Sabtu, 19 April 2025

Menlu dan Menhan RI Akan ke China

💂 Bahas Isu Global hingga Keamanan Indonesia dan China (Ist)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bakal berkunjung ke China pekan depan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan Menlu Wang Yi dan Menhan Dong Jun akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan 2+2 perdana mereka di Beijing pada Senin (21/4).

"Ini merupakan mekanisme 2+2 tingkat menteri pertama yang dibentuk China, menunjukkan sifat strategis dan kerja sama tingkat tinggi China-Indonesia," kata Lin Jian pada Jumat, dikutip South China Morning Post (SCMP).

Lin menyebut pertemuan itu akan membahas hubungan politik, keamanan dan pertahanan antara China-Indonesia serta isu regional dan internasional yang jadi sorotan.

Jubir Kemlu itu menggambarkan hubungan China dan Indonesia sebagai tetangga baik di seberang lautan dengan masa depan bersama.

"China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memajukan rasa percaya yang bersahabat dan koordinasi strategis antara kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi," ungkap Lin Jian.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk mengonfirmasi soal kunjungan Sugiono ke China. Namun, dia tak segera memberi tanggapan.

Dialog 2+2 tingkat menteri ini merupakan salah satu komitmen yang disepakati kedua negara saat Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada November 2024.

Pertemuan 2+2 antara China dan Indonesia adalah bentuk terbaru dari kerja sama yang dilakukan Negeri Tirai Bambu di tingkat wakil menteri dengan Korea Selatan tahun lalu.

Kerangka kerja ini biasanya mempertemukan pejabat senior luar negeri dan pertahanan. Hal ini menjadi lebih umum karena situasi geopolitik yang lebih kompleks dalam beberapa dekade terakhir.

Pertemuan tersebut juga mencerminkan upaya baru China memperkuat keterlibatan mereka di Asia Tenggara sebagai benteng melawan hubungan yang memburuk dengan Amerika Serikat.

Asia Tenggara dipandang sebagai papan catur geopolitik dalam rivalitas AS-China. Negeri Tirai Bambu tampaknya berusaha memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga di tengah perang tarif yang memanas dengan pemerintahan Donald Trump.

Upaya China terlihat usai Xi Jinping melawat ke tiga negara Asia Tenggara yakni Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.

Di tur tersebut, Beijing dan Kuala Lumpur juga sepakat membentuk mekanisme dialog luar negeri dan pertahanan 2+2 untuk memperluas saluran komunikasi strategis tingkat tinggi serta platform keja sama keamanan politik.

Beijing dan Hanoi juga sepakat untuk meningkatkan dialog bilateral 3+3 ke tingkat menteri untuk pembicaraan yang mencakup diplomasi, pertahanan, serta keamanan publik.

Di Indo Pasifik, AS juga telah melakukan mekanisme serupa 2+2 dengan Jepang, Korea Selatan, Filipina, Australia dan India. Namun, sejak Trump naik ke kekuasaan belum ada perkembangan terbaru di bawah mekanisme tersebut. (isa/fea)

 💂 
CNN  

Pembelian 24 Pesawat Tempur F-15EX AS Masih Proses

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy7P-jKX2dueAu9hrd0-wWc3G4iKP9gNZs2mVJQET8lvzwsG1gTS5r9_OwliBjNBwusqeHGh8vcAT6qLRQeWz36H01TQguvVitUH0ytpJTO-ttTzumIBmCIn_zEnoneemaZ3x9qlnMGcSKrsiTnbGGvXQk22oa7MIrNM8lCK5xK-QeLhJXFPdUPcaMqhmk/s2048/489927504_972932078371902_9060647635724393520_n.jpgBoeing promosikan pesawat tempur F-15EX dengan logo TNI AU (Boeing)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menjelaskan proses pembelian 24 pesawat tempur F-15EX dari Amerika Serikat masih berjalan.

Kementerian Pertahanan sudah melakukan pengkajian dan juga sudah merekomendasikan, namun kembali lagi nanti keputusan itu ada di pemerintah pusat dan juga Kementerian Keuangan,” ujar Frega dalam webinar yang disaksikan dari Jakarta, Kamis (17/4).

Frega menyampaikan pernyataan tersebut untuk menjawab pertanyaan peserta webinar mengenai progres pembelian 24 pesawat tempur F-15EX asal AS, yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa proses pembelian pesawat tempur F-15EX tersebut membutuhkan waktu selama 6-7 tahun.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa proses pembelian berlangsung lama karena belum ada kontrak yang ditandatangani.

