Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia- Türkiye, bersama dengan Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, dan Menteri Pertahanan Türkiye, Yaşar Güler (9/1). (Dok. Kementrian Luar Negeri)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia-Turki, bersama dengan Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, dan Menteri Pertahanan Türkiye, Yaşar Güler pada Jumat (9/1/2026).
Melansir keterangan resminya, pertemuan 2+2 ini merupakan amanat langsung Presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia-Türkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada bulan Februari tahun lalu.
Menlu Sugiono menegaskan, pertemuan 2+2 ini merupakan platform penting untuk memperkuat koordinasi dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
"Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Türkiye" ujar Menlu Sugiono dikutip Sabtu (10/1/2026).
Pertemuan 2+2 pun membahas penguatan kerja sama di bidang-bidang prioritas kedua negara, termasuk pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, dan investasi. Para Menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Pada bidang ekonomi, Indonesia dan Türkiye sepakat mengenai pentingnya percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
"Kedua pihak juga mendorong peningkatan kerja sama investasi, termasuk di sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik," ujarnya.
Terkait isu regional dan global, Indonesia dan Türkiye menegaskan komitmen sebagai mitra strategis dan negara Global South untuk memperkuat kerja sama multilateral. Kedua negara juga bertukar pandangan mengenai situasi di Palestina, Timur Tengah, kawasan ASEAN dan Pasifik, serta perkembangan global lainnya.
Indonesia menegaskan kembali dukungan terhadap keinginan Türkiye menjadi ASEAN Full Dialogue Partner. Kedua negara juga sepakat untuk terus mendorong kerja sama konkret ASEAN-Türkiye, khususnya di bidang ekonomi.
Terkait Palestina, sebagai anggota Group of Eight, Indonesia dan Türkiye mendorong pentingnya gencatan senjata di Gaza, memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta langkah-langkah rekonstruksi kedepan.
Adapun hasil pertemuan dituangkan dalam Joint Declaration yang mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Türkiye untuk memperkuat kemitraan strategis secara berkelanjutan. (CNBC/dce)
Kembangkan Teknologi Pesawat & Sistem Pertahanan
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia- Türkiye, bersama dengan Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, dan Menteri Pertahanan Türkiye, Yaşar Güler (9/1). (Dok. Kementrian Luar Negeri)
Pemerintah Indonesia dan Turki menyepakati perluasan kerja sama di bidang industri pertahanan, khususnya pengembangan teknologi strategis seperti pesawat militer dan sistem persenjataan.
Kesepakatan ini menjadi salah satu poin utama dalam Forum Dialog 2+2 antara Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri kedua negara yang digelar di Ankara, Jumat (9/1/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Bogor, Februari 2025.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kerja sama teknologi pertahanan akan segera dijalankan untuk memperkuat kemandirian alutsista nasional.
“Kesepakatan kerja sama pertahanan juga termasuk pengembangan teknologi di teknologi pesawat. Kami akan melakukannya secepat mungkin agar kemampuan pertahanan kami bisa dikembangkan dengan kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Turki,” ujar Sjafrie.
Turki dinilai sebagai mitra penting dalam membangun kapasitas industri pertahanan Indonesia, mengingat pengalaman dan kemampuan teknologinya di sektor persenjataan, sistem radar, dan wahana tempur udara.
Dalam rangkaian kunjungannya, delegasi Indonesia juga meninjau fasilitas industri pertahanan Turki di kompleks ASELSAN. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menjajaki kolaborasi lanjutan dengan perusahaan pertahanan Turki serta memahami peluang transfer of technology yang dapat diterapkan di Indonesia.
Selain pengembangan industri, kerja sama juga mencakup pembentukan kelompok kerja antara kedua negara untuk mendukung pelaksanaan teknis proyek-proyek pertahanan kedua negara.
Pertemuan Dialog 2+2 ini merupakan yang pertama antara Indonesia dan Turki dan menjadi tindak lanjut dari kesepakatan kedua kepala negara sebelumnya dalam kerja sama strategis tingkat tinggi. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan forum ini secara berkala, dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta.
