🎯 Dan akan bangun pabrik drone di IndonesiaDtone UCAV HALE Akinci dan drone UCAV MALE TB3 Baykar yang diminati TNI, diberitakan akan dipesan dan diproduksi di Indonesia (Baykar)
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengemukakan bahwa alasan dari sisi taktis dan operasional untuk membeli drone atau pesawat nirawak buatan Turki karena dinilai cocok dipakai di Indonesia.
“Kemudian, dari sisi ekonomis, harganya juga relatif lebih murah dibandingkan dari produksi negara-negara lain,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang di Kantor Kemenhan, Jakarta, Jumat, ketika ditanya jurnalis mengenai perkembangan pengadaan pesawat nirawak dari Turki produksi Baykar.
Selain itu, dia menjelaskan bahwa pembelian pesawat nirawak dari sisi strategis dikarenakan hubungan diplomatis yang sangat baik antara RI dengan Turki, terutama hubungan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Oleh sebab itu, dia mengatakan bahwa proses pembelian pesawat nirawak tersebut telah melalui proses pengkajian.
“Itu bukan proses yang sebentar, tetapi pengkajian, dan tentunya karena dalam konteks untuk membangun kekuatan, kami memilih yang terbaik, tetapi juga disesuaikan dengan anggaran yang kami punya,” ujarnya.
Sementara itu, terkait 13 poin kerja sama antara RI dengan Turki yang dilakukan pada Rabu (12/2), dia berharap ke depan perusahaan patungan yang akan dibentuk oleh kedua negara dapat memproduksi secara bersama alat utama sistem senjata (alutsista) maupun alih teknologi.
Adapun penandatanganan dokumen kerja sama tersebut dilakukan oleh masing-masing pejabat tinggi kedua negara, dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan RI, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2).
Monitor produksi MV3 di Bekasi Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto melaksanakan kunjungan di fasilitas produksi kendaraan Maung di Bekasi, Jawa Barat (12/2).
Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur Produksi dan Direktur Komersial PT Pindad beserta jajarannya.
Kepala Staf Kepresidenan mengapresiasi upaya PT Pindad menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk menyiapkan kendaraan Maung dalam rangka mendorong penggunaan produk dalam negeri (PDN). Kepala Staf Kepresidenan berpesan bahwa kerja cerdas dan inovasi yang selama ini dilakukan PT Pindad sangat dibutuhkan untuk penyelesaian target produksi Maung tepat waktu.
Ketersediaan sparepart yang terstandarisasi dan aksesibel penting untuk disiapkan.
Selain terlibat dalam penyempurnaan prototipe dan membumikan Maung, Kepala Staf Kepresidenan juga mengusulkan penggunaan Maung dalam momentum pelantikan Presiden Prabowo dan kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia pada 2024 silam.
KSP berharap produksi massal Maung tidak hanya untuk kebutuhan militer, tetapi juga mampu bersaing untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global. Berikut video dari Youtube:
Akan diupgrade oleh PT DICN235 MPA TNI AL (Prime Kurniawan) 🛩 Rencana untuk meningkatkan sepasang pesawat patroli maritim Airbus Defence & Space CN235 Indonesia telah mencapai tinjauan desain kritisnya.
Tinjauan tersebut dilakukan oleh perusahaan AS Integrated Surveillance and Defense (ISD), Komando Sistem Udara Angkatan Laut AS, dan mitra di Indonesia, menurut ISD.
Sebuah CN235 Indonesia yang diperlengkapi untuk misi patroli maritim. ISD mengkhususkan diri dalam melengkapi pesawat dengan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa tinjauan yang dilakukan oleh para ahli di bidangnya, memvalidasi kematangan dan kesiapan desain untuk produksi.
“Tinjauan yang berhasil ini menunjukkan kemitraan yang kuat antara AS dan Indonesia,” kata Blaise Dagilaitis, presiden ISD.
“Program ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan patroli maritim Indonesia.”
Proyek ini bermula dari kontrak Angkatan Laut AS yang diperoleh ISD pada awal tahun 2024, di mana ISD akan mendukung peningkatan tiga pesawat untuk Angkatan Laut Indonesia: dua CN235 dan satu Beechcraft King Air 350i.
Program ini akan memperlihatkan CN235 dilengkapi dengan radar pengawasan maritim, sensor elektro-optik/inframerah, peralatan Sistem Identifikasi Otomatis untuk mengidentifikasi kapal, sistem manajemen misi, dan tautan data.
Pekerjaan peningkatan CN235 akan dilakukan secara lokal oleh PT Dirgantara Indonesia, yang juga dikenal sebagai PTDI.
