut PLA di wilayah selatan juga didukung oleh ratusan kapal patroli penjaga pantai dan kapal milisi maritim Tiongkok.

Sementara itu, kehadiran militer AS di wilayah perairan Laut Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara direpresentasikan oleh U.S. Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) yang bermarkas di Hawai. Secara operasional, USINDOPACOM didukung oleh armada pasifik (USPACFLT) yang merupakan armada terbesar milik Angkatan Laut AS. Armada Pasifik AS memiliki sekitar 200 kapal perang/kapal selam dan ribuan pesawat tempur/angkut yang bertanggung jawab untuk menjaga kepentingan AS di wilayah maritim Indo-Pasifik. Pengalaman tempur yang pernah dilakukan oleh Armada Pasifik meliputi Perang Dunia II, Perang Semenanjung Korea, Perang Vietnam, dan krisis selat Taiwan pada 1996.

Ditinjau dari komposisi kekuatan tempur, USINDOPACOM memang memiliki gelar kekuatan pasukan yang lebih unggul dibandingkan PLA STC. Tetapi, USINDOPACOM memiliki wilayah operasi yang lebih luas meliputi kawasan Indo-Pasifik jika dibandingkan dengan PLA STC yang fokus di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Meskipun demikian, kekuatan tempur USINDOPACOM secara rutin melakukan aktivitas latihan bersama dengan negara-negara Asia Tenggara. Misalnya, Armada Pasifik AS melalui Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengadakan workshop SEACAT pada Agustus 2022 yang lalu bersama negara-negara di kawasan Indo-Pasifik terkait keamanan maritim di Singapura. Khusus untuk Indonesia, TNI dan USINDOPACOM juga baru-baru ini mengadakan latihan operasi militer gabungan Garuda Shield 2022 selama 2 pekan yang melibatkan 4337 personel.

  Provokasi dan Ketegangan 
Ilustrasi Armada ketujuh AS (ist)

Kehadiran dua kekuatan maritim besar tersebut akhir-akhir ini menunjukkan aksi provokasi yang mengarah pada ketidakstabilan keamanan kawasan di Asia Tenggara. Contohnya, pada awal bulan juli 2022 yang lalu, PLA STC mengklaim telah mengusir kapal perusak USS Benfold milik armada ketujuh AS di wilayah kepulauan Paracel yang merupakan wilayah sengketa antar Tiongkok, Taiwan, dan Vietnam.

Pihak Armada Ketujuh AS sendiri mengklaim bahwa USS Benfold beroperasi untuk memastikan bahwa prinsip Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) mengenai kebebasan navigasi (freedom of navigation) ditegakkan di kawasan tersebut. Sayangnya, AS sendiri adalah negara yang belum meratifikasi UNCLOS, meskipun mengklaim mendukung prinsip-prinsip UNCLOS. Bulan berikutnya, ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan, Armada Ketujuh AS menyiagakan empat kapal perang, termasuk kapal induk USS Reagan, di sekitar perairan timur Taiwan. Setelah Pelosi meninggalkan Taiwan, PLA STC merespons dengan mengadakan latihan militer skala besar di wilayah perairan yang mendekati Taiwan. Situasi panas di Laut Tiongkok Selatan kemudian berlanjut pada akhir Agustus 2022 ketika dua kapal perang AS melintasi Selat Taiwan dengan alasan kebebasan navigasi.

Insiden di atas menunjukkan bahwa kehadiran kekuatan maritim besar di kawasan perairan Laut Tiongkok Selatan dapat mendorong peningkatan rasa tidak aman (insecurity) di antara negara-negara pantai, terutama negara-negara Asia Tenggara. Aksi saling provokasi antara RRT dan AS di perairan Laut Tiongkok Selatan dapat mendorong munculnya sebuah dilema keamanan bagi Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam yang memiliki klaim (claimant) teritorial atas perairan tersebut.

