Foto bersama pesawat C-212 noreg A-2108 (Depohar 30)
Komandan Depo Pemeliharaan 30 Kolonel Tek Dr. Tumpal Silitonga, S.Sos., M.M., CQaR. menyerahkan pesawat Casa C-212-200 Noreg A-2108 yang selesai pemeliharaan PI. 1800/III di Satuan Pemeliharaan 32. Pesawat diterima oleh Komandan Skadron Udara 4 Mayor Pnb Deharday Nugraha G., S.Kom. Malang, 28 November 2022.
Depo Pemeliharaan 30 atau Depohar 30 adalah satuan yang berada dibawah kendali Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara yang bermarkas di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur. Depohar 30 memiliki tugas pokok Melaksanakan pemeliharaan tingkat berat pesawat terbang bersayap tetap (Fixed Wing) dan engine, motor turbine, pemeliharaan komponen dan alat uji, kalibrasi alat ukur presisi, X-Ray, serta produksi materiil.
Depohar 30 membawahi tiga satuan pemeliharaan (Sathar) yaitu: Sathar 31, Sathar 32 dan Sathar 33. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemeliharaan berbagai jenis pesawat TNI AU diantara nya pemeliharaan Major Servicing (servis berat) pesawat Hawk 109/209 dan pesawat Cassa C-212, pemeliharaan engine T-56 series, engine TPE 331 dan Adour MK 871 (modul 5,7 dan 9) serta pembuatan komponen untuk berbagai macam tipe pesawat TNI AU.
✈ 🚀 💣
✈ Iran dikabarkan akan menerima puluhan pesawat SU 35 dari Rusia (Reuters)
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan posisi Iran sekarang adalah menjadi beking atau pendukung militer utama Rusia.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan hubungan Moskow dan Teheran telah menghangat menjadi kemitraan pertahanan yang matang.
Menurutnya, Moskow memberikan tingkat dukungan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Teheran.
AS, kata Kirby, telah melihat laporan bahwa kedua negara sedang mempertimbangkan produksi bersama drone mematikan.
Kerja sama antara Rusia dan Iran telah disorot baru-baru ini, di mana Ukraina menuduh Moskow menggunakan drone Teheran dalam invasinya.
Iran awalnya membantah mengirim drone apa pun ke Rusia, tetapi kemudian mengakui telah memasok senjata itu sebelum invasi ke Ukraina dimulai.
Kirby mengatakan bahwa kemitraan antara Iran dan Rusia untuk memproduksi drone akan berbahaya bagi Ukraina, tetangga Iran, dan masyarakat internasional.
"Rusia sedang berusaha untuk berkolaborasi dengan Iran di bidang-bidang seperti pengembangan senjata, pelatihan," katanya.
AS khawatir bahwa Rusia bermaksud untuk memberi Iran komponen militer canggih termasuk helikopter dan sistem pertahanan udara.
"Iran telah menjadi pendukung militer utama Rusia," kata Kirby, seperti dikutip BBC, Sabtu (10/12/2022).
“Rusia telah menggunakan pesawat tak berawak Iran untuk menyerang infrastruktur energi, merampas listrik, panas, layanan kritis jutaan orang Ukraina. Orang-orang di Ukraina saat ini benar-benar sekarat akibat tindakan Iran.”
Sependapat dengan Kirby, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengatakan bahwa Iran telah menjadi salah satu pendukung militer utama Rusia dan bahwa hubungan antara mereka mengancam keamanan global.
"Kesepakatan kotor antara kedua negara telah membuat Iran mengirim ratusan drone ke Rusia," katanya.
"Sebagai imbalannya, Rusia menawarkan dukungan militer dan teknis kepada rezim Iran, yang akan meningkatkan risiko terhadap mitra kami di Timur Tengah dan keamanan internasional," imbuh dia.
