Sabtu, 15 Maret 2025

PT Dirgantara Indonesia Gelar Demo Terbang Drone Wulung

Demo flight drone Wulung buatan dalam negeri demi kenyamanan calon pembeli (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menggelar demo terbang pesawat nirawak (UAV) atau drone Wulung di Lapangan Udara Suparlan Batujajar, Padalarang, Jumat, 14 Maret 2025. Demo tersebut untuk menunjukkan hasil pengembangan produk UAV Wulung pada sejumlah pihak, termasuk calon penggunanya.

Demo tersebut dihadiri di antaranya Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana, Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksdya TNI Irvansyah, Wakil Kepala Badan Riset & Inovasi Nasional (Waka BRIN) Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan Matra Laut.

UAV Wulung, yang dirancang sebagai drone pengintai, mulai dikembangkan sejak tahun 2014 oleh PTDI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (sekarang BRIN), serta Balitbang Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan, telah melalui berbagai rangkaian uji baik ground test dan flight test. UAV Wulung sudah mengantungi Type Certificate dari Indonesian Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada tahun 2016.

PTDI meneruskan pengembangan lebih lanjut UAV Wulung dengan dukungan penuh BRIN dalam inovasi dan pengembangan sistemnya. Dukungan tersebut mencakup peningkatan teknologi serta riset berkelanjutan untuk memperkuat inovasinya. BRIN juga berperan mendorong komersialisasi UAV Wulung.

Wulung sendiri sudah cukup cocok untuk dioperasikan di pangkalan-pangkalan AL atau Bakamla. Wulung ini secara teknis sudah bisa memenuhi kebutuhan taktis untuk melakukan patroli keamanan laut dari udara. Jadi dengan Wulung nanti bisa kombinasi dengan kapal di laut,” kata Waka BRIN Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, dikutip dari keterangannya, Jumat, 14 Maret 2025.

UAV Wulung dirancang memiliki kemampuan autonomous operation dan dilengkapi ground control station (GCS) sebagai pusat kendali dan transporter untuk mobilitas yang fleksibel. UAV Wulung menggunakan bahan material komposit ringan dan kuat, dengan mengusung mesin piston tunggal tipe pusher.

 Bakamla menyatakan tertarik 
UAV Wulung memiliki kapasitas bahan bahar 35 liter, dengan radius operasi 150 kilometer. UAV Wulung memiliki kemampuan maximum take-off weight (MTOW) 125 kilogram, dengan jarak take off & landing kurang dari 500 meter, serta cruise speed 50 knots.

Dengan dukungan BRIN, kami akan melanjutkan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan daya tahan terbang, memperkuat landing gear untuk terbang dari segala tipe landasan, melakukan reduksi kebisingan dan penggunaan sistem kendali, serta komponen lain menggunakan hasil Litbang BRIN dan ekosistem dalam negeri," kata Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana.

"Di samping itu juga kami akan memastikan marine spec Wulung, guna mendukung kemampuan operasi patroli maritim di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Dalam video yang dibagikan PTDI, UAV Wulung mengudara dan mendarat di Lapangan Udara Suparlan Batujajar. Pesawat nirawak tersebut memiliki nomor pesawat KX-0003.

Saya pribadi cukup puas melihat performanya. Kami akan kaji penggunaannya khusus di Bakamla, mungkin nanti bisa untuk di Indonesian Coast Guard. Dan sebagai imbauan juga ini kepada seluruh instansi, kementerian dan lembaga, apa pun produksi dalam negeri, karya anak bangsa, kita dukung dengan cara membelinya," kata Kabakamla Laksdya TNI Irvansyah.

Dia berharap dengan dukungan itu, penelitian dan pengembangan berjalan terus. "Mudah-mudahan semakin sempurna, dan tidak menutup kemungkinan dari negara lain bisa membeli produk-produk yang kita saksikan hari ini,” tambahnya.

PTDI terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan UAV Wulung. Belum lama misalnya PTDI menandatangani perjanjian dengan Milkor, perusahaan pertahanan asal Afrika Selatan di sela ajang International Defence Exhibition & Expo (IDEX) di Abu Dhabi pada bulan Februari 2025 untuk pengembangan UAV kelas ringan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa dan fitur UAV Wulung agar lebih adaptif terhadap kebutuhan penggunanya.

