Sabtu, 03 Januari 2026

115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Dapat KPLB

  Rebut Markas OPM di 3 Lokasi 115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Terima KPLB

Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda dalam rangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025.

Pemberian KPLB dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026) kemarin.

Para prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, meliputi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI AL dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Mereka mengikuti upacara dengan mengenakan baret kebanggaan satuan masing-masing.

Prosesi penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin Panglima TNI, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Menhan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.

KPLB diberikan kepada prajurit yang terlibat langsung dalam sejumlah operasi penting, di antaranya Operasi Kinetik 5 Oktober 2025 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Dalam operasi tersebut, Satgas Rajawali III berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat Komandan Operasi Kodap XII.

Selanjutnya, pada Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi tersebut menewaskan 14 anggota OPM.

Operasi berlanjut melalui Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, saat personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang komandan ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya. Negara tidak akan mengabaikan mereka yang berkeringat dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi, integritas, serta pengabdian luar biasa.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi prajurit yang mengabdikan diri melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

KPLB adalah penghargaan negara kepada prajurit TNI yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Panglima TNI.

Pemberian KPLB ini diharapkan dapat meningkatkan moril, semangat juang, dan profesionalisme prajurit TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ron)

  💂 
Fajar Papua  

Kaleidoskop 2025 PAL Indonesia

🎥 👷 ⚓ Peluncuran FMP pertama KRI Balaputradewa 322 (BPD) di akhir bulan Desember 2025 (PAL)

2025 adalah tahun pencapaian. Milestone strategis berhasil dilalui, tidak sekedar imajinasi, inovasi diwujudkan, dan produk unggulan dihadirkan sebagai kontribusi nyata PT PAL Indonesia bagi maritim dan pertahanan negeri.

Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semua pihak yang telah berjalan bersama kami. Mari kita lanjutkan tahun 2026 dengan semangat merah putih yang kian menyala.

  📹 Video diposkan PAL Indonesia : 


  🎥  Youtube   

Jumat, 02 Januari 2026

Dubes Achmad Rizal Purnama Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan

Dubes Achmad Rizal Purnama (kiri) dan Corporate Marketing Leader dari Turkish Aerospace Industries Murat Zace di Kedutaan Besar RI (KBRI) Ankara, Turki pada 24 Desember 2025. (Foto X @AchmadRPurnama)

DUTA Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Turki Achmad Rizal Purnama menerima kunjungan Murat Zace, Corporate Marketing Leader dari Turkish Aerospace Industries (TUSAS). Pertemuan tersebut berlangsung di Kedutaan Besar RI (KBRI) Ankara, Turki pada 24 Desember 2025.

Pertemuan dengan pemimpin TUSAS tersebut membahas penguatan kerja sama Indonesia–Turki di bidang industri pertahanan. Khususnya pada pengembangan dan potensi kolaborasi teknologi pertahanan udara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah platform strategis. Antara lain pesawat tempur Kaan, wahana udara nirawak Anka, serta berbagai platform helikopter.

Diskusi ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan mitra internasional,” ungkap Dubes Rizal dalam pernyataannya.

Rizal menegaskan, Turki merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam pengembangan industri pertahanan. Utamanya, yang berbasis alih teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta peluang produksi bersama di masa depan.

Kaan adalah pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan Turkish Aerospace Industries. Pesawat ini dirancang dengan teknologi siluman (stealth), kemampuan avionik canggih, serta integrasi sistem persenjataan modern.

Kaan diproyeksikan menjadi tulang punggung pertahanan udara Turki di masa depan. Pesawat ini menarik minat sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia, untuk kerja sama pengembangan teknologi dan industri pendukungnya.

Sedangkan Anka merupakan pesawat tanpa awak kelas menengah hingga berat yang mampu melakukan misi pengintaian, pengawasan, serta serangan. Drone ini memiliki daya jelajah panjang dan dapat membawa berbagai sensor serta persenjataan presisi.

Selain pesawat tempur dan drone, pembahasan juga mencakup platform helikopter produksi Turki yang dirancang untuk berbagai misi. Seperti transportasi militer, pencarian dan penyelamatan (Search And Rescue/SAR), hingga operasi taktis.

Helikopter-helikopter ini dikembangkan dengan fokus pada keandalan, fleksibilitas misi, serta kemampuan beroperasi di berbagai medan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan geografis Indonesia.

