Rabu, 23 Maret 2022

Kemhan Akan Bentuk 5 Batalion

 Dimana 1 Batalion berjumlah 500 orang 
https://img.inews.co.id/media/822/files/inews_new/2021/10/07/komcad_jokowi.jpgPersonel komponen cadangan (komcad) di Lapang Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/10/2021). (Foto/MPI/Adi Haryanto) 💂

K
ementerian Pertahanan (Kemhan) akan membentuk 5 Batalion dari program Komponen Cadangan (Komcad) Tahun 2022. Nantinya, matra darat akan memiliki 3 Batalion, dan matra laut dan udara masing-masing 1 Batalion.

Adapun 1 Batalion berjumlah 500 orang. Untuk matra darat 3 Batalion, masing-masing 500 orang di Kodam II/Swj, Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XIV/Hasanuddin.

Kemudian 500 orang matra laut di Kodikmar Surabaya, serta 500 orang matra udara di Pusdiklat Pasgat, Bandung.

Direktur Sumber Daya Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Fahrid Amran mengatakan, pembentukan Komcad merupakan persiapan dini pembangunan sistem pertahanan negara. Mereka dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama (TNI).


https://img.okezone.com/content/2021/10/08/337/2483057/3-103-anggota-komcad-dilantik-dpr-ingatkan-bukan-ajang-gagah-gagahan-mhkjXiwAsZ.jpgLebih jauh dikatakan, Komcad tak hanya berupa sumber daya manusia yakni warga negara, melainkan juga berupa sumber daya alam, sumber daya buatan, dan sarana prasarana nasional yang telah disiapkan.

"Kesiapsiagaan itu, sebagai wujud usaha negara dalam menghadapi ancaman militer maupun ancaman non militer," kata Fahrid dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (21/3/2022).

Dalam hal pengelolaan, Komcad dilaksanakan berdasar kebijakan umum pertahanan negara, dengan menerapkan sistem tata kelola pertahanan negara yang demokratis, berkeadilan. Selain itu, hak asasi manusia juga dihormati dan menaati peraturan perundang-undangan.

“Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang PSDN, Komponen Cadangan merupakan salah satu wadah dan bentuk keikutsertaan warga negara secara sukarela serta sarana dan prasarana nasional dalam usaha pertahanan negara, sehingga komponen cadangan bukan wajib militer," ujarnya.

  💂 INews  

Selasa, 22 Maret 2022

[Global] AS Sarankan Turki Kirim Sistem Rudal Buatan Rusia ke Ukraina

➶ 😺S-400 Turki [ist] ★

Amerika Serikat secara informal telah menyarankan Turki untuk mengirimkan sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia ke Ukraina. Tujuannya, agar pihak Ukraina mendapatkan bantuan untuk mengatasi serangan militer Rusia.

Sumber Reuters mengatakan beberapa pejabat AS telah mengajukan solusi tersebut selama sebulan terakhir kepada Turki, meski permintaan formal masih belum diajukan.

Sumber tersebut juga menyampaikan wacana ini muncul kala Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, mengunjungi Turki pada awal bulan ini.

Administrasi Presiden Joe Biden telah lama meminta sekutunya untuk menggunakan alutsista dan sistem Rusia, termasuk S-300 dan S-400, untuk dikirimkan ke Ukraina.

Sejumlah pakar menilai ide tersebut bakal ditolak oleh Turki.

Sementara itu, pihak berwenang Turki belum memberikan tanggapan terhadap usulan AS ini.

Kementerian Luar Negeri Turki juga tak dapat dihubungi kala dimintai permintaan komentar.

Namun, AS sebelumnya sempat meminta Turki untuk menyingkirkan baterai rudal buatan Rusia kala barang itu tiba pada Juli 2019. AS juga telah menjatuhkan sanksi pada industri pertahanan Turki dan mengeluarkan negara itu dari program jet tempur F-35.

