Kamis, 06 Agustus 2026

TNI AD Latihan Integrasi Terjun Bekal di Dabo Singkep

  Terjunkan UTV Fin Komodo produk Cimahi Yonbekang 5/ARY persiapkan UTV Fin Komodo dalam latihan terintergrasi TNI di Kepri (Dispenad)

Yonbekang 5/ARY dalam latihan gabungan TNI menerjunkan UTV (Utility Terain Vehicle) Fin Komodo produk dalam negeri di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapan personel Yonbekang 5/ARY dalam melaksanakan operasi Aerial Delivery (Terjun Bekal) sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian latihan mulai dari tahap persiapan, pengepakan, pengiriman, penerjunan bekal, hingga pengumpulan dan evaluasi dapat terlaksana sesuai rencana.

Komandan Yonbekang 5/ARY, Letkol Cba Rizki Marhandi, S.H., turut terjun langsung dalam kegiatan latihan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan di lapangan. Beliau memberikan arahan, pengawasan, serta motivasi kepada seluruh personel sehingga setiap tahapan latihan dapat dilaksanakan secara efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi selama pelaksanaan latihan, kegiatan Latihan Integrasi Terjun Bekal Yonbekang 5/ARY berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa adanya kecelakaan, kerugian personel maupun materiil, serta tidak ditemukan kejadian menonjol yang dapat menghambat jalannya latihan.

Seluruh sasaran latihan berhasil dicapai dengan baik sehingga tujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penyelenggaraan operasi terjun bekal dapat terwujud secara optima.

  🛺  TNI AD  

Pesud CN-235 Skuadron 800 Ikut Andil Dalam Latopsfib TNI 2026

 Di Dabo Singkep, Kepri https://www.tnial.mil.id/brt/img/IMG-20260805-190828.jpegCN235 MPA TNI AL (Dispenal)
U
nsur pesawat udara CN-235/220 MPA Skuadron Udara 800 Wing Udara 3 turut ambil bagian dalam Latihan Operasi Amfibi Terintegrasi TNI 2026 yang dilaksanakan di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Selasa (04/08/2026).

Pesud CN-235 MPA Wing Udara 3 memegang fungsi peran sebagai mata di udara dengan melaporkan situasi medan latihan dengan koordinasi secara real time bagi unsur KRI sebagai operasi laut dan Marinir sebagai operasi amfibi.

Selain melaporkan situasi dan koordinasi antar unsur, Pesud CN-235 juga memberikan tampilan visual melalu VDL yang di kirimkan secara realtime yang terintegrasi dengan pusat komando latihan. Sehingga dapat menampilkan kegiatan latihan dari udara.

    TNI AL  

TNI Gelar Latihan Operasi Gabungan di Kepri

 ⚓️ 🚀 Libatkan Hampir 13.000 Personel Kapal perang TNI AL, KRI Sampari 628 tembakkan rudal C-705 dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia menggelar skenario Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau dengan menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisula Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara. Dalam simulasi tersebut, berbagai Alutsista dikerahkan, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, serta penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628. Latihan ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan. Rabu (5/8).

Latihan terintegrasi ini menggabungkan antara teknologi dan strategi peperangan di era modern. Operasi diawali dengan pertahanan udara dari TNI AU yang mengerahkan pesawat tempur terbaru Rafale dan F-16 dengan muatan bom MK-82, kemudian dilanjutkan Operasi Khusus Matra Udara dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Dari segi laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991 dengan sasaran di laut dilanjutkan dengan operasi peranjauan, serta infiltrasi pasukan khusus yang juga melaksanakan sabotase kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska). Latihan ini juga melibatkan peperangan siber yang salah satunya diasumsikan pelumpuhan terhadap instalasi listrik musuh.

Setelah daerah musuh dipastikan lumpuh dari serangan siber, maka peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakkan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh. Tidak hanya rudal, TNI juga menembakkan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 serta tembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) dari Korps Marinir.

Selain unsur udara dan laut, operasi juga didukung oleh pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD juga melaksanakan penerjunan tempur dari Pesawat Hercules C-130. TNI AD juga mengerahkan intai drone tempur serta pasukan Artileri Medan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan dalam menghadapi ancaman modern.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kemampuan yang ditampilkan dalam latihan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesiapan tempur TNI, baik dari aspek alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Menhan juga menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan negara pada tahun 2026 mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berbagai kemampuan tempur yang diperagakan dalam latihan, termasuk penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri, menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi berbagai ancaman.

Operasi TNI Terintegrasi 2026 menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme prajurit melalui latihan yang mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini. Materi latihan menitikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan sesuai skenario yang telah direncanakan.

