KSOT hasil rancangan & produk PT PAL
KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)
Kapal selam otonom buatan dalam negeri Indonesia, yang diberi nama Kapal Selam Otonom (KSOT), telah beralih dari konsep ke pengadaan.
CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengkonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) telah menandatangani kontrak untuk sejumlah unit KSOT yang tidak diungkapkan.
Unit-unit awal ini akan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk evaluasi dan dapat mendukung pengembangan doktrin peperangan bawah laut, kata Djenod.
Peperangan asimetris
Infogradis KSOT PAL (PAL)
Dikembangkan oleh perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL Indonesia, KSOT dimaksudkan untuk mengimbangi musuh yang lebih lengkap melalui skala, ambiguitas, dan pengenaan biaya.
Menurut Djenod, Indonesia menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan musuh yang lebih lengkap armada lautnya, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat armada mereka dengan jumlah kapal selam dan kapal tempur modern yang lebih besar.
Sebagai pendukung konsep ini sejak lama, Djenod menggambarkan KSOT sebagai proyek pribadi. Sebelum bergabung dengan PT PAL, ia mengelola perusahaan swasta yang berfokus pada kendaraan bawah air, di mana ia membangun dan menguji prototipe awal.
“Hanya di PT PAL saya akhirnya dapat mengimplementasikan KSOT,” katanya, mengutip dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Latar belakang ini menempatkan KSOT sebagai puncak dari visi lama tentang peperangan laut nonkonvensional, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi terkini dan pelajaran operasional dari konflik-konflik baru-baru ini.
Djenod menghubungkan program KSOT secara langsung dengan kemajuan pesat dan miniaturisasi chip yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI), sensor bawah air, dan peralatan komunikasi.
“Kemajuan dalam teknologi AI, sensor, dan kontrol berarti bukan hanya mungkin, tetapi juga perlu, untuk mengembangkan senjata yang tidak melibatkan manusia di dalamnya,” katanya.
KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)Kapal selam otonom buatan dalam negeri Indonesia, yang diberi nama Kapal Selam Otonom (KSOT), telah beralih dari konsep ke pengadaan.
CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengkonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) telah menandatangani kontrak untuk sejumlah unit KSOT yang tidak diungkapkan.
Unit-unit awal ini akan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk evaluasi dan dapat mendukung pengembangan doktrin peperangan bawah laut, kata Djenod.
Peperangan asimetris
Infogradis KSOT PAL (PAL)Dikembangkan oleh perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL Indonesia, KSOT dimaksudkan untuk mengimbangi musuh yang lebih lengkap melalui skala, ambiguitas, dan pengenaan biaya.
Menurut Djenod, Indonesia menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan musuh yang lebih lengkap armada lautnya, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat armada mereka dengan jumlah kapal selam dan kapal tempur modern yang lebih besar.
Sebagai pendukung konsep ini sejak lama, Djenod menggambarkan KSOT sebagai proyek pribadi. Sebelum bergabung dengan PT PAL, ia mengelola perusahaan swasta yang berfokus pada kendaraan bawah air, di mana ia membangun dan menguji prototipe awal.
“Hanya di PT PAL saya akhirnya dapat mengimplementasikan KSOT,” katanya, mengutip dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Latar belakang ini menempatkan KSOT sebagai puncak dari visi lama tentang peperangan laut nonkonvensional, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi terkini dan pelajaran operasional dari konflik-konflik baru-baru ini.
Djenod menghubungkan program KSOT secara langsung dengan kemajuan pesat dan miniaturisasi chip yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI), sensor bawah air, dan peralatan komunikasi.
“Kemajuan dalam teknologi AI, sensor, dan kontrol berarti bukan hanya mungkin, tetapi juga perlu, untuk mengembangkan senjata yang tidak melibatkan manusia di dalamnya,” katanya.
👷 Jane's
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.