  🛩
RM  

Kamis, 01 Januari 2026

10 Kapal Perang Fregat Terkuat di Dunia

Kapal fregat terbesar dan terkuat melindungi kapal dagang dan kapal lainnya dari ancaman di laut lepas. Ukurannya lebih kecil daripada kapal perusak, tetapi cepat dan dilengkapi dengan persenjataan dan sensor modern untuk melakukan berbagai tugas dan operasi.

Istilah fregat telah digunakan sejak akhir abad ke-15, dan Medee, yang dibangun pada tahun 1741, dikatakan sebagai fregat sejati pertama.

Melansir Marine Insight, fregat merupakan bagian penting dari angkatan laut suatu negara. Biasanya digunakan sebagai kapal pengawal untuk menjaga jalur komunikasi laut atau sebagai komponen tambahan dari kelompok penyerang.

  10 Kapal Perang Fregat Terkuat di Dunia 
  1. Admiral Gorshkov (Rusia) 
Admiral Gorshkov merupakan salah satu kapal fregat terkuat di dunia. (Wikipedia)
Juga dikenal sebagai Proyek 22350, Admiral Gorshkov adalah kelas fregat dalam angkatan laut Rusia.

Salah satu fregat terbesar, kapal-kapal ini sedang dibangun di Saint Petersburg, dengan biaya masing-masing kapal mencapai 250 juta dolar. Menggabungkan teknologi siluman, kapal-kapal yang dirancang oleh Biro Desain Severnoye ini dapat melakukan serangan jarak jauh, menjalankan misi pengawal, dan melakukan peperangan anti-kapal selam.

Sepuluh kapal dari kelas ini dipesan pada tahun 2020 dan akan dikirimkan pada tahun 2027. Kapal utama, yang juga bernama Admiral Gorshkov, ditugaskan pada tahun 2018 dan merupakan bagian dari Divisi Kapal Rudal ke-43 di Severomorsk.

Kapal ini memiliki panjang 135 m, lebar 16 m, dengan kedalaman lambung 4,5 m. Fregat ini dapat mencapai kecepatan 29,5 knot dan memiliki jangkauan 4850 mil laut.

Dengan bobot 5400 ton, ini adalah salah satu fregat terbesar dan terkuat. Kapal ini dilengkapi dengan sensor canggih dan sistem peperangan elektronik, meriam angkatan laut, rudal jelajah, dan rudal anti-kapal selam.

  2. Aquitaine (Prancis) 
Aquitaine class (Seaforces)
Aquitaine adalah kapal utama dari kelas fregatnya, yang dikembangkan sebagai bagian dari program gabungan Prancis-Italia yang disebut FREMM, yang bertujuan untuk memproduksi kelas fregat yang dapat digunakan oleh beberapa Angkatan Laut Eropa.

Konstruksinya dimulai pada tahun 2007, dan selesai serta dioperasikan pada tahun 2012.

Sebagai salah satu fregat terbesar, kapal ini memiliki bobot 6.000 ton dan panjang 142 m serta lebar 19,8 m. Kapal ini memiliki radar array pemindaian elektronik pasif multi-fungsi Héraklès dan sonar array tarik CAPTAS-4 serta sonar terpasang lambung UMS 4110 CL.

Persenjataannya meliputi meriam super cepat, 3 sistem senjata kendali jarak jauh Narwhal, rudal pertahanan udara, rudal jelajah, rudal anti-kapal, dan 2 peluncur kembar untuk torpedo MU90.

  3. Tipe 054A (China) 
Tipe 054 class (Naval Tech)
Juga disebut Jiangkai II, kelas fregat rudal berpemandu dari China ini merupakan penerus fregat Tipe 054. Mereka dikatakan sebagai salah satu fregat terbesar di dunia, berkat kehebatan teknologinya.

Tipe 054A memiliki kemampuan pertahanan udara jarak menengah berkat radar Tipe 382 dan rudal permukaan-ke-udara HHQ-16 yang diluncurkan secara vertikal.

Fregat pertama dari kelas ini, Xuzhou, mulai dibangun pada tahun 2005 dan mulai beroperasi pada tahun 2008. 40 kapal dari kelas ini aktif beroperasi di angkatan laut China.

Kapal-kapal ini memiliki panjang 134 m, lebar 16 m, dan kedalaman lambung 5 m. Kecepatannya mencapai 27 knot dan jangkauannya 3800 mil laut pada kecepatan 18 knot.

