Menempuh rute memutar menghindari perang
Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters)
Setelah menempuh rute panjang memutar demi menghindari perang di kawasan Teluk, pesawat Airbus A400M Atlas akhirnya tiba di Indonesia. Pesawat Airbus A400M kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI sudah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2026) sore WIB.
Pesawat transport dengan nomor registrasi A-4002 tersebut menempuh rute Sevilla di Spanyol ke St John di Kanada. Berikutnya pesawat terbang dan transit di Jepang. Kemudian, pesawat kedua TNI AU ini menyambang Lanud Johannes Abraham Dimara di Merauke, dan mampir di Lanud Anang Bursa (Tarakan), sebelum menuju tujuan terakhir di Jakarta.
Hal itu berbeda dengan penerbangan Airbus A400M (A-4001) yang menempuh rute dari Sevilla transit di Dubai (Uni Emirat Arab), dan Lanud Soewondo, Medan. Kedua pesawat A400M tersebut akan bergabung sebagai armada di Skadron Udara (Skadud) 31 Lanud Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma.
Sebelumnya, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait memastikan kedatangan pesawat Airbus A400M dalam waktu tidak lama lagi. "Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Adapun Kemenhan menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M Atlas untuk TNI AU dalam konfigurasi multirole tanker dan transport. Kontrak yang disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tersebut ditandatangani di sela Dubai Airshow 2021.
Setelah itu, Kemenhan juga meneken Letter of Intent (LoI) untuk akuisisi empat A400M pada masa mendatang. Airbus A400M adalah pesawat multiperan yang dapat meningkatkan kemampuan taktis udara ke udara TNI AU.
Menhan Prabowo menjelaskan, pesawat angkut itu memainkan peran kunci dalam misi utama lainnya termasuk terjun payung dan transportasi kargo berat. "Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi bantuan manusia dan tanggap bencana," kata Prabowo kala itu. (ISDS).
✈️ Republika
⚓️ Lebih efisien
KRI BPD 322, Frigate pertama dan drone kapal selam produksi PT PAL (FMI fb)
TNI AL mulai mengalihkan fokus pengamanan laut dengan memanfaatkan teknologi robotik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan penggunaan pesawat dan kapal tanpa awak (drone) bakal menjadi kunci efisiensi dalam menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan jumlah alutsista ideal di tanah air.Ali mengamini bahwa Indonesia sebenarnya membutuhkan hingga 300 kapal perang untuk mengawal wilayah dari Aceh hingga Papua.
“Kebutuhan 300 kapal itu betul, tapi kita tidak membutuhkan semuanya fregat (kapal tempur besar). Yang kita butuhkan justru banyak kapal-kapal patroli dan kapal kecil untuk menjaga selat-selat serta kawasan pesisir (litoral),” ujar Ali di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).
Andalkan Teknologi Tanpa Awak
Ali memproyeksikan penggunaan sistem tanpa awak (unmanned system) secara masif sebagai solusi cerdas di masa depan. Menurutnya, teknologi drone jauh lebih efektif dan hemat biaya untuk mengawasi celah-celah laut strategis dibanding hanya mengandalkan kapal berawak.
“Kita butuh lebih banyak unmanned system. Drone ini sangat efektif dan efisien untuk menjaga perairan kita yang sangat luas karena lebih hemat dalam penggunaan operasional,” jelasnya.
TNI AL membidik tiga jenis armada robotik sekaligus untuk memperkuat pengawasan, seperti kapal tanpa awak (USV) yaitu robot yang bergerak di atas permukaan air untuk patroli.
Kemudian, pesawat tanpa awak (UAV) atau drone udara untuk pengintaian dari langit. Lalu, robot bawah laut (UUV) merupakan perangkat robotik yang beroperasi di bawah air untuk mendeteksi ancaman kapal selam atau ranjau.
Dorong Produksi Dalam Negeri
Ali menaruh harapan besar agar seluruh perangkat teknologi tanpa awak tersebut lahir dari tangan anak bangsa. Ia mendorong industri pertahanan lokal untuk segera menguasai teknologi robotik laut dan udara ini.