Ankara menyatakan negaranya memilih S-400 karena sekutu tak menyediakan senjata yang memuaskan.

Melihat hubungan keduanya yang sempat kusut karena masalah senjata Rusia, AS disebut menggunakan momentum ini untuk mengembalikan Turki ke orbit Washington. Sejumlah upaya untuk mengembalikan kembali hubungan keduanya semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. (pwn/bac)

  ➶ CNN  

Menhan Prabowo Menerima Kunjungan Kehormatan Komandan USINDOPACOM

 Bahas kerjasama dan modernisasi pertahanan dan isu global 
https://indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2022/03/IDMMMM-696x464.jpgMenteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Commander of the United States Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) Admiral John Christopher Aquilino di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Senin (21/2). (Dok IDM) ★

M
enteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Komandan Armada Militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Indo-Pasifik (US Indo-Pacific Command/USINDOPACOM). Laksamana John C Aquilino tiba langsung di kantor Kemhan, Senin (21/3/2022).

Salah satunya yang dibahas antara lain modernisasi alutsista dan kemampuan tempur personil. Keduanya juga membicarakan Laut China Selatan (LCS) serta juga isu terkait Rusia dan Ukraina.

"Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal, di antaranya modernisasi pertahanan yang termasuk pelatihan dan pendidikan hasil kerja sama Departemen Pertahanan AS dengan Kemhan RI, isu dan tantangan di LCS, strategi AS di kawasan Indo-Pasifik pada tahun 2022," tulis keterangan resmi Kemenhan yang diterima CNBC Indonesia.

"(Termasuk) perkembangan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina."

Soal kemampuan tempur personil, Indonesia dan AS disebutkan telah menjalin kerja sama sejak tahun 1950 di berbagai bidang. Salah satunya di bidang pendidikan dan pelatihan untuk Taruna atau Kadet TNI di lembaga pendidikan militer di AS.

"Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan AS mencakup dialog dan konsultasi bilateral tentang isu-isu keamanan bersama," ujar Kemhan.

Sayangnya soal LCS dan Rusia-Ukraina tidak detail diberitahukan.

Sementara itu sebelumnya, Aquilino dalam laporan Associated Press menuturkan aktivitas China yang makin agresif di LCS. China telah memiliterisasi tiga pulau yang disengketakan bahkan melengkapinya dengan sistem rudal anti-kapal dan anti-pesawat.

Washington menyebut ini merupakan pelanggaran peraturan internasional. Negeri Paman Sam mengatakan wilayah itu seharusnya menjadi wilayah dengan kebebasan navigasi dan Beijing tidak boleh mengendalikan jalur pelayaran di wilayah itu.

Sementara perang Rusia dan Ukraina masih terus terjadi. AS merupakan salah satu negara yang memberi sanksi ke Rusia dan membantu militer Ukraina. (sef/sef)

  ✪ CNBC  

Senin, 21 Maret 2022

Panglima TNI Evaluasi Total Prajurit yang Bertugas di Papua

Kebohongan Danki Gome TerungkapPanglima TNI 💂

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Andika Perkasa, menyatakan telah mengevaluasi para prajurit yang bertugas di Papua setelah terbongkarnya kebohongan komandan kompi (danki) di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua terkait kronologi gugurnya tiga prajurit TNI di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Andika mengatakan, evaluasi tersebut bahkan diberikan untuk para prajurit yang akan berangkat ke Papua.

“Jadi yang baru-baru berangkat kemarin sudah kami brief abis, bahkan kepada yang sedang beroperasi di sana pun kami sampaikan evaluasi itu,” kata Andika di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (21/3/2022).

Kebohongan danki tersebut terkait kronologi peristiwa penyerangan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan tiga prajurit TNI. Andika mengatakan, danki tersebut melaporkan bahwa mereka mendapatkan serangan dari KKB ketika melakukan patroli di sejumlah titik.

