Rabu, 08 Mei 2024

Super Hercules Kelima Dijadwalkan Tiba di RI 17 Mei

 Rencana awal berangkat 10 Mei 2024 dari Marietta, Georgia, ASHercules C130J-30 TNI AU (Lockheed Martin) ✈️

Unit kelima pesawat angkut C-130 J Super Hercules buatan Lockheed Martin pesanan Indonesia dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 17 Mei 2024.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menyampaikan pesawat itu rencana dikirimkan pada 10 Mei 2024 dan tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 17 Mei 2024.

"Rencana awal berangkat 10 Mei 2024 dari Marietta, Georgia, Amerika Serikat," kata Edwin.

Pemerintah Indonesia pada 2019 membeli total lima pesawat C-130 J Super Hercules dari Lockheed Martin yang empat di antaranya pada periode 2023 sampai awal 2024 telah diterima oleh Pemerintah Indonesia dan diserahkan langsung ke TNI Angkatan Udara.

Unit terakhir C-130 J Super Hercules itu, sama seperti empat pesawat lainnya, juga akan memperkuat Skuadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Jika berkaca pada pengiriman sebelumnya, unit terakhir pesanan Indonesia itu kemungkinan bakal melalui rute Georgia, San Diego, Honolulu, Kwajalien/Marshall Island, Guam, kemudian langsung terbang dan mendarat di Jakarta.

C-130 J Super Hercules memiliki panjang 34,69 meter, tinggi 11,9 meter, dan lebar sayap 39,7 meter, sementara panjang kompartemen kargonya 16,9 meter, lebar 3,12 meter, dan tinggi 2,74 meter.

Pesawat teranyar TNI AU C-130J Super Hercules itu dapat membawa beban maksimal hingga hampir 20.000 kilogram atau hampir 20 ton. C-130J Super Hercules juga dapat mengangkut 8 palet atau 97 tandu, 128 pasukan tempur, dan 92 pasukan terjun payung.

C-130J Super Hercules memiliki peningkatan fitur dari tipe pendahulunya misalnya peningkatan sistem perlindungan bahan bakar, serta sistem penanganan kargo. Ada juga perbaikan sistem flight station yang lebih canggih dan sistem avionik digital terintegrasi penuh.

Pesawat baru TNI AU itu pun telah dilengkapi dengan tampilan layar head-up dan teknologi navigasi canggih yang mencakup sistem navigasi inersia ganda dan GPS.

Kecepatan maksimal pesawat C-130J Super Hercules mencapai 660 kilometer per jam pada ketinggian 6.706 meter dan tenaganya diperoleh dari empat turboprop Rolls-Royce AE 2100D yang bisa menghasilkan daya 4.700 tenaga kuda.
 

  ☆
antara  

PTDI Hadir di Pameran DSA 2024

 Buka Potensi Kontrak Pekerjaan Baru di Malaysia 
https://www.beritatrans.com/images/content/1/2024/2024-05-07/209ca8550138e357aeb9d58494f6adcc.jpg (Istimewa) ★

PT
Dirgantara Indonesia (PTDI) hadir dalam pameran pertahanan Defence Service Asia (DSA) 2024 yang akan berlangsung pada 6-9 Mei 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pameran yang digelar di Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC) ini merupakan pameran industri pertahanan terbesar di Asia Pasifik, di mana PTDI tergabung dalam booth Indonesia Defence Industries yang dipimpin oleh Kementerian Pertahanan, yang juga menyertakan 10 Perusahaan asal Indonesia.

Menurut Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal, keikutsertaan PTDI dalam pameran ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memasarkan produk industri pertahanan tanah air di pasar global, juga kesempatan bagi PTDI untuk memperoleh potensi pekerjaan baru.

“Keterlibatan PTDI di DSA 2024 merupakan salah satu upaya perluasan pasar, peningkatan penjualan, serta penjajakan terhadap potensi-potensi kontrak baru, baik untuk produk pesawat maupun jasa after sales, begitu pula membuka peluang kerja sama baru dengan partner,” ujar Arif, Senin (6/5/2024).

Dalam hal rekam jejak produk PTDI di Malaysia, sejak tahun 1999 telah tercatat sebanyak tujuh pesawat CN235 hasil produksi PTDI yang dioperasikan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM).

