Minggu, 20 September 2026

AD Yordania Datangi Perusahaan Molay

  Minati produk militer lokal (Kompas)

Angkatan Beraenjata Yordania atau Jordanian Armed Forces (JAF) tertarik terhadap tactical boots buatan Indonesia yang diproduksi PT Molay Satrya Indonesia.

President Director PT Molay Satrya Indonesia, Arie Setya Yudha mengatakan, produk tactical boots telah dikembangkan untuk kebutuhan Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.

"Salah satu produk yang diperkenalkan adalah tactical boots yang telah menjadi produk unggulan Molay dan selama sekitar lima tahun dipercaya untuk mendukung kebutuhan TNI," ucap Arie usai kunjungan beberapa delegasi JAF, di Kantor Molay, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Arie menyebut, Yordania menjadi negara kedua yang tertarik dengan produk perlengkapan taktikal lokal Indonesia setelah pasukan militer Zimbabwe pada 2023.

"Iya, ini negara kedua yang sudah melakukan visit ke Indonesia juga. Waktu itu kita juga sudah bisa men-deliver sepatu untuk pasukan-pasukan mereka (Zimbabwe), dan itu juga menjadi suatu step forward buat kita," ujarnya.

Arie mengatakan, pengalaman memasok produk ke negara lain menunjukkan bahwa produk buatan Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. "Ini membuktikan bahwa ternyata produk-produk yang di Indonesia ini memang bisa bersaing di kancah internasional," kata Arie.

Ia menjelaskan, Molay bergerak dalam produksi perlengkapan perorangan taktis, antara lain rompi antipeluru, sepatu, tas, pakaian, dan topi.

Beroperasi sejak 2009, Molay mulai memasok produk kepada Brimob serta pasukan khusus kepolisian sejak 2012.

"Kita sudah dari 2009 dan memang dari awal kita mengedepankan kualitas dan memang itu sesuai sama kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan," ujarnya.

Molay kemudian mulai mendapatkan kontrak langsung dengan Mabes TNI dan Mabes TNI AD sejak 2023.

"Sudah mulai dipercaya secara berkontrak langsung itu semenjak 2023 di Mabes TNI dan di Mabesad sampai sekarang," kata Arie.

Menurut Arie, peluang pasar internasional kini terbuka karena sejumlah negara berupaya mencari alternatif pemasok untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara.

  💥 
Kompas  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...