Ilustrasi pesawat C295 AEW (Ist) 🛩 PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dan Havelsan, perusahaan teknologi pertahanan asal Turki, akan bermitra mengembangkan pesawat Airborne Early Warning and Control alias AWACS. Kesepakatan itu terjalin dalam Indonesia-Türkiye Business Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan The Foreign Economic Relations Board of Turkey (DEK) di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, pada Rabu, 12 Februari 2025.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Chief Executive Officer Havelsan Mehmet Akif Nacar, dalam agenda tersebut, juga menyepakati kolaborasi pengembangan simulator penerbangan pesawat CN235-220. “Kami optimis dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya mendukung kemandirian pertahanan Indonesia, tetapi juga berkontribusi bagi pasar global,” ucap Gita melalui keterangan pers yang diterima Tempo pada hari penandatanganan perjanjian tersebut.
Berdiri sejak 1982, Havelsan sudah mengembangkan 90 persen perangkat lunak sistem pesawat AWACS di Turki. Armada tersebut memiliki kemampuan deteksi dini, pengawasan udara, serta manajemen pertempuran berbasis udara yang terintegrasi.
Untuk proyek pesawat ini, PTDI menjadi prime contractor yang menyiapkan tenaga ahli dalam pembuatan desain, perakitan, produksi, pengujian, serta hingga pemeliharaan. Para teknisi itu akan bekerjasama dengan perwakilan Havelsan. Khusus untuk mesin simulasi, PTDI membuka joint technology development untuk Havelsan.
Sebagai pabrikan pesawat pelat merah di Indonesia, PTDI berpengalaman mengembangkan simulator penerbangan untuk berbagai jenis pesawat, mulai dari N250 Engineering Flight Simulator; CN235-220 Operational Flight Trainer; serta N219 Engineering Full Flight Simulator. Perseroan juga pernah menggarap simulator helikopter, yakni NAS332 Full Flight Simulator dan H225M Full Flight Simulator.
Havelsan juga terbiasa menggarap sistem visual canggih yang diharapkan bisa menyokong simulasi berkualitas tinggi. PTDI dan Havelsan menargetkan pengembangan sistem simulator pesawat Level D yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia dan pasar global.
Kolaborasi ihwal AWACS dan simulator penerbangan itu merupakan turunan dari kemitraan sektor pertahanan antara Indonesia dan Turki. Di tengah kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia, Kementerian Pertahanan kedua negara menyepakati memorandum of understanding (MoU) untuk berbagai program.
Teknologi yang dikembangkan Indonesia-Turki mulai dari autonomous combat vehicles; mesin pendorong; roket dan misil, bom pintar, serta sistem AWACS. Ada juga naval platforms atau kelengkapan kapal, potensi pekerjaan bidang maintenance, repair, and overhaul (MRO) armada pertahanan, hingga modernisasi pesawat tempur.
Dan bangun pabrik drone di Indonesia Pertemuan Indonesia-Turki hasilkan 13 poin kerjasama (Tempo)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan bahwa Republik Indonesia dan Republik Turki telah menyepakati untuk menguatkan kolaborasi antara dua negara dalam bidang pertahanan dan keamanan.
"Indonesia dan Turki akan memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan, termasuk pendidikan dan pelatihan bagi personel angkatan bersenjata kita, kerja sama intelijen, dan kontra terorisme," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Presiden Prabowo juga mengatakan kesepakatan juga dibentuk antara kedua negara untuk meningkatkan produksi bersama dalam industri pertahanan. Di sisi lain, Presiden Erdogan juga memperkuat pernyataan Prabowo terkait kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan. Menurutnya akan ada pembahasan lanjutan mengenai kerja sama itu, termasuk membahas detail-detail yang belum dibahas dalam pertemuan bilateral hari ini.
"Kerja sama di bidang pertahanan yang telah ada dan kemungkinan kerja sama potensial yang bisa dilakukan di masa akan datang yang telah kami diskusikan kembali dengan lebih detail," ujar Presiden Erdogan. Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Turki Erdogan ke Indonesia, dilangsungkan pertemuan bilateral dan menjadi pertama kalinya bagi Indonesia dan Turki menggelar pertemuan tingkat High Level Strategic Cooperation Council.
Hasil dari pertemuan bilateral itu untuk bidang pertahanan disepakati adanya memorandum saling pengertian tentang kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara kedua negara. Kesepakatan itu disahkan dengan penandatanganan dokumen Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Republik Turki.
Selain itu, di momen yang sama Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan turut menyaksikan dijalinnya kerja sama antar pelaku industri pertahanan dengan penandatangan dokumen pembentukan perusahaan patungan antara perusahaan di bidang pertahanan Republikorp asal Indonesia dan Baykar asal Turki untuk pembuatan pabrik drone atau pesawat nirawak di Indonesia.
