Senin, 12 Februari 2018

Drone Murah China Bidik Indonesia

Drone Wing Loong II. [Jane's]

Asia Tenggara menjadi area 'pertempuran' China dengan Amerika Serikat dan Israel dalam hal penjualan pesawat tak berawak atau drone atau UAV militer.

Mengutip situs Reuters, Kamis, 8 Februari 2018, harga drone China merek Wing Loong hanya dibanderol US$ 5 juta (Rp 67 miliar) per unit, jauh lebih murah ketimbang Reaper MQ-9 milik AS-Israel yang senilai US$ 100 juta (Rp 1,34 triliun) per unit.

Negeri Tirai Bambu ini pun mengincar sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Myanmar. Menurut pengamat militer dari Jane's IHS Markit, Ben Moores, China memang belum mengambil pangsa pasar pembuat drone AS dan Israel.

"Tapi itu strategi mereka. China hanya menjual drone kepada (calon) pelanggan yang tidak mampu membeli produk Amerika dan Israel," ungkap Moores.

Ia pun memprediksi China fokus membidik tiga negara utama di Asia Tenggara. Ketiganya adalah Malaysia, Indonesia dan Filipina.

"Militer Filipina dan Malaysia sudah melihat-lihat dan mereka tertarik. Sedangkan Malaysia dan Indonesia masing-masing berpotensi membeli 24 dan 20 unit Wing Loong," paparnya.

Kendati demikian, ada kekurangan dari drone milik China daripada AS-Israel. Moores menegaskan drone China belum teruji di medan perang sesungguhnya. Berbeda dengan Reaper MQ-9 yang sudah memiliki lima juta jam terbang seperti Timur Tengah dan Afrika.

"Jam terbang drone kami lebih banyak dari semua gabungan drone di dunia. Kami memiliki rekam jejak selama 40 tahun dengan 70 rekanan di 55 negara. Pengalaman yang berbicara. Nah, kalau mereka (drone China)?" kata Wakil Direktur Utama Bidang Sales dan Marketing Aeronautics, Dany Eshchar, seraya menyindir.

Pada pertengahan 2017, Kementerian Pertahanan Indonesia memastikan akan memperkuat pertahanan udaranya dengan membeli alutsista jet tempur Sukhoi Su-35 Rusia dan drone bersenjata milik China.

Khusus rencana pembelian drone atau pesawat nirawak, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan pemerintah sedang mencari drone yang berkualitas dan biaya terjangkau serta kemampuan transfer teknologi yang memadai bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia.

   Vivanews  

Pasukan Intai Amfibi Korps Marinir Serbu Pulau Miangas

Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir menyerbu Pulau Miangas dalam Latihan Pemantapan Taifib TW. IV Tahun 2017, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (10/02/2018).

Serbuan yang dilakukan oleh pasukan khusus Korps Marinir TNI Angkatan Laut tersebut, disaksikan langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr (Han), Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Lukman, S.T., M.Si. (Han), Komandan Pasmar-2 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Ahmadi Heri Purnomo, S.E. MM, Wadan Lantamal VIII Kolonel Marinir Budi Purnama, Asintel Kormar Kolonel Marinir Widodo, Asops Dankormar Kolonel Marinir Edi Juardi, Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir Siswoto Komandan Kolatmar Kolonel Marinir Wurjanto, Asops Danpasmar-2 Kolonel Marinir Nawawi, Danlanal Melonguane Letkol Marinir Muh. Maftukin.

Latihan Pemantapan Taifib TW. IV TA. 2017 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama dan koordinasi taktik dan teknik unsur-unsur di jajaran Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir dalam melaksanakan tugas serta memelihara kemampuan dan keterampilan profesionalisme satuan untuk melaksanakan operasi-operasi khusus yang di berikan oleh komando atas.

Dengan manuver lapangan melalui tiga kemampuan yang dimilikinya yaitu aspek darat, aspek laut dan aspek udara, pasukan Intai Amfibi melaksanakan Terjun Tempur (Junpur) dengan menggunakan pesawat Cassa NC-212 sebagai sarana infiltrasi untuk menguasai sasaran dermaga, BTS, dan Pantai Bolo, sedangkan Rubber Duck Operation (RDO) dengan pesawat Hercules C-130 menuju ke titik pendaratan untuk membebaskan sandera yang berada di Bandar Udara Miangas, dan tim Sea Reder yang sebelumnya telah melakukan Long Range Navigation melaksanakan penyekatan di laut.

Latihan yang mengambil tema “Dengan Latihan Pemantapan Taifib Tahun 2017, Kita Tingkatkan Kemampuan Dan Profesionalisme Prajurit Yontaifib Guna Mencapai Kesiapsiagaan Operasional Satuan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok Korps Marinir” ini, diikuti oleh seluruh satuan Intai Amfibi yang ada di Korps Marinir, baik yang berada di Pasmar-1 maupun yang ada di Pasmar-2.