Jika provokasi antara kekuatan maritim besar terus bereskalasi, maka akan muncul dua konsekuensi logis bagi negara-negara Asia Tenggara. Pertama, semakin meningkatnya derajat ketidakpastian penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi. Kedua, gelar kekuatan (show of force) oleh AS dan Tiongkok akan mendorong negara-negara Asia Tenggara untuk semakin meningkatkan kehadiran gelar kekuatan maritim masing-masing guna mengantisipasi konflik terbuka di Laut Tiongkok selatan. Kondisi ketidakpastian akan solusi damai dan peningkatan gelar kekuatan maritim di kawasan Asia Tenggara tersebut dapat memicu kerawanan dalam konteks keamanan regional yang diibaratkan sebagai sebuah ladang ranjau yang sangat rentan untuk dipicu oleh insiden kecil di lapangan.

  Momentum Keketuaan di ASEAN 
Ilustrasi KRI TNI AL

Pada 2023 nanti, Indonesia akan kembali mendapatkan mandat untuk menjalankan posisi keketuaan dalam ASEAN setelah lebih dari satu dekade. Dalam periode keketuaan di ASEAN pada 2011, Indonesia telah berhasil mendorong kesepakatan antara ASEAN dan RRT mengenai dokumen the Guidelines for the Implementation of the DOC (Declaration of Conduct of the Parties in the South China Sea) dalam Pertemuan tingkat Menteri ASEAN di Bali. Dokumen mengenai panduan implementasi DOC tersebutlah yang kemudian menjadi pintu masuk penyusunan CoC (Code of Conduct) sebagai landasan operasional kawasan maritim yang damai di Laut Tiongkok Selatan.

Sayangnya, tidak banyak kemajuan yang dicapai dalam negosiasi CoC hingga Agustus 2022. Kemungkinan besar, target untuk menyelesaikan CoC pada akhir 2022 akan sulit tercapai. Artinya, Indonesia harus mempersiapkan skenario negosiasi CoC lanjutan dalam keketuaannya di ASEAN tahun depan. Hal ini akan menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar bagi Indonesia untuk sekali lagi menunjukkan kemampuan diplomasi Indonesia dan membangun kredibilitas peran sentral ASEAN bagi stabilitas kawasan di Asia Tenggara.

Tubagus Hasanuddin Anggota Komisi I DPR (mmu/mmu)
 

  💂
detik  

[Global] Malaysia Pilih UAS Anka dan ATR 72MP

✈ ATR-72MP (Leonardo)

Malaysia akan mengoperasikan pesawat patroli maritim (MPA) “ATR 72MP” dan sistem Unmanned Aerial System (UAS) “Anka”, setelah diumumkan oleh Menteri Pertahanan Hishammuddin Husseini. Dan juga memberitakan pemilihan kedua aset tersebut dalam Twitter.

Aset baharu @tudm_rasmi. Untuk perolehan dua (2) buah MPA, Kerajaan telah bersetuju dengan tawaran oleh syarikat Leonardo. Manakala bagi perolehan tiga (3) unit MALE-UAS, Kerajaan telah memutuskan untuk berkontrak dengan syarikat Turkish Aerospace Industries (TAI).

Bagi perolehan MPA & MALE-UAS untuk @tudm_rasmi, @MOFmalaysia telah muktamad kedua-dua tender terbuka antarabangsa,” cuitan Hishammuddin di Twitter.

Malaysia menyetujui pembelian tiga UAS Anka (TAI)

Dari laman DSA (Defense Security Asia), diiberitakan bahwa Malaysia akan memperolehi dua buah pesawat patroli maritim dan tiga sistem UAS-Medium Altitude Long Endurance (MALE) Anka.

Malaysia berencana akan menambah menjadi enam unit pesawat MPA ATR tersebut.

Dan tiga buah sistem UAS-MALE akan diperolehi pada Rancangan Malaysia Ke-12, manakala tiga unit akan dibeli pada Rancangan Malaysia Ke-13.

  Garuda Militer  

Minggu, 09 Oktober 2022

Modernisation Work Progresses on Indonesian Frigate KRI Usman Harun

KRI Usman Harun [Nevesbu]

Dutch maritime technology provider Nevesbu, in close cooperation with prime contractor PT LEN Industri, has conducted the platform systems integration engineering on the Indonesian Navy’s multi-role light frigate KRI Usman Harun.