✈ Sambut Rafale
Pesawat Hawk 109/209 dipindahkan dari skadron udara 12 ke skadron udara 1 (TNI AU)
TNI Angkatan Udara memindahkan pesawat tempur latih Hawk seri 109/209 dari Skadron Udara 12 di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, ke Skadron Udara 1 di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya.
Pemindahan tersebut ditandai dengan upacara tradisi pelepasan pesawat yang dipimpin Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026).
Oleh karena itu, tradisi pelepasan ini tidak hanya bermakna administratif, tetapi juga memiliki nilai historis dan emosional yang patut kita hormati bersama, kata Djoko dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Berikut video liputan Kompas TV :
🎥 Youtube
Perkuat kerjasama inhan
(Airspace Review Fb)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengawali kunjungan kerja di Turki dengan pertemuan dan courtesy call bersama Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries di kompleks ASELSAN, Ankara, Jumat (9/1).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Turki yang telah terjalin erat, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarlembaga.
Menhan RI menekankan bahwa Turki merupakan mitra strategis dalam memperkuat kemandirian pertahanan nasional, termasuk pembangunan ekosistem industri pertahanan berkelanjutan dan penguatan kapasitas menghadapi dinamika strategis global.
Dalam rangkaian kegiatan, Menhan dan jajaran turut meninjau fasilitas industri pertahanan ASELSAN sebagai upaya membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.
👷 Menjalani upgrade dalam program Falcon STAR-eMLU
Pesawat F-16AM TS-1608 ujiterbang di Madiun (adrianmk)
Baru-baru ini TNI AU uji terbang pesawat F-16AM dengan tail number TS 1608 di Madiun.
Diketahui pesawat ini merupakan pesawat kesepuluh yang di mordenisasi dalam program Falcon STAR (Structural Augmentation Rodmap)-eMLU (Enhanced Mid-Life Update) di Hanggar Skadron Teknik 042 Lanud Iswahjudi.
Pesawat F-16AB TNI AU yang dimodernisasi secara ekstensif melalui program Falcon STAR-eMLU untuk memperpanjang usia operasional, meningkatkan kemampuan mesin, persenjataan, dengan teknologi lebih modern, dan siap perkuat Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.
Program Falcon STAR-eMLU:
👷 Meremajakan armada F-16 Block 15 yang sudah tua agar tetap relevan dalam pertempuran modern.
👷 Dilakukan oleh personel teknisi Skadron Teknik 042 (Skatek 042) di Lanud Iswahjudi dan Depohar 20/30.
👷 Pembaruan signifikan mencakup struktur (Structural Augmentation Rodmap) dan sistem elektronik, seperti avionik dan radar.
👷 Pesawat yang diperbarui memiliki kemampuan tempur yang jauh lebih baik, setara dengan F-16 versi lebih baru.
Beberapa pesawat sebanyak 6 F-16AM dan 3 F-16BM telah berhasil di-upgrade dan diserahterimakan. Program ini menargetkan total 10 pesawat untuk dimodernisasi.
Modernisasi ini merupakan langkah strategis TNI AU untuk menjaga relevansi dan kekuatan alutsista udaranya di tengah perkembangan teknologi militer global.
✈️ Garuda Militer

KF-21 Boramae blok I prototipe no 005 (ZBAA_zhang)
Indonesia minati akuisisi pesawat tempur KF-21 Blok 2.
Dari laman Jane's, diberitakan keterlibatan Indonesia dalam program pesawat tempur KF-21 Boramae Korea Selatan tampaknya akan semakin mendalam, dengan indikasi baru bahwa Jakarta mungkin akan membeli 16 varian Blok 2 pesawat tersebut sebagai bagian dari paket untuk menghidupkan kembali kontrak yang telah lama terhenti.