“Harapannya drone-drone ini sudah bisa kita buat di dalam negeri. Baik yang di permukaan, di udara, maupun di bawah laut, semuanya kalau bisa kita bangun sendiri,” tegas Ali.
Selain drone, Ali menyebut kapal-kapal patroli berukuran kecil memiliki peran vital di kawasan pesisir. Kapal jenis ini lebih lincah bermanuver di selat-selat padat dan perairan dangkal yang sulit dijangkau oleh kapal perang berukuran raksasa.
Kehadiran kapal patroli dan drone ini nantinya melengkapi keberadaan kapal-kapal tempur utama seperti KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320 yang baru saja memperkuat jajaran armada laut Indonesia. (at)
Fregat Baru Tiba di Jakarta
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kemampuan TNI Angkatan Laut (AL) semakin menguat, usai kedatangan dua kapal fregat buatan Italia. TNI AL resmi menerima KRI Prabu Siliwangi-321, usai melalui 44 hari perjalanan dari Eropa, Kamis (26/3/2026). Sementara, pada 2025, TNI AL telah menerima KRI Brawijaya-320.
Perwira tinggi TNI AL itu mengatakan dua kapal fregat itu memiliki ukuran paling besar dibandingkan fregat sejenis di kawasan Asia Tenggara.
"Tapi dari segi kemampuan hampir samalah dengan apa yang dimiliki oleh negara-negara tetangga. Mulai dari Australia, Singapura, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Kemampuannya mirip-mirip," ujar Ali di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ketika menjawab pertanyaan IDN Times, Kamis.
Ali tak menampik kemampuan dua kapal fregat buatan Fincantieri itu akan menjadi amunisi tambahan bagi TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Sebab, mereka memiliki sensor-sensor dengan kualitas lebih baik dibandingkan kapal perang lainnya milik TNI AL.
Ke depan, kata Ali, TNI AL akan melakukan latihan bersama dengan mengerahkan kapal-kapal mereka. Tujuannya untuk menguji coba seluruh sistem senjata yang ada di kapal-kapal yang dimiliki TNI AL.
KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di Koarmada II Surabaya
KRI PBS-321 berlabuh di Lampung. (Dispenal)
KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur. Di sana juga ditempatkan KRI Brawijaya-320. Menurut Ali, hal itu lantaran fasilitas dermaga yang dimiliki Koarmada II cukup lengkap.
"Karena ini kapal baru maka kapal ini harus ditaruh di tempat yang fasilitas dermanya lengkap. Beberapa kapal dari Koarmada II mungkin akan dipindahkan ke Koarmada I atau Koarmada III," ujar Ali.
Sementara, terkait persenjataan rudal yang akan digunakan KRI Prabu Siliwangi-321, Ali masih mempertimbangkan. Ia pun menyebut ada beberapa pilihan rudal.
"Ada rudal dari Italia, ada rudal dari MBDA Prancis, ada juga rudal-rudal dari Turki. Itu semua masih kami pertimbangkan," katanya.
Terkait peluru meriam, Ali mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 menggunakan meriam dengan diameter 127 mm dan meriam Sovraponte dengan diameter 76 mm.
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
TNI Angkatan Laut mempertimbangkan rudal buatan Italia, Prancis, hingga Turki untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) di kapal perang terbaru Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321, yang akhirnya tiba di Jakarta pada Kamis ini.
Rudalnya rencananya masih dalam pertimbangan, ya. Ada beberapa pilihan. Ada rudal dari Italia, ada rudal dari MBDA Prancis, ada rudal-rudal juga dari Turki, mungkin. Itu masih kita pertimbangkan, kata Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers.
Menurut dia, perihal rudal masih dalam pertimbangan, begitu pula dengan jenis sensor kapal yang akan dilengkapi dalam waktu dekat. Tapi kalau meriam-meriamnya sudah fiks itu yang digunakan, imbuh dia.
KRI Prabu Siliwangi-321 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, usai berlayar dari dermaga Pangkalan Angakatan Laut La Spezia, Italia, pada 11 Februari 2026. Sebelum bersandar di Jakarta, kapal itu sempat bersandar di Lampung pada Senin (23/3).
