Sabtu, 21 Desember 2024

TNI AL Latihan Pasukan Khusus di Kepulauan Riau

 Ditinjau KSAL 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuVxgD1YpRyZMvtN8qyBGIXgfV98V3h1zoG1NOcq1m-QT2scCuiV1uCQ2VWMKWFHPTzA7-6N1LvIM5IE0X0UfZ1qczHveoGgVHtIYRKvkmh88nn4fddQo8xL3WBBPPFKUE4DsvFNPUij235rWjVu-HecKvLzP4fZDrRMKpqMr5v-FklwseT_KTz49kJv3Q/s1440/470504588_122205245438211399_5565654438153949462_n.jpg(Dispen Korps Marinir)

D
i Daerah Latihan Dabosingkep, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. meninjau Latihan Pasukan Khusus TNI Angkatan Laut (Latpassusla) bertempat di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Sabtu (14/12/2024).

Dalam kegiatan melibatkan pasukan Khusus TNI AL yang terdiri dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dengan tujuan meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta naluri tempur Prajurit Pasukan Khusus.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbEbmJ1w-j-MIOzxdF8tsiD000Vx9VZgiSSiCXs4mQBCmQcfJk7s8Ol8Ave2o0cAh8982wRGmDm5nz7rGMO43hVegAHqOKYnP2gEkQRrewxKDccqYJ8zYEopgw0WLDVZFL5dL3M9kA47Sk5TbGtO4B5JyYCu5jtLfDVa0iLcSU0QNT3V8CCT20OGcZ-52h/s3051/470205139_1001639615341297_7201928488569014641_n.jpgDalam kesempatan ini Kepala Staf Angkatan Laut didampingi Komandan Korps Marinir meninjau sekaligus menyaksikan langsung pelaksanaan latihan dengan didampingi para pejabat tinggi TNI AL. Sejumlah materi latihan dilaksanakan oleh para prajurit satuan elit TNI AL ini diantaranya Pendaratan Khusus, Beach Clearing & Demolisi, Terjun Tempur, Rubber Duck, serta Fast Roping/Stabo.

Usai pelaksanaan latihan, Dankormar mengikuti kegiatan Bakti Sosial dengan membagikan paket bantuan sembako kepada 300 masyarakat pesisir, Bakti Kesehatan berupa pengobatan gratis dan khitan kepada 200 masyarakat, serta Makan Sehat Bergizi bersama dengan 500 siswa-siswi di wilayah Dabo Singkep.

  ★ Korps Marinir  

Jumat, 20 Desember 2024

Kemenhan Berhati-hati Adopsi Teknologi AI untuk Alutsista

https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2024/10/18/IMG-20241018-WA0004_1.jpg.webpKostrad TNI AD kembangkan drone heli dengan teknologi AI (antara)

K
ementerian Pertahanan pastikan akan berhati-hati dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk alat utama sistem senjata (alutsista) TNI tahun 2025.

Hal tersebut dilakukan karena Kemenhan melihat teknologi AI belum sepenuhnya dapat diandalkan dalam menjalankan misi pertahanan.

"Kita juga tidak ingin gegabah, tentunya kita melalui pengkajian melalui proses melakukan kajian, sehingga pada saat nanti mungkin diadakan tepat dengan kebutuhan yang ada di Indonesia," kata Karo Humas Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang saat ditemui di gedung Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut Frega, teknologi AI dalam dunia persenjataan memiliki beberapa kekurangan, salah satunya penentuan target serangan yang kurang presisi.

Hal tersebut, lanjut dia, sangatlah krusial karena menentukan keberhasilan sebuah misi.

"Kita lihat di beberapa daerah konflik kan walaupun pakai AI ternyata kan tidak sepenuhnya akurat presisinya, ada juga salah sasaran seperti di beberapa wilayah konflik, akhirnya menyasar warga sipil," jelas dia.

Terlepas dari banyaknya kekurangan, Frega mengakui teknologi AI di dunia pertahanan semakin berkembang dan Indonesia pun harus mengadopsi hal tersebut. Dia memastikan pengembangan teknologi AI akan terus dilakukan guna memperkuat persenjataan TNI.

"Ketika kita bicara AI dalam konteks pertahanan, dalam konteks militer, itu sudah menjadi hal yang tidak bisa dielakkan," jelas dia.

Sebelumnya, jajaran TNI berencana untuk mengembangkan teknologi AI dalam dunia pertahanan. Salah satu yang serius memperdalam teknologi AI adalah TNI AU.

"Peralatan-peralatan teknologi terkini yang mendukung siber dan AI itu juga masih belum terlalu lengkap. Teknologi itu akan dipenuhi pada 2025 berdasarkan evaluasi tahun 2024," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Ardi Syahri kepada awak media usai jajarannya menggelar evaluasi kerja TNI AU selama tahun 2024 di kawasan Mabes TNI AU, Jakarta Timur.