Dia mengatakan Inggris setuju dengan AS bahwa dukungan Iran untuk militer Rusia akan tumbuh dalam beberapa bulan mendatang karena Moskow mencoba untuk mendapatkan lebih banyak senjata, termasuk ratusan rudal balistik.
Ukraina menuduh Iran memasok Rusia dengan drone kamikaze yang digunakan dalam serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya delapan orang pada 17 Oktober.
Iran awalnya membantah hal ini, tetapi kemudian mengakui mengirimkan drone dalam jumlah terbatas ke Rusia, berbulan-bulan sebelum perang pecah di Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Iran berbohong dan bahwa Ukraina menembak jatuh sekitar 10 drone Iran setiap hari. (min)
Jajaki Produksi Bersama Drone
Ilustrasi drone Iran, GAZA (IWN Twitter)
Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatirannya atas "kemitraan pertahanan skala penuh" Rusia dan Iran, menggambarkan kemitraan itu "berbahaya" bagi Ukraina, tetangga Iran, dan dunia.
Iran dituduh oleh kekuatan Barat memasok drone ke Rusia untuk perangnya melawan Ukraina, karena Moskow menghancurkan infrastruktur energi negara itu untuk mencari keuntungan dalam konflik berdarah tersebut.
Washington sebelumnya mengutuk kerja sama keamanan Iran-Rusia, tetapi pada hari Jumat menggambarkan hubungan luas yang melibatkan peralatan seperti helikopter dan jet tempur serta drone, dengan item terakhir menghasilkan sanksi baru AS.
"Rusia berusaha untuk berkolaborasi dengan Iran di bidang-bidang seperti pengembangan senjata, pelatihan," kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby seperti dikutip dari France 24, Minggu (11/12/2022).
Moskow, kata Kirby, menawarkan Iran tingkat dukungan militer dan teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya - yang mengubah hubungan mereka menjadi kemitraan pertahanan yang matang.
“Kami juga telah melihat laporan bahwa Moskow dan Teheran sedang mempertimbangkan pembentukan jalur produksi bersama untuk drone mematikan di Rusia. Kami mendesak Iran untuk berbalik arah (dan) tidak mengambil langkah-langkah ini,” serunya.
Kirby mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan sanksi kepada tiga entitas yang berbasis di Rusia yang aktif dalam “akuisisi dan penggunaan drone Iran.”
Sanksi tersebut menargetkan Angkatan Udara Rusia, Pusat Penerbangan Tak Berawak Negara ke-924, dan Komando Penerbangan Transportasi Militer.
Kirby mengatakan Amerika Serikat juga khawatir bahwa Rusia bermaksud untuk menyediakan Iran dengan komponen militer canggih, termasuk helikopter dan sistem pertahanan udara.
Pilot Iran dilaporkan telah belajar untuk menerbangkan pesawat tempur canggih Sukhoi Su-35 di Rusia, dan Teheran dapat menerima pesawat tersebut dalam tahun depan, yang akan "secara signifikan memperkuat angkatan udara Iran relatif terhadap tetangga regionalnya," kata Kirby.
"Amerika Serikat juga percaya bahwa Iran sedang mempertimbangkan penjualan ratusan rudal balistik ke Rusia," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kirby juga mengumumkan paket bantuan baru senilai $ 275 juta untuk membantu meningkatkan pertahanan udara Ukraina, khususnya terhadap drone Rusia.
Dia mengatakan bantuan itu "akan segera diberikan kepada Ukraina dengan kemampuan baru untuk meningkatkan pertahanan udaranya dan melawan ancaman yang dihadapi Ukraina dari drone."
Pentagon merilis perincian tentang paket itu, mengatakan itu termasuk peralatan anti-drone, serta amunisi untuk sistem roket presisi Himars, 80.000 peluru artileri 155mm, sekitar 150 generator, dan peralatan lainnya.
