Senin, 21 Maret 2022

KRI Sultan Hasanuddin-366 Latihan Bersama 2 Pesawat TNI AU

Di Perairan NatunaKRI Hasanuddin latihan menghadapi pesawat udara [KoArmada2] ☆

APC (Air Picture Compiler) milik KRI Sultan Hasanuddin-366 telah mendeteksi kontak udara musuh berupa kontak IFF. Prosedur AAW (Anti Air Warfare) pun dilaksanakan. Selanjutnya kapal perang dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II ini melaksanakan aksi bela diri dengan mengerahkan segala aset pertahanan udara yang dimiliki, yaitu Tetral Mistral, SKWS Decoy, Meriam OSRG 76 MM, dan Meriam Vector 20 MM.

Kondisi tersebut di atas merupakan rangkaian Latihan Perkasa A 2022 TNI-AU yang melibatkan KRI Sultan Hasanuddin-366, yang memiliki kemampuan pertahanan udara sebagai Gap Filler. Latihan dilaksanakan di perairan sekitaran kepulauan Tambelan, Jumat (18/3). Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam latihan diantaranya adalah pesawat Hawk, pesawat B/737, Kosek IKN, KRI SHN-366 serta melibatkan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dari TNI AD. Latihan Perkasa A 2022 yang melibatkan tiga matra yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang bertujuan mempererat jalinan kerjasama yang solid diantara tiga matra dalam melaksanakan operasi pertahanan udara.

Dibawah pimpinan Letkol Laut (P) Boy Yopi Hamel sebagai Komandan, KRI SHN-366 melaksanakan pertahanan udara dengan memanfaatkan segala aset yang dimiliki sehingga 2 pesawat Hawk lawan disimulasikan berhasil dilumpuhkan.

Menurut Letkol Boy Yopi Hamel, dengan dilaksanakannya latihan Perkasa A 2022 kali ini menunjukan unsur KRI dari TNI AL memiliki kemampuan pertahanan udara serta mampu melaksanakan tugas dengan baik untuk mendeteksi semua kontak udara.

“Latihan kali ini tidak hanya bertujuan kapal sebagai pengisi Gap Filler, namun tentunya juga bertujuan untuk melatih serta meningkatkan kemampuan prajurit KRI SHN-366 dalam mendeteksi kontak udara. Tentunya melatih profesionalisme perwira peperangan atas air yang menjadi modal utama dalam Peperangan anti Udara,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Dansatkor Koarmada II, Kolonel Laut (P) Andri Kristianto juga menyampaikan bahwa Latihan PAU (Peperangan Anti Udara) merupakan bentuk pembinaan profesionalisme pengawak KRI di jajaran Satkor Koarmada II yang merupakan pilar utama bagi TNI AL.

Hal ini lanjut Dansatkor, sesuai dengan instruksi Panglima Koarmada II, Laksda TNI Iwan Isnurwanto, agar setiap unsur KRI di jajaran Koarmada II selalu menjaga kesiapan tempur guna menghadapi ancaman yang dinamis. Kesiapan tempur tersebut dapat di asah melalui latihan yang bertahap, bertingkat dan berkelanjutan serta terukur. Selain itu juga selaras dengan program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengenai pembangunan ssstem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi.
 

  ☆ Koarmada II  

TNI AL Jajaki Kapal RHIB Trimaran

Wakasal Kunjungi PT. Samudera Indonesia Berjaya Dalam rangka menjajaki kerja sama pembuatan kapal Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Trimaran, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono melaksanakan kunjungan kerja ke Galangan PT. Samudera Indonesia Berjaya di Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (18/03) lalu.

Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari Prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono untuk memodernisasi KRI, Pesud dan Matpur menuju kekuatan yang siap dioperasikan (Operational Ready Force).

Kedatangan Wakasal yang didampingi oleh Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Sunaryo, Asisten Intelijen (Asintel) Kasal Laksda TNI Angkasa Dipua, Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran (Waasrena) Kasal Laksma TNI Achmad Wibisono dan Kepala Dinas Mabesal terkait, disambut langsung oleh Direktur Utama PT. Samudera Indonesia Berjaya, Richard Effendi.

Wakasal menerima paparan dari PT. Samudera Indonesia Berjaya tentang proyek kapal Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Trimaran yang direncanakan akan dibuat dengan tiga varian ukuran yaitu 12 meter, 8,5 meter dan 6 meter. RHIB Trimaran ini memiliki kemampuan jelajah sejauh 303 mil dengan muatan tangki sebanyak 2200 liter. Ketiga varian kapal Trimaran ini juga dilengkapi 3 lambung dan sudah dilengkapi dengan engine protection.

RHIB adalah kapal dengan lambung solid, merupakan perahu ringan namun performa dan berkapasitas tinggi. Perahu ini tidak dapat tenggelam karena ditopang tabung udara di bagian lambung atas badan kapal yang dipompa dengan udara bertekanan tinggi. Desainnya stabil, ringan, cepat, dan fleksibel.

Selain menerima pemaparan, Wakasal juga berkesempatan melakukan kunjungan secara langsung ke galangan dan bengkel tempat pembuatan kapal-kapal. Wakasal berharap kerja sama dengan PT. Samudera Indonesia Berjaya akan tetap terjalin sejalan dengan rencana proyek pembangunan kapal RHIB Trimaran ini.

