Sabtu, 07 Februari 2026

Excalibur Army Secures a Record Export Contract for Patriot Vehicles

Patriot (iExcalibur Army)

CSG
Group, through its subsidiary Excalibur Army, has secured contracts in Southeast Asia for the delivery of more than 100 Patriot armored vehicles in various configurations.

The total value of these contracts exceeds USD 300 million.

Deliveries are scheduled to be completed within a three-year timeframe.The order includes a wide range of Patriot platform variants designed for modern land forces, from mortar carrier vehicles and command vehicles to armored personnel carriers, wheeled infantry fighting vehicles, and armored medical evacuation versions.

“Within the CSG Group, Excalibur Army specializes in the development and production of top-tier land systems, often based on Tatra chassis. The contract in Southeast Asia confirms the trust of our partners and builds on our successful track record of deliveries in this region, where we have previously exported, for example, bridging systems and rocket launchers,” said Vladimír Stulančák, CEO of Excalibur Army.

The Patriot armored vehicle is built on the outstanding off-road wheeled Tatra chassis, featuring the unique central backbone tube design and independent swinging half-axles, ensuring high mobility even in demanding conditions.

This project represents the largest export order for the Patriot platform to date and confirms its versatility as well as its ability to be tailored to the customer’s specific requirements.

 
Excalibur Army  

PT DI dan Sari Bahari Teken “Letter of Intent” Produksi Bersama Roket 70 dan 80 MM

  Akan dijual ke pasar Internasional PT Dirgantara Indonesia dan PT Sari Bahari menekan letter of intent produksi bersama roket kaliber 70 mm dan 80 mm di sela acara Singapore Airshow 2026. (Foto: Dok. PT DI)

PT Dirgantara Indonesia (DI) dan industri pertahanan dalam negeri, PT Sari Bahari, meneken letter of intent (LoI) untuk produksi bersama roket kaliber 70 mm dan 80 mm.

Penandatanganan dilaksanakan pada hari kedua pelaksanaan Singapore Airshow 2026 di Singapura, Rabu (4/2) waktu setempat. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PT DI Arif Faisal dan Vice President Director PT Sari Bahari Putra Prathama Nugraha di booth PT DI A-L31.

Kesepakatan mencakup rencana kerja sama penjualan roket kaliber 70 mm dan 80 mm, sekaligus penjajakan peluang pemasaran bersama untuk kedua jenis roket tersebut ke pasar internasional.

Kerja samanya kolaborasi produksi antara PT DI dan Sari Bahari, penjualannya nanti joint marketing,” kata Putra Prathama kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Kamis (5/2).

Kolaborasi diarahkan untuk memperluas jangkauan distribusi produk roket nasional, meningkatkan eksposur di pasar global, serta memperkuat daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat internasional.

Arif Faisal menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global industri pertahanan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perluasan pasar internasional produk roket nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui sinergi kapabilitas antarpelaku industri pertahanan dalam negeri,” ujar Arif, dikutip dari laman PT DI.

Kerja sama tersebut juga sejalan dengan komitmen PT DI dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan portofolio produk, peningkatan skala bisnis, serta perluasan jejaring mitra strategis, baik dalam maupun luar negeri. (nma)

  🚀 
IDM  

BRIN Kawal Riset Tank Ringan Nasional melalui Kolaborasi Industri

 🤝 Hingga tahap sertifikasi BRIN riset tank ringan nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Riset ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan.

BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa (3/2).

Menurutnya, tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

P8 Light Tank (SSE)

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani riset dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan berdaya saing nasional. (aj/ed:ugi)

  ♞  BRIN  

PT Pindad & BRIN Jalin Kerja Sama Riset Material Laras Senjata

  Perkuat kemandirian indhan (Pindad)

PT Pindad bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani perjanjian kerja sama dalam rangkaian kegiatan BRIN Goes to Industry pada Kamis, 5 Februari 2026 berlokasi di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta. Penandatanganan dilaksanakan oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma dengan Kepala Pusat Riset Metalurgi BRIN, Ika Kartika. Kerja sama antara PT Pindad dengan BRIN bernilai strategis dalam rangka mengakselerasi hilirisasi riset menuju kemandirian industri strategis nasional.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini mengenai Riset Pengembangan Material untuk Laras Senjata Berbasis Baja Paduan. Tujuan kerja sama ini adalah peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui penggunaan material dan proses dalam negeri. Laras merupakan komponen utama dalam senjata api yang memerlukan ketahanan tinggi dari ledakan serta gesekan dengan amunisi yang meluncur.