Amerika Serikat sebelumnya mengatakan bahwa generator diberikan ke Kiev untuk membantu Ukraina dengan kebutuhan listriknya di tengah serangan Rusia yang berulang kali terhadap infrastruktur energi.
Paket terbaru - yang terdiri dari peralatan yang diambil dari stok AS yang ada - membawa bantuan militer Washington ke Ukraina sejak invasi Rusia 24 Februari menjadi lebih dari USD 19,3 miliar.
Bulan lalu, Teheran mengakui telah mengirim drone ke Rusia, tetapi bersikeras bahwa mereka dipasok sebelum invasi ke Ukraina.
Perkembang terbaru menyebutkan Rusia ingin mengamankan pasokan rudal balistik dari Iran dalam jumlah yang cukup besar. Sebagai imbalannya, Rusia menawarkan dukungan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya. (ian)
Cerita Pasukan Tengkorak Kostrad TNI
Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak bersama Mayjen TNI Bobby ☆
Komandan Satgas Organik Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Letnan Kolonel Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila dengan pasukannya menyambut langsung kedatangan Mayjen TNI Bobby di Bilorai.
Satu persatu pos-pos Pasukan Tengkorak yang ada di Intan Jaya disambangi Mayjen TNI Bobby. Di pos-pos tersebut, ia tak cuma bercengkrama dengan para prajurit TNI tapi juga meninjau langsung sejumlah fasilitas umum yang telah dibangun Pasukan Tengkorak selama beberapa bulan di Intan Jaya.
Memang, tak begitu lama perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu berada di Intan Jaya. Meski begitu, dengan nyali besar beliau menyempatkan diri untuk jalan kaki berpatroli bersama Pasukan Tengkorak.
Tak ada gangguan keamanan apapun yang terjadi selama Mayjen TNI Bobby bersama Pasukan Tengkorak hingga ia kembali terbang. Padahal, beberapa hari sebelumnya Intan Jaya cukup meriah dengan letusan senjata api yang dilepaskan KST OPM pimpinan Undius Kogoya dari hutan dan gunung.
Namun, di balik kedatangan Pangdivif I Kostrad ke Intan Jaya itu. Ada cerita menarik yang diungkapkan Raja Aibon Kogila dalam siaran resmi yang diterima VIVA Militer.
Jadi menurut Raja Aibon Kogila, beberapa jam sebelum kedatangan Mayjen TNI Bobby, tepatnya Selasa malam. Kondisi alam di Intan Jaya sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad di Intanjaya.
Malam itu rembulan bersinar dengan indahnya menerangi Intan Jaya di tengah gulitanya belantara Papua.
"Tuhan nampaknya memerintahkan alam Papua menyambut kedatangan sang Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun. Kabut dan hujan, yang biasanya tak pernah absen setiap hari, kali ini tak menampakkan diri," tulis lulusan Akmil 2004, ARUPADATU itu.
Walau alam sepertinya menyambut dengan bahagia kedatangan sang jenderal. Bukan berarti Raja Aibon Kogila dan Pasukan Tengkorak Kostrad terlarut dalam suasana indah itu.
Tak ada kata terlena. Sebab, Raja Aibon Kogila sangat menyadari betul, bahwa di segala sisi Intan Jaya belum tentu bisa bersahabat. KST OPM selalu mengincar kelengahan Pasukan Tengkorak. Mereka mengintip dari segala tempat untuk melancarkan serangan gangguan keamanan.
"Saat masyarakat Intan Jaya terlelap dalam keheningan malam, sebagian prajurit Kostrad dari Karawang, dengan senjata siap tembak, bergerak meninggalkan pos-pos mereka. Kapten Inf Suryo, Panglima Perang Tengkorak menyebar pasukannya di banyak lokasi Distrik Sugapa untuk menjaga ketenangan Intan Jaya, sekaligus menyambut kedatangan sang Bapak (Mayjen TNI Bobby-red)," tulis Raja Aibon Kogila.
