Selasa, 29 Agustus 2023

Intip Kecanggihan Helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk yang Akan Dibeli Indonesia

 ❂S70M BLack Hawk (Kemhan)

Indonesia berencana akan membeli 24 unit helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk dari Amerika Serikat (AS) untuk TNI.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan telah menandatangani surat perjanjian pendahuluan di fasilitas Lockheed Martin, Washington pada Rabu (23/8/2023).

Penandatanganan itu dilakukan dengan Vice President of Global Business Development Sikorsky Lockheed Martin, Jeff White.

Ini menjadi rencana pembelian alutsista selanjutnya setelah jet tempur F-15EX.

  Spesifikasi S-70M 
Spesifikasi Black Hawk yang dirilis Kemhan (Kemhan)
Black Hawk merupakan versi upgrade dari S-70i dan telah menerima sertifikasi dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada Februari 2019.

Dikutip dari Lockheed Martin, helikopter Sikorsky S-70 dikonfigurasikan untuk berbagai misi, termasuk patroli, pencarian, pengangkutan kargo, dan transportasi VIP.

Bahkan, Black Hawk memiliki kemampuan untuk beroperasi di tempat yang tidak memungkinkan bagi pesawat.

Helikopter ini dapat menampung berat hampir 10.000 kilogram saat lepas landas, dengan membawa dua awak dan 13 tentara.

Black Hawk mampu melaju hingga kecepatan 302 Km per jam, kecepatan jelajah maksimum 268 Km per jam, dan jangkauan maksimum 496 Km.

Tak hanya itu, helikopter ini juga memiliki sistem persenjataan canggih.

Termasuk di antaranya adalah rokter 70mm, senapan mesin GAU-19 12,7 mm, senapan mesin M-134 7,62 mm, sistem manajemen senjara, dan tampilan pada helm.

Struktur badan Black Hawk juga dapat menahan tembakan senjata kecil dan proyektil dengan daya ledak tinggi.

Akses masuk atau keluarnya awak dan pasukan masing-masing disediakan oleh dua pintu kokpit yang dapat dibuang, serta dua pintu kargo geser.

Untuk kokpit, helikopter ini dilengkapi dengan rangkaian avionik canggih yang memiliki empat perangkat berukuran 10 inci.

Selain itu, terdapat juga layar multifungsi berwarna (MFD), sistem kontrol penerbangan otomatis digital ganda, dan sistem manajemen penerbangan (FMS).

Sistem navigasi dan komunikasinya mencakup sistem GPS/INS tertanam ganda dengan peta digital, dua radio UHF/VHF AM/FM, pencari arah otomatis, VOR/ILS, dan sistem komunikasi digital (ICS) awak tiga stasiun.

Sistem bahan bakar S-70 terdiri dari dua tangki bahan bakar yang antitabrakan dan dapat tersegel dengan sendiri.

  Berikut video ulasan Kompas :  


  Kompas  

[Video] KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat - 992

 Diposkan TNI AL 

KRI
dr. Radjiman Wedyodiningrat – 992 merupakan kapal bantu rumah sakit dibuat untuk membantu masyarakat di sekitar pulau pulau kecil ataupun membantu masyarakat pada saat terjadi bencana, dan kapal ini buatan dalam negeri diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut LaksamanaTNI Muhammad Ali pada tanggal 20 Januari 2023, kapal ini buatan PT PAL di Surabaya yang tergolong sudah modern peralatannya setara dengan rumah sakit type C yang ada di darat.

 Berikut video dari Youtube : 


  ★ Youtube  

Senin, 28 Agustus 2023

Singapore, Indonesia Conclude 35th Edition of Bilateral Military Exercise

Exercise Safkar Indopurahttps://pbs.twimg.com/media/F4ndWpdaUAAYY2y?format=jpg&name=largeExercise Safkar Indopura. (MINDEF/FACEBOOK)

About 450 personnel from the Singapore Armed Forces and the Indonesian Army (TNI-AD) took part in the 35th edition of the annual Exercise Safkar Indopura.

The successful flagship bilateral exercise was held in Singapore from Aug 20 to 28, with the closing ceremony on Monday co-officiated by SAF’s Chief of Army, Major-General David Neo, and TNI-AD’s Chief of Staff, General Dudung Abdurachman.

