Sabtu, 20 Desember 2025

Kemhan Bahas Pembelian Jet Tempur M-346FA Asal Italia

Masih tahap awalIlustrasi M-346FA Italia (David Chua)

KEMENTERIAN Pertahanan mengatakan belum ada keputusan ihwal pembelian jet tempur M-346FA asal Italia untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau TNI AU. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut RI tengah bernegosiasi membeli 18 unit pesawat tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan pembahasan mengenai pesawat M-346FA masih berada pada tahap awal.

Rencana pembelian pesawat M-346FA asal Italia, hingga saat ini belum ada keputusan yang ditetapkan. Proses pembahasan masih berlangsung dan belum sampai pada tahap penetapan,” kata Rico kepada Tempo, Sabtu, 20 Desember 2025.

Isu pembelian M-346FA mencuat setelah sebuah unggahan di platform X menyebutkan Indonesia tengah menjajaki pembelian 18 unit pesawat tempur ringan tersebut. Unggahan itu juga menyebut pesawat dilengkapi radar active electronically scanned array (AESA) Grifo-EK serta didukung pelatihan tempur udara dan peperangan elektronik.

Rico menegaskan, hingga kini Kementerian Pertahanan belum dapat menyampaikan detail apa pun terkait rencana pengadaan tersebut. Menurut dia, pembahasan yang masih berjalan membuat pemerintah belum bisa memastikan waktu pengadaan, jumlah unit, maupun perkiraan harga satuan pesawat.

Mengenai waktu pengadaan, jumlah unit, serta perkiraan harga satuan, belum dapat disampaikan, mengingat masih dalam proses pembahasan,” ujar dia.

Ia juga menambahkan setiap keputusan pengadaan alat utama sistem persenjataan akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah setelah melalui seluruh tahapan yang ditetapkan. “Apabila nantinya sudah ada keputusan, akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah,” kata Rico.

 
Tempo  

[Video] Peluncuran KRI Balaputradewa 322

🎥 📸 Berikut persenjataan dan sensor fregat KRI BPD 322FMP pertama KRI Balaputradewa 322 (BPD) diluncurkan di Surabaya (PAL)

Pembuat kapal Indonesia PT PAL telah meluncurkan kapal fregat Merah Putih pertama yang dipesan untuk angkatan laut negara ini.

Kapal tersebut, yang akan beroperasi sebagai KRI Balaputradewa setelah dioperasikan, diluncurkan pada 18 Desember di galangan kapal PT PAL di Surabaya, demikian diumumkan perusahaan pada hari yang sama.

Balaputradewa adalah kapal fregat Merah Putih pertama dari dua kapal yang dipesan untuk Angkatan Laut Indonesia.

Kelas ini didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock. Kapal ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m.

Persenjataan yang akan dipasang pada fregat tersebut meliputi sistem peluncuran vertikal/ vertical launching system (VLS) 64 sel yang dipasok oleh perusahaan Turki Roketsan, yang mampu meluncurkan campuran rudal anti-pesawat jarak menengah dan rudal anti-kapal jarak menengah hingga jauh.

Fregat tersebut juga akan dilengkapi dengan dua meriam Leonardo 76 mm di bagian depan, meriam Millennium 35 mm dari Rheinmetall sebagai sistem senjata jarak dekatnya, dan empat meriam kendali jarak jauh 12,7 mm untuk pertahanan titik.

Untuk peperangan anti-kapal selam, kapal perang tersebut akan memiliki dua tabung torpedo tiga laras Leonardo B515/3 dan sonar Fersah 100-N/MF yang terpasang di lambung kapal dari Aselsan.

Sensor utama lainnya di atas kapal termasuk radar AESA 2D Cenk 400-N, radar multifungsi Mete Han, radar kendali helikopter MAR-D, dan radar kendali tembakan Akrep, semuanya terintegrasi ke dalam sistem manajemen tempur (CMS) Advent dari Havelsan.

