Kamis, 12 Desember 2019

4 KAL Segera Perkuat Selat Malaka

Dan 6 Combat Boat Ilustrasi KAL28M TNI AL ⚓️

TNI AL kembali memperkuat pertahanan negara dengan penambahan alat utama sistem senjata (alutsista).

10 unit kapal perang baru yang dilengkapi teknologi canggih dan kecepatan tinggi terdiri 4 unit KAL 28 M dan 6 unit Combat Boat AL D-18 siap dioperasikan di seluruh pangkalan di bawah TNI AL termasuk pangkalan Selat Malaka.

Penyerahan 10 unit kapal perang ini dihadiri langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji di Dermaga Fasharkan Mentigi di Tanjunguban, Bintan, Kepulauan Riau pada Senin (9/12) siang.

KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengatakan, Alutsista TNI AL sudah hampir 40 persen. Akan tetapi, TNI AL akan terus secara bertahap memenuhi alutsista meski menyesuaikan alokasi anggaran.

Kapal perang baru ini, kata KSAL, dibuat empat perusahaan galangan kapal dalam negeri yang berada di industri galangan strategis nasional yang ada di Batam.

Empat perusahaan itu ialah PT Palindo Marine, PT Lims Nautical Shipyard, PT Citra Shipyard dan PT Global Mandiri.

“Ada 10 unit kapal baru, 4 unit KAL 28 M dan 6 unit Combat Boat,” sebut KSAL.

Siwi menjelaskan, mengingat Indonesia merupakan negara Kepulauan, alutsista yang dibutuhkan ialah alutsista yang bisa bergerak cepat dan memobilisasi pasukan khusus dalam melaksanakan konsep peperangan atau pun dalam rangka penegakkan kedaulatan dan hukum.

“Teknologi kapal saat ini dengan kecepatan tinggi, karena itu kita harus mampu mengimbangi dengan perkembangan teknologi saat ini,” katanya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxkbYzfJmXzECU_g-wFFl7iCQ7hiQUMo5O81urnzz4bTWpT1ZMhiu_nBKvOf1qECJGdsAt5v-YWzZa437w8B4Ty2PGHF3ixYLfTY_cf3FImWqTUzTU9ODXDH0PPr6qg3svhvAMnwjJubY-/s1600/KAL-Pulau-Yapen+%25281%2529.gifIlustrasi Comabt Boat TNI AL [istimewa]

KSAL menyebut, kapal Combat Boat yang baru diserahkan memiliki teknologi yang canggih dengan kecepatan 100 km per jam atau 45 knot.

Ia juga menyebut, kapal-kapal yang baru diserahkan akan memperkuat beberapa pangkalan TNI AL diantaranya di Selat Malaka, Banten, Banyuwangi, dan wilayah Timur.

Ia juga menyampaikan bahwa pembuatan kapal ini merupakan kerja sama yang baik dari pihak swasta karena sudah berkontribusi terhadap pertahanan negara.

“Kapal ini 100 persen karya anak bangsa, dibuat tangan anak bangsa,” ujarnya.

Ia berharap prajurit yang menggunakannya bisa memaksimalkan pengoperasian kapal ini dan merawatnya.

Pada kesempatan itu, KSAL menyaksikan penandatanganan berita acara penyerahan kapal dari para direktur empat perusahaan ke Kadismatal Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo.

Kemudian dilanjutkan penyerahan dari Kadismatal Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo ke Aslog KSAL Laksamana Muda TNI Moelyanto, rombongan meninjau kapal dan ramah tamah.

Untuk diketahui, dua unit KAL 28 M produksi PT Lims Nautical Shipyard yang akan memperkuat jajaran Koarmada I diberi nama KAL Iboih (IBH) I-1-71 dan KAL Sorake (SRK) I-2-18, sedangkan dua unit KAL 28 M produksi PT Palindo Marine diberi nama KAL Talise (TLS) II-6-65 dan KAL Lalos (LLS) II-8-34.