  🛩
Tempo  

Jumat, 14 Maret 2025

TNI AU Uji Coba Pengembangan Bom BNT-250

✈️ Pesawat F-16 eMLU TNI AU ujicoba bom BNT250 (Dispenau)

Lanud Iswahjudi menjadi tuan rumah dalam uji coba pengembangan Bom BNT-250 yang dilakukan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) pada tanggal 10 s.d. 12 Maret 2025, dengan melibatkan pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Kamis (13/3/25).

Bom BNT-250 merupakan bom tajam (live) standar Nato dengan berat 250 Kg, hasil kegiatan penelitian dan pengembangan materiil mandiri (litbangmat mandiri) antara Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) dengan PT. Dahana dan PT. Sari Bahari.

Sebelum pelaksanaan uji coba, Tim Dislitbangau melaksanakan sosialisasi uji coba pengembangan Bom BNT-250 di gedung ACMI Kapten AMN Surindro Supjarso, Lanud Iswahjudi.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, M.A., dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan uji coba pengembangan Bom BNT-250 di Lanud Iswahjudi. Kehadiran tim Dislitbangau merupakan wujud nyata komitmen TNI AU dalam mengembangkan kemampuan alutsista, khususnya dalam hal penggunaan dan pengembangan bom latih untuk mendukung kesiapan operasi udara.

Sementara Kadislitbangau Marsma TNI Ir. Teguh Dharmawan, M.T., dalam sambutannya mengatakan bahwa uji coba pengembangan Bom BNT-250 ini merupakan pengembangan bom tajam dari Bom BNL-250, di dalam uji pengembangan seluruh sistem dipantau, dianalisis dan diverifikasi dengan terukur. Semua elemen sistem diperiksa hingga level yang paling rinci untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Selain itu, setelah tahap verifikasi, dilakukan uji operasional untuk memastikan bahwa sistem dapat berfungsi secara efektif dalam kondisi nyata.

Selanjutnya dilaksanakan paparan mengenai uji coba pengembangan Bom BNT-250 yang dibuka oleh Kasubdisenamu Dislitbangau Kolonel Tek Syarif Hidayat, S.T., dilanjutkan oleh Tim Engineering Dislitbangau Letkol Tek Y.H. Yogaswara, Ph.D., dan Mayor Tek Handoko, S.T.,M.T., bahwa Bom BNT-250 telah melewati serangkaian proses desain, analisis, terverifikasi dan mendapatkan sertifikat dari Puslaiklambangjaau untuk mendapatkan karakteristik dan performa yang baik. Uji coba pengembangan pada pesawat ini selanjutnya akan difokuskan untuk memverifikasi berbagai aspek, mulai dari kompatibilitas sistem, keamanan, dan keselamatan operasional, hingga evaluasi efektivitas dalam sasaran yang ditargetkan.

Bom yang telah terpasang dilepaskan melalui manuver tertentu di AWR Pandan Wangi Lumajang, Jawa Timur. Berdasarkan data hasil uji coba pengembangan ini, tim Dislitbangau dan Skadron Udara 3 menilai bahwa Bom BNT-250 yang diujikan telah memenuhi parameter yang diinginkan.

Tim Dislitbangau turut terlibat langsung dalam proses pemasangan Bom BNT-250 pada pesawat F-16 di shelter Skadron Udara 3 turut disaksikan Danlanud Iswahjudi, Kadislitbangau beserta segenap pejabat dan mitra kerja.

  ✈️
TNI AU  

Kamis, 13 Maret 2025

PTDI dan Embraer Brasil Menyepakati Framework Agreement

 Pastikan 🛩 Super Tucano TNI AU Siap Operasi🛩 Super Tucano TNI AU 

Menghadapi tantangan pertahanan modern, TNI AU membutuhkan aset pesawat yang mumpuni untuk mendukung berbagai operasinya, termasuk operasi Counter-Insurgency (COIN), pengamanan perbatasan dan misi serangan taktis lainnya.

Pesawat Super Tucano merupakan salah satu platform andal yang dimiliki TNI AU dalam menjalankan operasi tersebut, dengan kemampuan close air support, pengintaian bersenjata, serta daya tahan operasional yang tinggi di berbagai kondisi medan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional armada Super Tucano TNI AU, pada bulan Januari 2025 lalu PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Embraer telah menyepakati Framework Agreement (FA). Kedua industri penerbangan tersebut komit untuk meningkatkan kesiapan tempur Super Tucano sebagai salah satu aset strategis TNI AU dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal pada Rabu (13/3/2025), mengatakan, melalui FA ini, PTDI telah resmi ditunjuk sebagai Spares Acquisition Center untuk memenuhi kebutuhan komponen Super Tucano TNI AU.