Kapal fregat ini ditenagai oleh empat mesin diesel dalam konfigurasi gabungan diesel dan diesel (CODAD), yang memungkinkan kecepatan maksimum 28 knot dan jangkauan maksimum 9.000 mil laut pada kecepatan 15 knot. (Janes)

  📹 Video diposkan PAL Indonesia : 


  🎥  Youtube   

Jumat, 19 Desember 2025

KRI Nala-363 Rampung Pemeliharaan dan Uji Laut

Kembali diaktifkan untuk operasi KRI Nala 363 laksanakan sea trial (Dispenal)

KRI Nala-363 kembali diaktifkan untuk mendukung pelaksanaan operasi TNI AL setelah merampungkan tahap pemeliharaan dan uji laut (sea trial).

Penyerahan kembali KRI Nala-363 dilaksanakan oleh Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama Suryaman kepada Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya di Surabaya, Kamis (18/12).

KRI Nala-363 merupakan unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II yang dipimpin Letkol Laut (P) Yan Ahmadi Sembiring. Kapal ini sebelumnya menjalani pemeliharaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan alutsista TNI AL.

Sebagai tahapan lanjutan pascapemeliharaan dan repowering, KRI Nala-363 melaksanakan sea trial satu siklus pengujian selama 24 jam, pada Selasa (16/12).

KRI NALA 363 ketika ujilaut setelah repowering di galangan PAL (Dispenal)

Uji laut tersebut melibatkan Dinas Material Angkatan Laut serta mitra industri pertahanan, di antaranya PT PAL Putindo, Flender, dan unsur pendukung lainnya.

Dalam pelaksanaan sea trial, KRI Nala-363 diuji sistem propulsi, permesinan, navigasi, serta sistem pendukung kapal untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan memenuhi standar teknis serta operasional.

Pada uji tersebut, KRI Nala-363 mampu mencapai kecepatan hingga 22 knot,” jelas Yan, dikutip dari Instagram @kri.nala_363, Jumat (19/12).

Dengan selesainya seluruh tahapan pemeliharaan dan uji teknis, KRI Nala-363 dinyatakan siap kembali melaksanakan tugas pengamanan laut serta berbagai operasi sesuai peran dan fungsinya. Kehadiran kembali kapal ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan dan daya tangkal Satkor Koarmada II dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. (at)
 

  💂
 IDM  

Kamis, 18 Desember 2025

FMP Pertama Resmi di Luncurkan

KRI Bala Putra Dewa 322 resmi diluncurkan pada malam hari di Surabaya (Wakaran)

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), memimpin prosesi shipnaming dan launching KRI Bala Putra Dewa 322 di Dermaga Semenanjung Barat Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (18/12/2025) malam.

Dalam sambutannya, Donny mengapresiasi capaian PT PAL Indonesia yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum peluncuran kapal, dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Ia menyebut kapal telah memenuhi standar kekedapan air serta kemampuan terapung dengan posisi tegak lurus.

Tadi dilaporkan dari 55 mm, itu hanya 5 mm. Kapal ini dari panjangnya 140 m, errornya hanya 140,11 mm. Jadi dari 140 m itu hanya nambah 11 mm. Ini capaian yang luar biasa,” ungkap Donny.

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia memimpin shipnaming dan launching KRI Bala Putra Dewa 322 di Surabaya, Kamis (18/12/2025). (Detik)
Selain presisi teknis, KRI Bala Putra Dewa 322 juga mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 38 persen. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan kapal-kapal sebelumnya yang rata-rata masih berada di kisaran 25 persen.

Kita (Kemenhan) pesan dua kapal, ini kapal pertama, yang kedua proses pembuatan (sekarang mencapai sekitar) 38 persen. Kita proses juga. Akan menyusul berikutnya. Spesifikasi sama mirip-mirip,” ujarnya.

Donny menegaskan Indonesia masih membutuhkan banyak kapal frigate untuk memperkuat pengamanan wilayah laut nasional. Ia juga optimistis industri pertahanan dalam negeri mampu menembus peringkat 50 besar dunia.

