Rabu, 25 Juni 2025

[Video] Lundin Tampilkan Desain Kapal untuk TNI AL

⚓ 🎥 📸 Kerjasama dengan Perusahaan SwediaPerusahaan swasta nasional PT Lundin pada pameran Indo Defence 2025 menampilkan beberapa desain kapal.

Naval News menampilkan video liputannya, dimana desain kapal yang sedang di produksi di galangan kapal Lundin di Jawa akan ditawarkan ke TNI AL, dan salah satunya juga diproduksi di Swedia akan di ujicoba di Indonesia.

Seperti kapal desain PT Lundin sebelumnya, mayoritas sistem dan sensor, maupun persenjataannya mengadopsi produk eropa, baik rudal dan lainnya.

  📹 Berikut video dari Youtube : 


Kapal rudal Lundin (jaas)


 🎥  Garuda Militer  

[Video] Kapal OPV dan Kapal Multiguna pesanan TNI AD

⚓ 🎥 📸TNI AL baru-baru ini telah memesan kapal OPV ketiga dari perusahaan swasta PT Noahtu Shipyard di Batam.

Kapal dengan panjang 98 meter ini nantinya akan dipersenjatai dengan meriam 76 mm dan kaliber 40 mm dari Leonardo.

Serta sistem dan sensor lainnya dari Turkiye. Juga dalam desain kapal terpantau bisa dipasang 8 rudal SSM (Surface to Surface Misille) kemungkinan rudal Atmaca dari Turki.

  📹 Video from Youtube : 


Kapal OPV desain Noahtu Shipyard (Naval News)

Kapal multiguna pesanan TNI AD

 🎥  Garuda Militer  

Selasa, 24 Juni 2025

ILSV, Tameng Sekaligus Senjata Andalan Wing Komando I Kopasgat

 Produksi JForce Penampakan kendaraan taktis ILSV dalam latihan Hardha Marutha di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/6/2025) (ANTARA/Walda Marison)
K
endaraan taktis Indonesian Light Strike Vehicle (ILSV) buatan dalam negeri jadi ujung tombak Wing Komando I Kopasgat TNI AU dalam menjalankan misi evakuasi ataupun penyerangan musuh.

Kecanggihan kendaraan taktis ini sempat ditunjukan dalam gladi bersih latihan Hardha Marutha I 2025 di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin.

Dalam momentum tersebut, Antara mendapat kesempatan untuk melihat langsung penampakan kendaraan taktis ILSV karya J-Force atau PT. Jala Berikat Nusantara Perkasa ini.

  Spesifikasi  
Kendaraan taktis ini memiliki empat fungsi utama yakni sebagai kendaraan patroli, tempur, evakuasi hingga pengangkut personel.

Empat tanggung jawab itu bisa dituntaskan oleh ILSV lantaran kendaraan ini memiliki ragam spesifikasi yang mumpuni.

ILSV memiliki panjang 5,4 meter, lebar 1,9 meter dan tinggi sekitar 2 meter.

Kendaraan bermesin 2500 cc ini dilapisi dengan high strength steel paduan aluminium dari Standar NIJ level III dan kaca anti peluru NIJ level III yang membuatnya tahan akan tembakan.

Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi dengan senjata senjata mesin serba guna atau General Purpose Machine Gun (GMPG) dengan peluru kaliber 7,62 buatan Belgia dengan jarak tembak hingga 1.200 meter.

Dengan senjata itu, ILSV bisa dipakai untuk melumpuhkan sebuah tank.

Berbicara soal kapasitas muatan, mobil berkecepatan 120 kilometer per jam ini dapat menampung 10 pasukan.

Fasilitas itu membuat ILSV layak untuk dijadikan sebagai mobil pengangkut pasukan ataupun evakuasi sandra.

Wing Komando I Kopasgat diketahui memiliki enam unit ILSV yang berada di bawah Yonko 461.

Enam unit ILSV ini terdiri dari dua jenis yakni Copula dan Remote Controlled Weapon Station (RCWS).