Perkembangan ini muncul dari pertemuan tertutup di Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) di Jakarta pada 7 Januari, yang diadakan menyusul usulan yang diajukan oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung selama pertemuan pribadi di KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada Oktober 2025.
Menurut dokumen yang diberikan kepada Janes, pertemuan 7 Januari tersebut dipimpin oleh Kepala Program dan Evaluasi di Badan Logistik Kemhan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Korea Aerospace Industries (KAI) dan perusahaan kedirgantaraan milik negara Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
🎥 🚀 💥 💡
Operasi Absolute Resolve, cara AS tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
(ist)
Soal tiru meniru, China sering disebut sebagai jawaranya. Tak cuma di bidang teknologi, tetapi kini taktik AS ke Venezuela pun tak lepas dari pantauan China.
Beijing kini dilaporkan tengah membedah setiap jengkal "Operation Absolute Resolve" milik Washington sebagai bahan studi kasus untuk memperkuat sistem pertahanan nasional, sekaligus mempertajam taktik ofensif mereka.
Tujuannya jelas, membuka kemungkinan operasi serupa dilakukan di Taiwan.
📹 Video Liputan Kompas :
🎥 Youtube
T-0317 Rafale C pesanan TNI AU (Swidersk Maciejka; fb)
Jet tempur Rafale C (kursi tunggal) dengan nomor registrasi T-0317 telah melakukan penerbangan perdananya di fasilitas Dassault Aviation di Mérignac, Prancis.
Ini adalah pesawat Rafale C pertama yang dibuat, setelah tiga unit Rafale B (kursi tandem) pesanan Indonesia lainnya telah diselesaikan pembuatannya oleh Dassault, yaitu peswat dengan registrasi T-0301, T-0302, dan T-0303.
Seperti diketahui, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menyelesaikan kontrak pembelian total 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis.
Menurut informasi, seluruh varian Rafale yang diakuisisi Indonesia adalah varian F4 yang canggih.
Seluruh 42 Rafale yang dibeli, terdiri dari 30 unit Rafale C dan 12 unit Rafale B yang juga dapat digunakan untuk pelatihan pilot selain pelatihan di simulator.
Indonesia mengakuisisi jet tempur Rafale dalam tiga tahap. Kontrak pertama sebanyak enam unit ditandatangani pada Februari 2022.
Kontrak kedua sebanyak 18 unit disahkan pada Agustus 2023. Kemudian kontrak tahap ketiga sebanyak 18 unit disahkan pada Januari 2024.
Pengiriman kelompok pertama jet tempur Rafale ke Indonesia akan dilakukan pada awal tahun 2026 ini dan pengiriman seluruh pesawat dijadwalkan selesai pada tahun 2029.
Keunggulan Varian F4
T-0317 (Raphael Savry)
Varian F4 merupakan varian tercanggih dari keluaga Rafale saat ini. Diketahui, Dassault saat ini sedang mengembangkan varian F5 yang akan digunakan oleh Angkatan Udara dan Antariksa Prancis.
Standar varian F4 memiliki sjumlah keunggulan dibanding varian terdahulu F3-R. Peningkatan pesawat mencakup beberapa hal, termasuk sistem persenjataan dan sistem misi, serta peningkatan sensor dan avionik.
Dalam hal persenjataan, integrasi penuh rudal udara ke udara jarak jauh MBDA Meteor telah dilakukan untuk menciptakan zona tanpa pelarian (no-escape zone) bagi pesawat musuh.
Pesawat ini juga dilengkapi dengan bom pintar generasi terbaru dan rudal jelajah yang lebih canggih.
Peningkatan pada tautan data (data link) untuk konektivitas yang lebih cepat dan aman merupakan keunggulan lain dari varian F4, sehingga memungkinkan pertukaran informasi secara waktu nyata dengan aset lain, baik pesawat, kapal, maupun markas komando di darat.
Dalam hal sensor dan avionik, Rafale F4 telah mengalami pembaruan dengan radar AESA Thales RBE2 untuk meningkatkan jangkauan deteksi, akurasi, dan ketahanan terhadap jamming.