This year’s exercise saw SAF represented by soldiers from the Headquarters 3rd Singapore Infantry Brigade and the 2nd Battalion, Singapore Infantry Regiment, while Indonesia’s 1st Mechanised Infantry Brigade, 202nd Mechanised Infantry Battalion, the 8th Calvary Battalion and the 9th Engineer Battalion also took part.

This year’s exercise provided the opportunity for the two armies to strengthen mutual understanding and deepen interpersonal bonds through professional exchanges, the Ministry of Defence said on Monday.

https://pbs.twimg.com/media/F4ndbHkasAAG61S?format=jpg&name=mediumFor the first time, the exercise featured a combined arms brigade command post exercise and culminated in a joint battalion-level motorised mounted assault on an urban objective at the Murai Urban Training Facility in Lim Chu Kang.

The assault involved the use of Leopard 2SG main battle tanks, Leopard 2 armoured engineering vehicles, drones, Apache AH-64D attack helicopters, and the H225M medium-lift helicopters.

Highlighting the importance of the exercise at the closing ceremony, MG Neo said: “Since its humble beginnings in 1989, Safkar Indopura has grown from strength to strength over 35 years, evolving from a map planning exercise in its inaugural series, to a battalion field training exercise in 1996, to involving main battle tanks and infantry fighting vehicles in 2017.

Safkar Indopura has expanded in scope and complexity over the years, sharpening the professional learning and deepening interactions at many levels.

https://pbs.twimg.com/media/F4ndlQIaEAAHU8l?format=jpg&name=mediumMindef said Exercise Safkar Indopura underscores the close and longstanding defence relations between Singapore and Indonesia.

Both countries engage in a wide range of bilateral activities, including exercises, visits, professional exchanges, and the cross-attendance of courses, which have enhanced the cooperation and helped foster strong people-to-people ties between the two armed forces.

Last week, more than 300 servicemen from the Singapore and Indonesian navies took part in the 27th edition of Exercise Eagle Indopura in Batam and its surrounding waters.

Held since 1974, the exercise is the SAF’s longest-running bilateral exercise with a foreign military.

 ♖
The Straits Times  

China Sebut AS Catut Prabowo soal Pernyataan Pedas Laut China Selatan

https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2023/08/28/40/1186735/china-sebut-as-catut-prabowo-soal-pernyataan-pedas-laut-china-selatan-doq.webpPemerintah China menilai AS telah mencatut nama Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto soal pernyataan bersama yang memprotes klaim Beijing atas Laut China Selatan. (Foto/Kementerian Pertahanan Indonesia)

P
emerintah China menilai Amerika Serikat (AS) telah mencatut nama Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto soal pernyataan bersama yang memprotes klaim Beijing atas Laut China Selatan.

Kedutaan Besar China di Jakarta menjawab pertanyaan media mengenai konten terkait Laut China Selatan dalam Pernyataan Pers Bersama Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Kementerian Pertahanan Indonesia, yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada 24 Agustus.

"Menurut situs resmi Departemen Pertahanan AS, pernyataan pers bersama dikeluarkan setelah Menteri Pertahanan AS (Lloyd Austin) dan Menteri Pertahanan Indonesia (Prabowo Subianto) bertemu di AS pada tanggal 24 Agustus," kata Kedutaan China melalui juru bicaranya.

Kedutaan tersebut ditanya; "Mereka memiliki pandangan yang sama bahwa klaim maritim Republik Rakyat China (RRC) yang luas di Laut China Selatan tidak sejalan dengan hukum internasional sebagaimana tercermin dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Apa komentar Kedutaan Besar China?"

"Kami mencatat pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS. Namun, kami diberitahu oleh pihak Indonesia bahwa apa yang digambarkan oleh pihak AS tidaklah benar. Faktanya, tidak ada konten seperti itu yang dapat ditemukan dalam siaran pers pihak Indonesia pada pertemuan yang sama," kata Kedutaan China.

Menurut kedutaan tersebut, China, Indonesia dan negara-negara regional lainnya memiliki aspirasi dan kepentingan yang sama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan dan bekerja sama untuk pembangunan.

