Rabu, 23 Januari 2019

[Dunia] Pesawat Pengebom Rusia Jatuh

3 Orang TewasIlustrasi TU 22M Rusia [aviationist]

Sebuah pesawat pengebom Rusia jatuh saat melakukan latihan terbang. Akibatnya, tiga orang tewas dan seorang lagi luka-luka dalam insiden itu.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, pesawat pengebom Tu-22M3 tersebut jatuh saat akan melakukan pendaratan pada Selasa (22/1) waktu setempat.

"Dua pilot telah dikirim ke sebuah fasilitas medis... kedua kru tersebut telah meninggal," demikian disampaikan kementerian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/1/2019).

Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia, pesawat yang jatuh tersebut tidak membawa munisi.

Pilot ketiga kemudian juga meninggal akibat luka-lukanya. Sedangkan pilot keempat mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit.

Insiden itu terjadi di wilayah Murmansk, Rusia utara. Menurut sumber-sumber kepada media Rusia, pesawat pengebom Tu-22M3 terbakar setelah jatuh. Para petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan kobaran api di lokasi jatuhnya pesawat.

Tu-22M3 merupakan pesawat pengebom strategis berjarak jauh yang awalnya dikembangkan pada tahun 1970-an. Sejumlah pesawat jenis ini diikutsertakan dalam operasi militer Rusia di Suriah untuk memerangi ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya. Empat kru mengoperasikan pesawat tersebut.

Insiden ini terjadi kurang dari sepekan setelah dua pesawat pengebom Su-34 bertabrakan di wilayah Timur Jauh Rusia saat latihan terbang. Hanya satu dari empat kru yang berhasil selamat setelah melontarkan diri dari pesawat. Jasad kedua pilot telah ditemukan, namun satu jasad pilot lainnya belum juga ditemukan. (ita/ita)
 

  detik  

Selasa, 22 Januari 2019

TNI AL Berencana Akan Pesan Kapal Rumah Sakit

⍟ Setelah rampung, keberadaan KRI Semarang akan difungsikan kembali menjadi LPDIlustrasi desain LPD NG  [GM]

TNI Angkatan Laut berencana memesan kembali kapal rumah sakit ke PT PAL Indonesia setelah rampungnya pesanan kapal sejenis KRI Semarang 594 dengan tujuan memperkuat armada militer untuk mendukung tugas nonmiliter.

"Dengan konstruksi geografi yang sangat luas, itu minimal seharusnya kita mempunyai tiga kapal rumah sakit," ucap Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (21/1/2019).

Usai acara serah terima KRI Semarang 594 di Dermaga Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia, Kawasan Ujung Tanjung Perak Surabaya, Siwi mengatakan bahwsa kapal rumah sakit sangat dibutuhkan mengingat beberapa bencana yang terjadi di Tanah Air, seperti di Lombok dan Palu.

Saat ini, armada nonmiliter, khususnya kapal rumah sakit yang dimiliki TNI AL, hanya dua kapal (KRI dr. Soeharso dan KRI Semarang).

"Hari ini, keberadaan KRI Semarang yang awalnya landing platform dock (LPD), kami naikkan levelnya menjadi kapal rumah sakit dengan tambahan beberapa kontainer medis," ucapnya.

Dengan keberadaan kapal rumah sakit KRI Semarang, dia berharap bisa membantu dalam penegakan kedaulatan, melaksanakan kegiatan proyeksi kekuatan diplomasi dan bisa membantu keberadaan KRI dr Soeharso sebagai armada rumah sakit.

Untuk kapal ketiga, kata dia, pembangunannya akan dimulai pada tahun ini dengan target penyelesaian pada tahun 2021.

"Setelah rampung, keberadaan KRI Semarang akan difungsikan kembali ke LPD," paparnya.

Untuk pesanan kapal rumah sakit ketiga, papar Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Indonesia Turitan Indaryo, mulai dikerjakan pada triwulan kedua 2019.

Ia menambhakan, "Pola pengerjaan nantinya tidak jauh berbeda dengan kapal sebelumnya, dengan enam `starting poin` dan dibangun sesuai dengan kebutuhan yang ada," pungkas Turitan.

Dengan sumber daya yang ada, PT PAL selalu siap mengerjakan setiap pesanan, dan tidak henti-hentinya melakukan transformasi untuk pasar kapal kombatan.

Terkait dengan nilai investasi, Turitan tidak mau menyebutkan secara pasti, namun dia mengaku nilainya tidak jauh berbeda dengan kontrak investasi KRI Semarang sekitar Rp 736 miliar.

  RRI  

Senin, 21 Januari 2019

PT PAL Serahkan Kapal Perang Rumah Sakit kepada TNI AL

⍟ TNI AL sebelumnya hanya memiliki satu kapal perang rumah sakitKRI Semarang 594 [Masyhudi]

PT PAL Indonesia menyerahkan Kapal perang Rumah Sakit jenis Landing Platform Dock (LPD) 124 dengan nama KRI Semarang pesanan TNI AL. Penyerahan dilakukan di Dermaga Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia, Kawasan Ujung Tanjung Perak, Surabaya, Senin (21/1).

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh mengatakan, kapal yang diproduksi insan PAL Indonesia ini telah melalui tahap pengecekan dan serangkaian pengetesan yang ketat. Diyakininya, kapal tersebut akan mampu melengkapi armada militer multi tugas yang mampu mendukung tugas nonmiliter TNI AL.

"Setelah melalui tahapan 'sea trial' yang dilaksanakan tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan Commodorre Inspection, kapal ini telah teruji kualifikasinya," kata Budiman.

