Minggu, 13 Juli 2025

Menhan Bahas Penguatan Kerjasama Pertahanan dengan Mesir

Pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Menhan Mesir Jenderal Abdel Mageed Saqr (kanan) di Kairo, Mesir, Sabtu (12/7/2025). (ANTARA/HO-Kementerian Pertahanan/pri)

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Mesir Jenderal Abdel Mageed Saqr membahas penguatan kerja sama pertahanan saat melakukan pertemuan bilateral di Kairo, Mesir (12/7).

Kementerian Pertahanan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, melaporkan pertemuan itu menjadi tindak lanjut konkret dari komitmen kerja sama antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dalam mempererat hubungan bilateral, khususnya di sektor pertahanan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menhan membahas sejumlah inisiatif strategis, seperti penguatan kerja sama industri pertahanan, pelatihan dan latihan bersama, serta peluang pertukaran personel militer, termasuk pelatihan Bahasa Arab dan Indonesia guna memperkuat komunikasi antar institusi pertahanan kedua negara.

Selain itu, Menhan Sjafrie juga menyampaikan apresiasi atas peran Mesir sebagai jalur pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia untuk rakyat Palestina di Gaza.

Sementara itu, Menhan Saqr menjelaskan kiprah angkatan bersenjata Mesir dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk kontribusi aktif dalam sektor pertanian dan perikanan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menhan Sjafrie juga menjelaskan kontribusi militer Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia sehingga dapat meningkatkan surplus produksi beras.

Di pertemuan ini, Menhan RI dan Menhan Mesir bersepakat untuk membentuk kelompok kerja (working group) sebagai forum teknis untuk menindaklanjuti berbagai inisiatif kerja sama yang telah disepakati.

Adapun Menhan Sjafrie dalam agenda kunjungannya juga melawat Monumen Unknown Soldier Memorial di Nasr City, Kairo. Ia melakukan prosesi peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan Mesir, serta melakukan ziarah ke makam presiden ketiga Mesir Anwar Sadat.

Setelah rangkaian seremoni, Menhan Sjafrie dan Menhan Saqr melanjutkan agenda dengan jamuan makan siang bersama, diakhiri dengan pertukaran cendera mata. Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat hubungan pertahanan Indonesia-Mesir dalam konteks global yang dinamis.

 🤝 
antara  

Sabtu, 12 Juli 2025

[Video] Ground Forward Air Control (GFAC) Simulator

  Post by AVS Simulator For the first time, Indonesia proudly presents the Ground Forward Air Control (GFAC) Simulator, a cutting-edge military training innovation developed by AVS Simulator.

Specially designed for the Indonesian Air Force’s elite unit KOPASGAT, this simulator strengthens Close Air Support (CAS) and Air Interdiction missions by enhancing coordination between ground and air forces. With realistic warzone visuals, flight control systems, integrated training modules (LMS), and post-action review tools, the GFAC Simulator sets a new standard for modern military training.

Learn how this simulator boosts precision, effectiveness, and efficiency in mission execution. Watch the full video to see how Indonesia is taking a leap forward in defense technology.

 Video from Youtube : 
 
 

 
 🎥  Youtube  

Poltekad TNI AD Ciptakan Water Treatment

 Solusi Air Minum Praktis untuk Prajurit di Medan Operasi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg75VJhTfDX-UFSFm7RR1ujtdta44WqCEIFvL7kzXflp9CO-Ko6S0g0le96OBw0z4MzFlm6x4RlHGHsxDdOt2YvVoSdptKu_QrgIGJY_TY96k5qp1Zbm9wKQ-M4N03yYWcvI6xHFs2lbgreJFSpTUAxHnFRTMsBOd2tta3rsK5MYYGBhljaxGF-ZLoQegc/s380/Poltekad%20TNI%20AD%20Ciptakan%20Water%20Treatment.pngPoltekad TNI AD Ciptakan Water Treatment (IDM)

P
oliteknik Angkatan Darat (Poltekad) kembali menciptakan sebuah inovasi berupa water treatment portable, untuk bantu prajurit di medan operasi.

Dilansir dari keterangan Poltekad, Selasa (8/7) dikatakan alat tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan penyediaan air bersih di lokasi terpencil atau pascabencana.

Dijelaskan pula, keunggulan water treatment ini tidak hanya menyaring air, tetapi mampu menghasilkan air yang siap minum secara langsung.

Keberhasilan alat ini dalam memproduksi air minum berkualitas telah teruji secara ketat dan lolos uji laboratorium berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023, yang merupakan standar baku mutu air minum di Indonesia. Ini menjamin bahwa air yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi,” bunyi keterangan tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan alat ini menggunakan energi terbarukan berupa panel surya serta berbentuk portable. Selain itu juga menggunakan teknologi pre-filter, PVDF, reverse osmosis, dan lampu ultraviolet untuk memaksimalkan hasil treatment.