Mengawali kegiatan, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian menyampaikan bahwa hari ini merupakan momen penandatanganan kerja sama strategis antara BRIN dengan berbagai pihak.

Selanjutnya akan ada penandatanganan antara BRIN dengan PT Len Industri (Persero), lalu PT Pindad, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Chroma International dan PT Nuon Digital Indonesia dengan Asosiasi Game Indonesia. Saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi, bahwa hari ini kita mengumpulkan periset-periset, universitas hingga industri strategis dan menjalin kerja sama. Kita berharap dengan berbagai kerja sama ini dapat mengakselerasi hilirisasi kemandirian industri strategis nasional.” Ucap Hendrian.

Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas mewakili Kepala BRIN menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir pada penandatanganan kerja sama hari ini. Beliau juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang mendorong kemandirian industri strategis nasional.

Saya mengucapkan permohonan maaf dari Kepala BRIN yang sedianya hadir pada pagi hari ini namun berhalangan karena ada kegiatan mendesak. Kami menyampaikan apresiasi terhadap seluruh mitra industri, perguruan tinggi, dan asosiasi insinyur professional atas kerja samanya dalam hilirisasi dan komersialisasi riset inovasi terkait industri mineral, industri proses, industri pertahanan maupun industri nuklir.” Jelas Sekretaris Utama BRIN.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma menyampaikan bahwa kerja sama kali ini dengan BRIN bukanlah kali pertama. Beliau juga berharap bahwa hasil penelitian bersama ini dapat memaksimalkan tingkat kandungan dalam negeri terlebih bahan baku yang dibutuhkan ada di Indonesia.

Sebelumnya, PT Pindad dengan BRIN sudah memiliki rekam jejak kerja sama bernilai strategis yang sudah menjadi produk, antara lain teknologi modifikasi cuaca dan Roket Rhan 122. Kerja sama kali ini juga bersifat strategis karena di Indonesia belum ada yang memproduksi material laras dan Pindad mendapatkan nilai manfaat yang besar. Apabila kita melihat TKDN produk senjata Pindad sudah mencapai 60-70%, dan hasilnya akan lebih maksimal dengan material laras senjata hasil dalam negeri.” Jelas Prima Kharisma.

Melalui kerja sama dengan BRIN, PT Pindad memperkuat sinergi antara industri pertahanan dan Lembaga riset nasional dalam mendorong penguasaan teknologi material strategis. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi riset menjadi produk serta mendukung terwujudnya kemandirian industri pertahanan nasional.

  🤝 
Pindad  

Jumat, 06 Februari 2026

[Global] Arab Saudi Isyaratkan Akan Modali Proyek Jet Tempur Turki KAAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

Kerajaan Arab Saudi mengisyaratkan akan menanamkan modal dalam proyek pengembangan jet tempur generasi kelima Turki, KAAN. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Riyadh dan Ankara sedang mempertimbangkan investasi bersama dalam proyek tersebut, dengan keputusan akan segera diambil.

Kami sedang menandatangani perjanjian kerja sama industri pertahanan yang signifikan dengan Arab Saudi, dan kami bertekad untuk lebih memperkuatnya,” kata Erdogan saat kembali ke Turki pada hari Kamis setelah kunjungannya ke Mesir dan Arab Saudi.

Selain itu, investasi bersama dengan Arab Saudi sedang dipertimbangkan, dan investasi KAAN ini dapat direalisasikan kapan saja,” ujarnya, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (6/2/2026).

Turki telah mengembangkan pesawat tempur generasi kelima tersebut sejak 2010, tetapi rencananya dipercepat setelah Ankara dikeluarkan dari program F-35 yang dipimpin Amerika Serikat (AS) pada 2019, menyusul pembelian sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia, yang juga menyebabkan sanksi oleh Kongres AS.