Kapal ini dilengkapi dengan rudal anti-kapal, sistem senjata jarak dekat (CIWS), dan meriam utama untuk pertahanan jarak dekat.

  4. HNLMS De Ruyter (Belanda) 
HNLMS De Ruyter (Seaforces)
Fregat kelas De Zeven Provinciën milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda ini mulai dibangun pada tahun 2000 dan dioperasikan pada tahun 2004.

Pada tahun 2018, kapal ini menjadi kapal induk dari Standing NATO Maritime Group 2, dan pada tahun 2020, kapal ini berpartisipasi dalam operasi pelatihan gabungan dengan Skuadron Maritim Angkatan Bersenjata Malta yang melibatkan berbagai skenario di laut.

Dalam peningkatannya, kapal ini dilengkapi dengan radar multi-misi Thales SMART-L yang lebih baik, yang dapat mendeteksi rudal balistik yang datang.

Kapal ini memiliki bobot 6050 ton dan kecepatan 30 knot, serta awak sebanyak 174 orang. Fregat ini memiliki panjang 144,2 m, lebar 18,8 m, dan kedalaman lambung 5,18 m.

Kapal ini juga dilengkapi dengan 2 mesin diesel laut Wärtsilä 16 V26, 2 turbin gas Rolls-Royce Marine Spey SM 1C, dan 2 poros baling-baling.

Fregat ini memiliki senapan mesin, rudal permukaan-ke-udara, 8 rudal anti-kapal Harpoon, dan peluncur torpedo.

  5. INS Nilgiri (India) 
Nilgiri class (The week)
Ini adalah kapal utama dari kelas fregat rudal berpemandu siluman Nilgiri, yang sedang dibangun oleh Mazagon Shipyard Dock Limited untuk Angkatan Laut India.

Disebut sebagai salah satu fregat terbesar, kapal ini diresmikan pada 15 Januari 2025. Kapal-kapal lain dari kelas ini juga dilengkapi dengan teknologi low-observability dan lapisan penyerap radar baru.

Kapal ini dilengkapi dengan meriam utama 76 mm, 2 sistem artileri anti-pesawat AK-630M 30 mm, 2 tabung torpedo, peluncur untuk 8 rudal jelajah supersonik Brahmos dan 32 rudal permukaan ke udara Barak.

Fregat ini memiliki bobot perpindahan 6670 ton dan panjang 149 m, lebar 17,8 m, dengan kedalaman lambung 5,22 m. Kecepatannya 28 knot, jangkauannya 5500 mil laut, dan awaknya berjumlah 226 pelaut.

  6. JS Mogami (Jepang) 
Mogami class (Japan Times)
Kapal ini merupakan bagian dari fregat kelas Mogami milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang dan dinamai berdasarkan Sungai Mogami. Kapal ini juga memiliki nama yang sama dengan kapal penjelajah berat Perang Dunia II, Mogami, dan kapal pengawal perusak Perang Dingin, Mogami.

Fregat ini diresmikan pada April 2022 dan ditempatkan di Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka. Kapal ini memiliki bobot perpindahan muatan penuh 5.500 ton dan panjang 132 m serta lebar 16 m. Kapal ini dapat mencapai kecepatan 30 knot dan memiliki awak sebanyak 90 orang.

Kapal ini dilengkapi dengan meriam laut Mk-45 Mod 4, 2 tabung rudal untuk 8 rudal anti-kapal Tipe 17, 1 SeaRAM, torpedo Tipe 12, dan hanggar untuk satu helikopter.

  7. Carlo Bergamini (Italia) 
Carlo Bergamini class (seaforces)
Fregat ini merupakan bagian dari Angkatan Laut Italia dan diresmikan pada tahun 2013. Kapal ini memiliki bobot 6700 ton, panjang 144,6 m, lebar 19,7 m, dan kedalaman lambung 8,7 m.

Salah satu fregat terbesar, kapal ini memiliki kecepatan 27 knot dan jangkauan 6800 mil laut, dengan awak sebanyak 199 orang.

Kapal ini dilengkapi radar Leonardo Kronos Grand Naval (MFRA) Active electronically scanned array, sonar CAPTAS-4 yang ditarik, dan sonar UMS 4110 CL yang terpasang di lambung kapal.