Embraer dan PTDI juga akan membahas dan menjajaki pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan lokal dalam perawatan pesawat, perbaikan dan overhaul komponen, serta modifikasi.

Arif menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Dalam menghadapi ancaman asimetris dan kebutuhan akan pesawat yang mampu menjalankan berbagai operasi tempur, kesiapan operasional Super Tucano menjadi krusial. Melalui kerja sama ini, PTDI dan Embraer berkomitmen untuk memastikan armada Super Tucano TNI AU selalu dalam kondisi siap, sehingga mampu mendukung berbagai misi pertahanan negara secara efektif,” kata nya.

FA ini menandai babak baru dalam penguatan industri pertahanan nasional, serta memperkuat posisi PTDI sebagai mitra strategis TNI dalam mendukung kesiapan alutsistanya. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas industri dalam negeri, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem pertahanan Indonesia.
 

  🛩 Jurnas  

PT DI Akan Produksi 20 Pesawat CN235 Untuk Masing-masing Matra TNI

  Ungkap KSAU pesanan dari Kemenhan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GCbmy4GDwH7K1Bky9idLa_SF2WRc3BG1LUe0SGWCbiuHdNqcswCFZXeo9obtJIrhHF-c4nygZzPdueb2ONr4FpwMfFKe8ByjChSMQxx-Xu53I3mmwoaxOp2DuEoZhlUF0B4bcfP78mpyruMVUM_ksysq05CC3LT8qStHVFDdJkgDbfFEF3nJixpE3Gk/s1600/WhatsApp%20Image%202024-10-03%20at%2010.08.34%20AM.jpegPesawat CN-235 digunakan TNI (Dispenau)) 🛩
K
epala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sekaligus Komisaris Utama (Komut) PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan pihak PT DI akan menyiapkan 20 pesawat CN235 untuk setiap matra di TNI.

Hal tersebut sesuai dengan permintaan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada dirinya dalam pertemuan beberapa waktu lalu.

"Pak Menhan ingin memberikan pesawat CN235 ke setiap Angkatan Darat, Laut, Udara, 20 pesawat, disesuaikan dengan kemampuan PT DI," kata Tonny dalam siaran pers resmi PT DI yang diterima ANTARA, Rabu.

Tonny menjelaskan pengadaan 20 pesawat CN235 di setiap matra itu merupakan bagian dari rencana Menhan Sjafrie dalam merancang konsep pertahanan Indonesia di masa depan.

Namun demikian, Tonny tidak menjelaskan lebih rinci seperti apa konsep pertahanan masa depan yang dimaksud.

Tonny juga tidak menjelaskan secara rinci kapan proses pembuatan pesawat akan berjalan dan target penyelesaiannya.

Di saat yang sama, Manajer Komunikasi Perusahaan & Hubungan Kelembagaan PT DI Adi Prastowo saat dikonfirmasi Antara mengatakan belum ada kontrak efektif yang berjalan terkait pembuatan 20 pesawat CN235 itu.

"Ini masih rencana di tingkat atas," kata Adi dalam pesan singkat kepada Antara.

Namun demikian, Adi memastikan pihaknya akan selalu siap untuk mendukung kekuatan pertahanan Indonesia melalui produk alat utama sistem senjata (alutsista) ataupun armada buatan PT DI..

  🛩  antara  

Rabu, 12 Maret 2025

[Video] Penampakan Rantis Maung MV3 Tangguh

  Produksi PT Pindad 
Perusahaan plat merah Pindad di Bandung berhasil memproduksi kendaraan taktis Maung.

Hingga kini diketahui telah memproduksi ratusan unit hingga versi ketiga.

Rantis Maung MV3 juga di kembangkan menjadi beberapa varian, diantaranya versi Tangguh, Jelajah dan Komando.

Nantinya rantis ini akan digunakan juga untuk keperluan eksekutif / menteri dengan spesifikasi yang berbeda, dimana kendaraan tersebut tidak dilapisi baja anti peluru dan diberitakan menggunakan versi 'Garuda Limousine' yang digunakan Presiden dan Wapres.

Kerjasama dengan perusahaan swasta, Pindad nantinya akan merilis versi sipil yang akan dijual untuk umum.

  Berikut video dari Pen Paldam 4 : 



  🎥 Garuda Militer  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...