Jumat, 05 Januari 2018

Soal Barter Sukhoi dengan Hasil Kebun

✈️ Kemendag: Bolanya di Kemenhan✈️ Pesawat TNI AU [TNI AU]

Pemerintah akan membeli 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia dengan mekanisme imbal dagang, setengah harganya bakal dibarter dengan hasil kebun. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, menjelaskan pihak Indonesia tinggal menunggu perjanjian atas barternya komoditas dengan pesawat.

"Intinya kalau untuk imbal dagang kita menunggu main kontraknya ditandatangan. Jadi nanti bolanya ada di Kemenhan (Kementerian Pertahanan)," jelas Oke di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Sebagai informasi, 11 pesawat Sukhoi senilai US$ 1,14 miliar, separuh dari harga itu akan dibarter dengan komoditas dari Indonesia. Komoditas yang ditawarkan antara lain karet, minyak sawit atau CPO, kopi, kakao, tekstil, teh, dan rempah-rempah.

Namun, Indonesia tidak akan mengekspor komoditas perkebunan dalam bentuk mentah. Komoditas lain yang ditawarkan ke Rusia antara lain ikan olahan, resin, kertas, mesin, alas kaki, produk industri pertahanan, sampai furniture. pihak Rusia telah menginformasikan komoditas apa saja yang dibutuhkan dari Indonesia untuk dibarter dengan Pesawat Sukhoi.

Menurut Oke, Indonesia dan Rusia sudah saling membahas soal komoditas apa yang dibarter dengan Sukhoi.

"Sudah saling diinformasikan, tapi semua keputusannya tergantung main kontrak. Tapi sudah saling diinformasikan kita yang komoditi siap apa, mereka tertarik apa itu udah disiapkan," kata dia.

Hingga saat ini realisasi tahapan barter masih menunggu kesepakatan perjanjian. Mengenai persiapan komoditas, Indonesia sudah mempersiapkan hal tersebut.

"Iya, jadi menunggu main kontrak, jadi begitu main kontrak di tandatangan baru yang lainnya akan bergerak cepat. (Koordinasi) iya tetap keputusan di sana enggak bisa saya sebutkan. Kalau saya pada prinsipnya kita siap dan itu adalah salah satu instrumen untuk mendongkrak ekspor kita. Kita ingin cepat. Nggak tahu, ini kan udah awal tahun. Berarti alot di sananya," ungkap dia. (hns/hns)

  ✈️ detik  

Kamis, 04 Januari 2018

Tahun 2018, Modernisasi Alutsista TNI AU Terus Diproses

Hercules TNI AU [Sid Mitchell b] ✈️

Menyikapi tahun 2018, kita harus dapat membaca setiap situasi yang ada, agar mampu berpikir cepat dalam memutuskan dan mampu bertindak secara bijaksana. Untuk menyikapi hal tersebut, beberapa perhatian yang perlu diketahui dan pahami menyangkut kebijakan modernisasi Alutsista TNI AU yang terus diproses secara bertahap sesuai rencana strategis yang telah disusun.

Demikian amanat Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., yang disampaikan Wakasau Marsdya TNI Yuyu Sutisna pada Apel Khusus Tahun Baru di Mabesau Cilangkap, Selasa (2/1). Yang diikuti oleh para Pati, Pamen, Pama, Bintara, dan Tamtama, serta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dikatakan, modernisasi secara bertahap akan terus dipenuhi oleh pemerintah, sehingga harus disikapi dengan bijak dan benar. Kita harus mampu secara cepat beradaptasi dengan Alutsista baru dengan menjaga, merawat dan mengoperasikan sesuai Standard Operational Procedure (SOP), karena bila tidak waspada, alih teknologi dapat berakibat negatif terhadap keselamatan terbang dan kerja.