Sementara itu, Kaharuddin Djenod Direktur Utama PT PAL Indonesia menyampaikan bahwa KRI Bala Putra Dewa 322 menjadi kapal terbesar kedua yang pernah dibangun PT PAL setelah KRI Brawijaya.

KRI Brawijaya berikuran 143 meter, (KRI Bala Putra Dewa) berukuran 140 meter. Tapi punya konfigurasi persenjataan yang lebih dari KRI Brawijaya,” jelas Kaharuddin.

Ia menegaskan kapal tersebut akan memperkuat TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemerintah selalu menekankan ke kami PT PAL agar selalu membangun kemandirian bangsa dalam membangun alutsista,” ungkapnya.

Menurut Kaharuddin, proyek pembangunan KRI Bala Putra Dewa 322 juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan TKDN melalui kolaborasi antara BUMN dan industri swasta nasional.

Selama ini kita tergantung dengan luar negeri, ini saatnya projek ini diset up TKDN belum mencapai 20 persen, alhamdulillah sekarang terus membangun produk-produk bersama BUMN dan swasta,” tandasnya. (lta/bil/faz)

  👷 
Suara Surabaya  

[Global] Saudi Pamer Kapal Perang Canggih Terbaru Buatan AS

  Jalalat Al-Malik Saud  
Arab Saudi luncurkan kapal perang canggih baru Jalalat Al-Malik Saud. Kapal ini buatan Amerika Serikat. (Foto/Kementerian Pertahanan Arab Saudi)
Arab Saudi meluncurkan kapal perang canggih terbaru bernama Raja Saud buatan negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat pada pekan ini.

Kapal itu merupakan yang pertama dari empat kapal perang multi-misi yang dibangun di bawah Proyek Tuwaiq, dilansir Alarabiya.

Kapal yang diproduksi untuk Angkatan Laut Kerajaan Saudi (Royal Saudi Naval Forces/RSNF), merupakan bagian dari upaya perluasan Arab Saudi dalam memodernisasi armada.

Modernisasi itu dilakukan melalui penerapan teknologi mutakhir, peningkatan pelatihan, dan perluasan kemampuan operasional.

Proyek Tuwaiq menjadi elemen utama dari rencana itu, bertujuan membentuk kekuatan angkatan laut yang lebih lincah dan modern untuk hadapi ancaman maritim yang muncul.

Kepala Staf Angkatan Laut Arab Saudi, Letnan Jenderal Mohammed Al-Ghuraibi, menghadiri upacara peluncuran bersama pejabat tinggi dari Arab Saudi dan AS.

Selain itu perwakilan dari perusahaan yang terlibat dalam kapal, yakni Lockheed Martin dan Fincantieri, turut hadir dalam acara itu.

Pada acara itu, Letnan Jenderal Al-Ghuraibi berpidato dengan menekankan ada "dukungan tanpa batas" yang diterima RSNF oleh pimpinan Arab Saudi.

Al-Ghuraibi mengatakan Proyek Tuwaiq signifikan meningkatkan kesiapan Angkatan Laut untuk melindungi kepentingan strategis Kerajaan serta mengamankan jalur maritim penting.

Ia juga menambahkan, kapal-kapal itu dirancang untuk menjalankan beragam misi, termasuk menghadapi ancaman udara, permukaan, dan permukaan bawah laut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan, Al-Ghuraibi juga bertemu dengan Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Caudle, untuk membahas upaya peningkatan kerja sama antara kedua angkatan laut. (rnp/bac)

   👷 
CNN  

Rabu, 17 Desember 2025

Dosen IIPB Melihat Langsung Proses Pembangunan Kapal BHO KRI Canopus 936 di Jerman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtabcoTWhZ1hlMXcjgp77pNWIaWyJyfSeCMiaOWbYx4_h1fCmJLlELJXWe0HoQ2AfGDtfcT4Wl68_bHHVtpPLV3Pcx1xlkct_L2addlOb5MaPd9e5ccGkcOPAZY3GG3GnK65yAzY7-qkl6Ti6VKh3uXtzIT-KBa0TuaIlWWd9FAbN0eWeHArG5iHybcJMQ/s2048/600327735_122291881226211399_1012332010587005946_n.jpgPenampakan KRI Canupus 936 di Jerman (ist)

T
im dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melakukan kunjungan ke galangan kapal Abeking & Rasmussen, Jerman, untuk melihat proses pembangunan Kapal Bantu Hidrografi dan Oseanografi (BHO) KRI Canopus-936 milik TNI Angkatan Laut.