 Berikut video liputan dari antara :  


  🎥  TNI AL  

Rabu, 05 Agustus 2026

TNI AL Uji Drone Kamikaze dan Kapal Tanpa Awak di Dabo Singkep

 Latihan terintegrasi TNI 2026 USV produksi PAL ikut dalam latihan terintegrasi di Dabo Singkep (PAL)

TNI Angkatan Laut bersiap menguji deretan alutsista canggih dalam Latihan TNI Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Rabu (5/8/2026).

Dalam latihan tempur ini, TNI AL memamerkan amunisi nirawak, mulai dari drone Kamikaze udara hingga unmanned surface vessel (USV) atau kapal permukaan tanpa awak berjenis penabrak peledak.

Persiapan manuver lapangan berskala besar tersebut ditinjau langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Muda Denih Hendrata saat menginspeksi ratusan prajurit dan kesiapan alutsista di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).

Pengecekan akhir ini memastikan seluruh prajurit dan alutsista yang terlibat dalam latihan operasi amfibi berada dalam kondisi siap tempur,” ujar Denih dalam keterangannya.

Skenario latihan tempur gabungan tiga matra ini dirancang untuk menguji taktik perang modern secara intensif. Selain pengoperasian drone penyerang dan kapal permukaan tanpa awak, para prajurit mengasah kemampuan penembakan artileri, operasi siber, hingga latihan tembak cepat antiserangan udara (anti-air rapid open fire exercise) dengan sasaran wahana udara nirawak (unmanned aerial vehicle).

Di tingkat pasukan khusus, Komando Pasukan Katak (Satkopaska) menyusun taktik infiltrasi, pendaratan senyap, dan sabotase bawah air menggunakan metode lepas-jemput cepat (cast and recovery). Sementara itu, pasukan gabungan Marinir, penyelam, serta penerbang TNI AL menyimulasikan pendaratan amfibi untuk merebut tumpuan pantai musuh.

Denih menekankan pentingnya keterpaduan taktis antara jajaran Koarmada II bersama unsur TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara selama latihan berlangsung. “Sinergi antarmatra dan kesiapan teknis menjadi kunci utama keberhasilan Latihan TNI Terintegrasi 2026 ini,” tegasnya.

Rangkaian persiapan ditutup dengan pelepasan kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II. Kapal perang terbaru TNI AL tersebut bertolak langsung menuju perairan Dabo Singkep untuk memimpin gelombang serangan amfibi.

  ★ Teras Batam  

Indonesia Menunda Upacara Steel-Cutting Kapal Selam Scorpene Evolved

  👷 🤝 Hingga 7 Agustus 2026 Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

Sebuah sumber dari Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Indonesia mengkonfirmasi tanggal tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Janes tentang penundaan yang tampaknya terjadi pada tonggak sejarah tersebut.

Perusahaan pembuat kapal Indonesia, PT PAL, mengatakan pada 2 Juli bahwa tonggak sejarah pemotongan baja untuk program kapal selam Scorpene Indonesia telah dimajukan ke Juli 2026 dari target sebelumnya yaitu September 2026.

Sumber Kementerian Pertahanan tersebut menghubungkan penundaan tersebut dengan ketersediaan para pemimpin pertahanan senior termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali.

Tonggak sejarah ini akan menandai dimulainya secara resmi pembangunan kapal utama dan akan diadakan di fasilitas produksi kapal selam PT PAL di Surabaya.

Program Scorpene Indonesia diformalkan berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada Maret 2024 antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL.

Kontrak tersebut mencakup pengadaan dua kapal selam serang diesel-elektrik Scorpene Evolved (SSK) dan mencakup ketentuan transfer teknologi yang bertujuan untuk membangun kemampuan konstruksi kapal selam dalam negeri di Indonesia.

Kedua kapal tersebut dijadwalkan akan dibangun di Indonesia di fasilitas kapal selam khusus PT PAL, dengan bantuan teknis dari Naval Group.

Program ini secara luas dianggap sebagai salah satu inisiatif kerja sama industri pertahanan paling ambisius yang dilakukan oleh sektor angkatan laut Indonesia.

Kapal selam tersebut akan didasarkan pada desain Scorpene Evolved dari Naval Group, yang menggantikan pengaturan propulsi independen udara tradisional yang ditemukan pada beberapa varian Scorpene sebelumnya dengan baterai lithium-ion berkapasitas tinggi.

Desain ini memiliki bobot perpindahan saat terendam sekitar 2.000 ton, panjang keseluruhan sekitar 70 m, dan awak sekitar 40 orang.


   👷  Jane’s   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...