Sabtu, 07 Maret 2026

Kostrad Pamerkan Seragam Baru

Seragam baru Kostrad (antara)

Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) memperkenalkan seragam baru.

Dilansir ANTARA, seragam baru ditampilkan dalam perayaan HUT ke-65 Kostrad yang digelar di Markas Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).

Seragam baru yang dipakai Kostrad bercorak hijau gelap layaknya daun laurel, berbeda dengan seragam prajurit Mabes TNI yang bercorak hijau sedikit bernada coklat.

Berdasarkan siaran pers resmi Penerangan Kostrad, warna hijau daun laurel itu dipilih untuk menunjukkan kesan ketangguhan dari Kostrad.

"Prajurit Kostrad juga mengenakan PDL Kostrad terbaru dengan corak daun laurel, yang melambangkan kehormatan, ketangguhan, kemenangan, dan prestasi. Hal tersebut menjadi simbol semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi mendukung pembangunan nasional," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Dengan kehadiran seragam baru tersebut, diharapkan pasukan Kostrad semakin semangat dalam menjalankan tugas memperkuat pertahanan negara. Upacara HUT ke-65 Kostrad.

Dalam upacara perayaan HUT Kostrad Ke-65, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto hadir sebagai pembina upacara, memimpin 1.500 pasukan dalam lapangan upacara.

Upacara itu juga dihadiri beberapa pejabat diantaranya kepala staf TNI AD, AU, panglima Komando Pasukan Khusus, Panglima Korps Marinir dan Panglima Korpasgat.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan unjuk keahlian bela diri pasukan. Kostrad menampilkan kemampuan prajurit di bidang silat militer, bela diri menggunakan toya hingga aksi debus.

Tidak hanya itu, Kostrad juga menunjukkan kemampuan bela diri prajurit wanita melalui simulasi perkelahian satu melawan lima musuh.

Kegiatan dilanjutkan dengan ajang defile pasukan Kostrad dari lima Satuan Tingkat Batalyon (STY) dengan total pasukan sebanyak 1.500 orang.

  💂 
Kompas  

Jumat, 06 Maret 2026

Penandatanganan Kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 dan Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026

(Batekhan Kemhan)

Momentum strategis kembali ditorehkan dalam upaya penguatan kemandirian industri pertahanan nasional melalui penandatanganan kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 serta Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung modernisasi Alutsista serta peningkatan kemampuan operasional pertahanan, khususnya dalam menghadirkan kendaraan taktis berdaya jelajah tinggi di berbagai medan ekstrem, serta target udara berkecepatan tinggi guna mendukung kebutuhan latihan dan pengujian sistem persenjataan.

Pengembangan Kendaraan Taktis Fulltrack difokuskan pada peningkatan mobilitas, daya tahan, serta adaptabilitas terhadap berbagai kondisi medan operasi.

Kendaraan taktis full track dari PT SAS Aero Sishan (Medef)
Sementara itu, Prototipe High Speed Aerial Target dirancang untuk mendukung efektivitas latihan sistem pertahanan udara melalui simulasi target bergerak cepat yang realistis dan presisi.

Melalui kontrak ini, diharapkan tercipta sinergi optimal antara unsur pemerintah, industri pertahanan, serta pemangku kepentingan terkait dalam mendorong inovasi teknologi, peningkatan TKDN, dan percepatan penguasaan teknologi strategis nasional.

Langkah ini menegaskan komitmen berkelanjutan dalam membangun pertahanan negara yang tangguh, modern, dan mandiri demi menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

  💥 
Batekhan Kemhan  

Kamis, 05 Maret 2026

KRI Brawijaya-320 Uji Alat Robotik untuk Pindahkan Helikopter Panther

(Dispenal)

TNI AL terus mempercanggih kemampuan operasional kapal perangnya. KRI Brawijaya-320 baru saja menguji coba alat robotik canggih untuk memindahkan helikopter di atas geladak kapal.

Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II menggelar uji coba tersebut bersama Skuadron Udara 100 Puspenerbal. Mereka memadukan sistem kapal dengan helikopter Panther AS565 MBe dalam rangkaian latihan operasi, Kamis (5/3).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan fungsi alat bernama Mantis Remote Aircraft Mover (RAM) tersebut. Ia menyebut alat ini bekerja layaknya robot pendorong untuk menarik dan memarkir helikopter.