Selain KAL 28 M, ada Combat Boat AL D-18 satu unit dari PT Infinity Global Mandiri yang akan memperkuat jajaran Koarmada II dan diberi nama Patkamla Balaroa (BLR) II-6-66, dua unit Combat Boat AL D-18 dari PT Citra Shipyard diberi nama Patkamla Gorar (GRR) III-9-19 dan Patkamla Wasur (WSR) III-11-16, serta tiga unit produksi PT Palindo Marine diantaranya Patkamla Binanga (BNG) II-6-67, Patkamla Santiago (STG) II-8-35, Patkamla Kastela (KTL) III-14-13 untuk memperkuat jajaran Koarmada III. KAL 28 M ini, memiliki spesifikasi panjang 28,98 meter, lebar 6,2 meter, dengan berat 90 ton.

Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimal 28 knots, dengan kecepatan jelajah 18 knots, dan membawa ABK sebanyak 15 orang, serta mampu berlayar dengan endurance selama 3 hari. Sedangkan Combat Boat AL D-18 memiliki spesifikasi panjang 18 meter, lebar 4,5 meter, dengan berat 20 ton dengan kecepatan maksimal 45 knots.

  ⚓️ Pro Bintan  

Rabu, 11 Desember 2019

Transfer of Technology Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Selam Class 209

Perakitan Kapal Selam PT PAL ⚓️

Balitbang Kemhan dan PT. PAL menyelenggarakan paparan Transfer of Technology Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Selam Class 209, yang dilaksanakan di Rupatama Lantai V Gedung Ir. H. Djuanda Balitbang Kemhan, Jl. Jati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Paparan dihadiri oleh Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng., sekaligus membuka kegiatan tersebut, serta para pejabat di lingkungan Balitbang Kemhan. Sebagai narasumber dari PT. PAL adalah Bpk. Laksda Purn. Mulyadi, Kolonel Laut (T) Wiranto, dan Chabibi Nur T. serta moderator Kabid Matra Laut Kolonel Laut (E) Aab Abdul Wahab, S.T., M.T.

Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Transfer of Technology Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Selam Class 209 ini, dibuat dalam rangka mendukung program nasional.

Pada tahun 2019 ini yang dikembangkan baru sebatas joint production and MRO dengan Korea Selatan. Mekanisme Transfer of Technology Kapal Selam sangat komplek, memakan waktu yang cukup lama.

Lebih lanjut Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan menambahkan, untuk ke depan perlu adanya kerjasama Balitbang Kemhan dengan PT. PAL untuk pengembangan desain Kapal Selam.

Mengakhiri sambutannya, Kapuslitbang Strahan mengucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada narasumber, moderator dan undangan yang telah meluangkan waktunya. Beliau berharap dalam pelaksanaan paparan ini dapat memberi masukan dan saran untuk meningkatkan penguasaan teknologi yang nantinya dapat berfungsi sebagai alutsista TNI yang handal serta dalam rangka ikut mengurangi ketergantungan import produk alutsista dari luar negeri.

  ⚓️ Kemhan  

Indonesia-Malaysia Sepakat Gunakan Drone

Untuk Patroli Perbatasan Ilustrasi patroli bersama (Rachman Haryanto/detikTravel) ⚓️

Indonesia dan Malaysia pada prinsipnya sepakat untuk menggunakan drone dan teknologi lainnya untuk memantau perbatasan kedua negara. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Muhyiddin mengatakan perjanjian perbatasan Malaysia-Indonesia akan diperbarui pada tahun 2020. Perjanjian itu merupakan nota kesepahaman tentang lintas batas dan perdagangan yang akan diselesaikan dan ditandatangani tahun depan.

Menteri Malaysia itu membuat komentar setelah bertemu dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna Laoly sebagai bagian dari kunjungan kerja dua hari ke Indonesia.

Menurutnya, kedua negara akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai masalah seperti penyelundupan, perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan kejahatan lintas batas lainnya.

"Perbatasan (darat) antara Malaysia dan Indonesia (seperti di Sabah dan Sarawak, dan di Kalimantan) lebih dari 1.000 km, dan tentu saja sulit untuk dipantau, dan membutuhkan penggunaan teknologi," katanya.

