Sabtu, 06 Juni 2026

Menhan Sjafrie ke Jepang

  Incar kapal perusak Asagiri class https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTqq41-r_k5a4W6HUWdiw4N2BAe5O1nsMOeh57sd3RLexks-wM-0Boj0vjiodJNkzGTEjPXw12YLMQgCIt_Eh_17jGgVejEWGrLvPCqm23VpM_ZK0HhkjuXatss6kRQaE7d-xUbtYUPHlXVoq7rctmdzHMDZdtEpUVbpPGasZgn9uCk-RgZR1lvBnc7Ab_/s1280/IMG_0623.jpegIlustrasi kapal perusak Asagiri class (Wikipedia)

Menteri Pertahanan (Menhan) Shinjiro Koizumi mengadakan pertemuan dengan Menhan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang sedang berkunjung ke Tokyo, Jepang, Jumat (5/6/2026). Menteri Koizumi menyampaikan apresiasinya kembali atas keramahan Indonesia selama kunjungannya ke Indonesia pada Mei 2026.

Dia menyatakan niatnya untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan bilateral di bawah Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (DCA) yang ditandatangani pada kesempatan kunjungan tersebut. Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan Jepang, Menhan Sjafrie menyatakan persetujuannya untuk meneken DCA.

Dalam siaran tersebut, kedua Menhan saling menyambut baik kemajuan diskusi dalam kelompok kerja, yang mereka putuskan untuk dibentuk pada pertemuan menteri di Jakarta pada Mei lalu, di bawah sistem transfer peralatan dan teknologi pertahanan yang telah direvisi.

Dengan mempertimbangkan diskusi tersebut, Menhan RI menyatakan niatnya untuk mewujudkan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan, termasuk transfer kapal perusak (destroyer) kelas Asagiri dan peralatan lainnya.

Kedua Menhan mencapai konsensus untuk memulai diskusi dalam kelompok kerja, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan, serta aspek operasional.

Baik Khoizumi dah Sjafrie juga mengadakan diskusi luas mengenai situasi regional, termasuk perkembangan di Timur Tengah, dan sepakat untuk lebih memperkuat kerja sama antara kedua negara.

Dalam pertemuan itu juga diteken Defence Cooperation Agreement (DCA) untuk meningkatkan kerja sama pertahanan antara RI dan Jepang. Koizumi menyampaikan, pihaknya berhasil menyepakati, menandatangani, dan mengumumkan secara resmi kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan Jepang-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebelumnya, Menhan Sjafrie menyampaikan, kerja sama di bidang industri pertahanan dengan Jepang merupakan langkah strategis bagi RI. Hal itu karena akan berdampak pada penguatan industri pertahanan dalam negeri. Dia menilai, Jepang memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang teknologi pertahanan, terutama di bidang pengembangan alutsista.

"Kami berdua sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bidang industri pertahanan dan juga di bidang pembangunan pengawakan dari personel-personel antara kedua negara Indonesia dan Jepang dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing," kata Sjafrie.

   Republika  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...