Sistem ini berfungsi membantu proses penarikan dan pemindahan helikopter. Alat ini menempatkan pesawat di area geladak kapal secara aman dan presisi, khususnya saat kondisi kapal berada di tengah laut yang bergelombang,” ujar Antonius dalam keterangannya.

Ia menambahkan, uji coba ini bertujuan memastikan “interoperabilitas” atau kemampuan kerja sama sistem antarunit. Kru kapal ingin memastikan sistem pemindah (Heli Traversing System) milik KRI Brawijaya benar-benar cocok dan bisa bekerja optimal dengan helikopter Panther.

Melalui kegiatan ini, prajurit tidak hanya menguji kesiapan peralatan, tetapi juga menyelaraskan prosedur tetap (SOP). Kami meningkatkan kemampuan koordinasi antara awak kapal perang dan pilot helikopter,” tambahnya.

Dengan teknologi ini, TNI AL berharap seluruh sistem dapat bekerja efektif. Hal ini sangat penting untuk mendukung kelancaran tugas operasi di laut lepas yang seringkali memiliki cuaca tak menentu. (at)

  ⚓️ 
IDM  

Rabu, 04 Maret 2026

ESS FZ Kembali Dipilih untuk Akuisisi 24 Pesawat Latih PC-21 NG

https://www.pilatus-aircraft.com/assets/media/06-PC-21/_jumboSizeAuto/65130/PC-21-RAAF-2.webp?v=1739884688Pesawat Pilatus PC21NG (Pilatus Aircraftr)
PC 21
secara khusus dipilih oleh Prancis untuk pelatihan pilot tempur tingkat lanjut: Angkatan Udara Prancis mengoperasikan 26 pesawat ini di Sekolah Pelatihan Pilot Angkatan Udara (EFOPAA) di Cognac.

PC-21 terkenal dengan kokpit digital dan sistem simulasi onboard-nya, yang memungkinkan pelatihan untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Sangat lincah, pesawat ini tetap jauh lebih murah untuk dioperasikan daripada pesawat bertenaga jet.

Versi NG adalah yang paling canggih, dan Indonesia akan menjadi pelanggan ekspor pertamanya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMaAZ5Hlko3Jx0qe0YFt2evyv70A_n4kD7W1M1PHh8pA_qS9hnqo3rtQBp07fUQDmzc-iye2WEu-Ys0d_TMJH0pUzetzkjIdxigXiaMZzCqNrfh7HjNlj9v_SzqTuQZSzGlVrwZZ4NYr4x7e0hEbv7rDDRFc9QJmajPVri_uvA7u9MACtpYjLVNUE4PUVc/s1440/PC24.jpeg
PC-24 mampu mendarat di landasan kasar (Pilatus)
E-System Solutions akan memanfaatkan PC-21NG ini untuk menciptakan Pusat Pelatihan Lanjutan yang didedikasikan untuk pelatihan pilot tempur, yang mencakup fase 2 hingga 4. Pelatihan tempur akan berlanjut di Pusat Perang Udara yang telah direncanakan oleh E-System Solutions, yang dilengkapi untuk peran agresor dengan MiG-29 dan drone Ultra Maneuverable Subsonik Tinggi.

Keputusan Indonesia ini menyusul dua keputusan lain yang secara resmi diumumkan bulan lalu di Singapore Air Show, mengenai 36 Leonardo M346FI (12 di antaranya opsional) dan 12 Pilatus PC-24. PC-24 akan digunakan untuk melatih pilot transportasi dan pilot Kementerian Perhubungan.

Indonesia memiliki rencana ambisius dan berinvestasi dalam kemampuan pelatihan yang komprehensif. Selain pilot Indonesia, rencananya juga akan melatih pilot asing, yang menunjukkan ambisi Indonesia untuk kemitraan internasional.

  Pierre Aycard  

TNI AL Kirim KRI RE Martadinata-331 dan Pasukan Kopaska ‘Serbu’ Australia

  Latma Kakadu 2026   Ilustrasi KRI REM 331 (Dispenal]

TNI AL mengerahkan kapal perang KRI Raden Eddy Martadinata-331 untuk bertolak ke Australia. Kapal ini membawa misi khusus bersama pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) untuk mengikuti latihan militer berskala internasional, Kakadu 2026.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya, melepas langsung keberangkatan KRI REM-331 dari Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/3). Alit Jaya menegaskan, para prajurit memikul tanggung jawab besar sebagai duta bangsa di kancah dunia.