Budiman mengatakan, kapal perang rumah sakit ini proses pengerjaannya dilakukan selama 23 bulan dengan fasilitas dua kapal pengangkut kecil atau "Landing Craft Utility" (LCU) dan total daya angkut 700 penumpang. Kapal dengan nomor pembangunan W000298 ini dibangun atas kontak jual beli NO KTR/03/02-49/I/2017/Disadal memiliki kecepatan sebesar 16 Knot dengan mesin pendorong sebesar 2 x 2920 KW.

"Kapal ini mampu bertahan selama 30 hari di laut serta bisa mengangkut tiga helikopter, dan dua kapal LCVP, serta beberapa kendaraan tempur," ujar Budiman.

Dengan adanya tambahan satu kapal perang rumah sakit, melengkapi armada TNI AL yang sebelumnya hanya memiliki satu kapal perang rumah sakit, yakni KRI dr Soeharso (990).

  Republika  

Minggu, 20 Januari 2019

[RIP] Anggota TNI Tewas Baku Tembak dengan KKB

Aparat Masih SiagaPersonel TNI terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Puncak Jaya, satu anggota tewas. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Baku tembak terjadi antara personel TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua terjadi di kawasan Longsran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (18/1). Seorang personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi mengatakan hingga saat ini personelnya di lapangan masih disiagakan memonitor sejumlah anggota KKB yang terpencar pascaperistiwa baku tembak. Menurutnya, sebaran anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen itu masih tak jauh dari lokasi baku tembak.

"Koordinasi kami masih siap siaga, memonitor kemungkinan keberadaan mereka, jika sudah ditemukan, kami akan lakukan penindakan," kata Aidi dikutip dalam siaran CNN Indonesia TV, Sabtu (19/1).

Dalam sejumlah peristiwa baku tembak sebelumnya, kata Aidi, mereka akan berpencar melarikan diri. Nantinya, para anggota KKB akan menentukan satu titik tertentu untuk mereka kembali berkumpul.

"Mereka sudah hafal medan di sekitar Puncak Jaya," kata Aidi.

Dalam peristiwa tersebut, Aidi meyakini sekitar 4 hingga 5 anggota KKB juga gugur. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan karena tak ditemukan jenazah di sekitar lokasi.

"Tapi dari personel kami, meyakini ada korban tewas juga dari pihak KKB," terang Aidi.

Kontak senjata terjadi saat anggota TNI sedang mendistribusikan logistik, dan tiba-tiba diserang kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen hingga mencederai Pratu Makamu. Para anggota TNI ditembak dari arah atas bukit.

Pratu Makamu terkena tembakan di bagian paha kiri, namun karena terlambat evakuasi menyebabkan yang bersangkutan meninggal. Aidi mengakui daerah Puncak Jaya memang menjadi zona merah keberadaan KKB selain Lanny Jaya, Nduga, dan Tembagapura

Sesaat setelah kontak anggota melakukan pembersihan di sekitar lokasi, ditemukan dua magasin laras panjang beserta amunisinya, dua tongkat komando yang diduga milik Lekagak Telenggen dan dokumen TPN/OPM.

Sementara itu, jenazah Pratu Makamu di evakuasi hari ini, Sabtu (19/1) ke Timika. "Pratu Makamu sudah dievakuasi ke Makassar dan disemayamkan di sana," kata Aidi. (ain)

   CNN  

[Dunia] Dua Jet Tempur Rusia Sukhoi Su-34 Bertabrakan di Udara

✈️ Ilustrasi Pesawat Su 34 Rusia [defence talk]

Dua jet tempur Rusia Sukhoi Su-34 dilaporkan bertabrakan ketika di udara di kawasan Timur Jauh.

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan dikutip Russian Today Jumat (18/1/2019), dua jet-pembom itu bertabrakan saat terbang di Laut Jepang.

Diketahui dua jet tempur itu "bersentuhan" sekitar 35 km dari pantai. "Saat itu, berlangsung misi terbang rutin, dan pesawat tak membawa senjata," tutur Kemenhan Rusia.

Sumber kepada TASS mengungkapkan, data awal menunjukkan insiden itu terjadi Terusan Tatar. Dua jet itu menghilang dari radar di Distrik Sovetsko-Gavansky.

Untungnya, kru Su-34 berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar, dan Moskwa segera menggelar operasi pencarian dan penyelamatan.

Pusat penyelamatan maritim Sakhan berujar, mereka mengerahkan pesawat Antonov An-12, helikopter Mi-8, dan kapal untuk mencari dua jet tempur itu.

Tim penyelamat berhasil mendeteksi adanya rakit penyelamat dan salah satu pilot Su-34 meski saat itu kondisi cuaca dilaporkan buruk.

Pilot itu masih hidup dan membuat "gerakan ringan" kepada tim pencari. Mereka segera mengangkatnya ke helikopter di mana kondisinya baik-baik saja.

Sebelum adanya konfirmasi dari kemenhan, media Rusia memberitakan fakta berbeda dengan mengutip sumber dari militer dan dinas darurat.

Kepada Interfax, seorang sumber menuturkan bahwa salah satu pesawat masih bisa terbang dan mencapai pangkalan dengan selamat.

Sementara sumber lain berkata hanya satu pesawat yang mengalami insiden. Segera setelah pilot pertama ditemukan, tim pencari menemukan lokasi pilot kedua dan menyelamatkannya.

Su-34 merupakan jet tempur sekaligus pembom jarak menengah yang bertugas bersama Angkatan Udara Rusia sejak pertengahan 2010.

Jet tempur itu bisa membawa berbagai macam senjata seperti bom pandu presisi maupun bermacam-macam varian rudal.

  ✈️ Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...