Padahal, yang terjadi mereka tidak berpatroli tetapi sedang melakukan pengamanan proyek galian pasir ilegal demi mendapatkan uang tambahan.

Berkaca dari kebohongan tersebut, Andika pun menyoroti soal kejujuran prajurit. Dia juga meminta para komandan di Papua agar tidak mengorbankan anak buah demi kantong pribadi.

“Jangan dong sampai terlalu ceroboh, pertimbangan uang untuk pribadi, tetapi kemudian yang jadi korban anak buah,” kata Andika.

Andika sebelumnya menyatakan geram telah dibohongi anak buahnya terkait penyerangan oleh KKB terhadap Pos Ramil di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, yang terjadi 27 Januari lalu. Kebohongan itu diketahui ketika ditemukan adanya kejanggalan dalam kronologi penyerangan yang menewaskan tiga prajurit tersebut.

“Ternyata hasilnya berbohong. Yang terjadi bukan yang dilaporkan, yang terjadi sebenarnya disembunyikan oleh si danki (komandan kompi) dari komandan batalyon,” kata Andika dikutip dari kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa, Minggu kemarin.

Tiga prajurit yang menjadi korban serangan KKB adalah Serda Rizal, Pratu Tupas Baraza, dan Pratu Rahman.

  💂
Kompas  

KSAL Resmikan 2 Kapal Perang Baru

⚓ PC-60 Buatan Dalam NegeriDua PC 60 produksi CMS (M Iqbal-detikcom)/ ⚓

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono meresmikan dua kapal perang baru buatan dalam negeri. Kedua kapal itu diberi nama KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875.

Kapal ini dibuat di galangan kapal milik PT Caputra Mitra Sejati di Salira, Kabupaten Serang. Kapal ini berada di kelas 60 meter dengan spesifikasi panjang 60 meter, lebar 8,50 meter dan bobot 440-520 ton.

Kapal ini disebut bisa melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot. Kapal disebut memiliki ketahanan berlayar selama enam hari dan dapat mengangkut 46 personel ditambah sembilan personel cadangan.

"Kapal patroli kita yang dulu sering dibangun PC 40 pada saat ini kita kembangkan menjadi PC 60, sehingga harapannya dapat melaksanakan operasional pelayaran jauh di luar, bisa di ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) kita. Sehingga dengan pengembangan baru dengan PC 60 ini nantinya ke depan bisa dilengkapi dengan rudal di kondisi darurat, namun di situasi seperti ini untuk dua KRI PC 60 ini kita gunakan untuk patroli rutin dalam rangka penegakan hukum," kata Laksamana Yudo, Senin (21/3/2022).

Kapal ini dibuat bersama para ahli dari dalam negeri. Yudo mengaku bangga karena kapal bisa selesai tepat waktu.

"Ini merupakan kapal 8 dan 9 yang telah dibangun PT Caputra Mitra Sejati sejak tahun 2015 dan juga dibangun bersama dengan para ahli dari Indonesia dan para lulusan ITS, rancang bangun dan sebagainya sehingga dalam waktu yang ditentukan mampu membangun dan tepat waktu dan pada hari ini kita launching dan beri nama sesuai dengan nama kapal patroli kita sehingga dengan lambung delapan namanya nama-nama ikan," ujarnya.

Usai diresmikan, dua kapal ini akan dikirim ke Sorong untuk memperkuat Koarmada 1 dan 3. Kapal ini disebut bisa dipasangi rudal pada kedua sisi lambung kapal.

"Keistimewaannya nanti akan dipasang senjata di haluan itu 40 milimeter dan juga di lambung kanan kiri 20 milimeter untuk pertahanan udara. Karena ini situasi damai sehingga cukup untuk melaksanakan patroli laut. Nantinya apabila ini tadi saya sampaikan apabila dalam darurat atau negara dalam bahaya kapal ini bisa kita tambah rudal karena sudah disiapkan juga ruangan untuk salurannya," tuturnya. (haf/haf)
 

  💂 detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...