Ditargetkan tiba di tanah air sebelum HUT TNI 2026
Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi, diberitakan media Italia akan diberangkatkan ke Indonesia dengan kru dari Italia. (Navi Miltari Italiane)
Walau masih negosiasi, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali optimistis kapal induk pertama untuk TNI AL tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI tahun ini.
Kapal induk yang dia maksud adalah eks armada tempur Angkatan Laut Italia. Yakni Giuseppe Garibaldi.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (12/2). Menurut dia, pengadaan kapal induk tersebut masih dalam proses.
”Kemudian untuk (Kapal Induk Giuseppe) Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ucap Ali.
Menurut Ali, negosiasi pengadaan kapal induk tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI AL dengan Angkatan Laut Indonesia dan Fincantieri sebagai pabrikan kapal induk tersebut.
Keinginan kuat Indonesia mendatangkan kapal induk sejalan dengan visi menjadi TNI AL sebagai blue water navy.
”Jadi, masih proses negosiasi antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia dengan Fincantieri, dan Kemhan,” ungkap dia.
Sebelumnya, Indonesia sudah membeli dua unit kapal perang baru dari Italia. Yakni KRI Prabu Siliwang-321 dan KRI Brawijaya-320. Kedua kapal tersebut juga dibeli dari Fincantieri.
KRI Prabu Siliwangi 321 (PBS) diberitakan telah berangkat ke Indonesia (Fincantieri)
KRI Brawijaya-320 sudah berada di Indonesia. Sementara KRI Prabu Siliwangi-321 akan menyusul pada awal April mendatang.
”KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya (11/2). Karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April. Mudah-mudahan bisa langsung bergabung dengan jajaran (TNI AL),” jelasnya.
Dalam keterangan resmi TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 memulai pelayaran dari Dermaga Base Navale Della Spezia, Italia. Di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, kapal tersebut dilepas dengan penuh kehormatan dalam seremoni yang dihadiri sejumlah pejabat.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Italia dan Vatikan Junimart Girsang adalah salah seorang petinggi negara yang melepas langsung pelayaran kapal tersebut.
Selain itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Laksma TNI Sumarji Bimoaji juga turut serta dalam seremoni itu.
Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menegaskan dukungan penuh Pemerintah Indonesia terhadap modernisasi alutsista TNI AL.
KRI Prabu Siliwangi diproyeksikan menjadi unsur strategis dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di wilayah perairan Indonesia.
”Momentum ini bukan saja pelayaran menuju tanah air, melainkan langkah besar dalam penguatan postur pertahanan maritim nasional. KRI Prabu Siliwangi-321 hadir dengan kesiapan personel yang tangguh dan sistem persenjataan yang telah melalui serangkaian pengujian ketat,” kata Kolonel Kurniawan.
Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi, diberitakan media Italia akan diberangkatkan ke Indonesia dengan kru dari Italia. (Navi Miltari Italiane) Walau masih negosiasi, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali optimistis kapal induk pertama untuk TNI AL tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI tahun ini.
Kapal induk yang dia maksud adalah eks armada tempur Angkatan Laut Italia. Yakni Giuseppe Garibaldi.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (12/2). Menurut dia, pengadaan kapal induk tersebut masih dalam proses.
”Kemudian untuk (Kapal Induk Giuseppe) Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ucap Ali.
Menurut Ali, negosiasi pengadaan kapal induk tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI AL dengan Angkatan Laut Indonesia dan Fincantieri sebagai pabrikan kapal induk tersebut.
Keinginan kuat Indonesia mendatangkan kapal induk sejalan dengan visi menjadi TNI AL sebagai blue water navy.
”Jadi, masih proses negosiasi antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia dengan Fincantieri, dan Kemhan,” ungkap dia.
Sebelumnya, Indonesia sudah membeli dua unit kapal perang baru dari Italia. Yakni KRI Prabu Siliwang-321 dan KRI Brawijaya-320. Kedua kapal tersebut juga dibeli dari Fincantieri.
KRI Prabu Siliwangi 321 (PBS) diberitakan telah berangkat ke Indonesia (Fincantieri) KRI Brawijaya-320 sudah berada di Indonesia. Sementara KRI Prabu Siliwangi-321 akan menyusul pada awal April mendatang.
”KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya (11/2). Karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April. Mudah-mudahan bisa langsung bergabung dengan jajaran (TNI AL),” jelasnya.
Dalam keterangan resmi TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 memulai pelayaran dari Dermaga Base Navale Della Spezia, Italia. Di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, kapal tersebut dilepas dengan penuh kehormatan dalam seremoni yang dihadiri sejumlah pejabat.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Italia dan Vatikan Junimart Girsang adalah salah seorang petinggi negara yang melepas langsung pelayaran kapal tersebut.
Selain itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Laksma TNI Sumarji Bimoaji juga turut serta dalam seremoni itu.
Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menegaskan dukungan penuh Pemerintah Indonesia terhadap modernisasi alutsista TNI AL.
KRI Prabu Siliwangi diproyeksikan menjadi unsur strategis dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di wilayah perairan Indonesia.
”Momentum ini bukan saja pelayaran menuju tanah air, melainkan langkah besar dalam penguatan postur pertahanan maritim nasional. KRI Prabu Siliwangi-321 hadir dengan kesiapan personel yang tangguh dan sistem persenjataan yang telah melalui serangkaian pengujian ketat,” kata Kolonel Kurniawan.
💥 Jawa Pos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.