Senin, 19 Maret 2018

RI-Australia Sepakati Peningkatan Kerjasama Maritim

Kesepakatan ini dicapai saat terjadi pertemuan antara Presiden Indonesi, Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull. [Foto/Kemlu RI]

Indonesia dan Australia dilaporkan telah menyepakati rencana aksi kerjasama dalam bidang maritim. Kesepakatan ini dicapai saat terjadi pertemuan antara Presiden Indonesi, Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull.

Dalam pertemuan yang digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Australia Special Summit 2018, di International Convention Centre, Sydney, kedua pemimpin mengawali pertemuan dengan membahas hasil pertemuan 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara yang diselenggarakan Jumat lalu.

"Saya berharap penandatanganan rencana aksi kerja sama maritim dapat segera diimplementasikan. Kedua Menlu juga sudah melakukan tukar pikiran mengenai konsep arsitektur kawasan Indo-Pasifik. Saya berharap konsultasi mengenai Indo-Pasifik dilanjutkan demi terciptanya stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik," ucap Jokowi, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Minggu (18/3).

Keduanya lalu membahas mengenai Indonesia-Australia Comprehensive Economy Partnership Agreement (IA-CEPA). Seperti diketahui, negosiasi terakhir mengenai IA-CEPA dilakukan 6-7 Maret lalu. "Terdapat kemajuan, namun memang belum selesai semuanya. Hasil akhir negosiasi harus memastikan keuntungan bagi dua negara. Negosiasi ini jangan hanya dilihat dari aspek komersial saja, namun perlu pula menekankan kemitraan dan kerja sama," ucapnya.

Jokowi dalam pertemuan itu berharap Australia dapat memberikan tanggapan positif atas berbagai usulan kerja sama. Kerja sama itu antara lain dalam urusan visa bekerja dan berlibur, pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi, standar profesi, pengembangan industri dan pertanian termasuk peternakan, serta program magang bagi pelajar maupun profesional.

Menurut keterangan Kemlu RI, isu lain yang dibahas dalam pertemuan itu adalah Indonesia-Australia Digital Conference. Di mana Jokowi mengatakan tindak lanjut atas konferensi yang telah terselenggara dengan baik harus segera dilakukan.

Tindak lanjut itu termasuk dalam peningkatan peran Usaha Kecil Menengah (UKM) startup dalam mengembangkan inovasi digital, pengembangan Next Indonesia Unicorn, peningkatan literasi digital, dan inisiatif smart government untuk meningkatkan pelayanan publik. (esn)

   sindonews  

Minggu, 18 Maret 2018

Angkatan Udara Indonesia Australia Pertama Kali Laksanakan Pelatihan Air to Air Refuelling

Pelatihan Air to Air Refuelling Subject Matter Expert Exchange (AAR SMEE) yang pertama antar TNI-AU dan Angkatan Udara Australia (RAAF) diselenggarakan secara sukses pada 6-7 Februari 2018. Inisiatif baru antara kedua Angkatan Udara kita; pertama kali digagaskan dalam rapat tahunan Air Force to Air Force Talks tahun 2017, melibatkan tiga anggota RAAF mewakili jet fighter dan tanker franternity serta enam penerbang F-16 TNI-AU dari Skuadron 3 dan 16, Lanud Iswahyudi dan Lanud Roesmin Nurjadin. Pelatihan tersebut dipimpin oleh Kolonel Ferdinand Roring, staf senior Sops TNI-AU.

Letkol (AU) Anthony Slaven, penerbang F-18 dan pemimpin tim RAAF AAR SMEE didampingi oleh Kapten Benjamin Lyons, penerbang KC-30A dan Peltu Colin Lubbock, operator boom KC-30A, dari Lanud RAAF Amberley. Mereka saling memberikan paparan kepada rekan-rekan TNI-AU mengenai teknik dan perencanaan AAR, kemampuan KC-30A serta berbagi pengalaman dan tantangan yang terkait dengan kemampuan pesawat tersebut.

Pelatihan ini memberikan kesempatan untuk menjalin pertemanan yang lebih erat, serta kesempatan untuk menikmati kuliner di Jakarta saat menghadiri acara makan malam yang diselenggarakan oleh Atase Angkatan Udara Australia, Kolonel Steve Cook pada hari pertama pelatihan dan acara makan malam yang diselenggarakan oleh Kolonel Roring pada malam berikutnya.

Dialog awal berlanjut untuk membahas lebih mendalam tentang kerjasama bilateral antara TNI-AU dan RAAF termasuk rencana kunjungan pesawat tanker RAAF KC-30A ke Indonesia dalam waktu dekat agar para penerbang senior dan penerbang tempur TNI-AU dapat meninjau secara detail kemampuan hebat sekaligus rumit yang dimiliki oleh pesawat ini.