"Negara-negara di luar kawasan ini harus menghormatinya. Kami menentang upaya negara tertentu untuk menabur perselisihan dan menimbulkan masalah dengan mengabaikan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini," imbuh Kedutaan China, dikutip dari laman resminya, Senin (28/8/2023).

 Pernyataan Bersama Prabowo dan Bos Pentagon Versi AS 

Menurut rilis di laman Departemen Pertahanan AS, berikut Pernyataan Pers Bersama Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Kementerian Pertahanan Indonesia:

Hari ini, Menteri Austin dan Menteri Prabowo menegaskan kembali kekuatan pilar pertahanan Kemitraan Strategis kita yang abadi. Bersama-sama, mereka memutuskan untuk melestarikan hukum dan norma internasional, meningkatkan kemampuan keamanan dan pertahanan bersama, dan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip demokrasi bersama.

Mereka mempunyai tekad yang sama untuk lebih memperkuat hubungan kita, memastikan bahwa hubungan tersebut kuat dan mampu meraih peluang masa depan dan mengatasi tantangan yang muncul dalam iklim geopolitik yang semakin kompleks.

 Visi Bersama

Menteri Prabowo dan Menteri Austin sepakat bahwa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan Strategi Indo-Pasifik Amerika Serikat memiliki prinsip-prinsip dasar yang sama, seperti komitmen untuk menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan melalui Sentralitas ASEAN, dan bahwa kita harus bekerja sama dengan mitra yang memiliki tujuan yang sama dan berkomitmen terhadap tatanan yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan.

Mereka berpandangan sama bahwa klaim maritim Republik Rakyat China (RRC) yang ekspansif di Laut China Selatan tidak sejalan dengan hukum internasional sebagaimana tercermin dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Menteri Austin dan Menteri Prabowo bersama-sama mengutuk pelanggaran kedaulatan nasional, sebagaimana tercermin dalam Resolusi Majelis Umum PBB ES-11/1 tanggal 2 Maret 2022, yang diadopsi dengan suara terbanyak, yang sangat menyesalkan agresi Federasi Rusia terhadap Ukraina dan menuntut penarikan penuh dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina.

 Kemitraan yang Lebih Kuat

Ketika Amerika Serikat dan Indonesia memasuki peringatan 75 tahun penggalangan hubungan diplomatik, Menteri Prabowo dan Menteri Austin menegaskan kembali bahwa kemitraan pertahanan kita lebih kuat dari sebelumnya.

Mereka menyoroti bahwa Amerika Serikat dan Indonesia mengadakan lebih dari 220 pertemuan pertahanan setiap tahunnya, mulai dari pertukaran pakar hingga latihan multilateral dengan ribuan tentara, semuanya menunjukkan luasnya interoperabilitas kita.

Mereka membahas bagaimana, dalam beberapa tahun terakhir, kami telah memperluas Latihan GARUDA SHIELD dari latihan bilateral antar tentara menjadi latihan gabungan multinasional dengan perwakilan lebih dari sembilan belas negara, dan mereka berkomitmen untuk mencari peluang lebih lanjut untuk perluasan.

Bersama-sama, Menteri Austin dan Menteri Prabowo menegaskan kembali pentingnya modernisasi militer Indonesia dan membahas niat bersama kedua negara untuk memperdalam interoperabilitas melalui kemampuan pertahanan seperti peningkatan pesawat tempur, pesawat tempur multi-peran baru, dan tambahan pesawat angkut sayap tetap dan putar.

 Nilai yang Dibagi

Menteri Austin dan Menteri Prabowo juga membahas komitmen Amerika Serikat dan Indonesia, sebagai dua negara demokrasi terbesar di dunia, terhadap supremasi hukum dan profesionalisasi angkatan bersenjata kita.

Mereka menyoroti, untuk pertama kalinya pada tahun ini, ada taruna Indonesia di akademi dinas TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut.

Menteri Prabowo menyampaikan apresiasinya atas pendidikan lebih dari 7.000 personel militer dan warga sipil Indonesia di Amerika Serikat, serta dana pelatihan dan pendidikan yang telah diberikan kepada pelajar Indonesia oleh Amerika Serikat, yang berjumlah lebih dari $130 juta sejak tahun 1970.

