Senin, 22 Juni 2026

Indonesia Berupaya Mencapai Pencegahan Asimetris dengan Kapal Selam Otonom

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kapal selam otonom buatan dalam negeri Indonesia, yang diberi nama Kapal Selam Otonom (KSOT), telah beralih dari konsep ke pengadaan.

CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengkonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) telah menandatangani kontrak untuk sejumlah unit KSOT yang tidak diungkapkan.

Unit-unit awal ini akan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk evaluasi dan dapat mendukung pengembangan doktrin peperangan bawah laut, kata Djenod.

 Peperangan asimetris

Infogradis KSOT PAL (PAL)
Dikembangkan oleh perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL Indonesia, KSOT dimaksudkan untuk mengimbangi musuh yang lebih lengkap melalui skala, ambiguitas, dan pengenaan biaya.

Menurut Djenod, Indonesia menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan musuh yang lebih lengkap armada lautnya, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat armada mereka dengan jumlah kapal selam dan kapal tempur modern yang lebih besar.

Sebagai pendukung konsep ini sejak lama, Djenod menggambarkan KSOT sebagai proyek pribadi. Sebelum bergabung dengan PT PAL, ia mengelola perusahaan swasta yang berfokus pada kendaraan bawah air, di mana ia membangun dan menguji prototipe awal.

Hanya di PT PAL saya akhirnya dapat mengimplementasikan KSOT,” katanya, mengutip dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Latar belakang ini menempatkan KSOT sebagai puncak dari visi lama tentang peperangan laut nonkonvensional, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi terkini dan pelajaran operasional dari konflik-konflik baru-baru ini.

Djenod menghubungkan program KSOT secara langsung dengan kemajuan pesat dan miniaturisasi chip yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI), sensor bawah air, dan peralatan komunikasi.

Kemajuan dalam teknologi AI, sensor, dan kontrol berarti bukan hanya mungkin, tetapi juga perlu, untuk mengembangkan senjata yang tidak melibatkan manusia di dalamnya,” katanya.

   👷  Jane's  

Minggu, 21 Juni 2026

TNI AU Resmikan Skuadron Udara 18

 🛩 Rumah bagi Pesawat Falcon 8X 🛩 (antara)

TNI AU baru meresmikan Skuadron Udara 18 yang merupakan rumah dari pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, Prancis, Kamis.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dalam siaran pers di Jakarta mengatakan, peresmian ini dilakukan di markas Skuadron Udara 18 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam amanat saat upacara peresmian, Tonny mengatakan pesawat ini diperuntukkan untuk mengantar tamu penting kenegaraan ataupun pejabat penting negara.

"Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ujar Tonny dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta.

 Enam pesawat Falcon 8X

Dengan adanya skuadron baru ini, Tonny yakin TNI AU akan memberikan pelayanan dan dedikasi yang maksimal dalam memastikan keselamatan perjalanan udara para tamu penting negara.

Dalam upacara tersebut, Tonny juga mengukuhkan Komandan Skadron Udara 18 yakni Letkol Pnb Rachmad Syaputra.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI AU I Nyoman Suadnyana mengatakan seluruh fasilitas dan kebutuhan operasional pesawat Falcon 8X sudah dipenuhi oleh TNI AU.

Tercatat ada enam pesawat Falcon 8X yang bertengger di sana. Dia memastikan ke enam pesawat itu dapat beroperasi dengan baik dan mampu mendukung tugas pertahanan udara Indonesia.

  🛩 antara   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...