Minggu, 29 Maret 2026

Jet Tempur KAAN dari Turki Mulai Dikirim ke Indonesia Pada Tahun 2032

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/Tusas) Mehmet Demiroglu membagikan informasi terkini secara detail proyek jet tempur KAAN dan drone Anka-3.

Dalam wawancara eksklusif dengan Oxu.Az, Demiroglu membagikan proses desain, produksi, pengujian, dan integrasi platform jet tempur generasi kelima dan drone generasi keenam Turki itu.

"Tujuan kami adalah untuk mengirimkan KAAN ke Angkatan Udara kami pada tahun 2028. Dengan mesin produksi dalam negeri kami, kami akan mulai mengirimkan KAAN ke Angkatan Udara kami dan Indonesia mulai tahun 2032 dan seterusnya," kata Demiroglu.

Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI meneken kontrak pembelian 48 unit jet KAAN dari TAI di sela pameran IDEF, Istanbul pertengahan 2025. Nilai proyek itu sebesar 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251 triliun.

Demiroglu pun menyoroti baik keunggulan strategis yang akan diberikan TAI kepada Angkatan Udara Turki maupun target ekspornya. Demiroglu menyatakan, penerbangan prototipe untuk KAAN telah selesai.

"Penerbangan prototipe kami telah menyelesaikan tiga dari lima fase yang direncanakan, dan pengujian prototipe akan dimulai pada tahun 2026," ujar Demiroglu.

Dia menyatakan, pekerjaan sedang berlangsung untuk integrasi mesin turbofan domestik untuk pesawat tersebut. Demiroglu mengungkapkan, integrasi mesin penuh ditargetkan sekitar tahun 2032.

Saat ini, TAI yang menggunakan mesin General Electric F110 sebagai penggerak jet tempur KAAN. Mereka pun sedang membuat mesin dalam negeri TF35000 untuk digunakan dalam jet tempur tersebut.

Demiroglu menyampaikan, TAI berharap datang lebih 300 pesanan jet tempur untuk pasar internasional. Dia juga mengungkapkan, Turki sedang negosiasi dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Demiroglu menambahkan, KAAN sedang dipersiapkan untuk ekspor sekaligus meningkatkan kekuatan udara Turki.

"Uji coba UAV Anka-3 berjalan sesuai rencana," katanya. Anka-3 menonjol sebagai platform UAV berteknologi canggih yang dikembangkan oleh TAI, dan ditargetkan mulai dikirim ke pemesan tahun ini.

Adapun Anka-3 dilengkapi dengan kemampuan yang dapat digunakan dalam misi pengintaian, pengawasan, peperangan elektronik, dan serangan. Visibilitas radar rendah dan kapasitas integrasi sistem pesawat sedang dikembangkan agar dapat berkinerja dalam misi nasional dan internasional.

"Strategi nasionalisasi berjalan dengan fokus teknologi," jelas Demiroglu. Dia melanjutkan, peningkatan tingkat produksi dalam negeri dalam proyek-proyek merupakan tujuan mendasar, dan itu bukan hanya indikator numerik, tetapi juga berarti kapasitas teknologi yang berkelanjutan dan kemampuan produksi yang mandiri.

Demiroglu mengatakan, "TAI adalah salah satu dari sedikit organisasi yang mengembangkan sistem pesawat sayap tetap, helikopter, dan UAV di bawah satu atap."

   Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...