Kemudian untuk sistem proteksi dini, varian F4 dilengkapi dengan peningkatan kemampuan electronic warfare (EW) pada sistem SPECTRA untuk mendeteksi dan menetralkan ancaman radar dan rudal musuh dengan lebih efektif.
Pilot dilengkapi dengan Helmet-Mounted Display yang telah terintegasi dengan sistem pesawat untuk meningkatkan kesadaran situasional yang lebih baik.
Kehadiran jet tempur Rafale diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Udara untuk melindungi wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TNI AU telah menyiapkan Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau sebagai skadron pertama yang akan mengoperasikan jet tempur Rafale, menggantikan armada lama Hawk 100/200 yang dibeli dari Inggris. (RNS)
Target Selesai pada 2027
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI sedang berprogres membangun stasiun pemantauan atau yang disebut National Maritime Security System (NMSS).
Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Irvansyah mengatakan, 35 NMSS akan disebar di seluruh Indonesia.
“Dalam progres, kami Bakamla RI sedang membangun namanya National Maritime Surveillance System. Ini membangun sekitar 35 stasiun, stasiun pengamatan dan stasiun peringatan diri,” ujar Irvansyah selepas upacara peringatan HUT ke-20 Bakamla di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
Selain itu, Bakamla juga sedang membangun empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal). Tiga Puskodal akan dibangun di Zona Barat Bakamla (Batam), Zona Tengah (Manado), dan Zona Timur (Ambon). Sementara satu Puskodal lagi di Markas Bakamla RI di Jakarta.
“Masing-masing akan memiliki Puskodalnya. Mudah-mudahan tahun 2027 juga selesai. InsyaAllah tahun depan atau tahun ini mungkin, mudah-mudahan kita kejar segera selesai. Karena ancaman di laut juga tidak bisa menunggu,” kata Irvansyah.
Nantinya, Puskodal akan terintegrasi dengan 17 kementerian/lembaga. Setiap harinya akan dilaksanakan daily brief atau ringkasan harian.
“Setiap jam 07.00 (WIB), kami selalu bertukar informasi dengan instansi-instansi lain,” tutur Kepala Bakamla RI.
Bakamla RI telah meminta tambahan anggaran Rp 5,6 triliun untuk membangun 35 NMSS tersebut. Permintaan anggaran itu telah disampaikan ke Komisi I DPR RI pada rapat 3 September 2025.
NMSS dibangun untuk mendeteksi pergerakan kapal di jalur laut, khususnya wilayah perbatasan antara Indonesia dengan negara lain. Di setiap pos NMSS akan dilengkapi perlengkapan patroli mulai dari kapal hingga pesawat nirawak atau drone. (nma)
🎥 👷 ⚓ Sukses transformasi
Peluncuran FMP pertama KRI Balaputradewa 322 (BPD) di akhir bulan Desember 2025 (PAL)
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekosistem industri maritim dan bisnis galangan kapal Indonesia seiring dengan komitmen Presiden Prabowo yang terus mendorong langkah strategis bagai kemandirian sektor maritim RI.
Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian bagi transformasi PT PAL Indonesia yang berhasil mengembangkan teknologi sistem Informasi Manajemen Aset Gadget IM4 ke 1.553 pegawai yang menampilkan kinerja SDM.
Selain itu PAL Indonesia berhasil meningkatkan kapasitas produksi 15 blok per bulan menuju 100 blok per bulan serta percepatan proses pembangunan Fregat, kapal kombatan untuk patroli dari 22 bulan menjadi 8 bulan.
Di sisi lain PT PAL Indonesia juga mendorong perbaikan kinerja keuangan yang sudah mencapai KOL 1 atau Koletibilitas 1 dari sebelumnya KOL 5 selama 20 tahun. Selain itu PT PAL Indonesia berhasil mencatatkan nilai kontrak berjalan (on hand) Rp 48 Trliliun dalam satu periode dari sebelumnya hanya Rp 2,5 Triliun.