Perlu diketahui, kehadiran Satgas Organik Yonif Para Raider 305/Tengkorak di Intan Jaya, telah membuat banyak perubahan yang berarti di wilayah itu.
Gangguan keamanan yang tadinya intens berlangsung hingga membuat kehidupan masyarakat mati suri, kini secara perlahan berhasil diredam. Malahan sejumlah tokoh penting KST OPM mulai merapatkan barisan mendukung perjuangan Pasukan Tengkorak untuk membangun kehidupan Intan Jaya.
Saat ini hanya tersisa satu kelompok KST yang masih membandel, yaitu KST pimpinan Undius Kogoya. Sejauh ini Undius sendiri mengaku sudah tak berdaya dengan kehadiran Pasukan Tengkorak.
Begitu juga dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, perlahan mulai bisa dinormalkan lagi melalui berbagai program teritorial yang dijalankan para Ksatria Tengkorak.
⚓️ Tetapi Harus Ditinjau Ulang
Proyek Kapal Perang LCS Dilanjutkan, Tetapi Harus Ditinjau Ulang. (FOTO/Bernama)
Proyek kapal perang Malaysia akan dilanjutkan, tetapi harus ditinjau ulang. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Hasan, Sabtu (10/12).
Hasan mengatakan, dia perlu diberi pengarahan segera untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang proyek Littoral Combat Ship (LCS) bernilai miliaran ringgit yang sempat tertunda.
“Saya akan mendapatkan pengarahan dari pihak-pihak terkait sehingga saya memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang latar belakang dan isu yang terlibat,” kata Hasan, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Kami akan pastikan kapal itu dibangun, tidak ada gunanya bicara sejarah. Itu penting karena (proyek LCS) merupakan aset strategis Angkatan Bersenjata Malaysia," lanjutnya.
Mohamad Hasan menambahkan, dia akan bekerja sama dengan pimpinan kementerian untuk memastikan fregat dibangun dan dikirimkan. "Saya akan meminta pemerintah untuk mempelajarinya dengan baik dan kami akan memastikan kapal ini dibangun dan diselesaikan dengan sebaik mungkin," tambah Hasan.
Pada bulan Agustus tahun ini, Komite Akun Publik (PAC) parlemen Malaysia mengajukan laporan tentang pengadaan kapal kombatan pesisir, dua tahun setelah memulai penyelidikan atas kontrak RM 9,13 miliar (USD 2,05 miliar).
Panitia mengatakan, proyek untuk membangun enam kapal diberikan oleh Kementerian Pertahanan kepada Galangan Kapal Angkatan Laut Boustead melalui negosiasi langsung, dan pemerintah telah membayar RM 6,08 miliar atau 66,65 persen dari biaya sejauh ini.
“Namun, satu kapal LCS pun belum diserahkan. Menurut timeline kami, lima kapal LCS seharusnya sudah selesai dan diserahkan kepada kami pada Agustus 2022,” kata Ketua PAC dan MP Ipoh Timor Wong Kah Woh.
Masalah ini pertama kali menarik perhatian publik pada Agustus 2020 saat penyampaian laporan auditor jenderal tahun 2019 di parlemen. Secara keseluruhan, PAC mengadakan sembilan putaran persidangan dari November 2020 hingga Maret 2022.
Di antara mereka yang dipanggil ke persidangan adalah mantan Menteri Pertahanan Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Pertahanan saat itu Hishammuddin Hussein yang juga menjabat dari Mei 2013 hingga Mei 2018, mantan kepala angkatan laut Laksamana Abdul Aziz Jaafar dan pejabat dari anak perusahaan Boustead.
