◎ Target Rampung 2032
Skema ekosistem standar global data hidrografi S-100 yang menjadi basis transformasi peta laut elektronik masa depan TNI AL. (Foto: Dok. IHO)
Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) memulai transformasi teknologi peta laut elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) standar S-100. Modernisasi sistem navigasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada enam tahun mendatang.
Langkah strategis ini ditegaskan Wakil Komandan Pushidrosal Laksamana Muda Bambang Irawan, saat memimpin apel khusus di Jakarta, Senin (6/4). Ia menyebut tahun 2026 sebagai titik awal implementasi teknologi tersebut.
Bambang menjelaskan, standar S-100 merupakan sistem data hidrografi universal masa depan yang lebih dinamis. Teknologi ini mengintegrasikan berbagai informasi kelautan, seperti prakiraan cuaca dan arus laut, dalam satu tampilan layar navigasi secara real-time.
“Tahun 2026 menjadi tonggak awal transformasi teknologi ENC yang kita targetkan tuntas pada 2032. Seluruh personel wajib memahami sistem S-100 ini karena modernisasi merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Bambang, dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal.
Selain pembaruan teknologi, Pushidrosal kini tengah memperkuat sinergi dengan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ). Kerja sama ini bertujuan mendukung proyek strategis nasional pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Peran Pushidrosal mencakup penyediaan data hidrografi dan batimetri, yakni pemetaan kedalaman laut yang akurat. Data tersebut menjadi acuan teknis agar konstruksi tanggul di utara Jawa efektif dalam memitigasi kenaikan permukaan air laut.
Di sisi lain, tim ahli Pushidrosal juga terus mengintensifkan survei serta pemetaan jalur pipa dan kabel bawah laut. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan instalasi vital di dasar samudera dari gangguan aktivitas pelayaran maupun faktor alam.
“Kerja sama lintas sektor akan terus ditingkatkan. Efektivitas dan kualitas hasil kerja hidro-oseanografi nasional harus optimal demi mendukung pembangunan strategis pemerintah,” pungkasnya. (at)
Skema ekosistem standar global data hidrografi S-100 yang menjadi basis transformasi peta laut elektronik masa depan TNI AL. (Foto: Dok. IHO) Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) memulai transformasi teknologi peta laut elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) standar S-100. Modernisasi sistem navigasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada enam tahun mendatang.
Langkah strategis ini ditegaskan Wakil Komandan Pushidrosal Laksamana Muda Bambang Irawan, saat memimpin apel khusus di Jakarta, Senin (6/4). Ia menyebut tahun 2026 sebagai titik awal implementasi teknologi tersebut.
Bambang menjelaskan, standar S-100 merupakan sistem data hidrografi universal masa depan yang lebih dinamis. Teknologi ini mengintegrasikan berbagai informasi kelautan, seperti prakiraan cuaca dan arus laut, dalam satu tampilan layar navigasi secara real-time.
“Tahun 2026 menjadi tonggak awal transformasi teknologi ENC yang kita targetkan tuntas pada 2032. Seluruh personel wajib memahami sistem S-100 ini karena modernisasi merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Bambang, dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal.
Selain pembaruan teknologi, Pushidrosal kini tengah memperkuat sinergi dengan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ). Kerja sama ini bertujuan mendukung proyek strategis nasional pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Peran Pushidrosal mencakup penyediaan data hidrografi dan batimetri, yakni pemetaan kedalaman laut yang akurat. Data tersebut menjadi acuan teknis agar konstruksi tanggul di utara Jawa efektif dalam memitigasi kenaikan permukaan air laut.
Di sisi lain, tim ahli Pushidrosal juga terus mengintensifkan survei serta pemetaan jalur pipa dan kabel bawah laut. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan instalasi vital di dasar samudera dari gangguan aktivitas pelayaran maupun faktor alam.
“Kerja sama lintas sektor akan terus ditingkatkan. Efektivitas dan kualitas hasil kerja hidro-oseanografi nasional harus optimal demi mendukung pembangunan strategis pemerintah,” pungkasnya. (at)
⚓️ IDM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.