"Dalam pertemuan kita membahas berbagai kerja sama yang sejalan dengan prioritas nasional kedua negara," ucap Presiden Prabowo dalam keterangannya. Sementara Presiden Erdogan dalam sesi keterangan pers bersama mengatakan bahwa Indonesia dan Turki telah sepakat untuk memperkuat kerja sama pada sejumlah bidang.
Drone UCAV Akinci dan TB3 Baykar akan diproduksi di Indonesia, diberitakan akan dibeli 60 set UCAV TB3 dan 9 set UCAV Akinci (Baykar)
Dia menuturkan, kerja sama tersebut mulai dari bidang pertahanan, energi, hingga pendidikan. "Kita telah menandatangani kurang lebih sebanyak 12 perjanjian, mulai perjanjian dari bidang energi, kesehatan, pertanian, industri pertahanan, komunikasi, dan pendidikan. Di samping itu, kita juga menerima joint statement yang telah kita tandatangani bersama," kata Erdogan.
Pada momen tersebut, terdapat 13 dokumen kerja sama yang telah disepakati oleh kedua negara. Salah satu MoU yang menarik adalah produsen drone Turki akan membangun pabrik di Indonesia.
Adapun kerja sama yang telah disepakati oleh Indonesia dan Turki antara lain memorandum saling pengertian antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kepala Bidang Urusan Agama Republik Turki tentang kerja sama di bidang layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan.
Kemudian, memorandum kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Republik Turki di bidang energi dan sumber daya mineral. Ada juga kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan Dewan Pendidikan Tinggi Republik Turki.
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Turki juga melakukan kerja sama bidang kesehatan dan ilmu kedokteran. Diteken juga memorandum saling pengertian tentang kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Republik Turki.
Selain itu memorandum saling pengertian antara Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Perdagangan Republik Turki tentang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan; memorandum saling pengertian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Turki tentang kerja sama di bidang pertanian; dan urat pernyataan kehendak antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Turki tentang promosi dan fasilitasi investasi.
Memorandum lainnya yang diteken adalah saling pengertian antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Industri dan Teknologi Republik Turki tentang pembentukan komite bersama untuk kerja sama industri; perjanjian joint venture antara Republikorp dan Baykar untuk pembuatan pabrik drone di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Turki telah sepakat menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dan memperluas akses pasar untuk produk kedua negara.
Berbagai alutsista produksi Turkiye (Ist)
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan antara dua negara dengan saling menguntungkan kedua negara, juga mempercepat finalisasi kesepakatan CEPA di antara kita. Kami sepakat untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk kedua negara," kata Presiden Prabowo dalam pernyataan pembuka pertemuan bilateral di hadapan para delegasi yang hadir.
Presiden Prabowo menilai kemitraan Indonesia dan Turki ditujukan untuk kemakmuran rakyat kedua negara, serta untuk tatanan dunia baru yang lebih baik, yang mengarah pada perdamaian dan stabilitas dunia.
Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Erdogan ke Indonesia, kedua pemimpin juga melaksanakan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi (High Level Strategic Cooperation Council).
Menurut Presiden, pertemuan bilateral dan pertemuan HLSCC ini membuktikan bahwa kemitraan Indonesia dan Turki sangat kokoh dan solid. "Juga hari ini adalah High Level Strategic Cooperation Council Meeting yang pertama. Sekali lagi terima kasih. Indonesia tidak banyak memiliki mekanisme bilateral reguler tingkat kepala negara," kata Presiden Prabowo.
Prabowo Subianto juga menyatakan merasa bangga Erdogan berkunjung ke Indonesia. "Yang saya hormati dan yang saya muliakan. Sahabat saya Saudara saya, Presiden Republik Turkiye Yang Mulia Saudara Recep Tayyip Erdogan berserta seluruh delegasi dari Republik Turkiye yang saya hormati. Hari ini adalah suatu kehormatan besar bagi kami menerima kunjungan Yang Mulia ke Indonesia," kata Prabowo dalam sambutannya.
"Seharusnya saya yang terlebih dahulu datang dalam kunjungan resmi ke Turkiye karena Presiden Erdogan adalah dari segi pengabdian adalah senior, seorang Presiden yang senior. Tapi saya berterima kasih kedatangan yang Mulia," ucap Prabowo menambahkan.
Menurut Prabowo, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turki memang sudah memasuki usia 75 tahun. Namun, sebenarnya Indonesia sudah menjalin hubungan dengan Turki sudah lama sejak era Kekhalifahan Utsmaniyah. "Bertepatan tahun ini adalah 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Turki. Lagipula hubungan Indonesia dan Turkiye sudah cukup lama dari masa Kekaisaran Utsmani, Ottoman, sehingga hubungan batin di antara kita cukup dalam," ucap Prabowo.