Mantan perdana menteri Najib Razak, yang merupakan pendahulu Ahmad Zahid di portofolio pertahanan, juga dikaitkan dengan skandal tersebut. (esn)
⚓️ LPD Terbesar di Asia Tenggara
Kapal Landing Platform Dock (LPD) Tipe 071E buatan Cina yang dipesan oleh Angkatan Laut Kerajaan Thailand telah memenuhi atau melampaui persyaratan yang ditetapkan dalam kontrak, yang disambut hangat oleh pejabat Thailand. [weibo]
Galangan Hudong Zhonghua diwartakan telah menuntaskan tahapan uji coba laut (sea trial) kapal serbu amfibi – Landing Platform Dock (LPD) Type 071E (varian ekspor) pesanan Angkatan Laut Kerajaan Thailand, yang ‘dinobatkan’ sebagai LPD terbesar yang dioperasikan angkatan laut di kawasan Asia Tenggara.
Dikutip dari Navalnews.com (8/12/2022), hasil sea trial LPD Type 071E pesanan AL Thailand memperlihatkan semua parameter dan kinerja kapal telah memenuhi atau melampaui persyaratan yang ditetapkan dalam kontrak, dan hal tersebut telah diverifikasi kepada pejabat Thailand.
Kesepakatan akuisisi satu unit LPD Type 071E oleh Thailand telah dilakukan di Beijing pada 9 September 2019 dengan nilai mencapai US$ 200,7 juta (Bangkok Post).
LPD Type 071E pesanan AL Thailand diberi nama HTMS Chang (III) yang berarti ‘gajah’ tetapi juga merupakan nama sebuah pulau di Thailand tempat pertempuran besar Angkatan Laut Kerajaan Thailand pernah terjadi, yaitu Pertempuran Ko Chang pada 17 Januari 1941. Sementara label penanda “III” menyiratkan bahwa ini adalah kapal perang Thailand ketiga yang menyandang nama “Chang.”
Angkatan Laut Cina kini mengoperasikan delapan unit LPD Type 071 yang ditugaskan di armadanya. Thailand adalah pelanggan ekspor pertama dari Type 071E.
HTMS Chang III didaulat sebagai LPD terbesar di Asia Tenggara, pasalnya dari segi tonase, inilah LPD terbesar di kawasan dengan bobot mencapai 25.000 ton. Sebagai perbandingan, LPD TNI AL Makassar Class, bobot penuhnya ‘hanya’ 11.394 ton.
Bagi Cina, selain ini menjadi ekspor perdana LPD, juga menjadi ekspor kapal perang dengan tonase terbesar yang pernah dilakukan Negeri Tirai Bambu. Selain menawarkan ke Thailand, Cina diketahui juga sempat menawarkan LPD Type 071E kepada Malaysia.
LPD Type 071 punya panjang 210 meter dan lebar 28 meter. LPD ini dilengkapi dengan dek kendaraan, dek pendaratan, dan hanggar. Type 071 dapat membawa kombinasi angkut marinir, kendaraan, kapal pendarat (LCU dan hovercraft) serta helikopter. Untuk menggeser pasukan, Type 071 dapat membawa kekuatan satu batalyon infanteri, setara 800 pasukan.
Karena juga mengemban peran sebagai kapal markas, LPD ini dibekali satu unit kanon AK-176 76 mm pada haluan dan empat unit kanon CIWS (Close In Weapon System) AK-630 kaliber 30 mm. Untuk perlindungam, Type 071 dilengkapi 4×18-tube Type 726-4 decoy/chaff launcher.
Dapur pacu LPD Type 071 mengusung gabungan diesel dan diesel terpadu (CODAD) yang propulsinya dikendalikan secara otomatis. Sistem propulsinya terdiri dari empat mesin diesel Shaanxi 16 PC2.6 V400. Setiap mesin dapat menghasilkan tenaga 35.197 kW, sementara untuk kecepatan maksimum 25 knots. Maksimum endurance berlayar Type 071 adalah 60 hari. Dengan kecepatan jelajah 18 knots, Type 071 dapat menjelajah sejauh 19.000 km. (Gila Perdana)