Dalam rangka efisiensi BBM
Ilustrasi kapal produksi PAL (PAL)
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, TNI AL akan mengerahkan drone dan kapal selam autonomus (KSOT) untuk patroli laut.
Ali menyebutkan, dua teknologi itu digunakan dalam rangka menghemat peggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan mendukung peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini bertugas untuk patroli.
"Ke depan, kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya. Bahkan, nanti ke depan seperti KSOT (kapal selam otonomus) yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air," kata Ali di Markas Besar TNI AL, Jakarta, Kamis (16/4/2026), dikutip dari Antara.
Ali megnatakan, TNI AL sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil penggunaan BBM.
Di sisi lain, dia juga berupaya agar penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut tidak mengendur karena adanya kebijakan efisiensi BBM.
Oleh karena itu, Ali berupaya agar alutsista yang mengandalkan tenaga listrik, seperti drone dan KSOT, bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjaga kawasan laut Indonesia.
Selain menggunakan drone dan KSOT, TNI AL juga akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk jadi bahan bakar KRI.
"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali.
Bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).
Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.
Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.
Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. "Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.
Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.
Ilustrasi kapal produksi PAL (PAL)Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, TNI AL akan mengerahkan drone dan kapal selam autonomus (KSOT) untuk patroli laut.
Ali menyebutkan, dua teknologi itu digunakan dalam rangka menghemat peggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan mendukung peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini bertugas untuk patroli.
"Ke depan, kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya. Bahkan, nanti ke depan seperti KSOT (kapal selam otonomus) yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air," kata Ali di Markas Besar TNI AL, Jakarta, Kamis (16/4/2026), dikutip dari Antara.
Ali megnatakan, TNI AL sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil penggunaan BBM.
Di sisi lain, dia juga berupaya agar penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut tidak mengendur karena adanya kebijakan efisiensi BBM.
Oleh karena itu, Ali berupaya agar alutsista yang mengandalkan tenaga listrik, seperti drone dan KSOT, bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjaga kawasan laut Indonesia.
Selain menggunakan drone dan KSOT, TNI AL juga akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk jadi bahan bakar KRI.
"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali.
Bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).
Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.
Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.
Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. "Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.
Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.