Selasa, 26 Mei 2026

Dua Kapal Frigate Turkiye Perkuat Indonesia Tahun 2027 dan 2028

 ⚓️ Akan dibiayai Qatar senile Rp 17,7 triliun. TCG Akdeniz (F-519) (Savanma Sanayi ST)

Tahap strategis dalam proyek MİLGEM Indonesia, telah tercapai. Menurut laporan, proses pembangunan dua fregat kelas İstif untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) telah resmi dimulai. Hal itu menyusul nota kesepahaman yang ditandatangani antara Turki, Qatar, dan Indonesia pada periode sebelumnya.

TAIS Shipyards mewakili Turki, menandatangani kontrak akhir untuk ekspor dua fregat tersebut, yang akan dibiayai oleh Qatar. TAIS meneken perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 17,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar.

Pembiayaan kredit memainkan peran penting dalam model ekspor ini, dan "Kerja Sama Industri Pertahanan Turki-Qatar-Indonesia" telah ditingkatkan ke tingkat strategis. Saat ini, kegiatan konstruksi sedang berlangsung secara bersamaan pada hampir 50 kapal militer di galangan kapal Turki, termasuk tujuh fregat kelas İstif.

Kapal pertama dari kelas ini, TCG Istanbul (F-515), telah lama aktif bertugas di Angkatan Laut Turki. Sebelumnya, sumber industri melaporkan, kapal dengan nomor lambung F-516 dan F-517, yang saat ini sedang dibangun, akan dikirim ke Indonesia. Namun, menurut informasi yang diperoleh SavunmaSanayiST.com, rencana itu telah direvisi karena meningkatnya intensitas operasional Angkatan Laut Turki.

Sesuai dengan rencana baru, fregat F-516 (TCG Izmir), F-517 (TCG Izmit), dan F-518 (TCG Icel), yang berada di tahap akhir pembangunan dan pengujian, akan langsung dimasukkan ke dalam inventaris Angkatan Laut Turki. Kapal-kapal dengan nomor lambung F-519 dan F-521 diharapkan akan dikirim ke Indonesia antara tahun 2027 dan 2028.

Kapal-kapal lain dalam kelas yang sama, F-520 dan F-522, juga akan menambah kekuatan Angkatan Laut Turki. Pembangunan fregat baru akan segera dimulai untuk menggantikan kapal F-519 dan F-521 yang akan diekspor ke Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk sepenuhnya mencegah potensi kesenjangan dalam kekuatan tempur Angkatan Laut Turki saat mengekspor kapal perang itu.

Sebagian besar anggaran yang dihasilkan dari ekspor ke Indonesia akan digunakan untuk membiayai pembangunan kapal perang generasi baru untuk Angkatan Laut Turki. Ekspor fregat pertama ke pasar Asia Tenggara yang dibiayai Qatar, menandai tonggak sejarah bagi industri pertahanan Turki.

Dengan kontrak itu, Turki akan mengekspor kapal perang permukaan besar skala fregat ke negara Asia-Pasifik untuk pertama kalinya. Sebelumnya, ASFAT mengekspor empat korvet Kelas MİLGEM ADA ke Pakistan, dan STM mengekspor tiga unit ke Malaysia.

Selain ekspor platform, kapal-kapal tersebut akan mencakup fasilitas modern, seperti sensor canggih dan sistem lain yang diproduksi oleh Aselsan, sistem rudal nasional yang diproduksi oleh Roketsan, sistem senjata dan meriam angkatan laut yang diproduksi oleh MKE, serta sistem komando dan kontrol yang diproduksi Havelsan, akan disertakan dalam paket ekspor.

Dengan strategi ekspor baru itu, Turki sedang membangun model ekosistem yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan dalam pembuatan kapal militer. Model tersebut mungkin dapat berkembang dengan menjadi "HUB Regional" untuk perbaikan kapal perang asing.

Fregat kelas Istif ini memiliki bobot 3.150 ton dan panjang 113 meter, yang dapat mencapai kecepatan maksimum lebih 29 knot. TCG-İstanbul yang sudah beroperasi dilengkapi dengan Radar AESA Aselsan Cenk-S, hingga dapat mendeteksi dan melacak target udara dari jarak yang jauh lebih panjang dengan presisi tinggi.

Kapal perang itu turut dilengkapi Roketsan MİDLAS, sistem peluncuran vertikal nasional pertama Turki. Dengan rudal pertahanan udara HİSAR-D yang dapat ditembakkan melalui MİDLAS dan rudal antikapal Roketsan ATMACA, yang terintegrasi untuk misi antikapal, kelas İstif memiliki kemampuan serangan yang sepenuhnya independen.

Empat kapal pertama sedang dibangun di bawah kepemimpinan STM. Dilengkapi dengan sistem sonar buatan dalam negeri dan tabung torpedo, platform itu menawarkan kemampuan bertahan hidup yang tinggi terhadap ancaman bawah laut.

 ⚓️  Republika  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...