The company informed that, to enable the conversion, demolition works to remove existing mission systems and constructions from the vessel are currently underway.

The firm will also provide yard support during the conversion.

As the platform systems integrator, Nevesbu is responsible for all necessary engineering to integrate the the mission systems into the frigate while ensuring the system and all subsystems on board function as intended.

This includes defining the demolition works and designing modifications to the vessel’s structure, platform utility systems, foundations, cable routings and room arrangements in accordance with the specified requirements.

Prior to the design work, Nevesbu maps out the current situation by performing inspections on board the vessel. The firm detais the existing situation on board KRI Usman Harun using 3D laser scanning.

Collecting data through 3D laser scanning gives precision insight into how the vessel is arranged and the exact location of all systems, cables and pipes. This information is key to fitting all the new equipment into the existing environment properly, according to Nevesbu.

Foundations often need adapting and new mission systems also require changes in auxiliary systems, cables, pipes, etc. Cabling must not be susceptible to interference and should be spaced adequately to avoid interference. Simultaneously, the operational layout must be as efficient as possible and the energy balance and stability of the vessel must be monitored,” Nevesbu noted.

The company also noted that naval vessels must satisfy strict requirements regarding rigidity during the firing of ammunition, shock resistance in the event of explosions and the overall strength of the structures.

Because of that, when developing the design, the firm continuously pursue an ideal balance between strict requirements and optimal efficiency for the crew in terms of operability and maintainability.

  ⚓️
Naval Today  

Sabtu, 08 Oktober 2022

[Global] Bom Mobil Meledak di Jembatan Crimea

 Bakar 7 Kapal Tanker Minyak 
https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/10/08/41/907103/bom-mobil-meledak-di-jembatan-crimea-bakar-7-kapal-tanker-minyak-lfu.jpgBom mobil meledak dahsyat di Jembatan Crimea, menyebabkan 7 kapal tanker minyak terbakar, Sabtu (8/10/2022). [Foto/REUTERS]

S
ebuah bom mobil meledak dahsyat di jalan utama Jembatan Kerch yang menghubungan Crimea dan Rusia , Sabtu (8/10/2022). Ledakan itu memicu kebakaran yang menyambar tujuh kapal tanker minyak.

Komite Nasional Anti-Terorisme Rusia telah mengonfirmasi ledakan akibat bom mobil tersebut.

Jembatan Kerch yang juga dikenal sebagai Jembatan Crimea merupakan jembatan terpanjang di Eropa.

Infrastruktur penting yang dibangun Rusia ini berkali-kali diancam akan diserang oleh militer Ukraina.

"Hari ini pukul 06.07 di sisi lalu lintas jalan Jembatan Crimea...sebuah bom mobil meledak, membakar tujuh kapal tanker minyak yang diangkut dengan kereta api ke Crimea," kata Komite Nasional Anti-Terorisme Rusia seperti dikutip AFP.

Jembatan, yang dibangun atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin dan diresmikan pada tahun 2018, adalah penghubung transportasi utama untuk membawa peralatan militer ke tentara Rusia yang berperang di Ukraina, terutama di wilayah selatan, serta mengangkut pasukan ke sana.

Militer Ukraina belum berkomentar terkait ledakan di Jembatan Kerch. (min)


  Tiga Orang Tewas 
https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/10/08/41/907361/tiga-orang-tewas-dalam-ledakan-di-jembatan-crimea-cxc.jpgLedakan di jembatan Crimea merenggut nyawa tiga orang. [Foto/NBC]

Ledakan di jembatan Crimea, yang menghubungkan wilayah semenanjung itu dengan Wilayah Krasnodar Rusia, merenggut nyawa tiga orang. Hal itu diungkapkan Komite Investigasi Rusia dalam sebuah pernyataan, mengutip data awal.

"Ini (korban), mungkin, mereka yang mengendarai mobil yang berada di sebelah truk yang meledak," kata komite itu seperti dilansir dari Russia Today, Sabtu (8/10/2022).