Proyek jet tempur KAAN dianggap sangat mahal, mendorong Ankara untuk mencari mitra internasional.

Pada bulan Juni, Indonesia menandatangani kesepakatan untuk membeli 48 jet tempur KAAN dalam perjanjian senilai lebih dari USD 10 miliar. Kesepakatan 10 tahun ini mencakup produksi bersama komponen tertentu dari KAAN di Indonesia.

Negara-negara lain, termasuk Qatar dan Azerbaijan, juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi pesawat tersebut.

KAAN melakukan penerbangan perdananya pada Februari 2024, untuk sementara ditenagai oleh dua mesin General Electric F110-GE-129, mesin yang sama yang digunakan pada jet tempur F-16 Turki. Turkish Aerospace Industries (TAI), yang memimpin program KAAN, sedang mengembangkan mesin produksi dalam negeri untuk pesawat tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengungkapkan tahun lalu bahwa Kongres AS telah memblokir pengiriman mesin F110-GE-129 yang ditujukan untuk batch pertama pesawat KAAN.

TAI bertujuan untuk mengirimkan jet KAAN pertama ke Angkatan Udara Turki pada akhir tahun 2028, meskipun beberapa analis memperkirakan jadwal ini dapat bergeser ke tahun 2030. Sepuluh jet tempur KAAN Block-1 pertama dijadwalkan untuk dikirim ke Angkatan Udara Turki antara tahun 2030 hingga 2033. (mas)

  sindonews 

PT PAL Indonesia Bakal Jadi Holding Galangan Kapal BUMN

Fregat Merah Putih KRI BPD 322 produksi PAL (FMI fb)

Danantara akan mengonsolidasikan sejumlah BUMN di sektor galangan kapal.

Rencananya PT PAL Indonesia akan menjadi induk perusahaan galangan kapal BUMN.

Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod saat ditemui di Hotel Ayana Midpalza, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Kaharuddin mengatakan pembahasan terkait konsolidasi tersebut sudah berjalan di internal Danantara sejak tahun lalu.

"Ini juga sekarang sedang dibicarakan di Danantara. Danantara sedang melakukan konsolidasi industri galangan kapal BUMN," ujar Kaharuddin.

Saat ditanya apakah dengan rencana penggabungan tersebut, PT PAL akan menjadi induk galangan kapal BUMN, Kaharuddin membenarkan hal tersebut. Meski begitu, ia mengatakan hal ini masih digodok Danantara.

"Ya, PT PAL dari galang-galang kapal BUMN. Tetapi bentuknya seperti apa, ini masih dalam proses pembahasan di Danantara," katanya.

Kaharuddin menambahkan, perusahaan galangan kapal BUMN selain PAL adalah, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) atau DKS, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung. (hrp/hns)

  🤝  detik  

PTDI Mengincar Tambahan Pesanan Domestik untuk Program N219 dan CN235

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDrf0KzhTtDd-klCMlg6y7WWCRgTqkrQ5UBzWpumxlIH4jQ5xbSfSVLgXScGEE-7G0XA7oTWlu2SKA0UJGcTPFIPtTgT5jNZM4pzmX556uoTcjok3Bhcq0PDkVswSCoQ-qP5IKrE40M7Q/s1200/Eay8Ho9UYAEF22p.jpgN219 (Akangaviation)
I
ndonesian Aerospace, juga dikenal sebagai PTDI, yakin tahun ini akan melihat momentum pesanan yang signifikan di seluruh portofolio produknya dari pemerintah negara asalnya.

Yang terpenting, ini akan mencakup komitmen untuk pesawat angkut turboprop ganda N219 yang dikembangkan di dalam negeri.

Pesawat N219 yang dirancang dan diproduksi secara lokal merupakan program penting bagi PTDI.

Berbicara kepada FlightGlobal di pameran udara Singapura, Gita Amperiawan, direktur utama PTDI, mengatakan perusahaan mengantisipasi komitmen 30 unit dari Kementerian Pertahanan negara tahun ini.