Delegasi IPB University terdiri dari Dr Syamsul B Agus, Dr Adriani, dan Dr Steven Solikin diterima langsung oleh Dansatgas Yekda Kapal BHO, Kolonel Laut (P) Anom Puji Hascaryo, serta Komandan KRI Canopus-936, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono.

Kapal BHO KRI Canopus-936 merupakan salah satu aset strategis TNI AL yang sedang dibangun untuk mendukung operasi survei hidrografi, pemetaan batimetri, pengukuran oseanografi, serta operasi riset kelautan di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Dengan teknologi mutakhir yang tertanam—mulai dari multibeam echosounder, autonomous underwater vehicle (AUV), hingga peralatan oseanografi modern—kapal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data kelautan nasional.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdTzACJhkRyLrPmNb4OuhxGA3d2RAH3spExXWI9ySjZ-X3YDZVHzbAf4WRZ2P4DbdgolxwxRaXOkssCY5DCej9IDlxt7TaF5dzAdx0CG5SbanvpUg1t4rSx0TFrnsscgq7Nv4xOrupf5FR77zDabe0f0i4Q4n3hOnNk-XTDjpUew2zZt_mB55cWyhaMzP6/s2048/597482061_122291881058211399_8862621322743060324_n.jpgDr Syamsul B Agus menyampaikan apresiasinya terhadap TNI AL yang telah membuka ruang kolaborasi bagi dunia akademik. “Kami berharap KRI Canopus-936 dapat menjadi platform riset bersama yang memperkuat kapasitas penelitian kelautan Indonesia.

Ia menyebut, “Kolaborasi ini akan mendorong pemanfaatan data kelautan yang lebih akurat dan memperkaya kajian-kajian ilmiah di berbagai bidang oseanografi dan hidrografi.

Keberadaan kapal ini, lanjunya, akan membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan riset, terutama dalam pemetaan dasar laut, dinamika oseanografi, teknologi survei maritim, serta pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Kunjungan ini memperkuat komitmen IPB University dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, melalui penguatan riset kelautan dan kerja sama strategis dengan berbagai mitra nasional maupun internasional,” pungkasnya.


    👷   IPB   

Selasa, 16 Desember 2025

[Global] Kapal Selam Rusia Meledak Didrone Ukraina

Foto: Rekaman yang dirilis oleh Dinas Keamanan Ukraina menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai serangan terhadap kapal selam Rusia di fasilitas pelabuhan, di Novorossiysk, Wilayah Krasnodar, Rusia, dalam cuplikan layar dari video yang dirilis pada 15 Desember 2025. (via REUTERS/SECURITY SERVICE OF UKRAINE)

Ukraina menyerang kapal selam pembawa rudal Rusia di pelabuhan Novorossiysk, di wilayah Laut Hitam, Senin waktu setempat. Ini menjadi eskalasi terbaru perang Rusia dan Ukraina di tengah pertemuan para mediator Amerika Serikat (AS) dan Eropa membahas perdamaian kedua negara di Berlin, Jerman.

Sebuah rekaman diterbitkan Dinas Keamanan Ukraina (SBU). Video itu menunjukkan bagaimana ledakan dahsyat meletus dari air di dermaga dekat tempat kapal selam dan sejumlah kapal lain berlabuh.

Laman Reuters mengkonfirmasi lokasi video tersebut menggunakan tata letak dan dermaga pelabuhan. Laman Al-Jazeera juga melaporkan hal ini.