Prajurit bukan hanya membawa nama satuan, tetapi juga membawa nama besar TNI di forum internasional. Saya menekankan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme,” tegas Alit Jaya saat memberikan amanat di atas geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

  Misi 41 Hari Bersama Pasukan Elite 
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, membeberkan detail kekuatan personel dalam misi kali ini. KRI RE Martadinata-331 akan menempuh pelayaran panjang selama 41 hari, terhitung mulai 3 Maret hingga 13 April mendatang.

Antonius menjelaskan, kapal membawa total 145 personel pilihan. “Komposisinya terdiri atas 138 anak buah kapal (ABK), satu dokter, perwira intelijen, serta personel penerangan,” ujar Antonius saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine.

TNI AL juga menyertakan unit tempur khusus untuk memperkuat daya gedor dan keahlian taktis di Australia. Antonius menyebut Satgas Kakadu 2026 ini membawa dua personel Kopaska yang merupakan pasukan elite spesialis sabotase bawah air, serta dua personel penyelam untuk melakoni simulasi tempur tingkat tinggi.

  Ajang Bergengsi Sejak 1993 
Latihan Kakadu merupakan ajang dua tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Australia. Tahun ini menandai penyelenggaraan ke-17 sejak Kakadu pertama kali digelar pada 1993 silam.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rutin berpartisipasi sejak awal gelaran ini untuk memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini, sebanyak 20 negara mengirimkan unsur terbaiknya untuk menguji profesionalisme prajurit di laut.

Antonius mengungkapkan, skala latihan tahun ini sangat masif karena melibatkan puluhan armada tempur dunia. Angkatan Laut Australia mengerahkan 15 kapal perang, dari total 34 kapal perang yang ikut berpartisipasi. Armada besar ini terdiri atas 33 kapal permukaan dan satu unit kapal selam yang siap beradu taktik di perairan Darwin.

  Adu Taktik Tempur Udara hingga Meriam 
Para prajurit TNI AL akan menjajal berbagai materi latihan berat yang terbagi dalam fase pelabuhan dan fase laut. Antonius menceritakan, prajurit akan melakoni latihan menembak sasaran di laut menggunakan meriam kapal atau Gunnery Exercise (Gunnex).

Selain itu, KRI RE Martadinata-331 akan mengasah taktik strategi laut lewat Admiralty Exercise (Adex) dan latihan koordinasi tempur dengan pesawat udara atau Combat Air Support (CAS). Prajurit juga melatih kemampuan operasional di perairan terbuka yang jauh dari daratan melalui Surface Exercise Over The Horizon (Surfex OTH).

Antonius menambahkan, prajurit melatih reaksi cepat dalam proses pengiriman logistik atau isi bensin antarkapal saat tetap berlayar dalam latihan Replenishment at Sea (RAS). Tak ketinggalan, satgas bakal melakoni koordinasi lintas unit antarkapal negara yang berbeda melalui Cross Deck, serta latihan teknik pengambilan foto taktis militer.

Alit Jaya menambahkan, keterlibatan KRI RE Martadinata-331 bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas. Istilah ini merujuk pada kemampuan berbagai angkatan laut dunia untuk bekerja sama secara kompak menggunakan standar operasional internasional demi menjaga stabilitas keamanan kawasan. (at)

 ⚓️ 
IDM  

Program Falcon STAR eMLU TNI AU Selesai

Pesawat F-16AM TS-1608 selesai jalani modernisasi Falcon STAR eMLU program (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali berhasil merampungkan proses modernisasi pesawat tempur F-16 AM dengan nomor registrasi TS-1608 melalui program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update).

Penerangan Grup 3 Tempur melalui unggahan instagram @grup_3_tempur_koopsau, yang dikutip Selasa (3/3) menjelaskan, keberhasilan program STAR e-MLU sejalan dengan salah satu program prioritas TNI AU dalam modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpahankam).

Program tersebut berlangsung di Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi, Magetan. Sebelum diserahkan kepada Skadron Udara 3, sebagai skadron udara operasional, pesawat tersebut terlebih dahulu menjalani uji terbang.

Pesawat kemudian diserahterimakan oleh Komandan Grup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan dalam acara bertajuk ‘Final Aircraft Delivery Falcon STAR e-MLU Program’ di hanggar Skatek 042, Senin (2/3).