Muhyiddin menambahkan bahwa kedua pemerintah juga mempertimbangkan pertukaran tahanan—sebuah topik yang diangkat oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada pertemuan baru-baru ini dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Program pertukaran tahanan akan memungkinkan tahanan kedua negara dikirim kembali ke negara mereka masing-masing untuk menjalani hukumannya.

Tetapi, kata Muhyiddin, ketika Indonesia bersedia untuk mengimplementasikan program tersebut, masalah hukum tertentu harus diselesaikan.

"(Indonesia) belum memiliki undang-undang untuk mengimplementasikan program, dan pejabat kementerian akan menyusun proposal," kata Muhyiddin.

Ada sekitar 300 orang Malaysia saat ini berada di penjara-penjara Indonesia, sementara lebih dari 5.000 orang Indonesia menjalani hukuman di Malaysia.

Masalah pekerja ilegal juga diangkat selama kunjungan Muhyiddin ketika dia bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja Indonesia Ida Fauziya.

"Malaysia dan Indonesia bersatu dalam hal ini, masalah imigran ilegal harus diselesaikan bersama dan serius," katanya, seperti dikutip Bernama. (mas)

  ⚓️ sindonews  

Dua KRI Ke Timor Leste

Misi Diplomasi KRI Usman Harun-359 memasuki perairan Kupang ketika akan sandar di Dermaga Lantamal VII Kupang, NTT, Sabtu (7/12/2019). KRI Usman Harun-359 bersandar di Kupang hingga Selasa,10 Desember sebelum melakukan misi diplomasi di Timor Leste. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp). ⚓️

Indonesia mengirimkan KRI Usman Harun-359 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 ke Dili, Timor Leste untuk mengikuti kegiatan Indonesia Maritme Envoy-19B sekaligus menjalankan misi diplomasi selama empat hari di negara itu.

Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Himawan mengatakan bahwa kedua kapal perang bersejarah tersebut dikirim untuk menjadi duta maritim Indonesia bagi negara-negara yang memang berbatasan langsung dengan Indonesia dan kali ini adalah dengan Timor Leste ketika ditemui di Mako Lantamal VII Kupang, Senin (9/12).

“Tugas kami adalah mengunjungi wilayah-wilayah negara tetangga yang memang berbatasan langsung baik laut dan darat dengan kita untuk meningkatkan diplomasi yang berkaitan dengan kelautan dan kali ini dengan Timor Leste,” katanya.

Kegiatan Indonesia Maritime Envoy-19B itu, kata dia, tentunya bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama di antara kedua negara.

Selain itu juga ia meyakini, kegiatan tersebut tentu akan memberikan dampak positif bagi TNI AL sendiri karena tentunya akan ada hubungan kerja sama di bindang angkatan bersenjata, khususnya angkatan laut kedua negara.

Himawan yang sebelumnya pernah menjadi komandan KRI Frans Kaisiepo-368 itu, beberapa misi utama yang diembankan kepada para prajurit TNI AL selama kegiatan di Timor Leste adalah misi diplomasi angkatan laut untuk mendukung diplomat-diplomat Indonesia yang ada di negara tetangga tersebut yang tujuannya adalah guna meningkatkan kerja sama antara negara khususnya di bidang militer terkhusus angkatan laut.

“Ada beberapa kegiatan yang akan kita lakukan di sana, yakni kunjungan resmi ke duta besar Indonesia untuk Timor Leste, para pejabat tinggi negara Timor Leste serta akan melakukan kunjungan atau ziarah ke taman makam pahlawan seroja di Dili,” tambah dia.

Selain itu selama empat hari di Dili akan ada pameran alutista mini seperti pameran senjata dari PT. Pindad serta dari PT. PAL serta akan ada opn ship bagi para pejabat dari Timor Leste.

