Minggu, 07 Januari 2024

PT LEN Industri Berikhtiar Tetap Tangguh dan Tumbuh

 Tahun 2024 Penuh Tantangan Radar GCI (infographic Antara) 🛰

PT LEN Industri berhasil mencetak sales revenue hingga Rp 4,67 Triliun di tahun 2022 lalu. Meski proses audit belum selesai sepenuhnya, diperkirakan sales revenue perusahaan di tahun 2023 akan melewati angka Rp 6 Triliun.

Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Len Industri (Persero), Irland Budiman saat menjelaskan kinerja perusahaan kepada wartawan di Jalan Guntur 22, Malabar, Kota Bandung, Jumat (5/1).

“Sales terbesar masih di produk-produk pertahanan dengan proporsi 28 persen, sistem transportasi 24 persen, energi terbarukan 19 persen dan bidang-bidang lainnya, termasuk teknologi informasi,” kata Irland.

Dia menjelasakan, sejak gabung dalam Holding Defend ID pada tahun 2022, PT. LEN Industri terus melakukan transformasi di berbagai bidang.

“Di bidang Elektronika Pertahanan, kami berfokus pada comand control system, survilence, communication system, hingga ke bidang electeonic warfare,” tutur Irland.

“Terbaru kita delivery Radar GCI dan beberapa produk pertahanan lainnya,” lanjutnya.

Di bidang Energi Terbarukan, kata Irland, pihaknya memproduksi solar rooptop, solar sistem remote area, solar rooptop president dan beberapa produk lainnya.

Di bidang Sistem transportasi, ujar dia, “Perusahaan terlibat di proyek LRT Palembang,Jakarta dan Jabodebek. Termasuk sinyal perkeretaapian,” kata Irland.

“Kita terlibat dalam transformasi perkeretaapian mulai dari Binjai hingga ke Makassar,” kata dia.

Sementara di bidang teknologi informasi dan sistem navigasi kami menggarap instalasi radar hingga stasiun gempa bumi. “Kami juga menggarap instalasi radar cuaca hingga stasiun gempa bumi,” kata Irland.

Memasuki tahun 2024, cetusnya, PT LEN Industri terus berikhtiar untuk menjadi korporasi yang tangguh dan terus bertumbuh di tengah semakin besarnya tantangan yang harus dihadapai.

“Di tahun 2024, kami ingin terus tumbuh. Targetnya bisa mencapai angka pertumbuhan hingga 11,6 persen dari target RKAP,” kata Irland.

Dia pun mengakui bila di tahun 2024 PT LEN Industri akan menghadapi tantangan yang tak ringan. “Selain menghadapi tahun politik, kita punya banyak pesaing dari industri pertahanan luar negeri,” ujarnya.

Tak mau tergantung pada produk-produk pertahanan, PT LEN Industri juga memperkuat sales produk komersil.

“Kita terus melakukan transfornasi. Kedepan berfokus pada strategi, bagaimana kita bisa menklaim kontrak- kontrak yang kita garap untuk mningkatan kontak dan mengenerate jadi pendapatan perusahaan,” tandsanya.

  📡
RMOL  

Sabtu, 06 Januari 2024

French Air Force Joined Jordanian to Air Drop Seven Tonnes of Humanitarian Medical Aid to Southern Gaza

KRI Diponegoro Laksanakan Peran Jaga Perang

🛡 Selama melintas di Area Of Interest (AOI)KRI DPN 365 bersama KRI BON 907 [dispenal]

Guna merespon perkembangan situasi di sekitar perairan Teluk Aden, Bab El Mandeb dan Laut Merah, KRI Diponegoro-365 yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL di bawah komando Dansatgas Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu, melaksanakan Peran Jaga Perang selama melintas di Area Of Interest (AOI) dari tanggal 30 Desember 2023 s.d. 2 Januari 2024.

Dalam pelaksanaan lintas laut tersebut, KRI Diponegoro juga berusaha menjalin komunikasi dengan beberapa kapal perang asing yang tergabung di dalam CTF 151 (Counter Piracy) dan CTF 153 (Security Cooperation in Red Sea & Gulf of Aden) serta kapal perang maupun kapal sipil lainnya terutama berbendera Indonesia dalam rangka information-sharing dan memperbarui situasi terbaru.

“Kita berusaha untuk menjalin komunikasi dengan kapal-kapal perang lain untuk pertukaran informasi dan kapal-kapal komersil berbendera Indonesia untuk tetap berada di Internationaly Recomended Transit Corridor (IRTC) sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman” ungkap Dansatgas.

Hal ini dilaksanakan sesuai dengan perintah dari Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, agar setiap KRI meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan penjagaan guna mengantisipasi perkembangan situasi pada saat melintas di perairan tersebut.
 

  🛡
Pelopor Wiratama  

Jumat, 05 Januari 2024

Spesifikasi Rudal Pertahanan Pantai YJ-12E

 Dirumorkan diminati TNI dan sudah disertifikasi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWgBAqW94EeqKabK7X91InsxYNCj4Il5dbAqdLgwmCEzfn5qI-Y-QHlvGbwLXak-Bpvam4EY537nb67u_uNOySTaJZ3UijINrcZBADeFUrDTDFoFu3ZLUuL4jizfHmP_g-iWOtg_txah6bEhqTDSu63jHo0BV5xYdPq_H4bpNaOES-RTKhh7C-608mtMRP/s1100/Ds2lc_NU8AI-BQJ_CJDBY.jpegUji coba penembakan rudal CM-302 (CJDBY) 🚀

J
elang tutup tahun 2023 ini, geliat pertahanan nasional kembali menggelora. Melansir dari laman indomiliter.com, TNI dikabarkan menaruh minat terhadap rudal pertahan pantai (Coastal Naval Defense Missile System) YJ-12E Buatan Tiongkok. Rudal yang juga memiliki kode nama CM-302 ini secara mengejutkan dirumorkan akan segera diakusisi oleh TNI guna menjadi rudal pertahan pantai di tubuh TNI-AL.