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul menjelaskan kapal perang produksi galangan kapal asal Italia, Fincantieri, ini dirancang untuk menjalankan berbagai macam misi.
Kapal perang itu, imbuh dia, juga didesain untuk mampu mengemban misi patroli, peperangan permukaan, bawah laut, maupun udara; pengawalan aset penting, operasi penegakan hukum laut, hingga misi kemanusiaan.
Tunggul mengatakan KRI Prabu Siliwangi-321 yang memiliki ukuran panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter ini telah melaksanakan uji penguatan kemampuan alutsista dan kesiapan tempur sebelum tiba di tanah air.
Uji penguatan dilakukan melalui uji tembak struktural (structural firing) meriam 127 milimeter dalam rangkaian pelayaran terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, Selasa (27/1).
Menurut dia, kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penembakan perdana meriam 127 milimeter yang merupakan bagian dari pengujian sistem senjata dan struktur kapal.
Pencapaian tersebut menandai pertama kalinya kapal perang TNI Angkatan Laut mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun, kaliber di atas 120 milimeter, secara operasional, tutur Tunggul, sebagaimana siaran persnya.
Ia menambahkan, kapal perang itu juga dilengkapi meriam utama OTO Melara 127 milimeter, meriam 76 milimeter Strales untuk target udara jarak menengah, 16 peluncur rudal vertikal untuk serangan udara, rudal Teseo Mk-2E untuk target permukaan, torpedo antikapal selam, hingga senjata otomatis jarak dekat.
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional serta mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
💥 antara
Indonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)
Senat Italia (Senato della Repubblica) akhirnya menyetujui Rancangan Keputusan Menteri tentang transfer bebas Giuseppe Garibaldi ke Angkatan Laut Republik Indonesia (No. 383) tertanggal 24 Maret 2026. Ketua Komite 3 (Pertahanan) Senat Italia, Stefania Gabriella Anastasia Craxi mengatakan, pada sesi sebelumnya, ia sudah meminta perpanjangan 10 hari terkait pendapat seluruh Komite.
Karena perpanjangan itu telah diberikan, batas waktu baru untuk pendapat tersebut sekarang ditetapkan pada Kamis (26/4/2026). Hari itu menjadi penentuan bagi pemerintah Italia mengeluarkan payung hukum hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (C551) ke Indonesia.
Dikutip dari laman resmi Senat Italia, Craxi tanpa mendapat intervensi dari para senat yang hadir, menutup jalannya diskusi. Anggota senat Stefania Pucciarelli (LSP-PSd'Az) yang merupakan partai penyokong pemerintah, menyampaikan draf opini yang mendukung kebijakan hibah.
Pun senator Roberto Menia (FdI), yang merupakan partai pendukung utama pemerintah, mendukung rancangan aturan yang bakal disahkan bulan depan itu. Senator Bruno Marton dari kubu oposisi (M5S) mengumumkan suara kelompok politiknya yang tetap berpendirian menentang RUU tersebut.
Senator Graziano Delrio dari partai oposisi utama (PD-IDP), juga sependapat dengan Marton. Senator Enrico Borghi (IV-C-RE) yang turut mengumumkan suara partainya yang menentang RUU tersebut.
Meski ditolak kubu oposisi, namun karena kalah jumlah, aturan itu tetap bakal disahkan pada sidang berikutnya. Adapun senat di Italia terdiri 205 kursi, yang terdiri partai pendukung pemerintah 120 terdiri empat partai dan oposisi 85 kursi terdiri lima partai.
Wakil Menteri Pertahanan Italia Perego di Cremnago yang hadir dalam sidang, menjelaskan, hibah kapal induk didasarkan pada kerja sama militer dan komersial yang berkembang antara Italia dan Indonesia. (ISDS)
Ilustrasi pesawat A 400M A-4001 TNI AU (Airbus)
Pesawat Airbus A400M Atlas (A-4002) sudah meninggalkan Sevilla, Spanyol menuju Indonesia. Tidak seperti joy flight pesawat A-4001 yang melewati rute transit di Dubai dan Medan (Sumut), pesawat kedua pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk TNI AU tersebut memilih jalur lain, akibat adanya perang di kawasan Teluk.