Kebijakan pemerintah di bidang reformasi birokrasi salah satu tujuannya untuk menata sistem manajemen sumber daya manusia di lingkungan TNI. Kebijakan pemerintah saat ini masih menerapkan zero growth policy dalam pengawakan organisasi militer. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan efesiensi dan efektiv itas anggaran TNI dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit serta untuk pembangunan alutsista TNI.

Bila dikaitkan antara kebijakan zero growth dengan perencanaan strategis pembangunan TNI Angkatan Udara ke depan, terdapat permasalahan yang harus diantisipasi secara dini. Kita harus mampu membangun dan mengelola sumber daya manusia yang tersedia saat ini sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ke depan, setiap personel TNI Angkatan Udara harus benar-benar profesional di bidangnya dan mampu melaksanakan tugas secara maksimal, pinta Kasau.

Terkait dengan MEF hingga tahun 2024 mendatang, TNI Angkatan Udara telah merencanakan untuk meningkatkan kekuatan alutsista berupa penggantian pesawat tempur F-5 Skadron Udara 14 dan penambahan beberapa pesawat angkut serta helikopter.

Di tahun 2017, hasil kerja keras dapat mewujudkan zero accident, walaupun terdapat tiga incident, namun dengan profesionalisme yang baik disertai tekad dan keberanian personel yang mengawaki, serta lindungan Allah SWT peristiwa tersebut dapat terhindarkan dari kerugian yang lebih besar.

Disamping itu, TNI Angkatan Udara juga mencatat hasil kerja yang patut mendapat apresiasi dalam tugas OMSP, dengan keberhasilan melaksanakan operasi kemanusiaan lewat udara untuk operasi bantuan, baik di dalam maupun di luar negeri yang terkena bencana alam maupun akibat konflik suatu negara, seperti bantuan ke Bangladesh untuk pengungsi warga Rohingya.

Selain itu, TNI Angkatan Udara juga turut mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan keberhasilan para prajurit Angkatan Udara dalam kejuaraan olah raga dari berbagai event internasional. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada negara yang tentunya diharapkan membawa kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, ungkap Kasau.
 

  ☆ TNI AU  

Rabu, 03 Januari 2018

Alutsista TNI yang Akan Datang Tahun Ini

Helikopter anti kapal selam [def.pk]●

Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan (Kapusada Kemhan), Marsma TNI Budi Prasetyono menyebut, ada beberapa alutsista dari TNI dari ketiga matra akan datang pada tahun 2018, salah satunya untuk TNI AL berupa kapal selam jenis 209 dari Korea Selatan.

“Kita sebenarnya pesan 3, karena 2017 datang 1, 2018 rencana 1 akan datang,” kata Budi, Selasa (2/1/2018).

Adapun kapal selam yang sudah datang yaitu KRI Nagapasa 403 pada Senin (28/8/2017) yang lalu. Sementara untuk tahun ini, kata Budi, kapal selam tersebut akan dirakit di Indonesia.

“Yang 1 sendiri akan dirakit atau di- assembly di PT PAL yang tentunya akan membanggakan industri dalam negeri,” ujarnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPg9-Cgah8db5Jcq8Leto_uaX9DTmzdb8msY421XQ8JD9uKSkyJ4lmmabkefqJWMpq7CR1MU7lnMHijC2YlO5pjvM8j9E8WRh9f_Rh_9RvH_lZjys7la9kCBiVp_C9ivd8QMy4dtzLam7M/s1600/IMG-403+FKO.jpgSelain kapal selam, ungkap Budi, TNI AL juga akan kedatangan 1 unit helikopter anti kapal selam. Sebelumnya, helikopter tersebut juga sudah datang pada 2017 kemarin sebanyak 2 unit.

Budi menambahkan, sejumlah alutsista juga akan datang tahun ini untuk matra darat dan udara. Salah satunya datang lagi Helikopter Apache untuk TNI Angkatan Darat sebanyak 2 unit. Sebelumnya, Helikopter Apache juga sudah didatangkan sebanyak 3 unit pada Desember 2017 kemarin.