📹 Video Liputan CNBC :
🎥 Youtube
Antisipasi embargo masa lalu dari sekutunya
Turki menyetujui penggunaan mesin buatan dalam negeri untuk MBT Altay (Daily Sabah)
Turki telah mencapai tonggak penting, karena prosedur acceptance factory (penerimaan pabrik) untuk unit tenaga buatan dalam negerinya telah selesai.
"Uji penerimaan pabrik untuk mesin Batu 1.500 Hp, yang dikembangkan untuk tank tempur utama modern kami, Altay, telah berhasil diselesaikan," kata Haluk Görgün, kepala Presidensi Industri Pertahanan (SSB).
"Dikembangkan oleh BMC POWER menggunakan sumber daya nasional, mesin Batu dengan jelas menunjukkan tingkat pencapaian Turki dalam teknologi mesin kendaraan darat dengan performa, daya tahan, dan kemampuan operasionalnya," tulis Görgün di platform media sosial NSosyal.
Uji coba ini dilakukan dua bulan setelah pembukaan pabrik yang akan memproduksi tank dan unit tenaga penggeraknya. Hal itu bertepatan dengan pengiriman unit Altay pertama ke angkatan bersenjata Turki.
Proses produksi massal dimulai dengan menggunakan unit penggerak (power group) impor. Menurut Görgün, kegiatan pengujian dan kualifikasi untuk transmisi mesin Batu terus berlanjut sesuai rencana.
Proses pengembangan mesin, yang dimulai pada tahun 2018, diawali dengan kesenjangan yang signifikan dalam infrastruktur teknik, fasilitas pengujian, rantai pasokan, dan sumber daya manusia. Namun, kemampuan simulasi, produksi, dan pengujian telah diperoleh, dan mesin-mesin tersebut telah berhasil dikembangkan dan diuji.
Dirancang untuk memenuhi persyaratan mobilitas tinggi tank Altay, unit daya ini menunjukkan kinerja superior dalam kriteria seperti konsumsi bahan bakar rendah, umur pakai yang panjang, kesesuaian untuk ketinggian tinggi dan kondisi iklim yang menantang.
Grup Batu Power, yang menyediakan mobilitas tank tersebut, terdiri dari komponen mesin, transmisi, dan paket pendingin. Dengan mesin yang kini sudah siap, kualifikasi transmisi produksi dalam negeri menjadi prioritas, dan pekerjaan ke arah ini terus berjalan dengan kecepatan penuh.
Proyek Altay telah menghadapi berbagai kendala dan penundaan sejak awal, terutama karena pembatasan izin ekspor, tetapi Presiden Recep Tayyip Erdoğan mendorongnya maju. Dua prototipe dikirim untuk pengujian ke Angkatan Bersenjata Turki (TSK) pada tahun 2023.
Meskipun memiliki angkatan darat terbesar kedua di NATO, Turki sering menghadapi embargo senjata dari sekutunya di masa lalu. Hal itu mendorongnya untuk secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan asing selama dua dekade terakhir.
Saat ini, negara tersebut memproduksi berbagai macam kendaraan dan jenis senjata di dalam negeri, termasuk drone, rudal, dan kapal angkatan laut buatannya sendiri. Negara ini juga sedang mengembangkan jet tempur generasi kelima buatannya sendiri.
♞ Daily Sabah
Medium tank Harimau (Pindad)
Pengembangan bersama antara Indonesia-Turki mengenai Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 ternyata jadi perhatian pengamat militer Jepang.
"Tank ringan jenis medium yang tampak seperti tank tempur muncul untuk tujuan mengurangi biaya. Contohnya adalah MMWT (Modern Medium Weight Tank) yang dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Turki belum lama ini," ungkap pengamat militer Masamichi Saito dalam tulisannya Sabtu ini (3/1/2026).