Inovasi dari Poltekad ini diharapkan dapat mendukung tugas TNI AD dalam memberikan bantuan logistik, khususnya penyediaan air minum bersih, kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan teknologi ini, kesulitan akses air bersih di daerah terpencil atau terdampak bencana dapat diminimalisir, memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta prajurit yang bertugas. (rr)

 
💡 IDM  

Wamenhan Filipina Tinjau Fasilitas Produksi Pindad

 Dorong kerjasama pertahanan(Pindad)

W
akil Menteri Pertahanan Filipina, Salvador Melchor B.Mison, Jr., bersama delegasi resmi Filipina melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi PT Pindad di Bandung pada Rabu, 9 Juli 2025. Kunjungan ini diterima langsung oleh Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto; Direktur Produksi, Hera Rosmiati; Direktur Teknologi dan Pengembangan, Prima Kharisma beserta jajaran VP GM, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki peluang kerja sama strategis di sektor pertahanan.

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto menyambut hangat kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Filipina. Beliau kemudian menjelaskan secara singkat produk dan kapabilitas perusahaan. Budhiarto berharap pertemuan ini dapat berlanjut dan menjadi hubungan kemitraan strategis di masa mendatang.

Pertemuan hari ini merupakan momen istimewa karena PT Pindad berkontribusi memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina terutama dalam sektor pertahanan. Berbagai produk alpalhankam telah kami kembangkan, terutama untuk produk Medium Tank Harimau telah mendapatkan berbagai peningkatan. Kami berharap pertemuan ini membuka jalan bagi kerja sama strategis ke depan.” Tutur Budhiarto dalam sambutannya.

Wakil Menteri Pertahanan Filipina menyampaikan maksud kunjungannya serta harapannya untuk kerja sama strategis antar negara di masa yang akan datang. “Terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan, pertemuan hari ini dapat terlaksana melalui hubungan baik kedua negara terutama dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Kami hadir untuk meninjau alpalhankam dan fasilitas produksinya. Sebagai negara yang berhubungan baik dalam satu kawasan ASEAN, kami mengajak Indonesia untuk saling bekerja sama dan saling mendukung terutama dalam bidang pertahanan. Kami berharap pertemuan hari ini menjadi awal dari kolaborasi strategis.” Jelas Salvador Melchor B.Mison, Jr.

Setelah mendengarkan penjelasan mengenai profil dan produk Pindad, Wakil Menteri Pertahanan Filipina, Salvador Melchor B.Mison, Jr., beserta jajaran meninjau fasilitas produksi kendaraan khusus. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Filipina berkesempatan untuk menyaksikan defile kendaraan khusus produk PT Pindad, antara lain; Medium Tank Harimau, Ranpur Anoa 2 6x6, Ranpur Komodo 4x4, Rantis Maung MV1, Ranops Maung MV3 dan Pandu TEV. Kunjungan diakhiri dengan sesi menembak menggunakan senjata produksi Pindad yaitu DMR SPM1.

Kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Filipina ke PT Pindad menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Indonesia dan Filipina dalam bidang pertahanan. PT Pindad menyambut positif peluang kerja sama ke depan dan berkomitmen untuk menghadirkan produk alpalhankam yang inovatif dan andal untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

  Pindad  

Jumat, 11 Juli 2025

PT Aurora Perdana Mandiri Berhasil Merakit CPT DMC

 Yang digunakan AU Filipina 
https://i0.wp.com/indoaviation.asia/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250406-WA0009-1-scaled.jpg?resize=1200%2C800&ssl=1Cockpit Procedure Trainer (CPT) dengan touch screen dilengkapi Dynamic Motion Chair (DMC) untuk pesawat NC212i (Suara Merdeka/) 🖥

PT
Aurora Perdana Mandiri, perusahaan manufaktur dari Bandung, Jawa Barat, berhasil membuat Cockpit Procedure Trainer (CPT) touch screen technology NC212i with Dynamic Motion Chair (DMC). Alat ini sekarang sudah dirakit dan terpasang dengan baik di Trainer Squadron Philippine Airforce (PAF) di Mactan-Cebu, Filipina.

CPT merupakan alat bantu pelatihan bagi pilot yang fokus pada prosedur pengoperasian salah satu tipe pesawat secara interaktif bagaikan dalam kokpit pesawat terbang. CPT untuk tipe pesawat NC212i ini menerapkan teknologi layar sentuh dan dipadukan dengan DMC atau kursi yang bisa bergerak agar dapat memberikan sensasi terbang bagi penggunanya.

Efisiensi dan penghematan dalam biaya pelatihan menjadi inti dari dibuatnya CPT DMC ini.