Komite itu juga mengungkapkan bahwa mayat dua korban, seorang pria dan seorang wanita, telah ditemukan dari air dan identitas mereka sedang dicari.

Menurut para penyelidik, ledakan di bagian jembatan yang digunakan oleh mobil menyebabkan kebakaran tujuh tangki bahan bakar kereta api yang menuju Crimea.

Menurut Komite Investigasi truk itu dimiliki oleh seorang penduduk Wilayah Krasnodar Rusia. Penggeledahan di kediaman pemilik sekarang sedang berlangsung.

"Rute mobil dan dokumentasi terkait sedang dipelajari," bunyi pernyataan itu.

Sebelumnya pada hari Sabtu, All-Russian Union of Insurers memperkirakan kerusakan yang terjadi pada jembatan tersebut mencapai USD 3,2-8 juta.

Sejak peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari, berbagai pejabat Kiev telah berjanji untuk menyerang jembatan Crimea, yang merupakan satu-satunya yang menghubungkan daratan Rusia dengan Crimea. Kiev memandang semenanjung itu sebagai wilayahnya sendiri yang secara ilegal "dicaplok" oleh Rusia.

Ukraina telah mengklaim tidak bertanggung jawab atas ledakan itu, tetapi seorang pembantu Presiden Vladimir Zelensky, Mikhail Podoliak, memperingatkan di Twitter bahwa apa yang terjadi pada hari Sabtu adalah "baru permulaan." (ian)

  ★ sindonews  

PTDI Serahkan Pesawat CN235-220 MPA ke Malaysia

Merupakan pesawat kedua https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2022/10/CN235-220-MPA-TUDM-e1665136053373-536x402.jpgCN235 MPA TUDM [PTDI] 🛩
PT
Dirgantara Indonesia (PTDI melakukan delivery atau penyerahan satu unit pesawat terbang CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dari Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI Bandung.

Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban beserta Kepala Divisi PTDI, Jumat, meninjau persiapan dan melepas ferry flight pesawat terbang CN235-220 MPA TUDM yang diterbangkan oleh Mayor TUDM Shara sebagai Pilot In Command.

Pesawat CN235-220 MPA TUDM dengan tail number M44-05 lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada pukul 10.40 WIB menuju Kuching Airport, Serawak, Malaysia.

"Pesawat kami yang telah dikonversi oleh PTDI sangat memuaskan dan akan sangat membantu kami dalam Patroli Maritim. Semoga kerjasama PTDI dan TUDM dapat berlanjut dikemudian hari.” Kata Mayor TUDM, Shara.

Pesawat CN235-220 TUDM ini telah berhasil dikonversi dari Military Transport menjadi CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) oleh PTDI di bawah program Maritime Security Initiative (MSI).

Sebelumnya PTDI juga telah mengirimkan satu dari tiga unit pesawat CN235-220 MPA TUDM yang telah dikonversi pada 17 Juni 2022, untuk satu unit sisanya ditargetkan penyelesaiannya dapat dilaksanakan pada akhir tahun 2022.

"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dan Kementerian Pertahanan Malaysia atas kepercayaannya terhadap PTDI," kata Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban.

"Saya berharap dengan diserahkannya pesawat kedua yang telah dikonversi ini dapat memenuhi kebutuhan operasi TUDM untuk saat ini dan di masa yang akan datang serta kerjasama ini dapat bermanfaat bagi semua pihak," lanjut Batara.

PTDI bekerja sama dengan Integrated Surveillance and Defense, Inc (ISD) yang berkantor pusat di Wilsonville, Oregon, Amerika Serikat dalam menyediakan dan integrasi Mission Management Systems (MMS) untuk tiga unit pesawat CN235-220 milik TUDM, Malaysia.

Perangkat Mission Management Systems yang akan dipasangkan pada CN235-220 milik TUDM, Malaysia diantaranya FLIR (Forward Looking Infra Red) yaitu kamera yang dilengkapi dengan Infrared untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Belly Radome di mana dipasangkan Radar Dome di bagian bawah atau di bagian perut untuk menyimpan 360 derajat search radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal, sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.

  antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...