PTDI juga tidak hanya mendukung kebutuhan armada udaranya saja, melainkan juga layanan after sales-nya, di mana PTDI memberikan layanan maintaining serviceability rate untuk seluruh pesawat yang dioperasikan oleh TUDM, termasuk pemenuhan program Follow on Support (FoS) yang terdiri dari kegiatan service, repair component & spare part untuk jangka waktu tertentu.

"Di samping itu, pada tahun 2023 PTDI juga melakukan modifikasi terhadap tiga pesawat CN235 milik TUDM, dari konfigurasi Military Transport menjadi Maritime Patrol Aircraft (MPA) melalui program US Aid yang telah berhasil diselesaikan dan dikirimkan kembali ke TUDM pada tahun yang sama," ungkapnya.

Dalam ajang internasional pameran DSA 2024 ini PTDI pasarkan berbagai macam produk unggulannya, seperti pesawat CN235-220, NC212i dan N219, maupun MRO, bersama-sama dengan Anak Perusahaannya, dalam hal ini PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) dan Holding Industri Pertahanan Defend ID – PT Len Industri (Persero), PT Pindad, PT PAL Indonesia dan PT Dahana. (omy)

  ★ Berita Trans  

Selasa, 07 Mei 2024

[Video] KSAL Luncurkan Dua Kapal Perang, Perkuat Koarmada II

Liputan Antara TV
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meluncurkan KRI Butana 878 dan KRI Selar 879 di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (7/5).

Kapal perang karya anak bangsa tersebut dilengkapi meriam kaliber 30 mm dan dua unit senjata mitraliur 12,7 mm untuk memperkuat jajaran Koarmada II pada satuan Patroli Lantamal V Surabaya dan Lantamal VIII Manado.

 Berikut video dari Youtube : 


  🎥 Youtube  

PAL dan LUNAS Malaysia MoU Bidang Teknologi di DSA 2024

 Menciptakan produk unggulan bersama 
https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2024/05/07/1000948287.jpg.webpCMO PT PAL Indonesia Willgo Zainar (ketiga kanan) dan Chairman Board of Directors LUNAS Datuk Dr. Shahrazat binti Haji Ahmad (ketiga kiri) menandatangani nota kesepahaman saat ajang "Defence Services Asia Exhibition and Conference 2024" (DSA 2024) di MITEC Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (6/5/2024). (ANTARA/HO-PT PAL Indonesia) ★

PT
PAL Indonesia menyepakati Memory of Understanding (MoU) dengan Lumut Naval Shipyard (LUNAS) Malaysia dalam bidang pembuatan kapal baru, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kerja sama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh CMO PT PAL Indonesia Willgo Zainar dan Chairman Board of Directors LUNAS Datuk Dr. Shahrazat binti Haji Ahmad saat ajang "Defence Services Asia Exhibition and Conference 2024" (DSA 2024) di Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.

“Ke depan PT PAL dan LUNAS bekerjasama dalam menciptakan produk unggulan bersama dengan pemanfaatan teknologi tinggi, sehingga dapat menjadi sinergi yang kuat sebagai Global Player Industri maritim dunia," ucap CMO PT PAL Indonesia Willgo Zainar dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Surabaya, Selasa.

Selain itu, penandatanganan tersebut juga sebagai wujud kerjasama bilateral antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang industri maritim untuk memperluas pasar global, khususnya di Malaysia dan regional Asia pada umumnya.

"Diharapkan dengan kerjasama tersebut, Indonesia-Malaysia dapat bersama-sama mengambil peran penting dalam menguatkan keamanan sektor maritim ditingkat regional," katanya.

Sementara itu, Chairman Board of Directors LUNAS Datuk Dr. Shahrazat binti Haji Ahmad mengatakan kolaborasi tersebut, menandai langkah maju yang signifikan bagi perusahaannya dan masa depan pembuatan kapal di Asia Tenggara.

"Reputasi PT PAL Indonesia sebagai pembuat kapal terkemuka di Asia Tenggara sudah mendahului dan kami merasa terhormat untuk memulai perjalanan kolaboratif ini bersama-sama," ucapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya kolaborasi tersebut kedua belah pihak dapat mendorong batas-batas inovasi.