Dalam sambutannya, Komandan Grup 3 mengapresiasi kerja keras serta profesionalisme personel yang terlibat dalam program ini sehingga proses modernisasi F-16 AM TS-1608 dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu.

Serah terima TS-1608 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan Skadron Udara 3 dalam menjaga kedaulatan udara nasional, dengan tetap mengedepankan prosedur dan keselamatan penerbangan,” tegas Marsma TNI David.

  Program Falcon STAR e-MLU  
Program ini merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Udara untuk meningkatkan kapabilitas pesawat tempur. Melansir laman tni-au.mil.id, STAR e-mLU dapat memperpanjang usia pakai (service life) pesawat hingga mencapai 8.000 jam terbang dengan adanya penguatan pada struktur pesawat.

Keuntungan lainnya dari program ini adalah meningkatnya kemampuan avionik serta persenjataan pesawat tempur F-16.

Seperti contoh, meningkatnya kemampuan Beyond Visual Range dan Within Visual Range dengan advanced weapon yang otomatis. Hal-hal tersebut kemudian dapat berpengaruh pada meningkatnya combat effectiveness sebuah pesawat.

Secara umum, program ini menargetkan 10 pesawat F-16 Fighting Falcon untuk dimodernisasi dan telah berlangsung sejak tahun 2017. (yas)

  👷
  IDM  

Selasa, 03 Maret 2026

Drone Murah Iran Kuras Rudal Mahal Amerika

🛩  ⦻ Efektif kuras rudal mahal Drone kamikaze Iran (Ist)

Drone kamikaze Shahed-136 Iran kembali menjadi sorotan, setelah digunakan dalam serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Teluk Arab akhir pekan lalu.

Setelah terbukti efektif dan relatif murah di medan perang Ukraina, drone tersebut kini dilepaskan ke sejumlah negara Teluk, menimbulkan kerusakan signifikan di tengah eskalasi konflik yang oleh AS dinamai Operasi Epic Fury.

Video terverifikasi New York Times pada Sabtu (28/2/2026) menunjukkan Shahed-136 menghantam bangunan di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Rekaman dari Manama, ibu kota Bahrain, memperlihatkan drone berbentuk segitiga itu menabrak sisi gedung apartemen bertingkat tinggi hingga memicu kebakaran, membuat puing-puing berhamburan.

Suara dengungan khas mesin drone terdengar jelas sebelum benturan terjadi.

  Drone murah kuras rudal mahal  
Spesifikasi drone Shahed-136 buatan Iran yang dipaparkan Badan Distribusi Informasi Visual Pertahanan (DVIDS) Amerika Serikat, dari puing-puing yang diambil Angkatan Laut AS pada 16 November 2022.(DVIDS via AFP)
New York Times melaporkan, Shahed-136 merupakan bagian dari keluarga drone Shahed yang dalam bahasa Persia berarti “saksi”.

Drone ini dirancang sebagai kendaraan udara tak berawak berbiaya rendah, yang dapat berfungsi seperti rudal berpemandu karena terbang menuju target yang telah ditentukan.

Pengembangannya dilakukan oleh perusahaan yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), cabang militer ideologis yang melindungi sistem pemerintahan Iran.

Iran memproduksi Shahed-136 setidaknya sejak 2021 dan pernah menggunakannya di Irak sebelum konflik terbaru.

Drone serang satu arah ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan rudal tradisional, terutama dari sisi biaya.

Satu unit Shahed-136 dapat diproduksi dengan biaya "hanya" 35.000 dollar AS (Rp 590 juta) dan memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer.

Sebaliknya, biaya untuk mencegat satu drone oleh militer Amerika bisa mencapai antara 500.000 dollar AS (Rp 8,4 miliar) hingga 4 juta dollar AS (Rp 67,4 miliar).

Seth Frantzman, ahli perang drone, menilai efektivitas Shahed tidak terletak pada kecanggihannya, melainkan pada kombinasi harga murah dan kemampuan diproduksi massal.

Mereka memberi Iran sistem senjata murah sekelas angkatan udara,” kata Frantzman, penulis buku Drone Wars: Pioneers, Killing Machines, Artificial Intelligence, and the Battle for the Future (2021), dilansir dari Daily Mail, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, meskipun tidak seefektif senjata lain dalam hal presisi atau daya hancur, drone ini kadang mampu menghindari sistem pertahanan udara mahal dan menyebarkan kekacauan.

