⍟ Menjelang Latma RIMPAC 2018
KRI Makasar 590 memasuki Pearl Harbor [Petty Officer 1st Class Jason Abrams] ☆
Kapal perang Indonesia ikut dalam latihan bersam RIMPAC 2018 di Amerika Serikat.
Sebanyak 26 negara yang turut berpartisipasi dalam latihan ini dan mengerahkan 45 kapal perang, 2000 pesawat dan 25.000 pasukan pendukung latihan bersama ini.
Indonesia juga menurunkan kapal lainnya, yaitu KRI Martadinata 331. Latihan bersama akan berlangsung dari 27 Juni hingga 2 Agustus disekitar kepulauan Hawaii dan California selatan.
Berikut foto diambil dari dvidshub:
Penjejak artileri musuh
Sapta Pangrungu (HALO) [defsec.lskk] ★
Sistem Sapta Pangrungu (HALO) adalah sebagai sarana pendukung taktik pemberantasan sarana bantuan tembakan musuh guna mendukung terwujudnya profesionalisme Satuan Armed dalam memberikan bantuan tembakan utama di darat kepada satuan yang dibantu.
Fungsi dan Manfaat
Fungsi dan Manfaat dari Sapta Pangrungu (HALO)
★ Fungsi
a. Hasil perhitungan berupa arah dan jarak serta koordinat dari kedudukan meriam musuh
b. Antar sistem HALO (client dan server) terhubung dengan menggunakan Long Range Aerial Communication secara otomatis.
c. Menggunakan rambatan suara dengan frekuensi tertentu untuk mendeteksi jenis meriam musuh yang melaksanakan penembakan.
★ Manfaat
a. Memperoleh informasi lokasi artileri lawan berdasarkan suara (tembakan) yang dihasilkan.
b. Sebagai alternatif pengganti Taktik Tasmo/Art yang sudah ada.
c. Mengefektifkan personel dalam mencari dan mendeteksi keberadaan meriam musuh.
d. Dapat mengetahui jenis meriam musuh yang melaksanakan penembakan.
e. Pengoperasian dan pemeliharaan mudah dilakukan karena sebagian besar komponennya merupakan produk dalam negeri.
Kemampuan yang Dimiliki
1. Mendeteksi kedudukan meriam musuh dengan hasil akhir berupa titik koordinat.
2. Mobilitas tinggi dengan didukung oleh kendaraan fin komodo.
3. Verifikasi visual dengan UAV untuk meyakinkan koordinat yang dihasilkan oleh HALO.
4. Dilengkapi dengan sistem peninjauan medan yaitu menggunakan motor trail.
♞ Produk Litbanghan TA. 2015 (Tahap I)
♞ Produk Litbanghan TA. 2016 (Tahap II)
♞ Proses sertifikasi Dislitbangad Tahun 2017
♞ defsec.lskk
LSU 02 buatan LAPAN [LAPAN]
TNI AL bakal memaksimalkan skuadron UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau pesawat tanpa awak untuk memperluas jangkauan pengawasan wilayah maritim Indonesia.
Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, skuadron UAV akan dikombinasikan dengan unsur patroli maritim guna mengawasi wilayah-wilayah yang selama ini belum tercover.
"Seperti kita ketahui, penerbangan AL merupakan suatu kepanjangan mata KRI atau unsur-unsur kapal atas air dalam melakukan pengawasan dan pantauan wilayah maritim Indonesia," kata Kasal usai upacara Hari Penerbangan TNI AL di apron hanggar Lanudal Juanda, Senin (25/6/2018).
Skuadron UAV disebutnya bakal sangat membantu penerbangan TNI AL mengcover wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.
Selain efektif, biayanya juga tidak mahal.
"Ini juga bisa sebagai solusi sebelum kita mampu membeli pesawat-pesawat tambahan untuk penerbangan TNI AL," sambung Siwi Sukma Adji.