Ia menambahkan pimpinan TNI AL berharap agar pascakunjungan itu persaudaraan kedua negara semakin dipererat, serta ada peningkatan kerja sama antara TNI AL dan tentara angkatan laut dari Timor Leste.

Lebih lanjut terkait KRI Sultan Iskandar Muda-367 kata dia akan bertemu dengan KRI Usman Harun pada tanggal 11 di pertengahan perjalanan menuju ke Timor Leste.

KRI Usman Harun sendiri akan bertolak dari dermaga Mako Lantamal VII Kupang pada Selasa (10/12) dan akan menempuh pelayaran selama 13 jam lebih agar bisa tiba di Timor Leste.

  ⚓️ antara  

Aceh Beli 4 Unit Pesawat N219 Buatan PTDI

Senilai Rp 336 Miliar N219 PT DI [Rizky Aditya]

P
elaksana Tugas (PLT) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menandatangani naskah kesepahaman tentang rencana pembelian 4 unit pesawat N219 dengan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Elfien Goentoro, hari ini, Senin, 9 Desember 2019. “Nota kesepahaman ini akan segera beralih menjadi kontrak. Dari empat pesawat itu, satu akan dikirimkan pada 2021, dan tiga pada 2022,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro, di Bandung, Senin, 9 Desember 2019.

Elfien mengatakan, pesawat perintis N219 yang dinamai Presiden Joko Widodo dengan nama Nurtanio itu ditargetkan akan memperoleh Type Certificatae (TC) dari Kementerian Perhubungan akhir tahun ini. Selepas mengantungi sertifikasi itu, pesawat N219 akan mulai memasuki fase produksi. “Mudah-mudahan tidak menggeser,” kata dia.

Elfien mengatakan, naskah kesepahaman yang akan menjadi bahan kontrak tersebut tidak melulu berisi soal pembelian pesawat N219. “Yang diharapkan dari pemerintah Aceh yaitu adanya pengembangan sumber daya manusia, dan pengembangan dari pengoperasian pesawat itu sendiri. Jadi ini merupakan bagian dari kontrak yang tidak terpisahkan, yang akan segera kita realisasikan,” kata dia.

Elfien mengatakan, rencananya di tahap pertama PTDI akan menyiapkan kapasitas produksi untuk 6 unit pesawat N1219 di tahun pertama, sebelum kapasitasnya dinaikkan bertahap. “Kami punya fasilitas yang eksisting bisa 6 (unit). Jadi nanti sedang direncanakan untuk membangun fasilitas yang bisa (produksi) 36 pesawat per tahun,” kata dia.

Pesawat N219 Nurtanio [Roby Cahyadi]

Dia mengaku, Aceh tidak hanya membeli 4 unit pesawat N219 untuk membangun konektivitas udara, tapi juga 3 unit kapal RoRo untuk membangun konektivitas pelayaran antar pulau. “Tahun ini 3 kapal penyeberangan RoRo kita pesan, dari Bangkalan dan Tanjung Balai Karimun, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh, atau APBA. Insya Allah itu multiyears, kontrak 2 tahun. Bulan April 2020 nanti sudah kita terima,” kata Nova.

Nova mengatakan, pesawat N219 pertama yang akan diterima Aceh itu akan digunakan sebagai Ambulan Terbang. “Kita di Aceh menjamin kesehatan masyarakat, bahkan di pelosok-pelosok. Kemarin-kemarin kita harus rental pesawat,” kata dia.

Pesawat itu juga akan dimanfaatkan untuk mengawasi wilayah Aceh untuk mencegah perambahan hutan. “Banyak pencurian kekayaan alam kita terjadi di laut, dan ilegal loging karena garis pantai begitu panjang, wilayah yang begitu luas,” kata Nova.

Nova mengatakan, Aceh juga menimbang untuk membangun layanan transportasi pesawat komersial bagi warganya untuk mendukung konektivitas dengan keberadaan 7 bandara yang tersebar di seluruh wilayahnya. “Pesawat perintis paling pas untuk kondisi geografi dan alam daerah itu N219,” kata dia.

  ★ Tempo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...