Libatkan Pesawat Tempur F-16 dan F-35A
✈️ Ilustrasi F-16 TNI AU bersama F35 USAF [militer udara]
TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force (RAAF) akan menggelar latihan bersama (latma) bersandi “Elang Ausindo 2023".
Latma itu akan digelar di wilayah udara Sulawesi Utara.
Meeting Final Planning Conference (FPC) telah digelar guna memantapkan skema dan jadwal.
FPC dipimpin oleh Danwing Udara 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Gusti Made Yoga di Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (5/7/2023).
Dalam latma kali ini, TNI AU akan mengerahkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Sementara itu, RAAF bakal mengerahkan pesawat tempur F-35A.
“Tujuan (latihan) untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas penerbang tempur dalam suatu operasi bersama yang melibatkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dan pesawat tempur F-35A dari RAAF,” demikian keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, dikutip pada Minggu (9/7/2023).
Sebelum ini, telah dilaksanakan survei sarana dan prasarana untuk persiapan latma Elang Ausindo 2023, di antaranya Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Lanudal Manado, Base Ops Lanud Sam Ratulangi, RSAU Dr. Charles P.J Suoth Lanud Sam Ratulangi, dan Mako Lanud Sam Ratulangi.
Dikutip dari Kompas.id, Latma Elang Ausindo merupakan latihan dimaksudkan untuk memperkaya keahlian tempur angkatan udara kedua negara sembari memupuk persahabatan.
Kedua angkatan udara akan berlatih manuver dasar bertempur (basic fighting manoeuvre) yang meliputi pertarungan satu lawan satu, dua lawan dua, dan empat lawan empat.
Sinyal di Laut Merah tapi Posisi di Natuna Utara
Foto yang diambil pada tanggal 7 Juli 2023 dan dirilis pada tanggal 11 Juli oleh Badan Keamanan Laut Indonesia (BAKAMLA) ini menunjukkan pemandangan udara dari kapal berbendera Iran, MT Arman 114 (atas) di samping kapal berbendera Kamerun, MT S Tinos, yang diduga melakukan transhipment ilegal di perairan zona ekonomi eksklusif Indonesia di laut Natuna, di lepas pantai provinsi Riau. Otoritas maritim Indonesia telah menyita sebuah kapal tanker berbendera Iran yang membawa lebih dari 200.000 metrik ton minyak mentah ringan setelah diduga melakukan transfer ilegal di laut, kata mereka pada 11 Juli lalu. (HANDOUT/Badan Keamanan Laut Indonesia/AFP) ★
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengungkap kejanggalan kapal super tanker berbendera Iran, MT Arman 114, yang mereka tangkap usai diduga membuang limbah di Laut Natuna Utara.
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan, automatic identification system (AIS) atau sistem identifikasi kapal menunjukkan bahwa mereka berada di Laut Merah, tetapi posisi kapal justru di Laut Natuna Utara.
“Ini melaksanakan penipuan, jadi menghidupkan AIS posisinya di Laut Merah, tapi kapal di sini. Jadi sudah berniat jahat,” kata Aan saat konferensi pers di Kantor Bakamla, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2023).
Aan menyebutkan, modus semacam itu merupakan hal baru. Bakamla pun akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait jika menemukan modus semacam itu.
Adapun Bakamla RI menangkap kapal MT Arman 114 pada Jumat (7/7/2023).
Aan menyebutkan, kapal super tanker itu diduga melakukan aktivitas ilegal di Laut Natura Utara, yang mana masuk wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.
Aktivitas ilegal itu adalah transhipment atau pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain dengan kapal berbendera Kamerun, MT STinos, yang kabur, membuang limbah, dan melakukan pengelabuan automatic identification system (AIS).
Aktivitas itu pun terdeteksi. Unsur kapal patroli Bakamla, KN Pulau Marore-322, kemudian mengejar.
“Karena tidak mau berhenti, kami tetap melaksanakan sesuai aturan. Jadi kami ada tahap prosedur aturan untuk menghentikan kapal, mulai dari komunikasi, kemudian agak keras bicaranya, kemudian melakukan tembakan peringatan itu sudah kami laksanakan," kata Aan.
"Tembak ke udara, ke depan, ke haluan, buritan kapal, dia tetap tidak mau berhenti," tutur Aan.
Kapal MT Arman 114 kemudian kabur ke wilayah ZEE Malaysia. Sementara kapal MT STinos kabur arah utara. Bakamla pun fokus mengejar MT Arman.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara Bakamla dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), KN Pulau Marore 322 diizinkan melakukan hot pursuit atau masuk oleh APMM ke ZEE Malaysia.
Dari APMM menerjunkan tujuh personel beserta satu helikopter yang langsung turun ke kapal MT Arman 114. Bakamla dan APMM pun menangkap kapal tersebut.
Setelah diperiksa, kapal MT Arman 114 itu memiliki nahkoda berkebangsaan Mesir dengan anak buah kapal berjumlah 28 orang dari Suriah.
Kapal tersebut bermuatan Light Crude Oil (LCO) 272.569 metric ton.