Ke depan, sebagai bagian dari upaya profesionalisasi kami, Menteri Prabowo dan Menteri Austin berjanji untuk bekerja sama untuk mendorong praktik terbaik mitigasi kerugian sipil.

Mereka juga membahas bagaimana upaya kami untuk memitigasi dan merespons kerugian sipil secara langsung mencerminkan nilai-nilai kami dan secara langsung berkontribusi terhadap keberhasilan misi dan kepercayaan masyarakat terhadap angkatan bersenjata. (mas)

  ★ sindonews  

[Global] Ukraina Konfirmasi Penggunaan Bom Pintar JDAM-ER

💥 Di Jet Tempur Sukhoi Su-27Letjen Mykola Oleshchuk menandatangani pesannya di JDAM-ER seberat 500 pon (Istimewa)

Setelah MiG-29 Fulcrum Ukraina sukses meluncurkan rudal anti radar buatan Amerika Serikat, AGM-88 High speed Anti-Radiation Missile (HARM), kini ada kabar terbaru terkait jet tempur yang dioperasikan Ukraina, yakni Sukhoi Su-27 Ukraina telah mengonfirmasi penggunaan bom pintar (smart bomb) Joint Direct Attack Munition-Extended Range (JDAM-ER) yang dipasok oleh AS.

Lewat akun media sosial, untuk pertama kalinya, Angkatan Udara Ukraina merilis foto yang menggambarkan jet tempur Su-27 yang dipersenjatai dengan bom luncur (glide bomb) JDAM-ER. Foto tersebut memvalidasi bahwa Su-27 Ukraina, bersama dengan pesawat MiG-29 yang sebelumnya terlihat membawa amunisi JDAM-ER, kini dilengkapi dengan munisi asal AS tersebut.

Untuk merayakan Hari Kemerdekaan Ukraina pada tanggal 24 Agustus, Angkatan Udara Ukraina membagikan foto yang menampilkan Letjen Mykola Oleshchuk menandatangani pesannya di JDAM-ER seberat 500 pon (226 kg).

Pada bulan Maret 2023, pejabat AS dan Ukraina mengonfirmasi pengiriman dan penggunaan operasional JDAM-ER. Namun, keberadaan senjata tersebut di gudang senjata Ukraina masih belum terdokumentasi hingga bulan Juli lalu, ketika gambar pertama munisi Barat yang terpasang pada MiG-29 Ukraina muncul secara online.

Sejauh ini belum diketahui jumlah Su-27 yang dipasang oleh Angkatan Udara Ukraina untuk meluncurkan JDAM-ER. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Ukraina mewarisi 74 unit Su-27 yang masih dalam kondisi baru. Namun, hanya sejumlah kecil, mungkin hanya 24 unit, yang berada dalam layanan operasional sebelum meletus perang dengan Rusia pada Februari 2022.

Su-27 dengan mesin ganda dan satu kursi, dengan berat maksimum 36 ton, dapat mengangkut berton-ton bom hingga jarak 1.126 km atau lebih. Selain itu, Su-27 mampu mempertahankan kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri selama perjalanannya.

JDAM-ER dengan sayap lipat dapat meluncur hingga 50 mil (80,4 km) ketika pesawat peluncur mencapai kecepatan lebih tinggi dan melakukan pendakian curam sebelum dilepaskan. Su-27 digerakkan oleh mesin kembar AL-31F, menghasilkan daya dorong sebesar 28 ton dalam mode afterburner – output daya yang lebih dari cukup untuk mendorong JDAM-ER ke jangkauan maksimumnya.

Su-27 memberikan jangkauan operasional yang jauh lebih besar dibandingkan MiG-29. Kemampuan jangkauan yang diperluas ini memungkinkan Su-27 untuk menempuh jarak yang jauh lebih jauh dari pangkalannya.

Sementara JDAM-ER adalah varian dari bom konvensional MK82 yang ditingkatkan dengan perangkat pemandu (guidance kit) dan sayap lipat. Bom ini menggunakan kombinasi sistem panduan inersia dan GPS untuk secara tepat menyerang sasaran yang tidak bergerak, yang secara efektif mewujudkan konsep persenjataan fire and forget.