MMWT dikembangkan bersama sejak 2015 sebagai bagian dari perubahan trend dunia ke tank medium yang lebih murah tetapi kapasitas dan kualitas lebih baik di berbagai negara, tambahnya.
Kerjasama Indonesia dengan Turki juga untuk rudal jarak menengah KHAN ITBM-600 yang unit pertamanya diterima Indonesia Agustus 2025 dan sisanya akan diterima awal tahun 2026 ini dengan kontrak pengadaan “empat baterai”.
Penyebutan rencana pengadaan “empat baterai” untuk sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 menimbulkan pertanyaan publik, menurutnya, apa arti satu baterai rudal, dan sejauh mana dampaknya terhadap kapabilitas pertahanan Indonesia? Berikut penjelasan teknisnya.
Apa Itu “Baterai” dalam Sistem Rudal Balistik ?
Dalam doktrin artileri modern, baterai bukan satu unit peluncur tunggal.
Satu baterai adalah paket tempur lengkap yang terdiri dari beberapa elemen utama yang bekerja terpadu, umumnya mencakup empat hal, masing-masing Unit Peluncur (Launcher).
Kendaraan peluncur beroda (mis. 8×8) yang membawa dan menembakkan rudal. Satu baterai biasanya memiliki beberapa launcher, bukan satu.
Kemudian kendaraan Komando & Kendali (C2) yang merupakan pusat pengendali tembakan, perencanaan misi, dan sinkronisasi antar-unit.
Hal ketiga adalah unit Radar/Surveilans & Sensor yang mendukung akuisisi target dan integrasi data (pada level taktis).
Kendaraan Logistik & Pendukung yang juga termasuk amunisi cadangan, pemeliharaan, komunikasi, dan perlindungan.
"Dengan struktur tersebut, baterai adalah satu kesatuan tempur otonom yang siap operasi," katanya.
Makna “Empat Baterai” KHAN ITBM-600
Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, artinya Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi membangun empat satuan tempur balistik taktis lengkap.
Dampaknya ada tiga hal.
Pertama adalah redundansi & Ketahanan menjadi tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap ada meski satu baterai nonaktif.
Hal Kedua, cakupan Operasional Lebih Luas dengan Baterai dapat dipisah dan ditempatkan di wilayah berbeda sesuai kebutuhan.
Hal ketiga adalah kesiapsiagaan Berlapis dengan rotasi operasi–latihan–pemeliharaan tanpa kehilangan kemampuan tempur.
Bagaimana Kapabilitas Pertahanan Indonesia?
1) Daya Gentar (Deterrence) yang Kredibel
KHAN ITBM-600—varian ekspor dari BORA buatan Roketsan—memberi kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons dan daya tangkal.
2) Mobilitas & Survivabilitas
Platform mobile (shoot-and-scoot) membuat baterai sulit dilacak dan dihantam, meningkatkan survivabilitas dalam skenario konflik.
3) Fleksibilitas Penempatan
Sebagai negara kepulauan, Indonesia diuntungkan oleh kemampuan pemisahan baterai untuk melindungi objek vital strategis dan ruang kedaulatan.
4) Lompatan Doktrin Artileri Darat
Empat baterai menandai pergeseran dari artileri konvensional ke strike presisi berlapis, memperkaya opsi komando darat tanpa bergantung pada satu platform.
Transparansi & Keamanan
Pemerintah Indonesia memang tidak merilis detail jumlah launcher atau rudal per baterai dan dalam praktik hal itu lazim demi keamanan.
Namun secara doktrinal, empat baterai berarti empat paket kemampuan penuh, bukan sekadar angka simbolik.
Oleh karena itu, tambahnya, penyebutan “empat baterai” KHAN ITBM-600 menunjukkan bahwa Indonesia membangun kemampuan balistik taktis yang utuh, tersebar, dan berkelanjutan.
Jadi bukan hanya menambah alutsista, tetapi menaikkan kelas postur pertahanan darat menuju presisi, mobilitas, dan daya gentar yang terukur.