Jenis Copula merupakan ILSV dengan penggunaan senjata GPMG secara manual dari kendaraan atas oleh seorang personel.

Sedangkan untuk jenis RCWS sendiri merupakan jenis kendaraan dengan senjata yang digunakan secara otomatis.

Penembak hanya perlu menggunakan layar dan pengendali yang ada di dalam mobil untuk menembakan senjata secara otomatis.

Kendaraan taktis ini dipastikan akan tampil dalam puncak latihan Hardha Marutha I yang akan digelar pada Rabu (25/6) mendatang.

 
Antara  

KRI Kapak-625 Laksanakan Latihan Penembakan Meriam di Laut Maluku

⭕ Tajamkan Naluri Tempur Latihan penembakan kaliber 20 mm (Dispenal)

Dalam rangka mendukung Operasi Cendrawasih Jaya-25, unsur KRI Kapak-625 yang tergabung dalam Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada III (Koarmada III) melaksanakan latihan penembakan senjata di wilayah perairan Laut Maluku, Minggu (22/6/2025). Operasi ini dipimpin oleh Letkol Laut (P) Nugroho A.W selaku Komandan KRI Kapak-625.

Latihan tempur tersebut melibatkan penembakan meriam kaliber 57 mm, 20 mm, serta sistem decoy terhadap sasaran floating target. Latihan ini bertujuan untuk menguji performa sistem senjata kapal sekaligus meningkatkan profesionalisme dan naluri tempur para prajurit di medan laut terbuka.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pemeliharaan kesiapan tempur prajurit dan alutsista, guna menjawab setiap tantangan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia,” ujar Letkol Laut (P) Nugroho A.W dalam keterangannya.

Ruang CiC KRI Kapak 625

Pelaksanaan latihan penembakan ini juga sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, khususnya dalam bidang pembinaan sumber daya manusia (SDM) TNI AL yang unggul serta peningkatan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang memiliki daya gerak dan daya gempur tinggi.

KRI Kapak-625 menunjukkan kemampuan manuver dan tempur yang solid selama latihan, memperlihatkan kesiapan penuh dalam menjalankan misi pengamanan laut nasional.

Operasi ini menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan timur Nusantara. (dispenkoarmada III)
 

  ⭕ Liputan One  

Senin, 23 Juni 2025

Korean Aerospace Industries (KAI) Kunjungi Depohar 10

 Dalam rangka stripping pesawat KT-1B Woongbee(Depohar 10)

Komandan Depohar 10, Kolonel Tek Ruhimat, S.T., M.M., menerima kunjungan delegasi dari Korean Aerospace Industries (KAI) dalam rangka pelaksanaan kegiatan stripping pesawat KT-1B Woongbee di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 11 Depohar 10, Lanud Husein Sastranegara, Bandung.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama teknis antara TNI Angkatan Udara dengan pihak pabrikan pesawat asal Korea Selatan tersebut, dalam upaya mendukung kesiapan dan keberlangsungan operasional pesawat latih KT-1B milik TNI AU. Proses stripping bertujuan untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap struktur dan sistem pesawat sebagai bagian dari pemeliharaan berkala.

Dalam sambutannya, Kolonel Tek Ruhimat menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim KAI dan menekankan pentingnya sinergi antara teknisi TNI AU dan pihak manufaktur untuk menjamin kualitas dan keamanan pesawat yang dioperasikan. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa manfaat optimal bagi kesiapan operasional pesawat KT-1B ke depannya,” ungkap beliau.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan pengalaman teknis antara teknisi Sathar 11 dengan tim KAI, guna memperkuat kapabilitas pemeliharaan pesawat buatan luar negeri di lingkungan Depohar 10.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pejabat teknis dari KAI, pejabat Depohar 10, serta para teknisi Sathar 11 yang terlibat langsung dalam proses stripping dan inspeksi pesawat. (Pendepohar10)
 

  🛩 Depohar 10  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...