Tentunya kabar ini cukup mengejutkan mengingat dalam 3 tahun terakhir Kementerian Pertahan Republik Indonesia dan TNI-AL menyetujui pembelian Rudal pertahan pantai Neptune buatan Ukraina beserta kemungkinan adanya transfer of technology (TOT) dalam paket pembelian tersebut. Kemungkinan wacana mengakusisi rudal Neptune buatan Ukriana terancam batal karena kondisi saat ini negara tersebut tengah berperang dengan Rusia.

Bahkan, rumor ini dikuatkan oleh postingan dalan akun instagram Lembaga Keris (@lembagakeris) yang menyebut rudal YJ-12E telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Distlibangal) untuk proses akusisi dan kemungkinan produksi secara lokal.

 Rudal yang dikembangkan dari versi anti-kapal YJ-12 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoUXSHFEBNcVAigiFUuzPgQBAXmQnB8XW5zBKaboPKjxfX9Pi6dlR_vlr-4ofBL2QHyuR6fvVwp8dgtLnRK0PKvELUnzmc9ePMyQgpQRYKKZKYhkgp-PTGUAkc-9KlpriK88wKL5MLUjnJphqjWUV-gsOWaJinFSl9GgxLsTbVjrJQXv0JW2H6DQs5l_xZ/s1080/CM-302-anti-ship-cruise-missile.jpgRudal jelajah anti kapal CASIC CM-302 (Asian Military Review) 🚀

Rudal pertahanan pantai YJ-12E sejatinya merupakan rudal yang dikembangkan dari rudal anti-kapal YJ-12 yang mulai memasuki dinas layanan angkatan laut Tiongkok pada tahun 2011 silam. Melansir dari laman militarytoday.com, rudal ini dikembangkan agar mampu diluncurkan dari platform darat semisal truk pengangkut atau silo peluncur di dalam tanah.

Rudal pertahan pantai yang dikembangkan oleh Tiongkok atau China ini kemudian diberi nama YJ-12B dan untuk varian ekspor diberi nama YJ-12E. Rudal ini disebutkan mampu membawa hulu ledak seberat 200-500 kg tergantung kebutuhan yang diinginkan. Sistem pelacakan rudal ini mampu mencapai target sejauh 250-400 km menggunakan sistem pelacakan radar dan inertial guidance. Namun, kemungkinan untuk varian ekspor rudal ini akan memiliki jarak dibawah yang dioperasikan oleh militer China sendiri.

 Dibawa menggunakan truk pengangkut 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi0cWWP7OEuQvcn3SqTjzYYW3JLLBSytnC654LAECOWPJQPb34BDbCeECNJxTChWqxqeFtBocP4k-bau0NcPYNBxzPHsaCgjFvcF0QXCnyhhe9B5plpiUfQKhFQlbt-HGf9sgBIFhJT-8ssteptd2zb0-xYQ1v_QQgOmv1FDcEWzXH1P3xSOnI8NmRaZLX/s640/412471703_670359901847312_9130299046863962152_n.jpgSertifikasi Dislitbangal untuk CM-302 Coastal Defense Missile Weapon System (Lembaga Keris) ★

Apabila dikemudian hari TNI mengakusisi rudal ini, kemungkinan besar rudal tersebut akan diletakkan ke dalam truk Wanshan WS-2600 yang juga buata China, Truk berpenggerak 5x5 ini memang dirancang sebagai truk angkut kelas berat yang mampu membawa berbagai muatan seperti tank, kendaraan tempur ringan, rudal anti pesawat dan juga rudal balistik.

Namun, apabila pembelian ini jadi terlaksana, tentunya hal ini akan cukup unik bagi pihak TNI yang kini tengah mewaspadai gerak-gerik Tiongkok yang kian menunjukkan kedigdayaan militernya di kawasan Laut China Selatan yang notabene dekat dengan wilayah teritorial Indonesia saat ini.

  🚀 Suara  

Kamis, 04 Januari 2024

[Video] Indonesia Punya Pabrik Drone Pertama di Asia Tenggara

 Diposkan Popsains Channel 
https://famindoinovasiteknologi.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC09978-600x400.jpgMulticopter Drone (PT Farmindo Inovasi Teknologi) ★

P
embangunan pabrik drone di Sentul, Bogor, menandai langkah maju Indonesia dalam industri teknologi dan penerbangan tanpa awak. Inisiatif untuk memproduksi beragam jenis drone tidak hanya untuk pasar konsumen, tetapi juga untuk kebutuhan militer dan operasi SAR (Search and Rescue), menunjukkan adaptasi yang luas terhadap tren penggunaan drone yang semakin meningkat di Indonesia..

Dengan adanya sekolah khusus penerbangan untuk calon pilot drone, langkah ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia yang ahli dalam mengoperasikan teknologi drone secara profesional. Hal ini penting karena penggunaan drone tidak hanya dalam ranah komersial tetapi juga di sektor-sektor kritis seperti keamanan dan pertolongan dalam situasi darurat.

Julius Agus Salim, sebagai Direktur Utama PT Farmindo Inovasi Teknologi, menegaskan bahwa pabrik ini merupakan respons atas permintaan yang terus meningkat terhadap penggunaan drone di Indonesia. Ini menunjukkan kesadaran perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar dan memanfaatkan peluang dalam industri yang sedang berkembang.

 Berikut video dari Youtube : 


  ⏁ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...