Pesanan lebih lanjut sekitar tiga pesawat diharapkan untuk layanan transportasi regional dari sebuah provinsi di Indonesia yang tidak disebutkan namanya, tergantung pada pendanaan pemerintah pusat, katanya.

Kesepakatan ini akan memberikan momentum baru untuk pesawat 19 tempat duduk bertenaga Pratt & Whitney Canada PT6.

Sementara itu, PTDI sedang mempersiapkan pengiriman N219 pertama ke Angkatan Darat Indonesia akhir tahun ini, sebagai bagian dari pesanan enam pesawat yang dimulai sejak tahun 2023. Perusahaan ini juga memiliki tiga pesanan dari Angkatan Laut Indonesia.

Amperiawan menyoroti pentingnya program ini bagi perusahaan, dengan mencatat bahwa pesawat ini “dirancang dan dibangun 100% oleh insinyur Indonesia” dan merupakan produk pertama mereka yang menjalani proses sertifikasi tipe lengkap. Sebelumnya, PTDI telah memproduksi pesawat lain berdasarkan lisensi, termasuk CASA C212.

PTDI juga sedang mengembangkan varian amfibi dari N219, yang diharapkan Amperiawan akan “siap memasuki pasar” sekitar tahun 2028.

Selain itu, perusahaan pembuat pesawat ini mengharapkan bagian pertama dari pesanan bertahap dari Kementerian Pertahanan Indonesia untuk pesawat turboprop ganda CN235 – sebuah program yang dikembangkan bersama dengan Airbus Defence & Space.

Kami beruntung pemerintah benar-benar mendukung industri pertahanan Indonesia,” katanya. “Ini akan menjadi pesanan terbesar dalam sejarah kami.”

Batch awal diperkirakan terdiri dari sekitar 30 unit, dengan komitmen lanjutan juga diantisipasi.

Sementara itu, diskusi terus berlanjut antara Indonesia dan Turki mengenai offset industri untuk akuisisi pesawat tempur generasi kelima Turkish Aerospace (TAI) Kaan oleh Indonesia.

Jakarta akan mengakuisisi 48 unit jet TAI berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada Juni 2025. Meskipun pengiriman awal akan dilakukan dari Turki, PTDI berharap untuk melakukan perakitan akhir sejumlah pesawat yang belum ditentukan serta mengintegrasikan konten lokal.

  Flight Global  

Kamis, 05 Februari 2026

ESS Akan Sediakan Skuadron MiG 29 Agresor untuk Indonesia

(ESS)

PT E System Solutions (ESS) kembali menyediakan alutsista untuk Indonesia.

Dari postingan PT ESS di Linkedin, diberitakan sebagai berikut :

PT ESS bangga dan merasa terhormat dapat menerapkan solusi Sistem Pelatihan Lanjutan untuk Unit Helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat Indonesia.

Rencana modernisasi besar-besaran yang diprakarsai oleh Kementerian Pertahanan 5 tahun lalu di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, dilanjutkan oleh Bapak Sjafrie Sjamsoeddin, yang awalnya berfokus pada pengadaan platform generasi 4+ dan 5, menyoroti kebutuhan akan solusi sistem pelatihan lanjutan yang mampu melatih pilot muda secara efektif dan hemat biaya untuk menerbangkan dan mengembangkan taktik yang terkait dengan pengenalan fungsi tempur baru yang terkait dengan platform tempur canggih baru tersebut.

Oleh karena itu, hubungan jangka panjang ESS dengan Leonardo di Afrika Utara dan Timur Tengah, bekerja sama dengan Leonardo untuk menyediakan pesawat tempur canggih yang mampu melakukan pelatihan tempur penuh dengan M-346F Block 20.

ESS bersama dengan Leonardo akan memperkenalkan dan mengerahkan pesawat luar biasa ini untuk menyediakan platform pelatihan yang sangat dibutuhkan yang terkait dengan simulasi pelatihan darat penuh dan dukungan logistik untuk pesawat ini.