Pesawat transport terbesar TNI AU itu melewati rute Bandara St John, Kanada menuju Samudera Pasifik, sebelum mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat Airbus A400M tersebut diperkirakan tiba di Jakarta dalam waktu dekat ini.
Pesawat itu melewati rute Bandara St John, Kanada menuju Samudera Pasifik, sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat Airbus A400M diperkirakan tiba di Jakarta dalam waktu dekat ini.
Meski begitu, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait tidak memberi tanggal pasti kedatangan Airbus A400M. Sempat beredar kabar pesawat angkut itu tiba pada Kamis (26/3/2026), berbarengan dengan KRI Prabu Siliwangi (321), namun belum ada kepastian terkait hal itu.
"Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026). Adapun dalam unggahan video salah satu pilot Airbus A400M, ia sudah meninggalkan Sevilla dan tiba di Bandara St John yang penuh salju. (ISDS).
✈️ Republika
Segera diresmikan akhir Maret
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut (AL), KRI Prabu Siliwangi-321, telah tiba di perairan Indonesia setelah menyelesaikan pelayaran panjang lintas samudra.
Kapal tersebut kini dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Maret 2026 di Jakarta.
"Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026 sebelum akhirnya memperkuat Komando Armada Republik Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Tunggul mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 telah memasuki wilayah perairan Selat Sunda sebagai bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26.
Saat memasuki perairan Indonesia, kapal tersebut disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I melalui manuver laut passing exercise (Passex).
“Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut," ujar dia.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
KRI PBS-321 berlabuh di Lampung. (Dispenal)
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung untuk melakukan pengisian bekal ulang sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
"Kedatangan kapal ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional serta menandai keberhasilan pelayaran lintas samudra yang telah dilaksanakan dengan melewati Samudera Atlantik dan Samudera Hindia," ungkap Tunggul.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, KRI Prabu Siliwangi akan segera memperkuat jajaran armada TNI AL pada awal 2026.
Ali menuturkan, pengiriman kru kapal ke Italia dijadwalkan pada Oktober 2025.
Setelah itu, proses pengiriman kapal akan berlangsung pada 17 Desember 2025.
“Untuk KRI Prabu Siliwangi itu Oktober sudah mulai pengiriman kru ke Italia. Kemudian 17 Desember, delivery, kemungkinan awal tahun Januari 2026 sudah bisa memperkuat jajaran armada," kata Ali, yang ditemui di atas geladak KRI Brawijaya-320 yang baru bersandar di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9/2025).
KRI Prabu Siliwangi menjadi kapal fregat kedua yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, setelah KRI Brawijaya-320.
Kehadiran kedua kapal tersebut disebut sebagai bagian dari program modernisasi alutsista TNI AL dan implementasi kebijakan Perisai Trisula Nusantara untuk memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia.
Kemhan pastikan Indonesia tak punya pangkalan di luar negeri
KRI REM-331, KRI BWJ-320 dan KRI JOL-358 dalam tugas pengamanan laut di Babel (Dispenal)
Kementerian Pertahanan RI memastikan, Indonesia tidak akan memiliki pangkalan militer di luar negeri apabila TNI Angkatan Laut menganut konsep blue water navy.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, strategi yang paling realistis bagi Indonesia adalah membangun akses jejaring tanpa permanent basing atau pangkalan militer di luar negeri.
“Artinya, Indonesia tidak perlu memiliki pangkalan militer permanen di luar negeri,” ujar Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), beberapa waktu lalu.
Negara-negara penganut konsep blue water navy memiliki pangkalan militer di luar wilayah kedaulatan mereka. Amerika Serikat (AS) misalnya, dikutip dari data Al Jazeera pada 2021, memiliki sekitar 750 pangkalan (besar maupun kecil) yang tersebar di 80 negara. Negara penganut blue water navy bisa beroperasi jauh dari wilayah kedaulatan mereka.
Sementara itu, melalui konsep blue water navy, Indonesia akan memperluas akses melalui port visit arrangements, replenishment support, repair and maintenance understanding, latihan bersama, serta pengaturan bantuan logistik dengan negara-negara sahabat.