"Kapal selam (Rusia) kelas kilo telah dinonaktifkan dalam serangan pertama oleh drone Sea Baby," klaim SBU menyebut nama drone yang melakukan operasi, di Telegram dikutip Selasa (16/12/2025).

"Dinas Keamanan Ukraina melakukan operasi khusus unik lainnya dan melancarkan serangan angkatan laut di pelabuhan Novorossiysk."

Lebih lanjut SBU mengatakan kapal selam tersebut membawa empat peluncur rudal jelajah Kalibr yang digunakan untuk menyerang wilayah Ukraina. SBU meyakini kapal selam tersebut mengalami "kerusakan kritis dan secara efektif dinonaktifkan".

Juru bicara angkatan laut Ukraina, Dmytro Pletenchuk, mengatakan operasi untuk menyerang kapal selam. Target yang sangat sulit untuk dihancurkan, menandai "titik balik lain" dalam pertempuran laut antara Ukraina dan Rusia.

"Hari ini sekali lagi mengubah persepsi tentang kemungkinan pertempuran laut dalam perang ini," katanya kepada kantor berita Reuters.

"Akan sulit bagi Rusia untuk memperbaiki kapal selam tersebut karena perbaikan harus dilakukan di atas permukaan air, yang berarti kapal tersebut akan kembali rentan terhadap serangan," tambahnya.

"Rusia kini telah kehilangan satu dari empat kapal selamnya yang ditempatkan di Novorossiysk, tiga di antaranya adalah kapal selam pembawa rudal Kalibr, tambah Pletenchuk.

Sebulan terakhir, Kyiv telah meningkatkan serangan angkatan laut terhadap kapal-kapal yang menurut mereka terkait dengan Rusia. Di sisi lain, Moskow juga masih gencar meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dalam beberapa pekan terakhir dan terus mengklaim kemajuan di garis depan.

Sementara itu, Rusia membantah serangan drone tersebut. Kremlin melalui kantor beritanya mengatakan tidak ada serangan.

"Tidak ada kapal atau kapal selam Armada Laut Hitam yang ditempatkan di teluk pangkalan angkatan laut Novorossiysk, maupun awaknya, yang rusak akibat sabotase tersebut dan bertugas seperti biasa," katanya. (sef/sef)

  💥  CNBC  

KRI John Lie Latihan Taktis dan SAR Bersama Unsur ASEAN-AS

 ASEAN–US Maritime Exercise (AUMX) 2025 Sea Phase AUMX 2025 (Dispenal)

KRI John Lie-358 mengikuti latihan laut bersama kapal perang Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN di perairan Bintan, Kepulauan Riau. Latihan ini merupakan bagian dari ASEAN–US Maritime Exercise (AUMX) 2025 yang digelar pada 12–13 Desember.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, menjelaskan pada hari pertama tahap laut (sea phase), Jumat (12/12), KRI John Lie-358 melaksanakan sejumlah rangkaian latihan bersama tujuh kapal perang peserta.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan komunikasi (communication check), keluar pelabuhan (leaving harbour), titik temu (rendezvous point) serta manuver taktis, isyarat menggunakan bendera (flaghoist) hingga pengamanan unsur dalam formasi screen exercise (screenex).

Pada hari kedua, Sabtu (13/12), latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan taktis dan koordinasi operasional antarunsur. Salah satu skenario utama, yakni pencarian dan pertolongan (SAR) yang melibatkan personel Dinas Kesehatan (Diskes) Koarmada I, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, serta KRI John Lie-358.

Selain itu, dilaksanakan latihan penanggulangan kerusakan kapal dan komunikasi isyarat dengan cahaya untuk menguji kesiapsiagaan awak kapal dalam kondisi darurat di laut,” jelas Yoni, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Senin (15/12).

Rangkaian latihan laut kemudian ditutup dengan sesi pengambilan foto bersama atau photo exercise (photex) yang dilanjutkan lintas hormat antarkapal (farewell pass) sebelum mengakhiri tahap laut AUMX 2025.