ESS Indonesia telah beroperasi selama 4 tahun, menyediakan pemeliharaan tingkat depot dan integrasi sistem peningkatan pada berbagai platform yang digunakan dalam Angkatan Bersenjata Indonesia.

ESS, sebagai bagian dari sistem pelatihan modernisasi Angkatan Udara Indonesia, juga akan menyediakan Skuadron Aggressor yang sangat dibutuhkan berupa campuran Mig-29C/UB yang dimodernisasi yang dikaitkan dengan Target Udara Subsonik Tinggi Aggressor Tak Berawak, menggunakan skenario Pelatihan Tempur Berawak/Tak Berawak.

Ini akan menjadi Skuadron Aggressor pertama yang sepenuhnya didedikasikan di Indonesia yang menggunakan teknologi dan sistem perangkat lunak canggih untuk mengajarkan keterlibatan taktis kompleks tingkat lanjut.

  ✈️
ESS  

PTDI Pamerkan CN235-220 Anti Kapal Selam

@ Singapore Airshow 2026 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dIstnRHykDM1QwqO0f2ncvGgBDz6MMelX9D4MjhTuzIMaG4Zk9w_noh40NchSpOKEq2WjtGU6LYH1wc7i_rHkQnLXzPihgEQGxNhjOInJSlQS38tLD1qsiQ5ITIhUrNZ1drYRx8PD6l5rbd1BYVixJgifD5ySnZQNMEstEZKqcIEcvb3IS2Szi_cRss/s1194/AX-2339_2026-02-05T02-51-50.696Z.pngCN235 special mision (PTDI)
PT
Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali berpartisipasi dalam ajang pameran kedirgantaraan internasional Singapore Airshow 2026 di Changi Exhibition Centre, Singapura, 3-8 Februari 2026. Pada pameran ini, PTDI menampilkan sejumlah produk unggulan dengan konfigurasi misi khusus (special mission), salah satunya pesawat CN235-220 Anti-Submarine Warfare (ASW) alias anti kapal selam.

Selain CN235-220 ASW, PTDI juga memamerkan pesawat N219 dengan konfigurasi Maritime Surveillance Aircraft (MSA), serta produk engineering services berupa Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam dan roket FFAR 70 mm. Seluruh produk tersebut ditampilkan di Booth A-L31.

Partisipasi PTDI pada Singapore Airshow 2026 turut diperkuat dengan kehadiran dua anak perusahaan, yakni PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) yang menampilkan kapabilitas Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) mesin pesawat dan layanan engineering, serta IPTN North America, Inc. (INA, Inc.) yang mendukung kegiatan pemasaran dan penguatan jejaring PTDI di pasar Amerika.

  Cocok wilayah Asia-Pasifik  
Pesawat CN235-220M ASW yang ditampilkan PTDI merupakan platform patroli maritim yang dirancang untuk mendukung pengawasan wilayah laut dan peningkatan kesadaran domain maritim. Pesawat ini dilengkapi Mission Integration and Management System (MIMS) Airborne hasil kolaborasi PTDI dengan Scytalys, perusahaan pengembang perangkat lunak dan integrasi sistem berbasis Yunani.

CN235-220M ASW dibekali berbagai sensor, antara lain radar pengawasan maritim, sistem pengelolaan misi terintegrasi, serta sistem pertahanan diri berupa chaff dan flare. Data dari seluruh sensor tersebut diolah untuk menghasilkan Common Tactical Picture (CTP) yang ditampilkan kepada kru misi dan pilot guna mendukung pengambilan keputusan operasional.

Sebagai platform pesawat misi khusus, seri CN235 telah dioperasikan oleh sejumlah pengguna internasional, termasuk Turkish Navy, Turkish Coast Guard, Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), serta Korea Coast Guard. Saat ini, PTDI juga terus menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah calon pengguna di kawasan Asia Pasifik.

Pada pameran yang sama, PTDI turut menampilkan N219 MSA sebagai solusi pengawasan maritim untuk wilayah perairan strategis. Dalam konfigurasi tersebut, N219 MSA dilengkapi radar pengawasan maritim ultra-light dengan jangkauan hingga 160 nautical miles, kemampuan Track While Scan (TWS) lebih dari 200 target, serta sistem Electro Optical/Infrared (EO/IR), Automatic Identification System (AIS), dan tactical datalink.