Praktisnya, strategi tersebut dapat dibangun melalui tiga jalur. Pertama, jalur bilateral, yakni pengaturan teknis dengan negara mitra untuk akses pelabuhan dan dukungan logistik. Kedua, jalur multilateral melalui forum maritim dan latihan gabungan. Ketiga, jalur industrial-logistical diplomacy yaitu mengaitkan kerja sama industri pertahanan dan maintenance dengan dukungan operasional saat deployment jauh.
“Dengan cara itu, Indonesia tetap dapat membangun endurance armada tanpa harus menganut model overseas bases,” kata Rico.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa arah pembangunan kekuatan TNI AL saat ini difokuskan untuk memperkuat posisi sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.
Green water navy merujuk pada kekuatan laut yang mampu beroperasi efektif di perairan nasional dan kawasan regional, dengan fokus pada pertahanan kedaulatan, patroli keamanan, serta operasi kemanusiaan di sekitar wilayah Indonesia.
Sementara blue water navy berarti angkatan laut yang dapat beroperasi lintas samudra dan secara global, umumnya didukung oleh kapal induk, kapal logistik jarak jauh, dan sistem tempur terintegrasi. (nma)
KRI REM 331 tampil pada latihan bersama Kakadu 2026 (Dispenal)
KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) kembali menunjukkan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut di kancah maritim internasional dengan melaksanakan photo exercise (PHOTEX) saat pelayaran lintas laut dari Jervis Bay menuju Sydney, Australia, dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Kakadu 2026 yang diikuti oleh 21 angkatan laut dari berbagai negara, Sabtu (21/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, KRI REM-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Andi Kristianto tersebut, berlayar berdampingan dengan kapal perang negara sahabat dalam formasi manuver yang presisi, solid, dan penuh kehormatan sebagai simbol kerja sama maritim internasional.
Setibanya di Sydney, KRI Raden Eddy Martadinata-331 selanjutnya turut ambil bagian dalam kegiatan International Fleet Review bersama kapal perang dari berbagai negara. Kegiatan International Fleet Review merupakan parade dan peninjauan kapal perang dunia yang menjadi simbol persahabatan, kerja sama, serta solidaritas antar angkatan laut dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim kawasan.
Pada kegiatan International Fleet Review tersebut, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., turut menghadiri dan menyaksikan langsung rangkaian kegiatan bersama para pimpinan angkatan laut dari berbagai negara yang mengikuti Latma Kakadu 2026 di Sydney, Australia.
Menurut Pangkoarmada II, keikutsertaan KRI REM-331 dalam Latma Kakadu 2026, merupakan bukti profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut serta kontribusi Indonesia dalam memperkuat kerja sama maritim internasional dan menjaga stabilitas keamanan laut dunia. (Pen/2)
🤝 Koarmada II
Ilustrasi rudal jelajah Iran (Ist)
Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer gabungan Amerika Serikat-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia pada Jumat (20/3).
Kedua rudal tersebut tidak mengenai sasaran pangkalan miiter yang jaraknya sekitar 4.000 kilometer dari wilayah Iran.
Dilansir AFP, salah satu rudal tersebut gagal di udara. Sementara rudal kedua menjadi sasaran pencegat SM-3 yang ditembakkan dari kapal perang AS.
Meski tak kena sasaran, laporan menyebut peluncuran rudal tersebut menunjukkan bahwa Iran punya rudal dengan jangkauan yang lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sebab Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bulan lalu mengeklaim bahwa Teheran telah membatasi jangkauan rudalnya hanya hingga 2.000 kilometer.
Gedung Putih dan Kedutaan Besar Inggris di Washington, serta Kementerian Pertahanan Inggris, belum berkomentar.
Diego Garcia di Kepulauan Chagos adalah satu dari dua pangkalan yang diizinkan Inggris, untuk digunakan oleh AS sebagai "operasi pertahanan" melawan Iran.
AS diketahui telah menempatkan pesawat pembom dan peralatan militer lainnya di pangkalan Diego Garcia. Pangkalan itu merupakan pusat utama operasi Asia, termasuk saat aksi pemboman AS di Afghanistan dan Irak.