Sementara itu, kekuatan TNI AU juga akan bertambah tahun ini dengan sejumlah alutsista yang akan datang. Di antaranya pesawat angkut C-130 Hercules dan juga pesawat tempur F-16.

“TNI AU, kedatangan 1 unit C-130, 2 unit F-16 dan 6 unit pesawat latih Grob G-120 TP,” pungkasnya.

  ★ Rilis  

Selasa, 02 Januari 2018

TNI AD Akan Kedatangan Enam Unit Helikopter Fennec

Tahun IniHelikopter Fennec [Haryadi Dwi] ★

K
ekuatan militer Indonesia terus meningkat seiring upaya pemerintah untuk melakukan modernisasi TNI, salah satunya Angkatan Darat. Selain Helikopter Apache AH-64E menurut Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan (Kapusada Kemhan), Marsma TNI Budi Prasetyono menyebut, TNI AD juga akan kedatangan Heli Serang Fennec.

Budi mengungkapkan, helikopter asal Perancis itu akan segera tiba pada bulan ini.

“Akan datang Heli Serang Fennec, 6 unit Heli dari Perancis pada bulan Januari 2018,” ujar Budi, Selasa (2/1/2018).

Dia menjelaskan, sejumlah alutsista juga akan segera tiba pada tahun ini untuk memperkuat pertahanan NKRI. Di antaranya Rudal Arhanud Mistral yang akan datang 27 unit dari PT Pindad. Rudal itu akan melengkapi kekuatan alutsista TNI pada Maret 2018.

“Juga Rudal Arhanud Starstreak dari UK, 4 Baterai, bulan Februari sampai Juli 2018,” ujarnya.

“Ada juga jembatan standar militer, 4 unit Acrow dari Amerika Serikat pada bulan Mei 2018 dan 1 unit MGB dari UK pada bulan Oktober 2018,” lanjutnya.

  ♞ Rilis  

Senin, 01 Januari 2018

Tank AMX-13 Kodam Brawijaya Digeser ke Kodam Tanjung Pura

Tank AMX-13 [Info Komando] ★

P
enataan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) mulai berjalan di lingkungan TN I-AD. Saat ini, sebanyak 29 unit kendaraan tempur jenis Tank AMX-13 yang sebelumnya berada di Yonkav 3/AC, telah dipindahkan ke Kodam XII/Tanjungpura, Jumat (29/12/2017).

Tank itu diangkut dengan menggunakan kapal ADRI XLIX, yang sebelumnya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya.

Letkol Cba Ir. Kahardi. M. T., M. D.M. menuturkan, pemindahan ranpur tersebut telah dimulai semenjak tanggal 15 Desember lalu. Pemindahan itu akan terbagi menjadi beberapa tahap. "Total seluruhnya ada 29 unit, tahap pertama sejumlah 14 unit pada tanggal 15 Desember dan tahap kedua sebanyak 15 unit pada 29 Desember 2017. Pemindahan ini bertujuan untuk memenuhi kekuatan Alutsista ranpur di Yonkav 12/BC,” ungkap Kepala Terminal Pembekalan Angkutan-2 (Termbekang) ini.

Selanjutnya, kata Kahardi, beberapa unit tank tersebut nantinya akan berlabuh ke Pelabuhan Dwikora, Pontianak terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi tujuan (Yonkav 12/BC). “Sesampainya di sana, kondisi tank akan dicek ulang,” tuturnya.

Selain ranpur jenis Tank AMX-13, beberapa alutsista juga dikirim oleh Terbekang-2 Surabaya guna menunjang kinerja Satuan Yonkav 12/BC, termasuk di antaranya ialah beberapa koli amunisi, alhar, sekaligus senjata dan laras cadangan.

Perlu diketahui, Termbekang-2 merupakan satuan pelaksana Direktorat Pembekalan Angkutan Ankatan Darat yang memiliki tugas pokok satuan, yaitu menyelenggarakan embarkasi dan debarkasi materiil dan personel TNI AD melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

  ♞ Berita Jatim  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...