Sebelumnya, latihan gabungan maritim AUMX 2025 dibuka di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (10/12). Latihan yang diikuti tujuh angkatan laut negara ASEAN dan Amerika Serikat ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen Tri Budi Utomo, serta dihadiri Pangkoarmada I Laksda Haris Bima Bayuseto, dan delegasi negara peserta.

Batam memiliki posisi strategis sebagai lokasi latihan multinasional. Latihan ini menjadi sarana memperkuat kemampuan bekerja bersama antarangkatan laut dalam menghadapi tantangan keamanan maritim kawasan,” ujar Budi, beberapa waktu lalu.

Sejumlah kapal perang dikerahkan dalam latihan ini, antara lain KDB Darulaman dari Brunei Darussalam, KD Lekir-26 dari Malaysia, Kyan Sit Thar (F-12) dari Myanmar, BRP Antonio Luna (FF-151) dari Filipina, RSS Vigour-92 dari Singapura, dan VPNS-09 dari Vietnam. Indonesia mengerahkan KRI John Lie-358 beserta helikopter Bell 4203 dari Puspenerbal, sementara Amerika Serikat menurunkan USS Cincinnati-20.

Selain kapal perang, empat negara ASEAN lainnya yakni Kamboja, Laos, Thailand, dan Timor Leste turut berpartisipasi melalui augmented staff dengan mengirimkan perwira dan personel pendukung.

ASEAN-US Maritime Exercise merupakan kelanjutan dari latihan pertama yang digelar pada 2019, di tengah meningkatnya dinamika keamanan di Laut Cina Selatan. Latihan edisi 2025 ini kembali menegaskan komitmen negara-negara peserta dalam membangun interoperabilitas serta menjaga stabilitas dan keamanan maritim kawasan. (at)

   
🤝   IDM   

Senin, 15 Desember 2025

Pesawat A400M MRTT Kedua Indonesia Sukses Jalani Terbang Perdana

Pesawat A 400M A-4002 pesanann TNI AU (TNI AU)

Pesawat A400M MRTT Indonesia dengan nomor manufaktur MSN 150 berhasil menyelesaikan penerbangan uji perdana (maiden flight) di fasilitas Airbus San Pablo, Seville, Spanyol, Rabu, (12/12/2025).

Penerbangan ini menandai kemajuan penting dalam proses produksi pesawat kedua yang dipesan pemerintah Indonesia untuk mendukung operasional TNI AU.

Pesawat lepas landas pada pukul 11.45 dan kembali mendarat dengan aman pada pukul 16.45 waktu setempat. Pesawat diterbangkan oleh kru berkualifikasi functional test dari Airbus untuk mengevaluasi berbagai parameter teknis serta performa pesawat.

Kru penguji yang terlibat terdiri dari Captain Pilot Jonathan Taylor, Flight Officer Julian Castaño, Flight Test Engineer Javier Moreno, Load Master Juan Carlos Rojo, dan Test Flight Engineer Jose Carlos Cañete.

Kegiatan ini turut dihadiri Atase Pertahanan RI untuk Madrid Kolonel Pnb Agus Dwi Aryanto turut hadir bersama tim Technical Representative serta pilot dan loadmaster TNI AU yang sedang menjalani pelatihan.

Kehadiran pesawat angkut berat tersebut nantinya diharapkan memperkuat kemampuan mobilitas udara TNI AU. Hal ini sejalan dengan upaya transformasi TNI AU menuju kekuatan udara yang adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis.

  ✈️ 
TNI AU  

PT PAL Indonesia Rampungkan Perbaikan Kapal Perang AL Filipina

BRP Tarlac LD-601 (PAL)

PT PAL Indonesia berhasil merampungkan pemeliharaan dan perbaikan kapal perang Angkatan Laut Filipina, BRP Tarlac (LD-601).

Penyelesaian proyek ini menandai seluruh lingkup pekerjaan telah diselesaikan dan diterima dengan baik.

