Tampilkan postingan dengan label Danantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Danantara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2026

Danantara Percepat Dukungan untuk Transformasi PT PAL Indonesia

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dan kapal LPD pesanan Filipina dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

Danantara Indonesia berkomitmen mempercepat realisasi dukungan bagi PT PAL Indonesia. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat peran PT PAL sebagai lead industri maritim nasional.

Komitmen itu disampaikan Managing Director Business 2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro. Ia melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia.

Setyanto mengatakan dukungan Danantara diwujudkan melalui penguatan sumber daya dan investasi jangka panjang. Langkah itu mendukung transformasi serta pengembangan bisnis perusahaan.

Danantara berkomitmen penuh mengawal dukungan finansial dan investasi strategis yang tepat sasaran,” kata Setyanto, Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menegaskan percepatan dukungan menjadi prioritas nasional.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Akeselerasi ini harus segera diwujudkan sebagaimana perintah Presiden dalam rapat terbatas Februari 2026,” ujarnya.

Setyanto menilai transformasi industri maritim 4.0 yang dijalankan PT PAL sejalan dengan visi pemerintah. Upaya itu diarahkan untuk membangun kemandirian industri nasional yang berdaya saing global.

Menurutnya, PT PAL memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya galangan kapal yang mampu membangun kapal selam.

Keunggulan kompetitif PT PAL harus terus diperkuat dan diakselerasi,” ucap Setyanto. Ia menambahkan, PT PAL telah membuktikan kemampuan menghasilkan produk unggulan secara mandiri.

Keterlibatan industri komponen dalam negeri juga memperkuat ekosistem maritim nasional. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyatakan perusahaan telah menyiapkan fondasi yang kuat.

Fondasi tersebut mendukung peran PT PAL sebagai Konsolidator Nasional dan Lead Integrator industri maritim. “Kesiapan PT PAL dimulai dari penguatan keuangan dan modernisasi fasilitas produksi,” kata Kaharuddin.

Ia menjelaskan perusahaan juga mempercepat penyelesaian proyek strategis. Selain itu, PT PAL terus mendorong integrasi sistem digital secara menyeluruh.

Penguatan kapabilitas produksi dan teknologi menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya. Saat ini PT PAL berfokus pada kemandirian produksi dan penguasaan teknologi.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global. Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas strategis perusahaan.

Fasilitas tersebut meliputi Graving Dock ORCA 50.000, pembangunan shiplift, dan pengembangan Kapal Selam Otonom (KSOT). Peninjauan tersebut memperlihatkan kesiapan infrastruktur PT PAL, untuk mendukung penguatan industri maritim dan pertahanan nasional.

  📝  RRI   

Selasa, 02 Juni 2026

Kesepakatan Rp 61 Triliun dari Prancis

🛰 Salah satunya bangun pabrik radar📡 (Bakom.ri)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari memaparkan sejumlah hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang menghasilkan kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 61,25 triliun.

Menurut Qodari, kunjungan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis melalui kerja sama konkret di sektor pertahanan, pendidikan, energi, dan pengembangan mineral kritis.

"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia.

Ia menjelaskan lawatan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.

Qodari mengatakan pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai selama kunjungan tersebut, termasuk penguatan sektor pertahanan melalui transfer teknologi.

"Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," ujarnya.

Selain pertahanan, pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi," kata Qodari. Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati sejumlah kerja sama strategis.

Berikut rinciannya,

 1.Kadin dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral. Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$ 2,6 miliar.

 2.Pertamina Gandeng Schlumberger.

PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta program penurunan emisi melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.

 3.Perluas Kemitraan dengan TotalEnergies.

Pertamina juga memperluas kerja sama dengan perusahaan energi Prancis, TotalEnergies. Kesepakatan tersebut mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga pengembangan bisnis rendah karbon. Kedua perusahaan juga akan menjajaki proyek kilang hijau, CCS/CCUS, dan berbagai pengembangan energi masa depan.

 4.Danantara-Thales Bangun Pabrik Radar.

Di sektor pertahanan, Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales. Kesepakatan itu mencakup rencana pembangunan pabrik radar "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta program pelatihan radar. (DH)
 

  📡
IDN Financials  

Sabtu, 30 Mei 2026

Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T

 🤝 Hasil Lawatan ke Prancis PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)

Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun. Dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu (30/5/2026), Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan.

Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah peluncuran France-Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha kedua negara. Forum tersebut turut menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial baru.

"Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD) yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan," tulis Bakom.

Selain agenda kenegaraan, Prabowo juga menyempatkan bertemu dan bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Paris, termasuk melaksanakan salat Idul Adha bersama masyarakat Indonesia. Kepulangan Presiden Prabowo menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis.

 Perkuat Kemitraan Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council Rosan menilai forum tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis.

Peresmian dewan bisnis tingkat tinggi itu berlangsung pada 28 Mei 2026 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Rosan melalui keterangan tertulis yang dirilis oleh Biro Pers Media dan Informasi.

Forum tersebut mempertemukan 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri utama dari kedua negara yang secara keseluruhan memiliki kapitalisasi pasar mencapai USD 1,3 triliun. Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Menurut Rosan, peluncuran dewan bisnis ini juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total USD 3,5 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.

"Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif," kata Rosan.

Seperti diketahui, dilihat di siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia GA-1 yang ditumpangi Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta tadi pagi. Prabowo turun dari pesawat sekitar pukul 10.19 WIB.

Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Prabowo sempat berbincang-bincang. (whn/dhn)

  🤝  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...