Kami belum ada keterikatan untuk membeli, dan tentunya dengan kondisi yang ada saat ini, proses masih berjalan. Walaupun kalau dilihat dari pemberitaan, itu sempat ada juga penandatangan MoU (nota kesepahaman),” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto kala menjabat sebagai Menhan pada 2023 telah menandatangani nota kesepahaman komitmen pembelian 24 pesawat tempur F-15EX.

Penandatanganan itu dilakukan di The Boeing Company, St. Louis, Missouri, AS. Adapun F-15EX merupakan pesawat tempur generasi 4.5.

  antara  

Menhan dan Panglima Tentara Malaysia Bahas Kerja Sama Militer

 Hingga kerja sama industri pertahanan 
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/04/16/67ff9ed6194e6-viva-militer-menhan-ri-sjafrie-sjamsoeddin-bertemu-panglima-tentera-malaysia_1265_711.jpg(Kemhan)

K
ementerian Pertahanan menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Tentara Malaysia, Jenderal Datuk Hj Mohd Nizam Bin Hj Jaffar, di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 April 2025. Kunjungan ini disambut oleh Wakil Menteri Pertahanan dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, menyampaikan kunjungan tersebut menjadi momen penting untuk mempererat hubungan strategis Indonesia-Malaysia di bidang pertahanan dan militer.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat antara Indonesia dan Malaysia dalam membangun kerja sama yang erat, tidak hanya di tataran pimpinan kementerian pertahanan, tetapi juga melalui jalur-jalur militer dan industri pertahanan,” ujar Frega saat ditemui di kantornya pada Rabu, 16 April 2025.

Pertemuan membahas sejumlah isu strategis mencakup peningkatan diplomasi pertahanan melalui pertukaran personel, latihan militer bersama, hingga kerja sama industri pertahanan. Pertukaran personel militer menjadi salah satu poin utama yang dibahas. Hal ini bagian dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan di tengah dinamika lingkungan strategis kawasan yang terus berkembang.

Diplomasi pertahanan berperan penting dalam membangun kepercayaan antara kedua negara. Dengan adanya pertukaran personel dan latihan bersama, hubungan personal dan koneksi antar individu militer dapat terjalin lebih kuat. Ini adalah elemen penting dari diplomasi yang kadang sering dilupakan,” ucapnya.

Selain bertujuan meningkatkan kapabilitas taktis dan teknis, latihan bersama antara TNI dan Angkatan Tentera Malaysia juga diharapkan mampu mempererat hubungan emosional dan kultural sebagai bangsa serumpun. Frega menyebutkan bahwa beberapa delegasi Malaysia yang hadir bahkan memiliki garis keturunan dari Jawa dan Sulawesi.

Hubungan historis dan kedekatan budaya menjadi modal penting dalam membangun kemitraan jangka panjang. Latihan bersama tidak hanya tentang taktik militer, tapi juga membangun keakraban sebagai sesama bangsa Asia Tenggara yang bertetangga,” kata Frega.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Nizam juga menyatakan ketertarikan Malaysia untuk memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan, termasuk dalam produksi senjata dan kendaraan taktis. Frega menyampaikan bahwa Malaysia selama ini telah menjadi konsumen produk industri pertahanan Indonesia, seperti PT Pindad.

Kerja sama di bidang industri pertahanan menjadi agenda penting yang akan dijajaki lebih lanjut. Ini juga sejalan dengan semangat kemandirian industri pertahanan kawasan ASEAN,” ucapnya.

Kerja sama industri ini juga dibahas dalam konteks ASEAN Defence Ministers' Meeting (ADMM), di mana Malaysia saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN. Frega menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN untuk menunjukkan kapasitas kawasan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

Dalam pertemuan ini juga dibahas berbagai forum yang sudah berjalan antara Indonesia dan Malaysia, seperti General Border Committee dan pertemuan tingkat tinggi lainnya. Frega berharap bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya berada di level strategis, tetapi juga menjangkau hingga ke level satuan militer di lapangan.

Semua ini merupakan bagian dari visi besar untuk membangun kawasan Asia Tenggara yang damai, mandiri, dan mampu menjaga stabilitas regional melalui kerja sama yang erat di bidang pertahanan,” ucapnya.