Hal ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas, terlebih sebagai langkah strategis PT PAL dalam memperluas layanan perawatan kapal perang di pasar internasional.

Rampungnya pemeliharaan BRP Tarlac kembali memperkuat armada Angkatan Laut Filipina dan memastikan kapal dapat beroperasi secara efisien serta aman.

PT PAL Indonesia terus berkomitmen mendukung kesiapan armada negara mitra serta memperluas kontribusi Indonesia dalam industri pertahanan global.

BRP Tarlac (LD-601) adalah kapal petama di landing platform dock di kelasnya yang beroperasi dengan Angkatan Laut Filipina.

BRP Davao del Sur (LD-602) merupakan kapal kedua dari landing platform dock kelas Tarlac milik Angkatan Laut Filipina.

Kedua kapal LPD ini dibuat oleh PT PAL Indonesia di Surabaya.

  👷 
PAL  

Minggu, 14 Desember 2025

RI dan Rusia Siap Bangun Industri Perkapalan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_SaEvNPUBjl2c1clDg4f1qqzYtr-5AWm6DYDyqSKWXNvcetMTT9xzBiJ_Kx1h-vN5mAYyDODqY3k-WYd31cYoowyAWMIF2Ccj_AqEMDYtrShapKljXo2O92wtwUlmZ0pimImZvya6sdORrEb5aLHRV7KkKuHZ2k2uCqyd96WP5OQ3xB67e0SBsEUzHt7/s1555/KRI%20Lukas%20Rumkorem%20(LRK)-392_Agus%20Triwahyudii_2952610457087273171_n.jpgIlustrasi kapal produksi lokal, KRI LRK 392 (Agus Triwahyudi)

Kerja sama industri antara Indonesia dengan Rusia terus menunjukkan perkembangan pesat dan semakin strategis. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri pertemuan bilateral dan membuka gelaran Indonesia Russia Business Matching yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Moskow awal Desember 2025.

Indonesia dan Rusia tengah menjajaki penyelesaian dua dokumen penting kerja sama industri. Dokumen tersebut meliputi MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding (Kerja Sama di Bidang Perkapalan) dan MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos (Kerja Sama di Bidang Penelitian Ilmiah tentang Penggunaan Asbes Krisotil).

Salah satu MoU, yakni riset keselamatan penggunaan chrysotile asbestos, telah ditandatangani Menperin RI bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov di Moskow, 8 Desember 2025.

"Kami berharap, MoU lainnya dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kejelasan kerangka kolaborasi bagi industri besar maupun IKM kedua negara," tuturnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).

Hubungan kedua negara telah bergerak ke arah yang lebih substantif dan komprehensif, khususnya dengan pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, yang memperkuat koordinasi bilateral serta membuka ruang kerja sama strategis yang lebih luas.

Agus mengungkapkan, selama ini perkembangan kerja sama ekonomi kedua negara sangat positif. Pada 2024, total perdagangan bilateral nonmigas mencapai US$ 3,9 miliar, dengan tren peningkatan sebesar 18,69% sejak 2020. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan kedua negara telah meningkat menjadi US$ 4,04 miliar.

Di sisi lain, investasi Rusia di Indonesia juga mencatat pergerakan yang konsisten. Pada 2024, total investasi mencapai US$ 262,7 juta, sementara hingga September 2025, investasi Rusia telah mencapai US$ 147,2 juta.

"Angka-angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari pelaku industri Rusia terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pengembangan industri di Indonesia," ujar Agus.

Agus menambahkan, dialog intensif untuk menyelesaikan berbagai hambatan teknis antara pelaku industri Indonesia dan Rusia menjadi faktor penting dalam kelancaran hubungan dagang dan investasi. Salah satu tantangan utama adalah biaya logistik akibat jarak geografis yang cukup jauh.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan Working Group on Trade, Investment and Industry ke-6 pada 1112 Maret 2025 sebagai bagian dari Sidang Komisi Bersama Indonesia Rusia yang dilaksanakan pada April 2025 di Jakarta. Forum tersebut telah menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis yang mencakup isu industri, penguatan rantai pasok halal, perdagangan, logistik, standardisasi, sertifikasi, pertanian, hingga sektor finansial.