Seperti diketahui, AS telah memasok JDAM untuk dipasangkan ke jet tempur Rusia, seperti MiG-29 dan Su-27. JDAM mengandalkan kit pengikat (strap-on kit) yang mengubah bom udara biasa (bom konvensional) atau kadang disebut dumb bomb, menjadi senjata berpemandu presisi, atau dikenal sebagai smart bomb.

JDAM sejatinya adalah contoh cemerlang penggunaan teknologi baru untuk membuat senjata yang lebih tua dan lebih primitif menjadi lebih baik. JDAM adalah kit yang mencakup penerima GPS, otak komputer, dan sirip bom yang dapat bermanuver. Kit ini diikatkan pada bom konvensional tanpa kendali—termasuk bom Mk82 seberat 226 kg, Mk83 seberat 453 kg, dan bom Mk84 seberat 907 kg—dan hasil akhirnya adalah sistem senjata berpemandu presisi.

 Adanya Kesulitan dalam Integrasi Bom Pintar JDAM-ER 
Integrasi bom pintar JDAM-ER pada Su-27 (Ist)

Seperti telah dikupas pada artikel sebelumnya, bahwa Ukraina secara mengesankan mampu melakukan modifikasi pada jet tempur era Soviet, Sukhoi Su-27, dengan membawa bom pintar – smart bomb) Joint Direct Attack Munition-Extended Range (JDAM-ER). Meski terlihat mudah, apalagi sebelumnya Ukraina sukses mengintegrasikan rudal AGM-88 High speed Anti-Radiation Missile (HARM) pada MiG-29 dan Su-27, namun, nyatanya ada kesulitan tersendiri pada instalasi JDAM-ER di Su-27.

Menyesuaikan JDAM-ER agar sesuai dengan Su-27 ternyata lebih sulit dari perkiraan,” demikian pernyataan dari Angkatan Udara Ukraina. Untuk membuat JDAM-ER bekerja pada pesawat tempur warisan Soviet membutuhkan lebih banyak usaha dan ‘kecerdasan’ dibandingkan dengan kasus AGM-88 HARM atau Storm Shadow.

Dikutip dari Defense Express – defence-ua.com, disebut bahwa ada kesulitan yang dihadapi para teknisi untuk mengintegrasikan senjata buatan AS itu ke dalam sistem senjata pesawat tempur buatan Uni Soviet. Masalahnya adalah, “mengintegrasikan senjata berpemandu presisi” berarti menyelesaikan lebih banyak tugas daripada sekadar menemukan cara untuk memasang bom. Melakukan modifikasi pada cantelan (pylon) merupakan masalah yang diakui cukup rumit.

Rak ejector bomb MAU-50 dipasang di sayap A-10 (Ist)

Dalam kasus khusus JDAM-ER, lebih banyak dibutuhkan upaya daripada membuat segala sesuatunya berjalan baik dengan AGM-88 HARM. Dalam kasus AGM-88, menjadi mudah karena pylon LAU-118/A yang digunakan – sebuah cantelan standar untuk pesawat Barat, berhasil ‘ditanam’ di atas hardpoint desain pesawat Soviet.

Kemudian, rudal jelajah Storm Shadow/SCALP diintegrasikan dengan menggunakan pylon yang siap pakai dengan diambil dari pesawat serang Tornado yang dinonaktifkan.

Namun, jika menyangkut JDAM-ER, para teknisi harus membuat perangkat yang lebih kompleks. Bomnya sendiri dipasang pada rak ejektor. Dari tampilannya, sepertinya rak ejector bomb MAU-50 dirancang untuk pesawat serang A-10 Thunderbolt II. Rak tersebut dapat menampung bom hingga 2.000 pon (907 kg), sehingga cukup untuk membawa JDAM-ER seberat 500 pon (226 kg).

Namun bagian terpentingnya adalah rak ejektor tersebut harus ditanamkan ke perangkat adaptor lain yang tidak dapat diidentifikasi. Pada pesawat Barat, rak itu dipasang langsung ke pylon dan disembunyikan sepenuhnya di dalam sayap. Sebaliknya, adaptor yang digunakan pada Su-27 setengah terbuka. Dengan kondisi di atas, dapat diduga bahwa integrasi JDAM-ER memerlukan spesialis untuk membuat adaptor unik. (Gilang Perdana)

  ✈️
Indomiliter  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...