Senin, 12 Januari 2026

Ada Pergeseran Strategi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia- Türkiye, bersama dengan Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, dan Menteri Pertahanan Türkiye, Yaşar Güler (9/1). (Dok. Kementrian Luar Negeri)
Kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin ke Aselsan mengindikasikan pergeseran strategis dalam konteks kerja sama pertahanan antara RI dan Turki. Hal itu disampaikan pengamat pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.

"Jika sebelumnya hubungan ini didominasi oleh kerja sama G-to-G (antarpemerintah) dan pembelian alutsista jadi, kini arahnya bergerak ke fase yang lebih matang dan kompleks, yaitu kolaborasi industri (B-to-B) melalui skema joint venture," ujar dia, Sabtu (10/1/2026).

Seperti diketahui, di antara poin kerja sama pertahanan Indonesia-Turki adalah pembentukan joint venture antara Aselsan dengan salah satu perusahaan swasta asal Indonesia, Republikorp.

Menurut Khairul, pelibatan Republikorp dalam kesepakatan joint venture dengan Aselsan, yang merupakan perusahaan pertahanan milik negara Turki, memberikan sinyal kesadaran negara. Dalam hal ini, pemerintah agaknya memafhumi keterbatasan badan usaha milik negara (BUMN) dalam menyerap teknologi secara cepat.

"Langkah ini juga merupakan trade-off strategis sehingga fleksibilitas swasta tetap harus diimbangi dengan kontrol negara yang ketat. Apalagi, mengingat teknologi yang dipertukarkan ini menyangkut sistem pertahanan dan kedaulatan data," jelas Khairul.

Kedalaman transfer teknologi akan menjadi tantangan utama dalam joint venture Aselsan-Republikorp dari sisi Indonesia. Sebab, Aselsan dapat dikatakan menguasai teknologi yang menjadi "saraf dan otak" militer, seperti C4ISR, radar, avionik, dan perang elektronika.

"Pertanyaan kuncinya adalah, apakah kerja sama ini hanya menjadikan Indonesia basis perakitan, atau benar-benar mencakup penguasaan desain sistem, source code tertentu, serta kemampuan modifikasi mandiri sesuai doktrin operasi TNI?" ucap Khairul.

Ia juga menyoroti orkestrasi ekosistem industri pertahanan nasional. Masuknya joint venture tersebut diharapkan dapat melengkapi, bukan menggeser, peran BUMN pertahanan sebagai lead integrator.

Khairul memandang, pemerintah perlu bertindak sebagai dirigen supaya tidak terjadi duplikasi investasi atau kanibalisasi, dengan pembagian peran yang jelas antara BUMN dan swasta nasional dalam rantai pasok pertahanan.

Dilihat dari sisi geopolitik dan keamanan pasokan, menurut Khairul, pendalaman kerja sama industri dengan Turki adalah langkah diversifikasi yang rasional. Bagaimanapun, hal itu masih dengan catatan.

"Keberhasilannya akan mensyaratkan dua hal, yaitu regulasi turunan yang tegas untuk mengawasi joint venture swasta–asing di sektor sensitif, serta kesiapan absorptive capacity SDM nasional. Tanpa itu, alih teknologi berisiko berhenti sebagai simbol, bukan fondasi kemandirian pertahanan," tukas dia.

Pada Jumat (9/1/2026), Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, dan Presidency of Defense Industries (SSB) di Ankara, Turki.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki yang telah terjalin erat selama ini. Baik Sjafrie dan Guler sepakat mengembangkan industri pertahanan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara.

Usai pertemuan, Menhan Sjafrie meninjau kompleks industri pertahanan Aselsan di kota yang sama. Hal itu guna memperoleh gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi pertahanan yang dimiliki Turki. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.

  🤝 
Republika  

Minggu, 11 Januari 2026

Menhan Sjafrie Dapat Cenderamata Helm Pilot Jet Tempur KAAN

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima cenderamata helm pilot jet tempur KAAN di kompleks Aselsan, Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026).

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke kompleks industri pertahanan Aselsan, Ankara, Turki, Jumat (10/1/2026). Sjafrie melihat berbagai produk Aselsan, termasuk sistem antidrone, sistem pertahanan udara (hanud), radar dan torpedo, hingga mock up jet tempur KAAN.

Dalam video yang dilihat Republika, didampingi Menhan Turki Yasar Guler, Sjafrie dengan saksama memerhatikan berbagai produk terkini Aselsan. Kunjungan diakhiri dengan pemberian cenderamata helm pilot jet tempur generasi kelima KAAN yang diserahkan Guler ke Sjafrie. Bahkan, helm karya Aselsan tersebut tertulis nama "Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin" dan bendera Turki-Indonesia.

"Helm pilot (KAAN)," kata Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi Republika di Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Momen penyerahan helm dilakukan Guler ke Sjafrie didampingi CEO Aselsan Ahmet Akyol dan Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun.

Dikutip dari akun X @avionot, kontrak pembelian 48 unit jet KAAN sudah mencakup masalah mesin. "Indonesia bergantung pada persetujuan mesin AS untuk menerima pengiriman pesawat KAAN yang telah dibelinya? Perjanjian ekspor final yang ditandatangani dengan Indonesia merencanakan pengiriman pesawat tersebut dengan mesin TEI-TF35000 buatan Turki," demikian keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki yang telah terjalin erat selama ini. Baik Sjafrie dan Guler sepakat mengembangkan industri pertahanan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara.

Indonesia dan Turki menegaskan komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang. Menhan Sjafrie menekankan, Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

"Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global," ucap Sjafrie dalam siaran pers.

  🤝
  Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...