Sabtu, 17 Januari 2026

[Global] Rusia Manfaatkan Terminal Satelit Starlink Operasikan Drone BM-35 Serang Ukraina

Drone Rusia gunakan teknologi Starlink (Kyiv Post)

Penggunaan Starlink oleh militer Rusia, telah lama menjadi sumber kekhawatiran. SpaceX membantah beroperasi di Rusia dan memberlakukan pembatasan geolokasi yang menghalangi akses ke sana. Adapun Starlink merupakan perusahaan jaringan internet nirkabel yang dimiliki perusahaan AS, SpaceX.

Namun, blogger militer Ukraina Serhii "Flash" Beskrestnov menulis pada Kamis (15/1/2026), lebih banyak kendaraan udara tak berawak (UAV) Rusia kini terlihat menggunakan terminal tersebut. "Hari ini, untuk pertama kalinya, fakta pengendalian UAV BM-35 melalui Starlink tercatat," tulisnya, melampirkan gambar yang menunjukkan drone yang jatuh terhubung ke badan styrofoam drone tersebut.

Dikutip dari Kyiv Post, Beskrestnov menggambarkan laporan tersebut sebagai "masalah besar" bagi pasukan Ukraina. Pasalnya, ia mengeklaim, navigasi drone yang dibantu jaringan Starlink "tidak rentan terhadap peperangan elektronik".

"Ini adalah masalah besar bagi kami. UAV dengan jenis kendali ini tidak rentan terhadap peperangan elektronik dan secara akurat mengenai sasaran di bawah kendali operator dari Federasi Rusia," ucapnya.

Beskrestnov memperingatkan, kombinasi serupa terlihat pada drone sayap tetap Molniya Rusia, dan penggunaan Starlink yang semakin meluas oleh Moskow berarti mereka dapat segera digunakan untuk meningkatkan drone tipe Shahed. Tipe senjata pilihan Rusia yang dikembangkan Iran itu selama ini mengincar infrastruktur Ukraina.

"Sebelumnya, Starlink hanya ditemukan pada UAV Molniya. Kapan Shahed akan terbang dengan Starlink, itu hanya masalah waktu dan, mungkin, bahkan beberapa hari, bukan beberapa bulan," tulisnya.

Institut Studi Perang (ISW), dalam pembaruan tanggal 13 Januari 2026, mencatat bahwa laporan tentang drone Molniya yang dilengkapi dengan Starlink mulai muncul pada Desember 2025. ISW menyatakan, kombinasi tersebut memperluas jangkauan drone dari 50 kilometer menjadi lebih dari 230 kilometer.

ISW menyebutnya sebagai bagian dari upaya Rusia untuk "meningkatkan produksi dan inovasi drone serang murah yang telah berhasil menghasilkan efek medan perang yang menguntungkan bagi pasukan Rusia." Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa infanteri Rusia mulai memasang terminal Starlink pada kuda.

Starlink yang memungkinkan pengguna untuk mengakses internet melalui satelit di orbit, telah menjadi alat utama bagi pasukan Ukraina yang beroperasi di daerah garis depan tanpa jangkauan menara seluler. Moskow mampu melewati sanksi internasional dan memperoleh terminal Starlink untuk upaya perangnya di Ukraina dengan membelinya dari negara ketiga, meskipun SpaceX berulang kali membantah bahwa mereka berbisnis di Rusia.

"Starlink tidak aktif di Rusia, artinya layanan tidak akan berfungsi di negara tersebut. SpaceX tidak pernah menjual atau memasarkan Starlink di Rusia, dan juga tidak pernah mengirimkan peralatan ke lokasi di Rusia. Jika toko-toko di Rusia mengklaim menjual Starlink untuk layanan di negara tersebut, mereka menipu pelanggan mereka,” tulis perusahaan tersebut dalam pembaruan Februari 2024.

  ✈️
Republika  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...