Adapun materi latihan yang dilatihkan kali ini mengacu pada tiga media (Tri Media) yaitu pada aspek udara meliputi Mobud, Combat Free Fall, Rubber Duck Operation, dan Pandu Para, aspek darat meliputi Patroli, taktik kondisi tertentu, menembak Sniper, menembak reaksi, dan pembebasan sandera, aspek laut meliputi Long Range Navigation dan menembak diatas sea Rider, serta Intelijen yang meliputi Infiltrasi dan Exfiltrasi, Cover Concealment dan Compartementation (C3), teknik Matbar, teknik Puldata, dan teknik penyampaian berita.

Pada pelaksanaan Latihan Pemantapan Satuan Intai Amfibi ini telah melibatkan 470 personel peserta latihan dan beberapa alut sista yang ada di jajaran TNI Angkatan Laut mulai: KRI LPD, Kal, Hercules C-130 dan Cassa NC-212.

   Wartakota  

TNI AD Tandatangani Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa

Senilai Rp 9 Triliun Apache n Hind [US Army]

Markas Besar TNI Angkatan Darat menandatangani kontrak pengadaan barang dan jasa senilai Rp 9,4 triliun untuk anggaran tahun 2018 yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari satuan jajaran Angkatan Darat.

Rinciannya, Rp 5,5 triliun untuk belanja barang, dan Rp 3,9 triliun untuk belanja modal. Sementara jumlah paket yang di-"launching" tahun ini sebanyak 178 paket dengan nilai sebesar Rp 1,6 triliun.

Penandatanganan kontrak tersebut disaksikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, didampingi Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Irjenad dan para Asisten Kasad, di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Sebagaimana dikutip dari Antaranews.com, Mulyono mengatakan, pelaksanaan "launching" pengadaan barang dan jasa di lingkungan Angkatan Darat berpedoman pada Peraturan Presiden RI Nomor 4 tahun 2015 tentang perubahan keempat atas peraturan Presiden RI 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Selain itu, kegiatan ini merupakan penjabaran dari kebijakan Presiden dan Panglima TNI, dimana pelaksanaan kegiatan dilakukan secara transparan, akuntabel dan tertib administrasi serta akan senantiasa dievaluasi secara berkelanjutan dengan menggunakan sistem yang terintegrasi.

Mulyono mengatakan, semangat yang diusung TNI AD dalam penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa pada dasarnya telah selaras dengan apa yang menjadi penekanan Panglima TNI, dimana prosesnya harus mengacu kepada ketentuan-ketentuan terkait.

"Dengan adanya permasalahan yang sering berulang maka saya minta agar pihak atau tim yang ditunjuk dalam proses pengadaan melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal, serta laporan kemajuan yang dibuat harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun fisiknya," tegas mantan Pangkostrad ini, Rabu.

Kasad juga menekankan kepada mitra pengadaan barang dan jasa agar memiliki komitmen terhadap hal-hal yang tertuang dalam kontrak serta berterus terang apabila ada kendala yang dihadapi, sehingga dapat dilakukan upaya penyelesaiannya secara cepat dan tepat.

Dalam pengadaan barang dan jasa ini sistemnya dilaksanakan swakelola satuan dan pengadaan oleh mitra penyedia.

Di tingkat pusat, pengadaan barang dan jasa dilaksanakan oleh Mabesad dan Badan pelaksana pusat, sedangkan di tingkat daerah oleh Komando utama jajaran Angkatan Darat.

TNI AD juga menggunakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk pengadaan barang dan jasa non Alutsista di satuan kerja di jajaran TNI AD.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku, tepat waktu, tanpa mengabaikan kualitas maupun kuantitas serta tidak mengalami lintas tahun.

Sehingga dapat mendukung tercapainya opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI pada Laporan Keuangan Kemhan/TNI.

Kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Angkatan Darat merupakan salah satu siklus kegiatan dari pembinaan materiil yang mempunyai peran penting dalam menjamin ketersediaan materiil/bekal dalam kualitas, kuantitas, waktu, kondisi dan kemampuan yang tepat dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

  ★ Kompas  

Minggu, 11 Februari 2018

[Video] Batalyon Arhanud 2, Amwanga Bahuana Wicesa

Liputan NETtv, Garuda

  ★ Youtube  

[Video] Apache TNI AD

Liputan Tvone Apache n Hind [US Army]

Pemerintah Indonesia pada tahun ini akan menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan membeli 8 unit Helikopter AH-64E Apache, 12 unit Helikopter Chinook, dan 5 unit pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas.

Pada Senin, 6 Maret 2017, pesawat A400M sudah melakukan promosi dengan singgah di Bandara Halim Perdanakusuma untuk diperkenalkan kepada calon pembeli di Indonesia, yaitu TNI Angkatan Udara (AU)


  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...