Inggris sebelumnya sepakat untuk mengembalikan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, usai menguasainya sejak tahun 1960-an dan mempertahankan sewa untuk pangkalan di Diego Garcia.
Presiden AS Donald Trump mengecam keputusan tersebut. (dna)
Ilustrasi rudal balistik Iran (@IISS)
Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan Teheran masih terus memproduksi rudal. Penegasan tersebut membantah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut Iran sudah tidak memiliki kapasitas tersebut.
Juru bicara IRGC Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan, industri rudal Iran tetap berjalan bahkan di tengah kondisi perang. Pernyataan itu disampaikan dalam laporan yang dikutip surat kabar pemerintah Iran, IRAN, pada Jumat (20/3/2026).
"Skor industri rudal kami adalah 20 dan tidak ada kekhawatiran dalam hal ini karena kami memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang, yang luar biasa, dan tidak ada masalah khusus dalam penimbunan," ujar Naeini, seperti dikutip Al Jazeera.
Dalam sistem pendidikan Iran, nilai 20 merupakan skor tertinggi atau sempurna.
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas klaim Netanyahu sehari sebelumnya. Dalam konferensi pers di Israel pada Kamis, Netanyahu menyebut Iran tidak lagi mampu memproduksi rudal balistik.
"Kami menang, dan Iran sedang dihancurkan," kata Netanyahu.
Lebih lanjut, Naeini menegaskan konflik yang tengah berlangsung belum akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menyebut masyarakat Iran masih siap menghadapi kelanjutan perang hingga ancaman benar-benar hilang.
"Orang-orang ini mengharapkan perang berlanjut sampai musuh benar-benar kelelahan," ujarnya. "Perang ini harus berakhir ketika bayang-bayang perang telah sirna dari negara ini."
Sebagai informasi, ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat dan diwarnai saling serangan, baik secara langsung maupun melalui proksi di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas, terutama karena melibatkan kemampuan militer strategis seperti rudal balistik dari kedua pihak. (tfa/tfa)
Pesawat KF-21 (CNBC)
Indonesia sedang bergerak menuju kontrak untuk membeli 16 unit jet tempur supersonik KF-21 Boramae selama kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret.
Jika diselesaikan, kesepakatan tersebut akan menandai peningkatan bernilai triliunan won bagi industri pertahanan Korea Selatan dan juga dapat menghidupkan kembali momentum dalam program pengembangan KF-21 bersama kedua negara, salah satu proyek bilateral terpenting mereka.
Menurut sumber pemerintah pada 13 Maret, para pejabat sedang berupaya mencapai kesepakatan di mana Presiden Korea Lee Jae-myung dan presiden Indonesia akan menandatangani kontrak untuk pembelian 16 jet tempur KF-21.
Indonesia sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi 48 pesawat setelah program pengembangan bersama selesai.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah mengambil pendekatan yang hati-hati, termasuk menandatangani kesepakatan pengadaan untuk pesawat tempur lain seperti Rafale Prancis dan Kaan Turki.
Indonesia kini diyakini sedang mempertimbangkan pembelian awal sebanyak 16 jet dari rencana 48 jet. Sebagai mitra dalam program KF-21, Indonesia awalnya setuju untuk berkontribusi sebesar 1,6 triliun won untuk proyek tersebut.
Kemudian, Indonesia mengurangi kontribusinya menjadi 600 miliar won, dengan mengatakan akan menerima transfer teknologi yang lebih kecil sebagai imbalan atas komitmen keuangan yang lebih rendah.
Juru bicara Presiden Kang Yu-jung mengatakan dalam sebuah pengarahan tertulis pada 13 Maret bahwa Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dari 31 Maret hingga 2 April.
Selama pertemuan puncak pada 1 April, kedua pemimpin diharapkan akan membahas cara-cara untuk memperdalam kerja sama praktis dalam perdagangan dan investasi, kerja sama industri pertahanan dan persenjataan, serta sektor-sektor baru seperti kecerdasan buatan dan infrastruktur.