Pada 16 April 2025, CPT DMC pesawat NC212i tersebut diterima secara resmi dan dilakukan peresmian penggunaannya oleh PAF Wing Commander 220, Brigadier General Joselito T Lopena.

Kami berhasil membuat CPT DMC tersebut, yang dibeli oleh pelanggan dari Filipina dan digunakan oleh Philippine Airforce,” ujar Capt. Esther Gayatri Saleh, CEO PT Aurora Perdana Mandiri pada peresmian tersebut di Cebu.

Capt. Esther menjelaskan, dalam CPT DMC karya Aurora tersebut, semua performa dan limitasi dari suatu pesawat terakomodasi, seperti prosedur preflight, take off, climb, cruising, descend, dan landing. Ada juga Instructor Operating System (IOS), yang dapat memberikan materi abnormal dan emergencies procedure.

Bahkan alat tersebut dapat juga merekayasa cuaca cerah, berawan, hujan, juga foggy, serta suasana pagi dan malam.

Uniknya dari alat ini adalah dibuat dengan konsep movable and easy installation,” ungkap Capt. Esther.

Proses pembuatan CPT DMC sampai dengan perfoma yang diminati PAF itu cukup panjang; sekitar satu tahun. Pada akhir Februari 2025, alat ini selesai dibuat di Bandung, kemudian dikirimkan melalui kargo udara ke Manila dan berlanjut diangkut pesawat C130 PAF ke Cebu.

Tim Aurora yang akan memasang dan merakitnya pun turut serta dan diterima oleh Brig Gen Joselito pada 3 April 2025.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUmXd2VW6wpK-XrHrC7Pq5E8OndqysF_9i9cccxB5Sy10YvE5Ph8iC3Jm4zm1rq4ltUqsSGwyP-PhfQc1D4dRIPNrZLVJb14nt9DJafkNpdrcKPqerLKpbUxGw_ek38OrljE4dyKDURz-B9Kpnp6-PUiHAztaOS30duERx-qU_Iw-JU8hGpFKHIIzJwWGg/s1280/APM_2.jpgPada awal April 2025 itu, tim Aurora Perdana Mandiri yang dipimpin Capt. Esther, bersama para engineer, yakni Flight Test Engineer, Andro; Software Engineer, Purwanto dan Toras; serta Software & Visual Engineer, Andre, berhasil menginstalasi dan merakit CPT DMC tersebut di Trainer Squadron Philippine Airforce di Mactan-Cebu, Filipina.

Capt. Esther menyampaikan bahwa peresmian tersebut merupakan salah satu tonggak untuk membangun keselamatan penerbangan di kawasan ASEAN melalui produk awal CPT DMC karya Aurora.

Untuk Philippine Airforce, alat ini akan digunakan demi memperkuat atau enhance the pilots and other flight crew in increasing awareness of flight safety, khususnya untuk Approach Landing Accident Reduction (ALAR) and Control Flight Into Terrain (CFIT),” tuturnya.

Pada peresmian tersebut, Brig Gen Joselito menyambut baik dan antusias dengan akan digunakannya CPT DMC dari Aurora.

Alat ini sangat kami butuhkan untuk meningkatkan safety flight pilot-pilot kami melalui training dengan menggunakan Cockpit Procedure Trainer touch screen technology NC212i with Dynamic Motion Chair dari PT Aurora in,” ujarnya.

Bahkan Brig Gen Joselito juga tertarik untuk membuat alat sejenis untuk tipe pesawat selain NC212i. Di samping itu, ia menyebutkan pula untuk memperluas kerja sama dengan Aurora dalam berbagai pelatihan, khususnya dalam pelatihan yang lebih menekan pada peningkatan keselamatan penerbangan.

Setelah CPT DMC pesawat NC212i itu terpasang, Capt. Esther yang juga seorang test pilot dan instruktur memberikan pelatihan penggunaan alat tersebut, termasuk ALAR dan CFIT. Tim Aurora tidak hanya menjual alat tersebut, tapi juga memberi pelatihan untuk penggunaannya.

Kami berada di Cebu sampai selesai melatih para pilot dan operator CPT DMC ini. Ada ground school dan CPT training, juga acceptance oleh PAF,” ucapnya.

Capt. Esther juga menyampaikan rasa syukur bahwa dari perusahaan manufaktur sederhana yang sedang berkembang dan berlokasi di Bandung ini bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan dan dipercaya oleh pihak luar negeri.

CPT DMC ini adalah sumbangsih kami sebagai anak bangsa, yang digunakan di dunia internasional; it’s manufacture by Aurora Perdana Mandiri in Bandung, Indonesia,” tegas Capt. Esther.

  🖥  Suara Merdeka  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...