Dari sisi performa, N219 MSA dirancang memiliki radius operasi hingga 200 nautical miles, endurance di area operasi lebih dari dua jam, serta total waktu misi lebih dari 5,5 jam, sehingga mendukung misi patroli maritim dan Search and Rescue (SAR).

Menurut Adi Prastowo, Manager Komunikasi Perusahaan & Hubungan Kelembagaan PTDI, Selasa, 3 Februari 2026, keikutsertaannya dalam Singapore Airshow 2026, PTDI menargetkan perolehan kontrak penjualan pesawat serta pengembangan kerja sama strategis guna memperkuat portofolio bisnis dan keberlanjutan program pesawat PTDI di pasar domestik maupun internasional. ***

  Pikiran Rakyat  

Rabu, 04 Februari 2026

Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence Of the Republic of Indonesia sign M-346 F AIRCRAFT Letter of Intent

To meet Indonesian Air Force training and combat requirementsLoA (Leonardo)

At Singapore Airshow 2026, Leonardo announced the signing of a Letter of Intent (LOI) with PT ESystem Solutions Indonesia and the Ministry of Defence (MoD) of the Republic of Indonesia aimed at cooperating for the supply and support of the Leonardo M-346 F “Block 20” aircraft to meet Indonesian Air Force operational requirements.

The LOI follows the selection of the M-346 by the MoD to respond to Indonesia’s training and combat capability needs. The programme will provide a major contribution to the MoD pursuing an aircraft fleet modernization plan leveraging on the M-346 advanced technology and performance to replace ageing types, such as the Hawk, among others.

The LOI also includes the localization of a range of support, maintenance, overhaul, training capabilities as well as human capital development. The parties will now move into the next stage of discussions, intended to achieve a procurement contract signing soon.

The new M-346 F “Block 20” light fighter configuration standard will be equipped with cockpits featuring a Large Area Display (LAD), active electronically scanned radar, a Link 16 data-link, electronic countermeasures, and new weapons systems. Leonardo's platform simultaneously offers a complete, integrated advanced flight training system - including a GBTS (Ground Based Training System), combined simulated elements and scenarios with real flights according to a Live, Virtual and Constructive (LVC) logic - with additional light combat capabilities for air-to-air and air-to-surface missions, enabled by advanced mission systems, equipment and sensors, also including aerial refuelling capability.

The M-346 is the core element of a cutting-edge and continuously evolving advanced flight-training system that has already demonstrated its effectiveness: a success story that has logged over 150,000 hours in flight with nearly 160 aircraft sold to date, enabling several air forces worldwide – including Asia - to train pilots for flying high-performance, latest generation fighters and to prepare transition towards the next-generation ‘combat air systems’.

20 countries already train their pilots on the M-346 – including those leveraging Italy’s I International Flight Training School - or have chosen this aircraft, in the fighter version, as a light multirole fighter. Thanks to its high-performance capabilities and manoeuvrability, the M 346 has also been chosen by the Italian Air Force as the future aircraft for the “Frecce Tricolori”, Italy’s national aerobatic team..

 
Leonardo  

LEN Kembangkan Alutsista Modern

Drone Kumbang LEN mampu bawa bom (Fokus Satu)

PT Len Industri (Persero) terus meningkatkan inovasi pengembangan dan integrasi teknologi elektronika pertahanan.

"Len secara aktif berfokus dalam inovasi dan pengembangan kapabilitas untuk mendukunginteroperabilitas alutsista yang menghubungkan berbagai platform darat, laut, dan udara dalam satu sistem operasi terpadu," jelas Senior General Manager Corporate Secretary PT Len Industri (Persero), Dewanda Dwi Putera.

Dengan penguasaan teknologi C4ISR, sistem komando dan kendali, komunikasi militer terenkripsi, combat management system, serta tactical data link, Len Industri memastikan alutsista dari berbagai solusi sistem dan lintas matra dapat saling berkomunikasi dan bertukar data secara real-time, aman, dan andal.