  ★ antara  

Kemhan Tegaskan RI Sesuaikan Pembayaran KF-21

 Bukan minta pemotongan 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji5z77ATGjKiU1J3YEXG_oxAD7k1IsRF6mDOTr7pnoO4x4_uNv_27pL-eRzdP1zpsGaFshR9JKRBkOUPrdHRCFvlznXCvqHZiBT2JqZkf0fbp6BPGFXBL4gxUlKaF_BYErbYTQqeJW7nmPNG-ikeEODfD5Q5wRirzRGBJ2CyQU0s0_NscCalPKUkQy/w1600-h813/293989787_5170130673085278_826286581737372417_n.jpgKF-21 (ROKAF) ★

K
ementerian Pertahanan menegaskan pemerintah Indonesia meminta penyesuaian pembayaran (payment adjustment) kepada pemerintah Korea Selatan atas kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae oleh Korea Aerospace Industry (KAI).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menjelaskan penyesuaian pembayaran itu disesuaikan dengan manfaat yang sejauh ini diterima Indonesia dalam proyek pembuatan pesawat tempur itu.

"Istilah yang tepat atas langkah yang diambil pemerintah Indonesia terkait pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 adalah penyesuaian pembayaran (payment adjustment), bukan pemotongan pembayaran. Penyesuaian ini sejalan dengan kemajuan kerja sama yang telah dan masih akan dilaksanakan bersama Korea Selatan," katanya.

Edwin menyampaikan hal itu juga untuk meluruskan pemberitaan dari kantor berita Korea Selatan Yonhap pada 7 Mei 2024 yang menyebut Indonesia meminta pemotongan biaya kontribusi untuk kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae.

Yonhap saat itu merujuk pada pernyataan DAPA — lembaga di Korsel yang mengurusi kerja sama dan pengadaan alutsista — yang mengakui adanya negosiasi soal pembayaran KF-21 Boramae.

Juru Bicara DAPA Choi Kyung-ho, sebagaimana dikutip dari Yonhap, menyebut DAPA dan lembaga terkait lainnya masih meninjau usulan Indonesia itu.

Yonhap dalam beritanya terkait itu menyebut Indonesia mengajukan penyesuaian pembayaran sebanyak 600 miliar won untuk keseluruhan proyek pembuatan KF-21.

Dalam komitmen terdahulu, Indonesia sepakat menggelontorkan 1,7 triliun won atau 20 persen dari keseluruhan nilai proyek sebesar 8,1 triliun won.

Karo Humas Kemhan menegaskan penyesuaian pembayaran yang diminta Indonesia ke Korea Selatan merupakan langkah rasional karena Indonesia tak sepenuhnya mendapatkan kegiatan transfer teknologi dalam pembuatan jet tempur KF-21 Boramae.

"Terdapat beberapa kegiatan dalam program yang tidak dapat diikuti oleh teknisi Indonesia. Alhasil, pembayaran yang dilakukan pemerintah Indonesia disesuaikan dengan manfaat yang diperoleh dari kerja sama ini," kata Edwin.

"Adalah wajar dan sesuai dengan prinsip akuntabilitas bahwa untuk program atau kegiatan yang tidak diikuti oleh teknisi Indonesia, pihak Indonesia tidak perlu menanggung biaya, yang pada gilirannya mengurangi jumlah pembayaran yang telah direncanakan," imbuhnya.

Edwin menjelaskan dalam proyek pembuatan jet tempur itu, Korea Selatan menerima biaya berbagi (cost share) sampai tahun 2026 karena setelah tahun itu, proyek KF-21 masuk tahap produksi dan biaya berbagi dari Indonesia disesuaikan dengan kemampuan fiskal yang ditetapkan Kementerian Keuangan, yaitu Rp 1,32 triliun per tahun sampai tahun 2026.

"Ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan bahwa kewajiban finansial Pemerintah dalam proyek ini tetap dalam batas kemampuan anggaran negara," katanya.

Dia menambahkan pemerintah Indonesia berkewajiban memastikan pembayaran atas pengadaan atau kerja sama pembuatan alutsista merupakan investasi yang dapat membawa hasil optimal.

Oleh karena itu, dia menjamin Kemhan berkomitmen transparan dalam setiap kerja sama internasional, termasuk dalam proyek KF-21.

"Langkah penyesuaian pembayaran ini untuk memastikan investasi pemerintah Indonesia memberi hasil yang optimal dan penggunaan keuangan negara untuk proyek KF-21 dapat dipertanggungjawabkan ke publik," kata Edwin.

Kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae diluncurkan pada 2015, dan ditargetkan rampung pada 2026.

  ★ antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...