Bakamla sedang mendalami aktivitas MT Arman 114 dan MT STinos yang kabur, serta dari mana mereka berasal.
“Tetapi yang jelas, mereka jual minyak di perairan kita. Jadi wilayah perairan kita sering digunakan kegiatan ilegal,” kata Aan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, MT ARMAN 114 diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang ZEE Indonesia; UU No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Peraturan Perundang-undangan di bidang Pelayaran lainnya; dan UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sepanjang 2023
(Kompas) ★
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan, pesawat militer Amerika Serikat (AS) sering melanggar perbatasan wilayah udara Indonesia dalam rentang waktu Januari-Juni 2023.
Selain pesawat militer AS, pesawat militer India juga pernah melanggar batas wilayah udara Indonesia.
Hal tersebut Yudo sampaikan dalam Rapat Konsultasi antara Pimpinan DPR dan pemerintah mengenai evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan tahun 2023-2024 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2023).
"Warna merah adalah pelanggaran yang dilakukan oleh pesawat udara militer, tepatnya dilakukan oleh Amerika Serikat, tercatat sejumlah delapan kali pelanggaran. Dan pesawat militer India pernah dua kali melanggar," ujar Yudo seraya menunjukkan paparannya.
Yudo menjelaskan, pesawat sipil AS lagi-lagi juga melanggar batas wilayah udara Indonesia sebanyak tiga kali.
Lalu, ada juga pesawat sipil milik Republik Ceko yang melanggar di wilayah udara Indonesia sebanyak satu kali.
"Dari data tersebut, pelanggaran terjadi 13 kali, di FIR Singapura di atas Kepri dan sekali di wilayah udara Kosek I Medan," ucapnya.
Kemudian, Yudo membeberkan situasi di perbatasan Indonesia, di mana banyak patok perbatasan yang rusak dan hilang.
Yudo mendesak kepada pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Hal ini penting agar prajurit TNI lebih optimal dalam melaksanakan tugas pengamanan perbatasan," kata Yudo.
Selain itu, kata dia, kemampuan pengawasan TNI terbatas lantaran dihadapkan dengan medan operasi yang berat dan luas.
Di daerah perbatasan Indonesia, terjadi keterbatasan sarana prasarana pendukung, seperti akses jalan, listrik, air, serta keterbatasan sensor dan peralatan.
"Hal ini berdampak pada munculnya beberapa daerah blind spot area yang belum bisa kami monitor secara ketat," jelasnya.
"Kompleksitas sosial budaya masyarakat di wilayah perbatasan menyangkut hukum adat, kesenjangan ekonomi dengan negara tetangga, pengaruh tokoh adat dan tokoh agama menyebabkan permasalahan yang berkepanjangan," imbuh Yudo.
(detik) ★
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengungkap kronologi penangkapan kapal supertanker berbendera Iran, MT Arman 114, yang melakukan pemindahan barang (transshipment) secara ilegal dan membuang limbah (dumping) di perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.
Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya (Laksdya) TNI Aan Kurnia saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa, menyampaikan kapal itu beserta nakhoda dan kru kapal, yang seluruhnya warga negara asing (WNA), per hari ini masih ditahan di Batam, Kepulauan Riau, setelah ditangkap di perairan Malaysia pada Jumat minggu lalu (7/7).
Kapal tersebut beserta nakhoda dan kru kapal, yang seluruhnya merupakan warga negara asing (WNA), saat ini ditahan di Batam, Kepulauan Riau, setelah ditangkap di perairan Malaysia pada Jumat minggu lalu (7/7).
“Tanggal 7 Juli kurang lebih hari Jumat, Pusat Informasi Maritim Bakamla mendeteksi spot yang mencurigakan. Spot itu ada titik, ada blok yang mencurigakan. Itu menjelang sunrise, jadi pagi hari. Ada kejadian mencurigakan di ZEE Indonesia,” kata Laksdya Aan saat jumpa pers di Markas Besar Bakamla, Jakarta, Selasa.
Kemudian, Kepala Bakamla memerintahkan patroli udaranya untuk mendeteksi titik mencurigakan tersebut. Hasil visual dari patroli udara mengonfirmasi ada aktivitas mencurigakan.
Aan lanjut memerintahkan kapal patroli Bakamla KN Pulau Marore-322 untuk mendekat. Tidak lama, sekitar pukul 07.30 WIB, KN Pulau Marore melaporkan ada dua kapal supertanker berbendera Iran, MT Arman 114 dan kapal supertanker berbendera Kamerun, MT STinos, yang melakukan aktivitas ilegal di perairan Indonesia, yaitu memindahkan bahan bakar minyak (BBM) dari satu kapal ke kapal lainnya.
“Kapal punya hak lintas damai, kapal negara manapun boleh melintas di ZEE selama dia tidak melakukan kegiatan-kegiatan. Setelah dilihat dan didekati KN Marore terlihat dua kapal supertanker melaksanakan transshipment. Terlihat tali-tali menempel (menghubungkan dua kapal, red.),” kata Aan.
Dia menegaskan aktivitas itu jelas dilarang dilakukan oleh kapal-kapal asing tanpa ada persetujuan dari otoritas di Indonesia.