Selain itu, Len Industri terus mengembangkan teknologi pendukung operasi militer, termasuk motor listrik taktis (SPRINT) untuk mobilitas senyap dan efisien di medan operasi, serta pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk misi pengintaian, pengawasan, dan pendukung keputusan taktis, yang seluruhnya dirancang terintegrasi dalam ekosistem pertahanan nasional guna memperkuat efektivitas operasi dan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

"Len mungkin tidak selalu tampak di permukaan sebuah produk, tetapi perannya sangat menentukan. Kami bekerja di balik layar sebagai ‘otak’ yang membuat sistem saling terhubung dan bekerja dengan baik," ungkap Putera.

Sementara itu, Senior Vice President Business Development & Global Partnership PT Len Industri (Persero), Sena Maulana, menegaskan kontribusi Len dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Program ASTA CITA, khususnya pada penguatan kemandirian industri strategis, percepatan transformasi teknologi, serta peningkatan ketahanan dan pertahanan nasional.

Inovasi transportasi modern yang dikembangkan Len tidak hanya menjawab kebutuhan operasional jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kapabilitas teknologi jangka panjang yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Peningkatan kekuatan komponen utama pertahanan merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, berdaulat, dan berkelanjutan. Menjawab arah kebijakan tersebut, PT Len Industri (Persero) menetapkan ASTA CITA Len sebagai pedoman strategis perusahaan,” jelas Sena.

Program ASTA CITA Len secara substansial selaras dan mendukung ASTA CITA Presiden, dengan fokus pada penguatan kemandirian teknologi pertahanan, peningkatan kapabilitas industri nasional, serta pembangunan sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi.

ASTA CITA Len kami arahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi pertahanan, meningkatkan kapabilitas industri nasional, serta membangun SDM unggul di bidang sains dan teknologi sebagai fondasi ketahanan bangsa di masa depan,” tutupnya.***(011)

 
Fokus Satu  

PTDI Unjuk Kapabilitas Pesawat Special Mission

Di Singapore Airshow 2026(PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali berpartisipasi dalam pameran bergengsi Singapore Airshow 2026, yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-8 Februari 2026 di Changi Exhibition Centre, Singapura. Berlokasi di Booth A-L31, PTDI menampilkan beragam produk unggulan dengan konfigurasi misi khusus (special mission), diantaranya pesawat CN235-220 Anti-Submarine Warfare (ASW), N219 Maritime Surveilllance Aircraft (MSA), serta produk engineering services berupa Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam dan roket FFAR 70mm.

Partisipasi PTDI pada pameran ini turut diperkuat dengan kehadiran dua Anak Perusahaan, yakni PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) yang menampilkan kapabilitas Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) mesin pesawat, serta layanan engineering pendukung industri kedirgantaraan, dan IPTN North America, Inc. (INA, Inc.) yang berperan dalam mendukung kegiatan pemasaran serta penguatan jejaring PTDI di pasar Amerika. Kehadiran PTDI juga dilengkapi dengan dukungan dari ekosistem industri nasional yang berkontribusi dalam pengembangan produk pesawat PTDI agar selaras dengan kebutuhan customer. Melalui keikutsertaan pada Singapore Airshow 2026, PTDI menargetkan perolehan kontrak penjualan pesawat serta pengembangan kerja sama strategis guna memperkuat portofolio bisnis dan memastikan keberlanjutan (sustainability) program pesawat PTDI, baik di pasar domestik maupun global.

  Kapabilitas PTDI dalam Mengembangkan Platform ASW Terintegrasi
PTDI menampilkan pesawat CN235-220M ASW sebagai platform patroli maritim modern yang dirancang untuk memperkuat Maritime Domain Awareness (MDA) dan kapabilitas pertahanan laut. Pesawat ini juga dibekali Mission Integration and Management System (MIMS) Airborne dari Syctalys–Perusahaan pengembangan software dan integrasi sistem terkemuka berbasis Yunani–yang melakukan integrasi dan pengelolaan berbagai sensor secara terpadu guna mendukung operasi pengawasan, deteksi, identifikasi, dan klasifikasi target di wilayah perairan.

