Minggu, 10 Januari 2021

[Video] Penemuan Sinyal Dan Lokasi Blackbox SJ 182

Liputan Kompas TV KRI Rigel 933 temukan sinyal yang diduga milik pesawat Sriwijaya Air SJ182 ★

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa KRI Rigel sudah menemukan sinyal pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Dilain video diberitakan penemuan lokasi blackbox SJ 182.

 Berikut video dari Youtube : 




  ★ Youtube  

Basarnas Cari Sriwijaya Air SJ 182 dengan 3 Metode

Dari Angkasa hingga Bawah Laut KN SAR 301 Wisnu dalam pencarian pesawat SJ 182 [sindonews] ★

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito menyampaikan, pihaknya pada Minggu (10/1/2021) kembali melanjutkan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan menggunakan tiga metode.

"Hari ini rencananya Basarnas melakukan tiga metode pencarian. Tadi seperti diinformasikan Panglima TNI bahwa titik atau lokasi koordinat yang diduga sudah ditemukan," kata Bagus dalam konferensi pers di posko pencarian Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).

Ia melanjutkan, tiga metode tersebut akan dijalankan Basarnas dengan berbagai alat transportasi seperti helikopter dan kapal.

Pertama, pencarian dari angkasa, Basarnas akan menggunakan dua helikopter.

"Satu dari TNI AU, dan satu lagi dari Basarnas," ucap Bagus.

Kemudian, pencarian di atas permukaan laut dengan menggunakan kapal.

"Dan di bawah permukaan kita menggunakan kapal-kapal yang mempunyai perlengkapan sonar di antaranya adalah KRI Rigel yang telah diberikan bantuan oleh Panglima TNI," ucapnya.

Tim SAR dan KRI Rigel 933 TNI Angkatan Laut melakukan operasi di laut dekat pulau Lancang pada 10 Januari 2021, di mana sebuah pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 jatuh sesaat setelah lepas landas dari bandara Jakarta pada 9 Januari.★

Selain KRI Rigel, ia menyebut ada beberapa kapal lainnya yang juga memiliki kelengkapan sama yakni Kapal Baruna Jaya dan kapal dari Basarnas.

"Tadi malam sudah bergerak. Mudah-mudahan hari ini ada perkembangan yang lebih baik. Nanti secara periodik akan disampaikan ke masyarakat," kata dia.

Informasi tambahan dari rilis Basarnas, Minggu, pihaknya telah melaksanakan rencana operasi dengan membagi sektor-sektor pencarian melalui udara dan penyisiran di permukaan air.

Helikopter HR-1301 (AW) Basarnas sejak pukul 06.00 WIB sudah take off dari Lanud Atang Sedjaja terbang menuju LKP.

Sementara pencarian di permukaan air di sekitar LKP, tim SAR gabungan dibagi dalam 4 sektor dengan mengerahkan kapal masing-masing, KN SAR Basudewa, KN P Marore, KN Alugara, KN Trisula KPLP, KN P Nipah, KN Celurit, KN SAR Wisnu, KP 301, KN 204, KNP-348, KN SAR Karna, KN Belati, KN Catamaran - 504, serta sejumlah Rigid Inflatable Boat (RIB).

Selain penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan penyapuan bawah air dengan mengerahkan beberapa kapal, masing-masing KRI Rigel, KR Baruna Jaya dari BPPT, KN SAR Wisnu, dan MGS Geo Survey.

Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan bawah air yang canggih, seperti Multibeam Echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mendeteksi dan mencari badan pesawat.

  ★
Kompas  

BPPT Kerahkan Kapal Riset Baruna Jaya IV

Permintaan KNKT Mencari Pesawat Sriwijaya Air Kapal Riset Baruna Jaya IV yang bersandar di Pelindo IV Makassar (barunajaya.bppt.go.id, 2016) ★

Berbagai instansi pemerintah dikerahkan untuk membantu pencarian Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182, yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang, Sabtu (9/1).

Dalam laman sosial media BPPT, tampak instansi tersebut menanggapi permintaan KNKT.

Dikutip dari cuitan BPPT @BPPT_RI "menanggapi permintaan @KNKT_RI terkait pencarian dan penyelamatan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Pulau Laki-Pulau Lancang, saat ini Kapal Riset Baruna Jaya IV BPPT sedang melakukan persiapan teknis di pelabuhan Muara Baru".

"Berbagai peralatan side scan sonar untuk pencarian pesawat, seperti SSS, Maggy, ADP dan Pinger Locator tengah disiapkan tim teknis Kapal Riset Baruna Jaya IV," tulis BPPT di laman media sosial. (Della)

 Kapal Riset Berteknologi Canggih 
Kapal Baruna Jaya IV memiliki perangkat teknologi canggih sinyal sonar yang mampu mendeteksi objek hingga 2.500 meter di bawah permukaan laut. (dok. NOAA) ★

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mencari pesawat Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1).

Kapal ini terbilang istimewa, karena sejatinya buatan PT PAL Indonesia ini adalah kapal untuk kegiatan riset yang dibekali perangkat teknologi canggih sinyal sonar.

Teknologi sinyal sonar yang ada pada kapal ini mampu mendeteksi bentuk atau objek di permukaan laut sedalam 2.500 meter.

BPPT juga akan membawa alat sensor sonar portabel yang mendeteksi di kedalaman 250 meter, menurut situs resmi Baruna Jaya BPPT.

Sinyal sonar dapat dikirim dengan mengandalkan gelombang suara bawah air. Sinyal pantulan sonar akan diterima kembali oleh pusat kontrol di kapal untuk mengukur jarak, lalu mengonversi menjadi objek visual.