  👷 TNI AL  

Minggu, 20 Maret 2022

Pangkalan TNI AL Timika Akan Menjadi Tipe B

⚓ Mencakup 3 Perairan di Papua BaratIlustrasi Lantamal [TNI AL] ⚓

Pangkalan TNI AL Timika dalam waktu dekat segera naik status dari tipe C menjadi tipe B. Peningkatan status Pangkalan TNI AL Timika itu karena mempertimbangkan wilayah kerja begitu luas.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IX Merauke Brigjen TNI Marinir Gatot Mardiyono mengatakan, Pangkalan TNI AL Timika tidak saja mencakup perairan Kabupaten Mimika. Namun, juga perairan Kabupaten Asmat dan perairan Kabupaten Kaimana di Provinsi Papua Barat.

Selain itu keberadaan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai salah satu objek vital nasional juga menjadi dasar meningkatkan status Pangkalan TNI AL Timika menjadi tipe B.

"Kami sudah mengajukan kepada pimpinan dengan harapan Lanal Timika yang sekarang berstatus tipe C naik ke Tipe B sehingga nantinya Komandan Lanal Timika akan dijabat oleh seorang perwira berpangkat kolonel," ujar Gatot di Timika, Rabu (16/3/2022).

Dia bersama istri siang ini juga melakukan kunjungan perdana ke Markas Pangkalan TNI AL Timika. Gatot baru beberapa bulan menjabat Danlantamal XI Merauke menggantikan Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso.

Wilayah kerja Lantamal XI Merauke cukup luas mencakup sebagian besar wilayah pesisir selatan Papua mulai dari Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, Mimika hingga Kaimana.

Dalam 100 hari pertama bertugas sebagai Danlantamal XI Merauke dia memprogramkan untuk mengunjungi semua satuan TNI AL yang ada di wilayahnya.

"Lanal Timika merupakan Lanal terbesar dan cukup jauh dari Mako kami di Merauke. Makanya saya datang ke Timika untuk melihat kondisi kantor maupun personel kami yang bertugas di Lanal Timika untuk memberikan motivasi kepada mereka sekaligus nantinya kami akan mengecek langsung pos-pos TNI AL yang ada di Timika," ucapnya.
 

  💂 
Inews  

Alutsista Pertahanan Udara CIWS 35 mm

♞ Layak diakuisisi TNIPresentasi Skyprotector 35 di Cimahi [Pussenarhanud] ☆

Dari media Pussenarhanud diberitakan perusahaan pemasok kendaraan tempur (ranpur) Infantry Fighting Vehicle (IFV) Pandur II ke TNI AD, PT Republik Defens Indonesia (RDI) menawarkan senjata pertahanan udara Skyprotector CIWS 35 mm.

Ranpur Pandur II diberi nama lokal Kobra, merupakan kerja sama antara Pindad dengan perusahaan asal Ceko, Excalibur Army, yang merupakan bagian dari Excalibur Group (kini disebut CzechoSlovak Group atau GSC).

Nantinya senjata arhanud Skyprotector CIWS 35 mm akan menggunakan platform IFV Pandur II, karena PT RDI memasok ranpur tersebut.

  Solusi Hemat Tepat Guna 
Rheinmetall menggunakan Skyranger pada ranpur Boxer {Rheinmetall]

Bila melihat kegunaan alutsista arhanud tersebut, PT RDI menawarkan solusi pertahanan bergerak (mobile) dengan menaruh sistem senjata diatas ranpur Pandur II/Kobra, seperti yang di tawarkan Rheinmetall ataupun perusahaan alutsista lainnya yang menggunakan wahana tempur lokalnya.

Melihat kebutuhan arhanud bergerak, seharusnya Pindad super aktif menawarkan solusi yang hampir sama tapi mengunakan produk lokal, dengan menawarkan FSV Badak. Tentunya dengan mengunakan ranpur lokal, harga bisa lebih murah dan menambah proyek alutsista kedepan.

Diketahui alutsista Skyranger/Skyprotector produksi Rheinmetall merupakan barang premium, solusi lain bisa menggunakan alutsista produksi Aselsan, Turki.

KORKUT SPAAG [FNSS]

Perusahaan alutsista Turki, Aselsan, menawarkan CIWS (Close in Weapon System) Korkut yang telah melewati serangkaian fase uji coba dan mampu menembak jatuh target drone yang melesat dengan kecepatan tinggi. Dalam skenario tersebut, Aselsan CIWS diproyeksi untuk menghadang terjangan rudal ataupun roket.

Mengutip Indomiliter, Desain yang ditawarkan Aselsan CIWS yaitu kemampuan deteksi, pelacakan hingga penghancuran sasaran secara terintegrasi dalam mode otonom penuh. Hal tersebut berkat modul kubah kanon yang sudah terintegrasi dengan sistem radar. Selain mampu melontarkan proyektil 35 mm standar NATO, Aselsan juga merilis munisi tersendiri, Airburst Ammunition (ATOM). Bahkan kanon ini punya kemampuan penggantian tipe munisi, antara munisi HEI dan ATOM secara otomatis lewat Automatic Linkless Ammunition Feed Mechanism (ALAFM).

Dari ulasan ringkas diatas tentunya merupakan alternatif hemat dan tepat guna, selain menyerap tenaga kerja lokal, dan fungsi utama modernisasi pertahanan udara TNI terpenuhi. Dan perlu diingat dari konflik Ukraina - Rusia, banyak ranpur hancur total karena serangan rudal dan ATGM.


  ♘
Garuda Militer  

Launching PC 60 KRI Dorang 874

⚓ 👷
Dari website Caputra Mitra Sejati di publikasikan peluncuran kapal patroli PC-60 KRI Dorang 874.

TNI AL diketahui telah memesan 2 unit kapal patroli PC-60 pada galangan kapal Caputra Mitra Sejati (CMS) dan satu unitnya yang diberi nama KRI Dorang 874 telah diluncurkan.

Berikut penampakannya :
 



  👷 Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...