Dengan memaksimalkan operasional skuadron UAV, diharapkan jangkauan penerbangan TNI AL bakal lebih jauh dan semakin luas.
Utamanya dalam mengawasi wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau oleh KRI maupun penerbangan AL.
"Semoga penerbangan Angkatan Laut terus berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Khususnya dalam menunjang poros maritim sebagai jembatan udara Nusantara," harap Kasal di Hari Penerbangan Angkatan Laut ke-62 tersebut.
Sebelum Upacara Parade dan Defile dalam puncak peringatan HUT ke-62 Penerbangan TNI AL digelar, sempat dilaksanakan penyematan Brevet Kehormatan Penerbang kepada Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji oleh Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja dengan prosesi khas Penerbang Angkatan Laut di Apron Base Ops Lanudal Juanda.
Sementara upacara peringatan Hari Penerbangan TNI AL dilaksanakan dalam bentuk parade dan Defile, serta dimeriahkan pertunjukan drama kolosal yang menceritakan sejarah Bandara Waru Juanda.
Tak hanya itu, ada juga berbagai demonstrasi yang menampilkan Heli Banner, Fly Pass Pesud G-36 Bonanza, Heli EC-120B Colibri, Heli BO-105 Bolkow, Heli Bell-412, Heli AS-565 Mbe Panther, Pesud Cassa NC-212, Pesud CN-235 dan KA- 350 King Air.
⚓️ Pilot Terluka
Polda Papua menyatakan pilot Kapten Ahmad Abdillah Kamil tertembak di bagian punggung, dan sudah mendapat penanganan medis. [Bill Abbott/Flickr]
Penembakan oleh orang tak dikenal kembali terjadi di Papua. Kali ini sasarannya adalah pesawat bermesin ganda baling-baling Twin Otter milik maskapai Trigana saat berada di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes A.M. Kamal mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIT. Dia menjelaskan pesawat dengan kode penerbangan PK-YRU itu terbang dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan mendarat di Bandara Keneyam pukul 09.40 WIT.
Penembakan terjadi ketika pesawat tengah menuju lokasi parkir (taxi out) dari landasan. Dalam peristiwa itu, pilot Kapten Ahmad Abdillah Kamil tertembak di bagian punggung.
"Korbannya pilot pesawat. Sudah mendapat penanganan medis. Diperkirakan pesawat dihujani tembakan dari arah kiri pesawat karena korban luka tembak merupakan pilot yang duduk di sebelah kiri pesawat," kata Kamal sebagaimana dilansir Antara, Senin (25/6).
Kepala Trigana Jayapura, Toro mengatakan salah satu awak pesawat nahas itu mengalami luka. Saat ini manajemen belum dapat memastikan kondisi pilot karena akses komunikasi yang terbatas. Bahkan menurutnya sempat terjadi baku tembak beberapa saat, sebelum aparat mengejar pelaku.
Toro menyatakan dari data manifes, pesawat itu diawaki seorang pilot dan ko-pilot, serta mengangkut 18 penumpang anggota Brimob. Mereka dikirim buat bertugas mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di kawasan itu.
Kamal menyatakan saat ini aparat Polri dibantu TNI masih berupaya mengejar pelaku penembakan.
Penembakan terhadap pesawat juga terjadi pada Jumat (22/6) pekan lalu. Pesawat Twin Otter milik maskapai Demonim ditembak saat hendak mendarat di Bandara Kenyam. Akibat kejadian itu, ko-pilot Irene Nur Farida mengalami luka di pergelangan kaki kanan akibat terkena serpihan peluru.
Peristiwa penembakan juga kerap menyasar patroli aparat keamanan dan angkutan karyawan perusahaan tambang Freeport di Papua. Aksi itu diduga dilakukan oleh kelompok sempalan atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, yang merupakan sayap militer Organisasi Papua Merdeka. (Antara/pmg)