Kapal Baruna Jaya IV memiliki kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat, yaitu voice data recorder (VDR) dan flight data recorder (FDR).

Baruna Jaya sejatinya adalah kapal untuk kegiatan riset batimetri atau pemetaan permukaan laut. Ia juga biasa dimanfaatkan untuk melacak harta karun.

Menurut catatan, Baruna Jaya terlibat dalam pencarian pesawat Boeing 737 Adam Air penerbangan 574 di Sulawesi Tenggara pada 2007, pencarian kapal feri Bahuga Jaya di Selat Sunda pada 2012, dan pencarian KM Gurita di Sabang pada 1996.

Selain itu, kapal ini juga sempat dikerahkan untuk mencari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang pada 28 Desember 2014.

Saat itu, kapal Baruna Jaya IV berkolaborasi dengan Baruna Jaya 8 milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pada 30 Desember 2020 lalu, menurut situs resmi BPPT, kapal Baruna Jaya IV berhasil menyelesaikan misi pelayaran selama 182 hari di Jakarta untuk melaksanakan misi inovasi teknologi BPPT, khususnya di bidang survei kelautan.

Perjalanan kapal Baruna Jaya IV sendiri dimulai pada 20 Juni 2020 dan kembali pada 20 Desember 2020. Adapun perjalanan panjang Baruna Jaya IV ini dimulai untuk melaksanakan survei jalur kabel SKKL Lumori Sulawesi pada 20 Juni -15 Agustus 2020.

Lalu survei pencarian kapal tenggelam A. Alia sampai dengan 2 September 2020, survei jalur kabel Ina CBT di Labuan Bajo dan dilanjutkan ke Balikpapan sampai dengan 5 November 2020.

Selain itu, survei deployment InaBuoy sampai dengan 21 November 2020, survei advance Ina CBT Cilacap sampai dengan 19 Desember 2020 serta the covery Ina buoy pada 19 Desember 2020 terakhir bertolak kembali ke dermaga Muara Baru pada 20 Desember 2020.

  ★ Aksi | CNN  

KRI Rigel Ikut Dikirim Mencari Sriwijaya Air

Untuk Foto Tiga Dimensi KRI Rigel 933 [militaryphoto] ★

TNI AL mengerahkan beberapa Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan pencarian Sriwijaya Air SJ-182. Salah satunya KRI Rigel-933.

Pangko Armada I Laksamana Muda Abdul Rasyid Kacong mengatakan KRI Rigel ini nantinya diharapkan bisa membantu pencarian. Mengingat, KRI Rigel ini memiliki kemampuan untuk mengambil foto tiga dimensi di dalam air.

“KRI Rigel ini kapal multipurpose, yang bisa melaksankan foto tigadimensi di bawah air dan itu kita harapkan nanti bisa melaksankan pencarian,” ujarnya di Dermaga JICT, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Menurut Abdul Rasyid, KRI Rigel juga sudah memiliki pengalaman dalam melakukan pencarian pesawat jatuh. “Dan Rigel ini sudah pengalaman pada saat Lion Air jatuh,KRI ini yang melaksankan pencarian,” ucapnya.

Abdul Rasyid mengatakan, sebenarnya sudah ada 3 Kapal TNI AL yang sudah ada di Kepulauan Seribu untuk melakukan pencarian. Sedangkan pada malam hari ini, sudah ada 5 kapal yang bergerak.

Dan ada 4 kapal lagi yang menyusul diberangkatkan sehingga totalnya adalah 9 kapal. Seluruh kapal tersebut mengangkut tim penyelam yang berasal dari pasukan khusus TNI AL.

“Di lokasi sekarang itu sudah ada tiga kapal (dilokasi pencarian). Kemudian ada 5 KRI yang sekarang sudah bergerak ke sana yang melaksanakan operasi saya sudah perintahkan juga ke sana. Sekarang ini ada 4 KRI yang malam ini juga siap bergerak ke lokasi dan membawa tim penyelam,” jelasnya.

Meskipun begitu, penyelaman tidak akan dilakukan pada malam ini. Mengingat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan penyelaman.

“Belum untuk penyelam malam ini belum. Karena ada beberapa hak yang harus kita perhatikan,” ucapnya. (muh)

  ★ sindonews  

[Video] PT Sembada Karya Mandiri Upgrade KRI TNI AL

Salah satunya KRI Malahayati 362 KRI Malahayati 362 setelah menjalani program Mid Life Modernization [BUMN] ★

Badan usaha milik swasta turut serta upgrade MLM (Mid Life Modernization) kapal perang KRI Malahayati 362 bersama PT LEN industri.

Perusahan yang berlokasi di Jawa Barat, PT Sembada Karya Mandiri dipercaya ikut modernisasi kapal perang TNI AL.

Pada Kapal KRI Malahayati 362 pada tahun 2018 silam turut modernisasi Data Distribution Unit (DTU) dan Tactical Data Link (TDL) yang dirancang dan dikembangkan sendiri oleh PT Sembada Karya Mandiri.

Selain itu juga telah membuat sistem persenjataan SEWACO, diantaranya :

★ Sistem pengawasan pantai
★ DTU (Data Distribution Unit)
★ MIT (Manajemen Informasi Tempur)
★ RCWS (Remote Control Weapon Station)

Dari video yang diposkan PT Sembada Karya Mandiri nampak beberapa unit kapal perang TNI AL telah menggunakan DTU hasil produksi lokal.


 Berikut video diambil dari Youtube : 



  ★ Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...