Perkuat Jet Su-30MKM
Pesawat SU30 MKI menembakan rudal BrahMos (IAF)
Pemerintah Malaysia dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana akuisisi sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dari India untuk memperkuat armada pertahanannya.
Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam wawancaranya bersama media India, NDTV.
Anwar menyampaikan, pembahasan mengenai potensi pembelian persenjataan tersebut telah didiskusikan dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh pemerintah Malaysia.
Diserahkan ke TUDM
Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pihak militer yang memiliki keahlian di bidangnya, khususnya Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
“Kami telah berdiskusi, namun posisi saya umumnya menyerahkan kepada departemen atau lembaga terkait yang memiliki keahlian di angkatan udara untuk melanjutkan pembahasan,” ujar Anwar.
Ia menambahkan bahwa diskusi tahap awal telah berjalan dan dirinya mendukung penuh kerja sama tersebut guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang berlandaskan rasa saling percaya.
Para analis memprediksi varian yang menjadi incaran utama Malaysia adalah BrahMos versi air-launched (peluncuran udara). Rudal ini rencananya akan diintegrasikan untuk memperkuat jet tempur Sukhoi Su-30MKM milik TUDM.
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik dengan mesin ramjet. Sistem persenjataan ini dikembangkan melalui usaha patungan antara Defense Research and Development Organisation (DRDO) asal India dan NPO Mashinostroyeniya dari Rusia di bawah naungan BrahMos Aerospace.
Varian rudal ini memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, pesawat tempur, hingga pelancar bergerak di darat (transporter erector launcher).
Uji Coba Pertama oleh Jet Su-30MKI pada 2017
Uji coba peluncuran rudal jelajah supersonik BrahMos varian udara dari pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara India sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya pada 22 November 2017.
Uji coba bersejarah yang berlangsung di Teluk Bengkulu tersebut menjadi tonggak penting dalam membuktikan kemampuan integrasi rudal berdaya jelajah tinggi ini pada jet tempur buatan Rusia.
Pengembangan teknologi sistem persenjataan tersebut terus berlanjut hingga India menggelar uji peluncuran terhadap target darat pada 17 Desember 2019.
Keberhasilan uji coba tersebut membuktikan fleksibilitas rudal BrahMos-A dalam menghancurkan target strategis di darat maupun di lautan secara akurat dengan kecepatan supersonik.
Kemampuan kombinasi ini semakin ditingkatkan melalui uji coba penembakan rudal BrahMos versi jangkauan diperluas pada 29 Desember 2022.
Peluncuran dari Su-30MKI yang berhasil menghantam sasaran kapal perang sejauh 450 km tersebut secara resmi menandai kesiapan operasional penuh persenjataan ini di skuadron IAF. (AF)
Pesawat SU30 MKI menembakan rudal BrahMos (IAF)Pemerintah Malaysia dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana akuisisi sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dari India untuk memperkuat armada pertahanannya.
Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam wawancaranya bersama media India, NDTV.
Anwar menyampaikan, pembahasan mengenai potensi pembelian persenjataan tersebut telah didiskusikan dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh pemerintah Malaysia.
Diserahkan ke TUDM
Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pihak militer yang memiliki keahlian di bidangnya, khususnya Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
“Kami telah berdiskusi, namun posisi saya umumnya menyerahkan kepada departemen atau lembaga terkait yang memiliki keahlian di angkatan udara untuk melanjutkan pembahasan,” ujar Anwar.
Ia menambahkan bahwa diskusi tahap awal telah berjalan dan dirinya mendukung penuh kerja sama tersebut guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang berlandaskan rasa saling percaya.
Para analis memprediksi varian yang menjadi incaran utama Malaysia adalah BrahMos versi air-launched (peluncuran udara). Rudal ini rencananya akan diintegrasikan untuk memperkuat jet tempur Sukhoi Su-30MKM milik TUDM.
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik dengan mesin ramjet. Sistem persenjataan ini dikembangkan melalui usaha patungan antara Defense Research and Development Organisation (DRDO) asal India dan NPO Mashinostroyeniya dari Rusia di bawah naungan BrahMos Aerospace.
Varian rudal ini memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, pesawat tempur, hingga pelancar bergerak di darat (transporter erector launcher).
Uji Coba Pertama oleh Jet Su-30MKI pada 2017
Uji coba peluncuran rudal jelajah supersonik BrahMos varian udara dari pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara India sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya pada 22 November 2017.
Uji coba bersejarah yang berlangsung di Teluk Bengkulu tersebut menjadi tonggak penting dalam membuktikan kemampuan integrasi rudal berdaya jelajah tinggi ini pada jet tempur buatan Rusia.
Pengembangan teknologi sistem persenjataan tersebut terus berlanjut hingga India menggelar uji peluncuran terhadap target darat pada 17 Desember 2019.
Keberhasilan uji coba tersebut membuktikan fleksibilitas rudal BrahMos-A dalam menghancurkan target strategis di darat maupun di lautan secara akurat dengan kecepatan supersonik.
Kemampuan kombinasi ini semakin ditingkatkan melalui uji coba penembakan rudal BrahMos versi jangkauan diperluas pada 29 Desember 2022.
Peluncuran dari Su-30MKI yang berhasil menghantam sasaran kapal perang sejauh 450 km tersebut secara resmi menandai kesiapan operasional penuh persenjataan ini di skuadron IAF. (AF)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.