Keseluruhan pelatihan AAR SMEE dianggap sukses oleh seluruh peserta yang terlibat dan berhasil memperkuat hubungan militer kita, tidak hanya di dalam komunitas penerbang temput dan tanker tapi juga antara kedua Angkatan Udara Indonesia dan Australia.

   Ikahan  

UK Iindustry Bids to Secure Deals in Indonesia

Indonesia and the United Kingdom have held a joint conference in Jakarta to promote defence industrial collaboration, the Indonesian Ministry of Defence (MoD) said on 15 March.

The MoD said the conference followed a UK defence industry trade mission to Indonesia, in which representatives from several UK firms visited and held discussions with state-owned Indonesian defence companies.

These local companies included electronics specialist PT Len Industri, land systems firm PT Pindad, aerospace manufacturer PT Dirgantara, and naval shipbuilder PT PAL.

Hadiyan Sumintaatmadja, the secretary-general of the MoD, said in a press release that the MoD is looking to promote an expansion in co-operation between Indonesian and UK industry through joint production, joint development, and joint marketing activities.

   IHS Janes  

KOARMATIM Gelar Latihan GLAGASPUR Tingkat III/L – 3

Latihan Geladi Tugas Tempur


Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) telah menggelar Latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2018 di Perairan Pulau Jawa dengan tiga unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim. Jumat (16/03/2018).

Latihan Glagaspur Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) – 332, KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) – 367, KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 dan 1 unit Helly jenis Bolcow ini dipimpin langsung oleh Komandan Satkor Koarmatim Kolonel Laut (P) Dato Rusman S.N., S.E. yang onboard di atas KRI GNR – 332.

Latihan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit unsur-unsir Koarmatim guna mendukung kesiapan pelaksanaan sesuai dengan fungsi asasi masing-masing. Dengan begitu, para prajurit dapat melaksanakan tugas utamanya, serta dapat meningkatkan kerjasama taktis antar unsur-unsur Koarmatim dalam melaksanakan aksi tempur laut.

Pada pelaksanaan latihan Glagaspur Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2018 yang digelar dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 15 Maret 2018 ini, seluruh unsur KRI yang terlibat melaksanakan berbagai latihan antara lain Mine Field Transit Exercise (MFTX), Tactical Manoeuvring (Mail Bag Transfer), Publications Exercise (NSIC), Preparations of bunnery Exercise (Prep-gunnex), gunnery Exercise (Gunnex), latihan pertempuran anti kapal selam, Flashing Exercise (Flashex), Tacman Non Maneuver (OOW EX), Damage Control & Fire Fighting Exercise (DC/FF EX), Helly Cross Deck Exercise, serta Entering Harbour Exercise. [Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Suratno, S.S.]

   Koarmatim  

Tanggapan China Terkait Ajakan Indonesia Patroli Bersama

Di Laut China Selatan Wilayah perairan dalam garis putus-putus di Laut Cina Selatan yang diklaim Tiongkok. (law.ui.ac.id) 

Indonesia mengajak negara-negara anggota ASEAN lainnya melakukan patroli bersama di wilayah sengketa Laut Cina Selatan (LCS). Ajakan tersebut mendapat tanggapan dari Kementerian Luar Negeri Cina.

Saya belum tahu informasi seperti itu yang dikeluarkan secara resmi dari pihak Indonesia. Tapi usaha bersama Cina dan negara-negara ASEAN telah menjadikan situasi Laut Cina Selatan makin stabil dan membaik,” kata juru bicara Kemenlu Cina, Lu Kang, di Beijing, Jumat (16/3).

Menurut Lu Kang, Cina dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN itu telah bekerja sama menerapkan deklarasi tata perilaku (DOC) yang mewadahi semua pihak bersengketa untuk berkomunikasi dan bertukar pandangan mengenai LCS. ASEAN dan Cina, lanjut Lu Kang, saat ini juga sedang memulai konsultasi mengenai aturan tata perilaku (COC) di perairan sengketa yang bernilai ekonomi tinggi, baik sebagai lalu lintas utama perniagaan maupun sumber daya alam yang melimpah, itu.

Dengan adanya upaya China dan ASEAN berkomitmen menjaga perdamaian, stabilitas pembangunan, dan kemakmuran kawasan, kami berharap dukungan dari semua negara non-kawasan,” ujarnya sebagaimana dikutip laman resmi Kemenlu Cina, Sabtu (17/3).

Sejumlah media di Indonesia memberitakan , Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Jumat (16/3), melobi negara-negara ASEAN lainnya untuk melakukan patroli bersama di Laut Cina Selatan. Cina dianggap telah menguasai 90 persen wilayah perairan Laut Cina Selatan yang disengketakan beberapa pihak antara lain Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam, Taiwan, dan Cina.

Indonesia memang tidak termasuk negara yang terlibat sengketa, namun faktanya Indonesia pernah berselisih paham dengan Cina terkait hak penangkapan ikan di perairan sekitar Pulau Natuna yang menghadirkan militer kedua negara itu.

  Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...