Pesawat CN235-220M ASW kolaborasi PTDI dan Scytalys dilengkapi dengan sistem sensor dan subsistem canggih, termasuk radar pengawasan maritim, serta sistem pertahanan diri berupa chaff & flare. Seluruh data sensor diolah untuk menghasilkan Common Tactical Picture (CTP) yang ditampilkan kepada kru misi dan pilot guna meningkatkan kesadaran situasional serta mendukung fungsi komando dan kendali.

Sebagai platform pesawat special mission yang versatile, CN235 series telah dioperasikan secara luas oleh sejumlah customer internasional, antara lain Turkish Navy dan Turkish Coast Guard di Türkiye, Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), Korea Coast Guard, serta beberapa operator lainnya di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah. Sejalan dengan rekam jejak operasional tersebut, saat ini PTDI juga terus aktif menjajaki peluang dengan sejumlah calon customer di kawasan Asia Pasifik.

  N219 MSA: Solusi Pengawasan Maritim Adaptif
Pada Singapore Airshow kali ini, PTDI juga akan menampilkan pesawat N219 dengan konfigurasi Maritime Surveillance Aircraft (MSA) sebagai solusi pengawasan maritim yang adaptif terhadap beragam kebutuhan operasional dan karakteristik wilayah perairan. Dalam konfigurasi tersebut, N219 MSA dirancang untuk meningkatkan kapabilitas pengumpulan data dan pemantauan aktivitas maritim melalui pemanfaatan berbagai sensor dan sistem misi, antara lain maritime surveillance radar ultra-light dengan jangkauan hingga 160 nautical miles, kemampuan Track While Scan (TWS) dengan kapasitas pemantauan lebih dari 200 target, serta Electro Optical/Infrared (EO/IR), Automatic Identification System (AIS), hand held camera, dan tactical datalink. Seluruh sistem tersebut akan terintegrasi melalui mission consoles dan mission computer.

Dari sisi performa, N219 MSA dirancang memiliki radius of action hingga 200 nautical miles, endurance di area operasi lebih dari 2 jam, serta total waktu misi lebih dari 5,5 jam, sehingga mampu mendukung patroli dan pengawasan wilayah perairan, termasuk misi Search and Rescue (SAR). Pengembangan konfigurasi N219 MSA ini juga dilaksanakan melalui kolaborasi PTDI dengan Scytalys yang berperan sebagai mitra dalam pengembangan dan integrasi Mission Integration and Management System (MIMS) Airborne pada pesawat N219 MSA.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperluas peran dan kontribusi di ekosistem industri kedirgantaraan dan pertahanan global, partisipasi PTDI dalam Singapore Airshow 2026 menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kapabilitas Perusahaan dalam mengembangkan dan mengintegrasikan platform kedirgantaraan berteknologi tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Melalui penampilan kapabilitas ASW dan MSA terintegrasi pada beberapa platform unggulan, serta berbagai layanan engineering dan solusi pertahanan lainnya, PTDI menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang andal bagi pemangku kepentingan nasional maupun internasional dalam mendukung penguatan pertahanan, keamanan maritim, dan stabilitas kawasan.
 

  🛩
PTDI  

Selasa, 03 Februari 2026

Boeing Ends F-15 Fighter Jet Deal with Indonesia

The decision concludes what was considered a landmark agreement for the expansion of Indonesia’s military resources. https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2019/03/F-15X-e1590402875564.pngIlustrasi F15 EX [Boeing

Boeing, the U.S. aircraft manufacturer, has announced it will no longer proceed with a deal to supply F-15 fighter jets to Indonesia. The decision concludes what was considered a landmark agreement for the expansion of Indonesia’s military resources.

The deal, which involved 24 F-15EX jets and was signed in 2023, awaited approval from the U.S. government. Bernd Peters, Vice President of Business Development and Strategy at Boeing Defense, revealed the halt during the Singapore Airshow, stating the partnership with Indonesia is no longer active.

Peters declined to provide further information, advising that inquiries should be directed to the relevant U.S. and Indonesian governmental bodies. The implication of this decision on Indonesia’s defense strategy remains unclear.

  Defence  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...