Selasa, 05 Agustus 2025

[Global] Australia Pilih Kapal Perang Mogami Class

⚓ Borong 11 unit versi upgradeAustralia pesan 11 unit dari Jepang, dimana 8 unit akan diproduksi di dalam negeri (Getty Images/Pool)

Negara tetangga yang berbatasan laut dengan Indonesia, Australia, memborong 11 kapal perang siluman canggih yang dilengkapi senjata ampuh dari Jepang.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan pembelian itu merupakan kerja sama pertahanan terbesar kedua negara. Kesepakatan ini bernilai US$ 26 miliar.

"Ini jelas merupakan perjanjian industri pertahanan terbesar yang pernah dicapai antara Jepang dan Australia," kata Marles pada Senin (4/8), dikutip AFP.

Kapal perang siluman itu merupakan jenis fregat kelas Mogami dan dibuat Mitsubishi Heavy Industries. Perusahaan ini menang tender atas ThyssenKrupp Marine System asal Jerman.

"Keputusan ini dibuat berdasarkan kemampuan terbaik Australia. Kami punya keselarasan strategis yang sangat erat dengan Jepang," imbuh Menhan itu.

Marles lalu mengatakan fregat Mogami adalah generasi baru dan memiliki 32 sel peluncur vertikal yang bisa meluncurkan rudal jarak jauh termasuk Tomahawk.

Mogami class versi upgrade lebih berat dan panjang. (MHI)

Akuisisi fregat itu, lanjut dia, akan memperkuat persenjataan Angkatan Laut Australia.

"Ini akan membuat Angkat Laut kita jadi Angkatan Laut yang lebih besar, dan Angkatan Laut yang lebih mematikan," ungkap Maarles.

Lebih rinci, Marles mengatakan kapal kelas Mogami pertama akan beroperasi di Australia pada 2030 mendatang. Pembelian ini sekaligus untuk mengganti armada kapal kelas Anzac yang dianggap sudah usang.

Tiga fregat Mogami pertama akan dibuat di luar negeri dan sisanya diharapkan akan dirancang di galangan kapal Australia Barat.

Australia tengah merestrukturisasi militer besar-besaran sejak 2023. Beberapa pihak menilai mereka meningkatkan serangan jarak jauh untuk merespons kekuatan China dengan lebih baik.

Negeri Kanguru juga berupaya memperluas armada kapal perang dari 11 menjadi 26 untuk dalam satu dekade ke depan.

Australia juga sebelumnya membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Inggris (AUKUS) untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir. Menurut perjanjian, Canberra akan memperoleh setidaknya tiga kapal selam kelas Virginia dalam waktu 15 tahun. (isa/bac)
 

  👷 CNN  

Senin, 04 Agustus 2025

Indonesia Receives First KHAN Ballistic Missile System

The KHAN ballistic missile system, developed by Türkiye’s Roketsan, was spotted at an Indonesian Army installation in East Kalimantan. Trisula missile system appearance (KERIS reborn)

The missile platform, identified as the ITBM-600, was seen at the Raipur A base of the 18th Field Artillery Battalion (Yonarmed 18/Buritkang Tenggarong) on August 1, 2025.

This was first reported by the defense-focused platform Sahabat Keris, which published images showing the weapon system positioned for deployment.

Indonesia signed a contract in 2022 for the delivery of the KHAN ITBM-600 system, a tactical ballistic missile platform based on Roketsan’s proven technology. The system is mounted on a Tatra 8×8 high-mobility vehicle, allowing it to operate across varied terrain with minimal setup time. Designed for rapid deployment, the system gives the Indonesian Army a mobile, precision-strike capability that had previously been absent from its inventory.

KHAN Ballistic Missile System @ IDEF 2025 (Defenceturk.net)

According to Roketsan, the KHAN missile has a range of up to 280 kilometers and is capable of delivering accurate strikes against high-value targets under complex battlefield conditions. The company says the system is guided by a hybrid navigation suite using GPS and GLONASS-aided inertial navigation, allowing for reliable targeting even in contested environments.

The missile weighs approximately 2,500 kilograms and has a diameter of 610 millimeters. Roketsan emphasizes that the KHAN is engineered for both precision and survivability, offering “high lethality and operational flexibility” across a wide range of target sets. The system has already been integrated into the Turkish Armed Forces and is now finding a place within select partner nations’ arsenals.

For Indonesia, this deployment reflects a broader modernization effort aimed at enhancing its long-range deterrence and improving its ability to respond rapidly to regional threats.

In previous public statements, Indonesian defense officials have indicated that expanding the country’s artillery and missile forces is a key priority. The ability to conduct deep precision strikes within and beyond the archipelago’s borders is viewed as a strategic asset in a dynamic and often unpredictable security environment.