 
🤝 Tempo  

Jumat, 18 April 2025

Pesawat C235 UAE AFAD Jalani SLEP di Bandung

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHnKEqF-WHyNsSQlD9BTZ4QQzm6uAUochBQb0pnzwUz7Qr6FNiiGUZein8I4oBgGBR914K94IbF39N0tGyE4VZceGlbe0oODKupB71m5t0lJP0H_pm-GM0rITV4tVafDQV484FsUh5oKpri0pdjLf6uS2MRKe4ADGjTJXUPz-FGwNsJtkVys7PeBRtQjdJ/s1080/CN235%20UAE.jpgPesawat C235 UAE AFAD tiba di Fasilitas PTDI (PTDI)
S
atu unit pesawat CN235-110 milik United Arab Emirates Air Force & Air Defence (UAE AFAD) telah tiba di fasilitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, pada Senin, 14 April 2025 pukul 14.30 WIB, untuk menjalani program Service Life Extension Program (SLEP).

Melalui program SLEP ini, PTDI akan melakukan perpanjangan masa pakai pesawat sekaligus memastikan performa dan keandalannya tetap optimal untuk mendukung berbagai misi operasional.

Program ini mencakup inspeksi struktural menyeluruh serta full rewiring yang bertujuan menjaga keselamatan dan efisiensi operasional pesawat.

Selain unit yang telah diterima, dalam waktu dekat PTDI juga dijadwalkan menerima dua unit tambahan pesawat CN235-110 milik UAE AFAD untuk menjalani program yang sama.

Kehadiran pesawat milik UAE AFAD ini akan memperkuat rekam jejak PTDI sebagai penyedia layanan SLEP dan modernisasi untuk berbagai operator global. Sebelumnya, PTDI telah sukses menyelesaikan program SLEP untuk pesawat CN235 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) serta berbagai pesawat milik TNI AU, yang menunjukkan konsistensi dan kapabilitas PTDI dalam menangani revitalisasi armada secara komprehensif.

  PTDI  

PT PAL Lakukan Modernisasi Kapal Perang AL Filipina

 👷 Proyek MRO kapal perang internasional pertama SSV BRP Tarlac 601 tiba di Surabaya (PAL)

PT PAL Indonesia melakukan modernisasi terhadap kapal perang milik Angkatan Laut (AL) Filipina yakni kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac 601, yang bersandar di Dermaga Semenanjung Barat, Surabaya, Jatim.

"Kami kembali dipercaya oleh Angkatan Laut Filipina dalam program modernisasi armada kapal perangnya," kata Direktur Produksi PAL Diana Rosa di Surabaya, Kamis.

Diana mengatakan langkah ini menandai segera dimulainya docking program maintenance, repair, and overhaul (MRO), sekaligus sebagai proyek MRO kapal perang internasional pertama dalam sejarah PAL.

Ia menjelaskan PAL memenangkan proses tender terbuka untuk proyek MRO ini dan mengungguli galangan-galangan lokal asal Filipina, sehingga membuktikan layanan perusahaan diakui secara regional dan global.

Sebagai kapal perang terbesar yang dioperasikan AL Filipina sejak 2016, BRP Tarlac 601 merupakan produk ekspor unggulan karya anak bangsa Indonesia.

Pada proyek MRO kali ini, fokus utama pekerjaan mencakup sistem propulsi, perawatan bawah garis air (BGA), serta sistem katup, dengan waktu pengerjaan ditargetkan selama empat bulan.

Diana menuturkan kolaborasi ini menjadi simbol penguatan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Filipina serta potensi kelanjutan kerja sama pada kapal-kapal lain seperti sister ship-nya yakni BRP Davao Del Sur 602.

"Kami percaya kolaborasi ini akan terus tumbuh dan memperkuat solidaritas maritim Asia Tenggara. Kami berharap proyek berjalan lancar dan menjadi langkah positif menuju kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan," kata Diana.

Komandan Kapal BRP Tarlac 601 Capt Fredie C Parpan menyampaikan rasa syukurnya karena tiba di Surabaya dengan selamat setelah delapan hari perjalanan sehingga menandakan keahlian luar biasa dari kapal yang dibangun tangan-tangan Indonesia.

Terlebih, kapal tersebut sebenarnya sudah waktunya untuk dry docking tetapi tetap berhasil berlayar dengan sangat kuat dan andal karena dibangun dengan baik.

Fredie menambahkan kolaborasi antara Filipina dan Indonesia tersebut sekaligus membentuk adanya peluang pembelajaran bagi awak kapal AL Filipina di BRP Tarlac 601 mengingat personel akan terlibat dalam proses perbaikan.

"Personel kami akan memiliki kesempatan untuk mengamati dan terlibat dalam proses perbaikan, memperluas pengetahuan teknis mereka dan membiasakan diri dengan standar dan praktik galangan kapal internasional," ujar Fredie.

 👷 
antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...