“KN Marore menggunakan komunikasi untuk memerintahkan kapal berhenti. Ternyata kapal tidak mau berhenti, tetap jalan perlahan. Sambil jalan, dia melakukan dumping, membuang limbah,” kata Kepala Bakamla RI sambil menunjukkan foto-foto dumping limbah yang dilakukan kapal supertanker asing tersebut.
Kapal patroli Bakamla terus membuntuti dua kapal supertanker tersebut mengingat ukuran KN Pulau Marore tidak memungkinkan untuk menghentikan kapal-kapal supertanker.
Dalam proses pengejaran itu, kru KN Pulau Marore juga melepas tembakan peringatan ke atas, kemudian ke haluan, dan buritan kapal, tetapi peringatan itu juga tidak diindahkan oleh kapal supertanker asing tersebut.
“Waktu itu memang saya tidak izinkan menembak kapalnya, meskipun aturannya kalau sudah tahap-tahap terakhir boleh menembak. Tetapi karena bawa bahan bakar, kalau ditembak dampaknya luar biasa. Sehingga tetap kami bayang-bayangi kami ikuti terus. Tetapi karena kapal ini nakal, kapal ini masuk sampai ZEE Malaysia,” kata Laksdya Aan.
Kepala Bakamla pun langsung menghubungi Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) untuk meminta izin melakukan pengejaran seketika (hot pursuit) sekaligus berkoordinasi dengan otoritas Negeri Jiran.
Bakamla dan APMM menjalin hubungan yang erat, mengingat keduanya tergabung dalam ASEAN Coast Guard Forum, yang dipimpin oleh Badan Keamanan Laut RI.
APMM pun mengerahkan pasukan khusus dan helikopternya untuk menghentikan laju kapal supertanker berbendera Iran, MT Arman 114. Dalam proses penghentian itu, satu kapal supertanker lainnya, yang berbendera Kamerun berhasil melarikan diri.
“Akhirnya (kapal) berhenti, kemudian baru kami mengirim sekoci cepat untuk merapat. Kami berkoordinasi di atas geladak kapal yang menjadi target ini dengan APMM dan ada take over (penyerahan) dan kapal diberikan ke tim kawal Indonesia, dan dibawa ke Batam. Hari Minggu (9/7) kapal tiba di Batam, langsung kami proses,” kata Aan.
Dia menyampaikan insiden itu telah dilaporkan secara resmi ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Bakamla juga telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, TNI Angkatan Laut, dan Polri.
“Sekarang masih berproses di Batam,” kata Aan.
✈️ Untuk gantikan F-16-nya
[PAF]
Irak dilaporkan telah menandatangani kesepakatan dengan Pakistan, setelah dua tahun wacana diplomatik untuk membeli pesawat tempur buatan Pakistan.
Seperti dilansir situs Pakistan, The News International (9/7), Irak telah bergabung dengan daftar negara yang mengakuisisi jet tempur JF-17 Thunder.
Selain Pakistan, saat ini jet tempur JF-17 telah beroperasi dengan Angkatan Udara Nigeria dan Myanmar.
Dikabarkan, selusin JF-17 yang dipesan Irak adalah varian mutakhir Block III, dengan biaya diperkirakan sekitar 664 juta dolar AS.
Penambahan jet tempur baru ini ditetapkan untuk mengambil alih peran F-16 buatan Lockheed Martin Amerika Serikat.
Jet tempur F-16 milik AU Irak dilaporkan sudah tak lagi operasional dikarenakan kekurangan suku cadang dan kurangnya dukungan perawatan.
Mengenai JF-17, jet tempur generasi ke-4/4,5 ini dikembangkan bersama oleh PAC Pakistan dengan pabrik pesawat CAC (Chengdu Aircraft Corporation) China.
Varian JF-17 Block III atau JF-17C ini telah mengadopsi atau berbagi beberapa teknologi canggih dari jet tempur siluman J-20 Mighty Dragon, China.
Pilot telah dibekali Helm Mounted Display (HMD) serupa dengan helm pilot J-20. HMD akan memancarkan semua informasi penerbangan penting yang biasanya ditampilkan di layar kokpit.
Ini mengurangi tekanan stress selama terbang dan memungkinkan pilot untuk lebih fokus pada misi tempurnya.
JF-17C memiliki kemampuan yang telah ditingkatkan, seperti Missile Approach Warning Systems (MAWS), Wide Angle Smart HUD, lebih banyak titik keras di dagu, dan rangkaian perang elektronik terintegrasi (EW).
Pada hidung pesawat juga diyakini telah terpasang radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang dipasok oleh China.
Jumlahnya bawaan senjata JF-17C juga lebih banyak dibandingkan varian A/B. Salah satu senjata terbarunya adalah rudal udara ke udara canggih buatan China, PL-10E.
Digadang-gadang, JF-17C mendapatkan peningkatan kemampuan high off-boresight missile di mana pesawat dapat menembak dari posisi apa pun.
Peningkatan penggunaan komposit serat karbon juga telah diterapkan pada JF-17C yang mengurangi bobot pesawat secara signifikan. -RBS-