  Contoh penggunaan drone Shahed  
Drone Shahed Iran menghantam sistem radar Pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain. (ist)
Dalam eskalasi terbaru, Iran meluncurkan serangan ke Israel serta pangkalan AS dan sekutunya di Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Arab Saudi.

Dengan menyebarkan serangan di lebih dari lima medan operasi sekaligus dan mempertahankan lebih dari 2.500 drone per hari, Teheran memaksa lawan-lawannya membagi pertahanan.

Setiap pencegat yang digunakan untuk melindungi satu pangkalan tidak dapat dialihkan ke lokasi lain karena jumlahnya terbatas.

Kondisi tersebut memaksa perencana militer menyebarkan sumber daya di ribuan kilometer wilayah, sehingga perlindungan di tiap titik menjadi lebih lemah.

Data intelijen sumber terbuka dan analisis pertahanan memperkirakan, total armada Shahed di semua varian mencapai antara 80.000-100.000 unit.

Produksi yang masih berjalan sekitar 500 unit per bulan memungkinkan Iran, jika mengerahkan kapasitas penuh, meluncurkan gelombang lebih dari 2.500 drone per hari selama sebulan.

  Stok rudal pencegat menipis  
Perisai udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) saat ditempatkan oleh militer Amerika Serikat di Israel pada 4 Maret 2019. Senjata ini kembali disiapkan dalam ancang-ancang serangan AS ke Iran, Januari 2026. (DVIDS/CORY PAYNE via AFP)
Sejumlah pejabat dan analis Barat memperingatkan, persediaan pencegat akan kesulitan mengimbangi laju tersebut.

Tekanan terhadap stok amunisi sudah terlihat sejak pertempuran pada Juni 2025 yang menguras persediaan secara signifikan.

Selama konflik musim panas lalu, Amerika Serikat menembakkan sekitar 150 pencegat THAAD dalam 12 hari untuk mempertahankan Israel, setara sekitar seperempat dari total persediaannya.

Setiap pencegat THAAD bernilai sekitar 15 juta dollar AS (Rp 253 miliar) dan memerlukan waktu tiga hingga delapan tahun untuk diproduksi ulang.

Saat ini sistem yang sama digunakan di berbagai negara sekaligus karena intensitas serangan Iran terus berlanjut.

Keterbatasan tidak hanya terjadi pada pencegat, tetapi juga pada rudal jelajah Tomahawk (TLAM) yang diluncurkan dari laut, serta senjata yang diluncurkan dari pesawat.

Situasi ini terjadi setelah AS-Israel melancarkan serangan terhadap kepemimpinan serta situs militer Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, penguasa Iran selama 37 tahun.

Iran kemudian membalas dengan rudal dan drone ke berbagai negara Timur Tengah yang menampung pasukan AS.

Ali Larijani, pejabat senior Iran, menulis di media sosial pada Minggu bahwa Iran tidak menyerang negara-negara Arab. Ia menyatakan sasaran Iran adalah pangkalan yang digunakan oleh pasukan AS.

  Rusia juga pakai, AS tiru model Shahed  
Drone kamikaze tiruan amerika gagal dan jatuh di Iraq (X)
Di luar kawasan Teluk, Shahed-136 sebelumnya digunakan Rusia untuk menyerang infrastruktur sipil di Ukraina.

Rusia memproduksi versi dalam negeri yang dikenal dengan nama Geran di pabrik terpencil timur negara itu, lalu memodifikasinya selama invasi ke Ukraina.

Akhir tahun lalu, AS mengumumkan pengerahan drone serang satu arah bernama LUCAS, hasil rekayasa balik Shahed oleh perusahaan Arizona, SpectreWorks.

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, drone tersebut dikerahkan untuk kali pertama dalam kampanye melawan Iran, tetapi klaim ini tidak dapat diverifikasi secara independen.

Presiden AS Donald Trump baru saja mengatakan bahwa perang dapat berlanjut hingga empat minggu ke depan.

Jika konflik berkepanjangan, persediaan pencegat dan amunisi mahal AS berpotensi menjadi persoalan serius di tengah gelombang serangan drone murah Iran yang terus berlanjut.

  🛩
Kompas  

Pengamat Nilai Indonesia Tidak Perlu Kembangkan Rudal ICBM

Rudal Seijil Iran, Pihak Barat ingin menghancurkannya (Ist)

Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi menilai Indonesia tidak membutuhkan pengembangan rudal balistik antarbenua atau ICBM di tengah eskalasi konflik global saat ini.