Lebih lanjut, Agus menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap percepatan penyelesaian dan penandatanganan Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA). Menurutnya, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku industri Indonesia melalui peningkatan daya saing tarif dan pengurangan hambatan non-tarif.

"Kami berharap perjanjian ini dapat segera ditandatangani dan menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan rantai pasok serta memperluas penetrasi produk industri nasional di kawasan Eurasia," tegas Agus.

Dalam konteks kerja sama multilateral, Indonesia juga menyatakan komitmen kuat dalam mendukung program-program di bawah naungan BRICS. Salah satu fokus penting adalah partisipasi Indonesia dalam BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC).

Kerja sama itu akan menitikberatkan pengembangan berbagai sektor seperti digitalisasi industri, teknologi mobilitas baru, transportasi tanpa awak, pengembangan sumber daya manusia industri, pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM), transformasi digital, kecerdasan buatan, dan bioindustri.

"Kami menilai BCIC merupakan platform strategis bagi transfer teknologi dan percepatan modernisasi industri nasional menuju industri yang cerdas, hijau, dan inklusif," imbuhnya.

  Promosi industri strategis  
Rangkaian agenda bilateral ini diperkuat dengan penyelenggaraan Indonesia-Russia Business Matching, yang dihadiri oleh pejabat tinggi Rusia serta pelaku industri dari kedua negara. Forum ini dirancang untuk mempromosikan sektor-sektor industri strategis Indonesia dan memperkenalkan proyek investasi prioritas, sekaligus membuka peluang joint manufacturing dan alih teknologi dengan perusahaan Rusia.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta dari sembilan perusahaan Indonesia yang mewakili kawasan industri, perusahaan teknologi, serta asosiasi komoditas. Dari pihak Rusia, hadir 51 peserta yang berasal dari sektor pertambangan, telekomunikasi, elektronik, mesin industri, jasa keuangan, hingga teknologi keamanan. Berbagai paparan disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, perwakilan KADIN Komite Rusia-Belarus, Himpunan Kawasan Industri (HKI), serta unit teknis Kemenperin.

Business Matching tersebut menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan nota kesepahaman antara HKI dan dua lembaga Rusia. Komitmen dengan Foreign Trade Center (FTC) Rusia mencakup fasilitasi peluang investasi, penyelenggaraan roadshow, kunjungan industri, misi dagang, hingga pertukaran informasi yang akan mempermudah investor Rusia memasuki kawasan industri Indonesia.

Sedangkan MoU kedua, yang dilakukan dengan Association of Industrial Parks (AIP) Rusia, berfokus pada peningkatan daya saing kawasan industri melalui pertukaran informasi pengembangan kawasan serta koordinasi kunjungan lapangan terstruktur di Indonesia maupun Rusia.

Keseluruhan hasil ini menegaskan bahwa Indonesia dan Rusia tidak hanya memperkuat dialog kebijakan, tetapi juga menghasilkan langkah konkret di tingkat dunia usaha. Kami optimistis, pertemuan bilateral dan kegiatan Business Matching ini akan memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi dinamika global, ungkap Agus.

Agus juga menyoroti kesiapan Indonesia untuk tampil sebagai Partner Country pada perhelatan INNOPROM 2026, pameran industri terbesar yang akan berlangsung pada 69 Juli 2026 di Rusia. Ia menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut merupakan peluang strategis untuk memperkenalkan kekuatan industri manufaktur nasional kepada pasar Rusia dan global.

"Kami meminta dukungan Pemerintah Rusia agar keterlibatan Indonesia sebagai Partner Country dapat berjalan optimal. INNOPROM 2026 akan menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku industri kedua negara serta menciptakan peluang kolaborasi baru," pungkasnya. (ada/ara)

  🤝 detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...