Menurut Ardi, TNI AU telah melakukan pengembangan teknologi AI untuk kepentingan pengamanan kawasan udara pada tahun 2024.

Namun, pengembangan itu dirasa belum maksimal karena masih memerlukan dana untuk pengadaan teknologi bidang pertahanan.

Salah satu yang perlu ditambahkan adalah pengadaan fasilitas teknologi di Skuadron Pendidikan 506 Bogor, Jawa Barat.

"Seperti laboratorium, pengadaan alat komputer dan sebagainya itu kan harus kita lengkapi," kata Ardi.

Ia menambahkan pengembangan teknologi AI untuk pertahanan sudah berjalan dengan baik selama tahun 2024. Hal tersebut terlihat dari dilibatkannya operasi pertahanan menggunakan AI dalam kegiatan Latihan Bersama Angkasa Yudha 2024 beberapa waktu lalu.

Ardi memastikan jajaran TNI AU akan serius mengembangkan teknologi AI dalam dunia pertahanan demi menunjang tugas dalam mempertahankan wilayah Indonesia.

  ★ antara  

Kamis, 19 Desember 2024

TNI AL Kirim Satgas ke Italia Terkait Pembelian Kapal Patroli

OPV Thaon di Revel class ketika berkunjung ke Indonesia, setelah ditawarkan, dalam hitungan bulan, Kemhan menandatangani kontrak 2 unit Kapal OPV ini. (Dispenal)  ⚓

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa TNI AL akan mengirim Satuan Tugas (Satgas) ke Italia.

Satgas itu akan menjadi bagian dari awak kapal patroli lepas pantai Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) atau Offshore Patrol Vessel (OPV) yang telah dibeli oleh Indonesia.

Prajurit TNI AL itu akan menjadi awak kapal mulai dari saat kapal berangkat dari galangan kapal Fincantieri, Italia.

Rencananya, Satgas ini akan dikirim pada Januari 2025.

"Ada Satgas juga mungkin bulan Januari akan kita berangkatkan ke Italia untuk mengawaki PPA," kata KSAL di Dermaga KBT Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2024).

Ia menyampaikan agar unit pertama kapal PPA ini dapat tiba di Indonesia lebih cepat, yakni pertengahan tahun 2025.

"Harapannya itu, paling lambat mungkin Juni (2025), tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat," ungkapnya.

Selain itu, KSAL juga mengungkap bahwa TNI AL akan mengirim Satgas ke Turkiye terkait pembangunan kapal cepat rudal (KCR).

Menurutnya, pembangunan kapal Indonesia baik di dalam maupun luar negeri memiliki sinyal positif.

"Banyak kapal yang dibangun baik di dalam negeri dan di luar negeri jadi itu menunjukkan keseriusan dari pemerintah dalam memperkuat TNI Angkatan Laut," pungkasnya.

Diketahui, Kementerian Pertahanan RI menandatangani kontrak pembelian dua unit kapal PPA atau Offshore Patrol Vessel (OPV) dari galangan kapal Fincantieri, Italia.

Laporan Fincantieri menyebutkan, Kemenhan RI membeli dua kapal patroli lepas pantai kelas Paolo Thaon itu dengan dana 1,18 juta euro atau sekitar Rp 20,3 triliun.

Siaran pers Fincantieri menuliskan, kapal PPA memiliki berbagai fungsi, mulai dari patroli, penyelamatan di laut, operasi perlindungan sipil, hingga dijadikan kapal tempur garis pertama.

Kapal PPA juga memiliki kemampuan sebagai kapal fregat sejenis Frigate European Multi-Mission (FREMM).
 

 
Kompas  

KRI Balongan-908 Tiba di Sorong

⚓️ Perkuat Jajaran Koarmada III KRI 908 Balongan TNI AL (Dispen Koarmada III)

Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto, mewakili Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Hersan, menyambut kedatangan KRI Balongan-908, setelah sukses menyelesaikan rangkaian sea trial, bertempat di Dermaga Lantamal XIV Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (17/12/2024).

Diketahui bersama KRI Balongan-908 merupakan kapal bantu cair minyak (BCM) yang baru bergabung dengan Koarmada III, di nahkodai langsung oleh Letkol Laut (P) Priyanto Widodo dengan membawa 98 personel ABK, selain itu kapal ini juga memiliki peran penting dalam mendukung operasi dan latihan unsur-unsur KRI Koarmada III secara berkelanjutan dan memberikan bantuan logistik berupa bahan bakar, air tawar, minyak pelumas, serta makanan yang diperuntukkan bagi kapal-kapal yang beroperasi di laut.