Persenjataannya meliputi sistem peluncuran vertikal MBDA SYLVER A50 16 sel untuk 16 rudal MBDA Aster 15 dan 30, 1 Leonardo Otobreda 127/64 Vulcano, 2 sistem senjata jarak jauh Leonardo Oto Melara/Oerlikon KBA 25/80 mm, 8 rudal anti-kapal dan serangan darat MBDA TeseoOtomat Mk-2/A, 2 peluncur tiga laras Leonardo B-515/3 untuk torpedo MU 90, dan 2 senjata akustik.

  8. HNoMS Fridtjof Nansen (Norwegia) 
HNoMS Fridtjof Nansen (Defense media)
Salah satu fregat terbesar dan terkuat dari Angkatan Laut Kerajaan Norwegia, kapal ini ditugaskan pada tahun 2006 dan merupakan kapal utama dari kelas kapal perang Fridtjof Nansen.

Kapal ini memiliki bobot 5290 ton, panjang 134 m, lebar 16,8 m, dan kedalaman lambung 7,6 m. Fregat ini memiliki kecepatan 27 knot dan jangkauan 4500 mil laut dengan awak sebanyak 120 orang.

Fregat ini dilengkapi dengan radar multifungsi 3-D Lockheed Martin AN/SPY-1F, radar pengawasan udara/laut Reutech RSR 210N, pengarah elektro-optik Sagem Vigy 20, dan sonar terpasang di lambung MRS 2000.

Kapal ini juga memiliki 8 rudal serang laut SSM, 4 tabung torpedo untuk torpedo Sting Ray, 1 meriam super cepat OTO Melara, dan masih banyak lagi.

  9. Sachsen (Jerman) 
Sachen class (wikipedia)
Ini adalah kapal utama dari fregat kelas Sachsen Angkatan Laut Jerman, dengan bobot 5800 ton, panjang 143 m, lebar 17,44 m, dan kedalaman 6 m.

Fregat ini dapat mencapai kecepatan hingga 29 knot dan memiliki jangkauan 4000 mil laut.

Kapal ini memiliki radar pengawasan udara dan permukaan jarak jauh Thales Nederland SMART-L, 2 radar ARPA multi-fungsi pita I/J STN Atlas 9600-M, 1 sistem kontrol tembakan elektro-optik STN Atlas MSP 500, dan 1 sonar haluan STN Atlas DSQS-24B.

Kapal ini juga memiliki meriam serbaguna Compact, 2 meriam otomatis Mauser MLG 27 27 mm, rudal permukaan-ke-udara, 4 senapan mesin berat SMG, 2 peluncur RAM dengan masing-masing 21 rudal permukaan-ke-udara/CIWS, 2 peluncur rudal anti-kapal Harpoon quadruple, dan 2 peluncur torpedo triple dengan torpedo EuroTorp MU90 Impact.

  10. Cristóbal Colón (Spanyol) 
Cristóbal Colón (seaforces)
Kapal ini adalah kapal terakhir dari kelas fregat pertahanan udara Alvaro de Bazan, yang merupakan bagian dari Angkatan Laut Spanyol. Sebagai salah satu fregat terbesar, kapal ini dinamai menurut Christopher Columbus dan dianggap sebagai kapal paling modern dari angkatan laut Spanyol.

Desainnya menggabungkan banyak peningkatan dibandingkan dengan kapal lain di kelasnya. Fregat ini memiliki mesin Bravo 16V baru, yang meningkatkan kecepatan maksimumnya.

Kapal ini memiliki dua meriam 25mm Mk 38 untuk pertahanan jarak dekat, sistem kontrol peperangan elektronik dan kapal selam yang baru, radar pengawasan permukaan Aries, sistem komunikasi dan kontrol yang ditingkatkan, peningkatan radar SPY-1, dll. Kapal ini juga dapat beroperasi dengan helikopter NH 90 dengan memperluas hanggar dan dek penerbangan.

Kapal ini memiliki bobot 6391 ton, panjang 146,7 m, lebar 18,6 m, dan kedalaman 7,8 m. Fregat ini dapat mencapai kecepatan 28,5 knot dan memiliki jangkauan 4500 mil laut dengan awak sebanyak 216 orang. (ahm)

  ⚓️ 
sindonews  

Rabu, 31 Desember 2025

Pangkohanudnas Terima Paparan Hasil Pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense bagi Personel TNI AD

  Di Belarusia (Kohanudnas)

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.

Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern.

Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah dalam pengembangan kemampuan pertahanan udara nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I. beserta para pejabat utama Kohanudnas.

  🚀 
Kohanudnas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...