Menurut Fahmi, TNI AU saat ini sangat mendesak untuk memiliki skadron pesawat peringatan dini udara atau airborne early warning and control (AEW&C).

"Pesawat ini ibarat radar terbang yang mampu mendeteksi pergerakan pesawat siluman, rudal jelajah, dan kapal musuh dari jarak yang tidak bisa dijangkau oleh radar darat (GCI) kita, memberikan situational awareness dan waktu reaksi yang krusial bagi satuan tempur," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Khairul merespons pernyataan Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perihal pentingnya memperkuat pertahanan udara untuk menjaga wilayah Indonesia dari serangan negara asing.

ICBM, tutur dia, tidak cocok dengan doktrin militerisme di Indonesia yang mengutamakan pertahanan aktif atau defensif yang tidak mempunyai ambisi ekspansionis ke benua lain.

"ICBM, dengan jangkauan ribuan kilometer, pada hakikatnya adalah senjata proyeksi kekuatan (power projection) ofensif yang biasanya didesain untuk membawa hulu ledak nuklir dengan tujuan strategic deterrence berskala global. Pengembangan ICBM sangat bertentangan dengan doktrin pertahanan aktif-defensif Indonesia yang tidak memiliki ambisi ekspansionis ke benua lain," ucapnya.

  Rudal Supersonik 
Rudal hipersonik Fattah milik Iran. Sulit Dideteksi Iron Dome, Rudal Hipersonik Iran Punya Kecepatan 16.000 Km per Jam! (Al Mayadeen)
Alih-alih membuang anggaran riset yang masif untuk ICBM, ujar dia, Indonesia jauh lebih membutuhkan pengembangan dan akuisisi rudal jelajah antikapal atau antiship cruise missiles (ASCM) berkecepatan supersonik serta rudal balistik jarak pendek hingga menengah (SRBM/MRBM) yang sangat presisi.

Fahmi menegaskan TNI AU juga perlu menguatkan kapasitasnya pada kepemilikan pesawat peringatan dini udara yang sangat diperlukan sesuai kebutuhan menghadapi kondisi geopolitik.

Penguatan TNI AU tidak bisa direduksi sekadar pada kuantitas pembelian jet tempur generasi terbaru. Pesawat tempur secanggih apa pun akan buta dan tuli tanpa ekosistem pendukung yang terintegrasi. Fokus utama yang perlu dikejar saat ini adalah membangun arsitektur Network-Centric Warfare (NCW) dan kapabilitas Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR) yang mumpuni,” ucapnya.

Selain itu, Fahmi menyebutkan sistem pertahanan Indonesia dapat diperkuat dengan memperbanyak sistem pertahanan udara berbasis darat (Arhanud), yakni baterai rudal surface-to-air missile (SAM) jarak menengah, dan ditempatkan pada titik-titik objek vital nasional secara berlapis.

  🚀 
antara  

TNI Berhasil Pulihkan Keamanan 11 Bandara Perintis Papua

Pasca gangguan OPMPanglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi saat meninjau langsung situasi keamanan Bandar Udara Manggelum, Boven Digoel, Papua Selatan. (Istimewa)

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan, 11 bandara perintis di tiga wilayah Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI, setelah sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pasca gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM.

Langkah cepat ini dinilai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Bumi Cendrawasih.

Bersama Panglima Komando Daerah Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito serta personel TNI lainnya, Bambang terjun langsung meninjau sejumlah bandara perintis, salah satunya di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusifitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kemenhub pada 16 Februari lalu,” ujar Bambamg Senin (2/3).

Adapun bandara yang kini dijaga 24 jam oleh TNI meliputi Lapangan Terbang (Lapter) Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan; Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan; serta Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah. Pengamanan dilakukan secara terpadu guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.

Menurut Bambang, bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara. Di tengah kondisi geografis yang didominasi hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan, bandara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat—jalur vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga mobilitas ekonomi warga pedalaman.

Insya Allah, urat nadi kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di pelosok Papua akan kembali berdenyut. Bandara yang kami jamin kondusifitasnya ini segera dibuka untuk masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pasukan TNI tidak hanya melakukan pengamanan area, tetapi juga mendukung fungsi pelayanan lalu lintas udara melalui unsur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU yang bertugas membantu pengaturan Air Traffic Controller (ATC). Sinergi matra darat dan udara ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga objek vital nasional di wilayah rawan.

Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di 11 bandara perintis tersebut, menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak tinggal diam terhadap setiap ancaman yang mengganggu keselamatan rakyat dan stabilitas pembangunan di Papua. Negara hadir, negara melindungi, dan negara memastikan pembangunan tetap berjalan.

Selain itu, sambutan hangat tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuka agama di sekitar Bandara Perintis Manggelum mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap pulihnya konektivitas udara.

Bandara bukan hanya landasan pacu pesawat, tetapi jembatan harapan, rantai suplai ekonomi, dan simbol keberlanjutan pembangunan di wilayah terluar Indonesia.

Dengan pengamanan penuh dari TNI dan dukungan seluruh elemen masyarakat, 11 bandara perintis tersebut diyakini segera kembali beroperasi normal. Konektivitas udara di Papua akan tetap terjaga demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat persatuan nasional, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Insya Allah, bandara perintis akan kembali dibuka untuk melayani masyarakat Papua. Bersama seluruh elemen bangsa di Bumi Cendrawasih, mari kita jaga dan rawat bandara perintis sebagai simbol kedaulatan, kemajuan, dan kemakmuran Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

  💂 Jawa Pos  

Senin, 02 Maret 2026

KRI Bung Tomo-357 Ikut Latihan di Teluk Bengal

⚓️ Asah kemampuan tempur dalam Sea Phase Latma MILAN 2026 KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Setelah menuntaskan rangkaian latihan tahap darat (Harbour Phase), KRI Bung Tomo-357 melanjutkan latihan tahap laut (Sea Phase) dalam ajang latihan multinasional Latma MILAN 2026 yang berlangsung pada 22–25 Februari 2026 di perairan Bay of Bengal.

Dalam latihan tersebut, KRI Bung Tomo-357 mewakili TNI Angkatan Laut dan tergabung dalam Group 3 bersama kapal perang negara sahabat. Sejumlah serial latihan taktis dan teknis diikuti untuk menguji kesiapsiagaan tempur unsur kapal perang.

Komandan KRI Bung Tomo-357 Letkol Laut (P) Riyanto Agus Wibowo mengatakan, partisipasi dalam Sea Phase menjadi momentum penting untuk meningkatkan profesionalisme prajurit di forum internasional.

Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga memperkuat interoperabilitas serta kerja sama maritim dengan negara-negara sahabat,” ujarnya.

Adapun materi latihan yang diikuti meliputi GUNNEX 601 (FPM Balloon Firing), PHOTOEX, MISCEX 806 (RASAPS), GUNNEX 611 (AAW 9), VBSS, hingga Cross Deck Flying.

Pada serial GUNNEX 601 dan GUNNEX 611, prajurit melaksanakan latihan penembakan menggunakan meriam 12,7 mm. Latihan tersebut bertujuan mengasah ketangkasan, kecepatan reaksi, dan akurasi dalam menghadapi sasaran permukaan maupun sasaran udara.

Sementara itu, latihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) dilaksanakan oleh tim gabungan yang dipimpin Perwira Kopaska Letda Laut (P) Johan Yudhistira. Tim yang terdiri dari personel Kopaska dan prajurit KRI Bung Tomo-357 menjalankan prosedur pemeriksaan, penggeledahan, serta pengamanan kapal sesuai standar operasi maritim internasional.

Latihan VBSS tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan penindakan terhadap potensi pelanggaran hukum di laut sekaligus memperkuat profesionalisme dalam operasi keamanan maritim.

Pada serial Cross Deck Flying, KRI Bung Tomo-357 melibatkan Helikopter Panther HS-1307 TNI AL dari Squadron 400 Wing Udara 1 dengan Lettu Laut (P) Dwi Kurniawan sebagai pilot. Helikopter tersebut melaksanakan pendaratan di tiga kapal perang Angkatan Laut India, yakni INS Kavaratti, INS Satpura, dan INS Nilgiri, yang tergabung dalam Group 3.

Kegiatan ini menjadi wujud peningkatan interoperabilitas serta koordinasi antarawak dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam operasi gabungan lintas negara.

Partisipasi aktif KRI Bung Tomo-357 dalam Sea Phase Exercise Latma MILAN 2026 mencerminkan kesiapan tempur prajurit TNI AL sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama maritim dan mendukung stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.

  ⚓️ 
Jurnal Kota  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...