Kapal ini diluncurkan pada tanggal 2 September 2022 lalu dan diproduksi di galangan Batamec Shipyard Batam, dimana memiliki kapasitas besar dalam memberikan dukungan logistik ke kapal-kapal yang bertugas di luar pangkalan, juga dapat menjalankan tugas tambahan, seperti mengangkut personel dan barang terbatas, melaksanakan SAR terbatas, patroli, serta mendukung operasi bakti TNI dalam pembangunan nasional.

Balongan berasal dari nama sebuah kota di Provinsi Jawa Barat yang dikenal dengan kilang minyak Pertamina, yang menjadi simbol penting dalam sektor energi nasional,dengan nomor lambung 908 melanjutkan tradisi penamaan kapal BCM TNI AL, yang sebelumnya diikuti oleh kapal-kapal seperti KRI Balikpapan-901, KRI Sambu-902, hingga KRI Bontang-907.

Dengan adanya penyambutan ini, menandakan kesiapan KRI Balongan-908 dalam memperkuat jajaran Koarmada III dan siap mendukung berbagai operasi logistik serta tugas penting lainnya demi menjaga kedaulatan dan pembangunan nasional Indonesia.(NIR).

  ⚓️
RRI  

Rabu, 18 Desember 2024

Rudal Brahmos Menjadi Opsi Pilihan TNI AL

 Ditawarkan kerjasama teknologi rudal BrahMosInfografis Rudal BrahMos (INews) 🚀

Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Dinesh K Tripathi menjajaki peluang kolaborasi teknologi rudal BrahMos dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam rangkaian lawatannya di Jakarta awal pekan ini, Laksamana Tripathi menemui KSAL Laksamana Ali di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, kemudian pimpinan Angkatan Laut India itu lanjut menemui Menhan Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Laksamana Ali, saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di Jakarta, Selasa, menjelaskan peluang kolaborasi teknologi pertahanan, salah satunya rudal BrahMos, memang menjadi salah satu topik diskusi dalam pertemuannya dengan Tripathi, Senin (16/12).

Walaupun demikian, Ali enggan berkomentar banyak, terutama terkait kemungkinan adanya rencana pembelian rudal BrahMos, karena urusan pengadaan alutsista menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

"Untuk masalah alutsista terkait dengan rudal BrahMos, memang ini menjadi salah satu opsi, kemungkinan. Kami masih meninjau apakah itu yang akan dipilih oleh Kementerian Pertahanan, tetapi nanti semuanya Kementerian Pertahanan yang mengatur," kata KSAL menjawab pertanyaan wartawan.

Dia melanjutkan secara umum dirinya dan Laksamana Tripathi membahas peningkatan kerja sama pertahanan, terutama antar-angkatan laut. Ali menyebut TNI AL dan Angkatan Laut India sejauh ini rutin menggelar patroli bersama di perairan perbatasan, kemudian latihan-latihan bersama baik yang sifatnya bilateral maupun multilateral.

"Hubungan kami dengan India secara umum sangat baik, dan kerja sama di seluruh bidang akan kami tingkatkan," ujar Laksamana Ali.

Sementara itu, terkait isi pertemuan antara Laksamana Tripathi dan Menhan Sjafrie, Kementerian Pertahanan RI dalam siaran resminya menyebut keduanya berdiskusi mengenai peningkatan kerja sama pertahanan, termasuk latihan-latihan bersama antara TNI AL dan Angkatan Laut India.

Laksamana Tripathi kepada Sjafrie menyampaikan India saat ini mengembangkan berbagai teknologi pertahanan dalam negeri untuk mendukung kekuatan Angkatan Laut. Sjafrie pun mengakui teknologi India berkembang pesat.

"Menhan menyadari bahwa teknologi India saat ini sangat berkembang pesat. Oleh karena itu, Menhan menyatakan kegembiraannya dapat bekerja sama dengan India, khususnya dalam bidang pertahanan untuk meningkatkan teknologi dalam negeri Indonesia," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan/Humas Setjen Kemhan RI Brigjen TNI Frega F. Wenas Inkiriwang saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menjelaskan isi pertemuan Menhan dan Kepala Staf Angkatan Laut India.

Menhan Sjafrie, dalam unggahannya di media sosial pribadinya, menyebut ada beberapa isu yang menjadi sorotan dalam pertemuannya dengan Laksamana Tripathi, di antaranya latihan bersama, pengembangan kapal, dan operasi keamanan maritim gabungan. "Kolaborasi teknologi canggih seperti BrahMos juga menjadi sorotan, sekaligus menjadi peluang bagi Indonesia untuk belajar dan berkembang," tutur Menhan Sjafrie.

  🚀 antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...