  🚀 
Defence Blog  

Minggu, 03 Agustus 2025

Ketika KRI BWJ 320 Bertemu KRI SIM 367

 ⚓️ Di laut Mediterania 2 KRI TNI AL bertemu di Laut Mediterania (@Boyavianto)

Dalam perjalanan menuju Indonesia, KRI Brawijaya (BWJ) 320 bertemu kapal perang TNI AL yang bertugas sebagai UN ship, KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) 367.

Dari forum militer tersiar beberapa video maupun foto ketika para kru SIM 367 melakukan kunjungan ke dek KRI BWJ dengan helikopter Panther dengan menurunkan Srikandi 367 dari helikopter, dengan cara turun melalui tali dan merupakan Srikandi pertama yang berkunjung ke KRI BWJ 320.

Lalu KRI Iskandar Muda-367 & KRI Brawijaya-320 menggelar latihan Passex di Laut Mediterania (2/8).

Latihan ini wujud sinergi & kesiapan TNI AL dalam misi perdamaian PBB dan diplomasi pertahanan, ungkap media X Puspen TNI.

Setelah latihan, KRI BWJ terpantau berlayar menuju kota Mersin, Turkiye dengan diikuti KRI SIM 367.

  ⚓️
Garuda Militer  

Penerbal Ujicoba Drone VTOL Ambara

  Untuk pengawasan maritim Uji coba drone Multicopter VTOL Fixed Wing Ambara (Kolat Penerbal)

Dankolat Penerbal, Kolonel Laut (P) Moh. Mashabi, meninjau langsung pelaksanaan uji coba penyempurnaan dan penyerahan Drone Multicopter VTOL Fixed Wing di Lapangan Terbang R.E.B.O Tjokroadirejo, Grati, Pasuruan, Selasa (29/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dislitbangal TA 2024 bekerja sama dengan PT Sapta Cakra Manunggal, dalam rangka mendukung pengembangan teknologi pertahanan untuk kepentingan maritime surveillance oleh TNI AL.

“Uji coba ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kapabilitas pemantauan udara TNI AL melalui teknologi drone. Kami berharap hasil inovasi ini dapat segera dioperasionalkan secara optimal di satuan-satuan udara TNI AL,” ujar Dankolat Penerbal.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekdislitbangal Kolonel Laut (E) Dr. Frankie O. Madethen, Kapoklit Dislitbangal Kolonel Laut (T) Dedi Sugiarto, Kasubdis Litbang Indalsen Letkol Laut (E) Anang Prasetia, Kasubdit Lat Ditops Puspenerbal, Kasi Siapmat Subdit Matud Ditlog Puspenerbal, Danron 700, serta perwakilan dari PT Sapta Cakra Manunggal.

Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan penyerahan simbolis unit drone kepada pihak pengguna operasional sebagai bentuk kesiapan sistem dalam mendukung pengawasan maritim secara real-time.

  
〄  Kolat Penerbal  

Jet Tempur Rafale Pesanan Indonesia Terlihat di Pabrik Dassault Aviation

(Dassault Aviation)

Jet tempur Rafale pertama yang dibuat untuk Indonesia telah terlihat di fasilitas pabrik Dassault Aviation di Bordeaux, Prancis, pada Rabu (30/7).

Pesawat tempur buatan Prancis itu tercatat dengan nomor seri T-0301 dan merupakan varian Rafale B yang diperuntukkan bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Kemunculan pesawat ini menandai progres nyata dari kontrak pembelian Rafale oleh Indonesia yang pertama kali diumumkan beberapa waktu lalu.

Dari total pesanan awal sebanyak 24 unit, enam pesawat saat ini sedang dalam proses produksi.

Selain itu, Indonesia juga telah mengaktifkan opsi pembelian tambahan sebanyak 18 unit pada awal tahun ini. Dengan penambahan tersebut, total pesanan jet tempur Rafale untuk TNI AU menjadi 42 unit.

Diberitakan Scramble pada Kamis (31/7), pengiriman unit pertama dijadwalkan berlangsung pada awal 2026.

Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan produsen asal Turki, Turkish Aerospace Industries (TAI), untuk memproduksi bersama pesawat tempur KAAN.

Kesepakatan ini membuka peluang bagi PTDI untuk memenuhi potensi pemesanan sebanyak 48 unit pesawat tempur KAAN, apabila keputusan pembelian itu nantinya difinalisasi.

Pada Mei 2025, Indonesia menandatangani letter of intent (LOI) terkait niat kerja sama dengan Prancis di sejumlah bidang, termasuk pertahanan.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan LoI bidang pertahanan itu terkait dengan pembelian alutsista strategis pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation dan kapal selam Scorpene buatan Naval Group. (del/end)

  💥 
CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...